7 Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi, Catat Baik-baik!

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Persiapan menghadapi krisis ekonomi ini perlu kamu catat, dunia sedang tidak baik-baik saja!

Ancaman krisis global kini semakin nyata, Bermula dari pecahnya konflik Rusia-Ukraina, bangkrutnya negara Sri Lanka, kelangkaan bahan makanan, naiknya harga energi dunia, hingga inflasi yang tinggi.

Beberapa negara bahkan sudah memasuki jurang resesi, contohnya saja Amerika Serikat dan Inggris.

Melansir dari Bisnis.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis global yang bisa berdampak pada semua negara.

Triple threat, yaitu perang (Rusia vs Ukraina), kenaikan harga komoditas, dan inflasi global yang naik. (Tiga ancaman ini) bisa meningkatkan risiko utang tak hanya low income, middle income, bahkan negara penghasilan tinggi,” ujarnya saat memberikan keynote speech dalam pembukaan FMCBG G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7/2022).

Kenaikan inflasi saat ini lebih cepat dibandingkan kesiapan negara-negara dunia untuk mengantisipasinya.

Dengan adanya berbagai tantangan tersebut, ada beberapa persiapan menghadapi krisis ekonomi yang sebaiknya kamu persiapkan sedini mungkin. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: 3 Ancaman Krisis Global, Ini yang Bisa Dilakukan Pengusaha!

Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi

persiapan menghadapi krisis
Foto: Persiapan Menghadapi Krisis (freepik.com)

Menurut India Today, krisis ekonomi terjadi ketika ekonomi suatu negara menghadapi penurunan tajam sebagai akibat dari krisis keuangan. 

Dalam krisis ekonomi, PDB kemungkinan besar akan menurun, likuiditas akan anjlok, dan harga akan naik atau turun karena inflasi atau deflasi. Resesi atau depresi adalah dua jenis krisis ekonomi.

Selama periode krisis, ancaman berubah menjadi bahaya yang menjadi dasar untuk mendefinisikan keadaan yang tidak aman dari sistem apa pun. 

Krisis ekonomi mewakili situasi di mana ekonomi suatu negara melewati penurunan kekuatannya secara tiba-tiba, penurunan yang biasanya disebabkan oleh krisis keuangan. 

Krisis ekonomi mungkin memiliki bentuk stagflasi, resesi atau depresi ekonomi yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Misalnya, pecahnya konflik, kebijakan politik, kelangkaan, hingga embargo.

Ada beberapa persiapan menghadapi krisis ekonomi yang bisa kamu lakukan, berikut penjelasannya.

1. Maksimalkan Tabungan Pribadi

Dalam persiapan menghadapi krisis, hal paling fundamental yang harus diperkuat adalah dana tabungan. Tabungan ini bisa digunakan sewaktu-waktu jika dalam kondisi mendesak.

Untuk memaksimalkan dana tabungan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Mulai dari membuka rekening giro, tabungan deposito, hingga pasar uang. Investasi jangka pendek juga bisa membantu dalam menghadapi krisis.

Hindari berinvestasi dalam saham berisiko tinggi. Dalam kondisi krisis, beberapa indeks saham bisa saja anjlok seketika.

Buatlah tabungan pribadi di beberapa produk keuangan. Dengan begitu, kamu memiliki beberapa dana tabungan yang bisa digunakan dengan bijak.

Memiliki beberapa sumber tabungan juga bisa membuat keuanganmu lebih aman jika sewaktu-waktu kesulitan mengakses rekening dari satu tabungan.

Baca Juga: Faktor Penyebab Deflasi dan Dampaknya Bagi Bisnis

2. Susun Rencana Anggaran

7 Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi, Catat Baik-baik!
Foto: Budgeting Plan (freepik.com)

Persiapan menghadapi krisis yang kedua adalah menyusun anggaran. Jika kamu tidak tau persis berapa banyak uang yang kamu keluarkan setiap bulan, kamu tidak akan tau berapa banyak uang yang kamu butuhkan untuk dana darurat. 

Jika kamu tidak memiliki anggaran, kamu juga tidak tau apakah kamu saat ini hidup sesuai dengan kemampuanmu atau terlalu memaksakan diri. 

Anggaran tidak akan memaksamu untuk mengubah perilaku berbelanja, melainkan dapat menjadi alat untuk membantumu dalam membuat keputusan keuangan.

3. Minimalisir Tagihan Bulanan

Persiapan menghadapi krisis selanjutnya adalah mengurangi tagihan bulanan. Banyak pekerja yang gajinya menipis di awal bulan karena harus melunasi tagihannya.

Maka dari itu, sebaiknya kamu mulai memangkas kebutuhan belanja yang tidak esensial. Terutama kebiasaan menggunakan pembayaran paylater yang bisa membuatmu sedikit kalap.

Misalnya, cobalah untuk menghemat penggunaan kuota internet, mengurangi urusan belanja pakaian, dan menekan budget untuk nongkrong ke kafe. Dengan begitu, kamu bisa menekan tagihan bulanan agar tidak semakin besar.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Tepat, Catat!

4. Manfaatkan Voucher dan Aset Non Tunai

7 Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi, Catat Baik-baik!
Foto: Voucher Belanja (freepik.com)

Persiapan menghadapi krisis ini bisa jadi cara dalam menghemat pengeluaran. Saat ini, beberapa marketplace menawarkan berbagai voucher diskon dan cashback yang bisa memperkaya aset non-tunaimu.

Menggunakan berbagai promo dengan sebaik mungkin bisa membantumu memperoleh barang yang sama dengan harga yang lebih murah. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan kupon atau poin lain yang kamu miliki.

Beberapa lembaga keuangan sering mengadakan program tukar poin atau tukar kupon menjadi hadiah yang menarik. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan dan menghemat anggaran.

5. Lunasi Utang dan Kredit

Sebelum memasuki masa krisis ekonomi yang semakin buruk, akan lebih bijak jika kamu melunasi semua utang dan tagihan kartu kredit. Dengan melunasinya, kamu bisa mengurangi beban finansial saat krisis datang.

Pasalnya, keterlambatan melunasi tagihan akan dikenakan bunga yang cukup membebani finansialmu. Menghadapi krisis dalam kondisi stabil tanpa utang juga bisa membuatmu jadi lebih tenang.

Baca Juga: 15 Aplikasi Keuangan Pribadi untuk Bantu Kelola Finansialmu!

6. Cari Pekerjaan Sampingan

7 Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi, Catat Baik-baik!
Foto: Pekerjaan Sampingan (freepik.com)

Jika memungkinkan, cobalah untuk mencari pekerjaan sampingan sebagai persiapan menghadapi krisis. Memiliki pemasukan tambahan di tengah krisis adalah hal yang sangat penting.

Setiap orang memiliki sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk mendapatkan uang tambahan, baik itu menjual harta benda yang tidak lagi digunakan, menjadi babysitter anak, mengejar bonus pembukaan rekening bank, pekerja lepas, atau mencoba bisnis.

Uang yang kamu peroleh dari pekerjaan sampingan ini mungkin tidak signifikan dibandingkan dengan apa yang kamu peroleh dari pekerjaan utama, tetapi jumlah kecil pun dapat menambah sesuatu yang berarti dari waktu ke waktu.

7. Cek Polis Asuransi

Persiapan menghadapi krisis yang terakhir adalah mengecek polis asuransi. Urusan kesehatan merupakan bagian terpenting yang harus dipersiapkan dalam kondisi krisis.

Biaya kesehatan sendiri termasuk biaya yang cukup besar dalam anggaran keuangan. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu memastikan manfaat apa saja yang akan kamu dapatkan dari asuransi yang kamu miliki.

Beberapa asuransi memberikan manfaat penggantian biaya konsultasi dokter, rawat inap, UGD, dokter gigi, hingga asuransi kecelakaan dengan nominal yang berbeda.

Pilihlah asuransi dengan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Itulah penjelasan soal persiapan menghadapi krisis ekonomi yang semakin nampak di depan mata.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X