3 Ancaman Krisis Global, Ini yang Bisa Dilakukan Pengusaha!

Share this Post

ancaman krisis dunia
Table of Contents
shopee pilih lokal

Ancaman krisis global kini semakin nyata, mulai dari naiknya harga minyak hingga krisis ekonomi di Inggris. Ini siasat yang bisa dilakukan!

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia sedang dilanda ancaman krisis global yang semakin menakutkan.

Bermula dari pecahnya konflik Rusia-Ukraina, bangkrutnya negara Sri Lanka, kelangkaan bahan makanan, naiknya harga energi dunia, hingga inflasi yang tinggi.

Beberapa negara bahkan sudah memasuki jurang resesi, contohnya sama Amerika Serikat yang beberapa waktu lalu mengalami inflasi tinggi. Baru-baru ini, giliran Inggris yang tengah menghadapi krisis ekonomi.

Kondisi global semakin buruk sejak adanya embargo komoditas perdagangan, meletusnya perang, hingga kebijakan politik antar negara yang bertentangan. Di Indonesia, ancaman krisis global ditandai dengan naiknya berbagai harga barang kebutuhan.

Mulai dari harga bahan pokok, tarif ojol, harga mie, harga tiket bus AKAP, hingga yang terbaru kenaikan harga BBM. Hal ini tentu berdampak besar bagi masyarakat. Banyak yang semakin tertekan akibat krisis ekonomi tersebut.

Ancaman krisis global yang terjadi saat ini disebut juga dengan istilah “Triple Threat”, apa maksudnya?

Baca Juga: Resesi Ekonomi, Ini Dia Penyebab dan Dampaknya

Triple Threat, Ancaman Krisis Global yang Kian Nyata

ancaman krisis global
(Foto krisis ekonomi. Sumber: Freepik.com)

Melansir dari Bisnis.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis global yang bisa berdampak pada semua negara.

Triple threat, yaitu perang (Rusia vs Ukraina), kenaikan harga komoditas, dan inflasi global yang naik. (Tiga ancaman ini) bisa meningkatkan risiko utang tak hanya low income, middle income, bahkan negara penghasilan tinggi,” ujarnya saat memberikan keynote speech dalam pembukaan FMCBG G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7/2022).

Kenaikan inflasi saat ini lebih cepat dibandingkan kesiapan negara-negara dunia untuk mengantisipasinya.

Menurut Sri Mulyani, negara berkembang harus menyesuaikan kebijakan moneternya, sebab adanya ancaman capital outflow dan kenaikan pembiayaan.

Ancaman pandemi juga menyebabkan utang negara semakin menumpuk. Sri Mulyani mengatakan, 60% negara berpenghasilan menengah sudah kesulitan membayar utang.

Sementara itu, NewsDay mendefinisikan triple threat ancaman krisis global dengan versi yang sedikit berbeda.

Dalam tiga tahun terakhir, ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Akhirnya, muncul tiga ancaman krisis global yang baru.

Pertama, pandemi virus corona, kemudian datanglah peran Rusia vs Ukraina. Baru-baru ini, kematian Ratu Elizabeth II berdampak pada ekonomi global.

Ancaman global dimulai saat pandemi yang mengganggu perekonomian. Banyak orang yang kehilangan mata pencahariannya. Kemudian, pecahnya perang Rusia vs Ukraina mulai menimbulkan kelangkaan dan naiknya harga energi dunia.

Kemudian, kematian Ratu Elizabeth II memperlambat ekonomi di Inggris yang menimbulkan inflasi, risiko resesi, hingga penurunan nilai pound. Pasalnya, selama periode berkabung, Inggris menghentikan sementara semua kegiatan politik, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga: 7 Dampak Resesi Global Terhadap Indonesia

Dunia Mulai Memasuki Krisis Ekonomi Global

3 Ancaman Krisis Global, Ini yang Bisa Dilakukan Pengusaha!
(Foto krisis global. Sumber: Freepik.com)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan baru saja melakukan kunjungan ke New York, Amerika Serikat. Sepulangnya dari negeri Paman Sam, Luhut membawa kabar buruk soal ekonomi global.

Luhut bercerita, banyak pemangku kepentingan di bidang ekonomi bicara tentang ancaman krisis global yang akan terjadi dalam waktu dekat.

“Dunia diramalkan, saya kemarin di New York, mereka katakan dunia akan masuk ke dalam global crisis atau perfect storm akan terjadi dalam waktu beberapa lama ke depan ini. Maka harus kita tata negeri ini dengan baik,” ungkap Luhut saat memberikan pidatonya di acara Hari Maritim Nasional 2022, yang disiarkan virtual, Selasa (27/9/2022).

Ancaman krisis global saat ini mencakup krisis pangan dan energi, kenaikan suku bunga AS, dan inflasi yang makin tinggi.

1. Krisis Pangan dan Energi

Dilansir dari publikasi DPR RI, persoalan pangan menjadi permasalahan global yang harus diwaspadai. Saat ini, sudah ada 22 negara yang menghentikan ekspor berbagai jenis pangan untuk mengamankan kebutuhan domestik di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Sebagai contoh, kebijakan larangan ekspor gandum yang dikeluarkan India. Larangan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kenaikan harga gandum akibat terjadinya gelombang panas yang melanda India.

Sementara itu, Malaysia sempat melarang ekspor ayam hingga memicu krisis di Singapura. Di Amerika Serikat, harga daging, ikan, dan telur meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu.

2. Kenaikan Suku Bunga AS

Pada tahun 2022 ini, bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi di AS. Dengan meningkatkan suku bunga, maka tingkat pengeluaran dan investasi masyarakat akan berubah.

Ketika suku bunga lebih tinggi, jumlah uang beredar akan menyusut. Dengan begitu, diharapkan inflasi dapat ditekan. Nyatanya, kebijakan tersebut juga berpengaruh bagi ekonomi global.

Pasalnya, suku bunga yang terlalu tinggi bisa menyebabkan resesi. Akibatnya, nilai dollar bisa melemah dan membuat harga barang serta nilai ekspor Indonesia ke negara lain jadi menurun.

Baca Juga: Krisis di Inggris, Akibat Inflasi Tinggi Masyarakat Kelaparan

3. Inflasi Tinggi

Seperti yang kamu ketahui, kenaikan harga BBM belum lama ini menimbulkan efek domino bagi perekonomian. Naiknya tarif ojol, tarif sewa kendaraan, tiket bus AKAP, hingga naiknya harga-harga bahan pokok merupakan masalah lain yang akhirnya muncul.

Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia menilai bahwa kenaikan harga BBM beberapa tahun terakhir meningkatkan inflasi hingga lebih dari 8%. Pasalnya, kenaikan harga BBM mempengaruhi harga-harga lain.

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kenaikan harga BBM pada 2005 mendorong inflasi hingga 17 persen. Lalu, kenaikan harga BBM pada 2013 mendorong inflasi ke 8,38 persen dan pada 2014 inflasi menjadi 8,36 persen.

Pasca kenaikan harga BBM, Bank Indonesia memperkirakan bahwa inflasi akibat harga BBM pada pekan kedua bulan September melonjak 0,77%.

Kementerian Keuangan sebelumnya menghitung kenaikan harga tiga jenis BBM bisa menyumbang 1,8 poin persentase terhadap inflasi tahun ini. Outlook inflasi pada akhir tahun ini dinaikkan menjadi 6,6%-6,8%.

Baca Juga: Apa Itu The Fed? Pergerakannya Bisa Pengaruhi Ekonomi Dunia

Jurus Pengusaha Mengatasi Ancaman Krisis Global

3 Ancaman Krisis Global, Ini yang Bisa Dilakukan Pengusaha!
(Foto ancaman krisis ekonomi. Sumber: Freepik.com)

Ancaman krisis global menimbulkan kekhawatiran dari banyak pengusaha. Apalagi saat ini gelombang PHK kembali terjadi di beberapa perusahaan rintisan di Indonesia.

Ada beberapa jurus yang bisa dikeluarkan pengusaha untuk mengatasi dampak krisis global saat ini.

Pertama, melakukan optimalisasi proses penjualan. Pengusaha bisa memperbaiki proses follow up calon pelanggan, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan melakukan cara baru untuk mendekati pelanggannya.

Kedua, pengusaha bisa mengubah model bisnisnya. Jika sebelumnya banyak mengandalkan penjualan dan promosi offline, ada baiknya pengusaha lebih sering menggaungkan metode penjualan online.

Ketiga, luncurkan produk baru. Cara ini bisa dilakukan untuk menghadirkan produk yang paling dibutuhkan konsumen. Misalnya, meluncurkan produk yang kaya fungsi namun dengan harga yang lebih efisien.

Resesi ekonomi rupanya juga berpotensi memberikan ancaman serius bagi bisnis. Apa saja dampaknya? Tonton video berikut, yuk!

Itulah penjelasan seputar ancaman krisis global yang kini semakin nyata. Sudahkah kamu mengantisipasi ancaman tersebut?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X