7 Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Tepat, Catat!

Share this Post

Cara-Mengatur-Keuangan-di-Bulan-Ramadhan
Table of Contents

Salah satu aspek yang penting untuk kamu perhatikan dalam mengelola bisnis adalah perihal keuangan.

Maka dari itu, kamu perlu memahami bagaimana cara mengatur keuangan usaha yang tepat.

Dengan mengetahui cara mengatur keuangan usaha, pengelolaan finansial bisnismu akan lebih terarah. Kamu juga akan lebih mudah dalam membuat keputusan bisnis yang terkait dengan keuangan.

Meski pendapatan usaha kamu telah berhasil mencapai angka yang fantastis, itu semua tidak ada artinya jika pengelolaan uang bisnismu berantakan.

Memang benar, mengelola finansial bisnis bukan hal yang mudah.

Sebanyak 61% pemilik usaha kecil telah melaporkan bahwa mengelola cash flow secara konsisten dan stabil dapat menjadi tantangan bisnis yang cukup berat.

Namun hal tersebut tak boleh dijadikan alasan untuk tidak melakukannya. Kuncinya, kamu hanya perlu belajar sedini mungkin agar pengelolaan keuangan bisnis bisa dilakukan dengan baik.

Baca Juga: Contoh Financial Plan untuk Bisnis, Rencana Keuangan Jadi Terarah

Cara Mengatur Keuangan Usaha

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan usaha yang cermat agar kondisi finansial bisnismu tetap stabil dan sehat?

Berikut cara mengatur keuangan usaha yang bisa kamu terapkan:

1. Pisahkan Keuangan Perusahaan dan Keuangan Pribadi

cara mengatur keuangan usaha
(Foto uang logam. Sumber: Pixabay.com)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis pemula adalah mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.

Padahal, hal ini dapat membuat cash flow bisnis jadi berantakan. 

Anggaplah dirimu sebagai salah seorang pekerja di perusahaanmu sendiri. Alokasikan sejumlah uang dari penghasilan bisnismu untuk ‘menggaji’ dirimu.

Gaji tersebutlah yang bisa kamu gunakan untuk urusan pribadi. Sementara dana sisanya digunakan untuk kepentingan perusahaan.

Agar tidak bingung, sebaiknya buat rekening khusus usaha secara terpisah. Jadi, uang bisnis tak akan terpakai untuk keperluan pribadi, begitu pula sebaliknya.

Dengan cara ini kamu pun juga jadi lebih mudah menganalisis keluar masuknya kas perusahaan. 

Selain itu, rekening khusus bisnis yang berbeda dari rekening pribadi juga biasanya memiliki berbagai fitur dan keuntungan.

Misalnya, mempermudah kamu dalam mengajukan pinjaman untuk tambahan modal usaha.

Baca Juga: Ketahui 10 Komponen Pembukuan Usaha Ini agar Catatan Keuanganmu Rapi

2. Bantu Membuat Perencanaan 

Perencanaan jelas menjadi bagian esensial dalam membangun sebuah bisnis.

Kamu tentu perlu menetapkan target dan perencanaan jangka panjang maupun jangka pendek untuk mencapai tujuan keuangan tersebut.

Jika kamu sudah membuat perencanaan, lakukan analisis mengenai berapa kira-kira dana yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana-rencana tersebut sesuai timeline

Setelahnya, buat perkiraan pendapatan yang dibutuhkan untuk mencapai dana tersebut.

Mulai dari berapa penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah tersebut, bagaimana cara menjualnya, dan sebagainya.

Susun budget secara berkala sesuai dengan pemasukan yang diterima. Dengan demikian, uang bisnismu tidak akan keluar masuk tanpa tujuan yang jelas. 

Pengelolaan keuangan bisnis yang tepat juga dapat membantu kamu dalam membuat perencanaan usaha.

Misalnya, kamu bisa mengetahui produk atau layanan apa yang penjualannya masih kurang.

Dengan mengetahui permasalahannya sedini mungkin, kamu bisa menyiapkan strategi yang lebih matang sehingga hasilnya maksimal.

3. Catat Arus Kas

Cara mengatur keuangan usaha selanjutnya, yakni dengan mencatat setiap arus kas masuk dan keluar.

Melansir Forbes, sebaiknya pengusaha mencatat setiap pengeluaran langsung maupun tidak langsung, serta biaya overhead yang mencakup pengeluaran tetap, variabel, maupun semi-variabel.

Bagi kamu yang memiliki toko fisik, bisa membuat laporan arus kas dalam buku catatan khusus keuangan.

Sementara kamu yang berbisnis online, dapat memanfaatkan berbagai tools untuk mempermudah pemantauan arus kas masuk dan keluar.

Jadi, laporan keuangan bisnismu lebih transparan.

Selain itu, jangan lupa untuk meninjau laporan keluar masuknya uang bisnis secara teratur.

Dengan memiliki laporan cash flow yang detail, kamu bisa melakukan review secara berkala sehingga bisa memperkirakan risiko-risiko yang ada dan membuat keputusan yang tepat.

Baca Juga: Ini 9 Contoh Laporan Keuangan dan Penjualan yang Perlu Kamu Tahu!

4. Ingat Wajib Pajak

mencatat cash flow
(Foto pencatatan keuangan. Sumber: Pexels.com)

Kelihatan sepele hingga sering dilupakan, tapi sebenarnya kalau diabaikan bisa menjadi beban untuk keuangan perusahaan.

Banyak pebisnis pemula yang terlalu sibuk mengurus segala urusan usaha mereka sampai akhirnya kewajiban membayar pajak terlewatkan. 

Akhirnya, uang yang harusnya bisa disimpan untuk mengembangkan usaha malah harus dikeluarkan untuk membayar denda.

Maka dari itu, jangan sampai lupa membayar pajak, ya. Supaya tidak lupa, catat di agenda atau pasang reminder di kalender smartphone kamu.

Menjadi pengusaha yang taat pajak akan memberikan sederet keuntungan. Bisnis kamu akan dipandang lebih profesional oleh mitra maupun pelanggan.

Selain itu, perusahaan yang membayar pajaknya secara rutin akan memiliki track record keuangan yang baik. Jadi, akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

5. Selalu Sediakan Cadangan

Walaupun sudah membuat perencanaan dengan matang, terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kamu prediksi.

Dalam menjalani bisnis, pasti ada yang namanya jatuh bangun. Masalah dan kegagalan pasti akan dihadapi.

Kelangsungan bisnismu tergantung pada bagaimana kamu melewati masa-masa tersebut.

Masalah yang datang sangat mungkin berpengaruh pada keuangan bisnismu. Bahkan, bisa saja mengancam operasional usaha kamu.

Oleh karenanya, penting untuk memahami cara mengatur keuangan usaha yang tepat.

Untuk bisa menghadapi masalah yang demikian, pastikan kamu memiliki cadangan uang tunai yang dapat membantu meringankan beban sehingga kamu pun masih tetap bisa melanjutkan pengembangan usaha. 

Jadi, operasional usaha tidak sampai berhenti dan bisnismu tak gulung tikar.

Baca Juga: 7 Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Usaha, Terapkan Yuk!

6. Alokasikan Keuntungan dengan Tepat

Sudah mendapatkan keuntungan yang lumayan dari bisnismu? Bagus!

Langkah penting selanjutnya adalah mengalokasikan keuntungan tersebut dengan baik. Pastikan kamu mengetahui cara mengatur keuangan usaha yang tepat.

Dengan cara melihat kembali perencanaan dan catatan keuangan bisnismu. Atur keuntungan tersebut dan bagi ke beberapa pos berdasarkan catatan yang kamu punya.

Berapa persen untuk dana cadangan, berapa persen untuk produksi, berapa persen untuk modal, gaji karyawan, dan sebagainya.

Dengan cara mengatur keuangan usaha ini, uang perusahaan tidak macet dan bisa terus berputar. 

Operasional bisnis kamu bisa terus berjalan dan secara perlahan semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

7. Manfaatkan Teknologi

mengelola keuntungan usaha
(Foto kalkulator. Sumber: Pexels.com)

Mengatur cash flow perusahaan memang rumit, apalagi untuk pebisnis pemula. Dibutuhkan ketelitian dan konsistensi dalam melakukannya.

Untungnya, saat ini sudah ada teknologi yang dapat menjadi salah cara mengatur keuangan usaha dengan akurat.

Teknologi tersebut bisa memungkinkanmu untuk membuat dan mengakses laporan keuangan secara mudah, bahkan lewat smartphone.

Jadi, kamu tidak perlu pusing-pusing mencari struk yang hilang atau berkas catatan yang terselip entah dimana. 

Salah satu yang sering menjadi kendala dalam mengatur keuangan khususnya bagi pebisnis pemula yang berjualan online melalui berbagai platform adalah melacak tiap transaksi.

Pasalnya, saat ini ada banyak kanal penjualan mulai dari web jualan online hingga berbagai platform e-commerce. 

Baca Juga: 10 Aplikasi Keuangan Pribadi untuk Bantu Kelola Finansialmu!

Itu dia beberapa cara mengatur keuangan usaha yang bisa kamu terapkan. Yuk, perhatikan pengelolaan finansial bisnismu agar bisa bertahan lama di industri.