Catat! Ini Cara Aman Pakai Paylater Untuk Berbagai Kebutuhan

Share this Post

cara aman pakai paylater
Table of Contents

Beli sekarang bayar nanti! Jargon ini tentu tak asing bagi pengguna paylater. Ketahui cara aman pakai paylater berikut, yuk!

Dalam beberapa terakhir, terjadi peningkatan tren belanja online, terutama saat pandemi. Di sisi lain, kondisi perekonomian masyarakat juga sempat melemah pada masa puncak pandemi, terutama saat masa PPKM.

Banyak bisnis yang merugi dan perkantoran yang tutup. Alhasil, tak sedikit pihak yang mengalami penurunan pendapatan. Sementara itu, hidup harus terus berjalan.

Seiring dengan fenomena tersebut, muncul inovasi baru dalam bidang financial technology yang menjadi solusi pembiayaan bagi masyarakat, salah satunya adalah solusi pembayaran paylater.

Terlebih lagi, pada saat ini ada aplikasi paylater yang bisa digunakan untuk berbelanja langsung dari marketplace, seperti Shopee Paylater dan Indondana untuk aplikasi Tokopedia.

Tak mau kalah, Gojek juga meluncurkan produk paylater-nya sendiri bernama GoPayLater yang bisa digunakan di dalam aplikasi Gojek, Tokopedia, hingga bertransaksi secara offline.

Di satu sisi, kehadiran aplikasi paylater ini memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, paylater juga banyak menjerat masyarakat yang kurang bijak dana mengatur keuangan.

Alhasil, tagihan jadi membengkak dan mengalami kesulitan untuk membayarnya. Oleh sebab itu, menerapkan cara aman pakai paylater merupakan hal yang amat penting.

Baca Juga: 5 Cara Top Up PayPal Lewat E-Wallet dan Bank Transfer

Pengguna Paylater Semakin Meningkat

cara aman pakai paylater
(Foto cara aman pakai paylater. Sumber: Freepik.com)

Melansir dari Tempo, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi bahwa industri financial technology (fintech) yang dalam bentuk paylater akan mengalami peningkatan pesat pada tahun 2024.

“Ada tren menarik yang tumbuh positif, yaitu BNPL (buy now pay later), di mana fintech yang sifatnya paylater terintegrasi dengan ekosistem,” ujar Bhima.

Pasalnya, akses penggunaan paylater di berbagai aplikasi sangat mudah dan memiliki bunga yang relatif kecil. Ditambah lagi, banyak aplikasi paylater yang memberikan tenor cicilan yang panjang.

Dalam sebuah pernyataan, hasil studi Kredivo pada tahun 2022 menunjukkan peningkatan penggunaan paylater yang signifikan dari 12% menjadi 17% pada tahun 2022.

Berdasarkan riset tersebut, keunggulan utama paylater yang dirasakan konsumen adalah mampu memenuhi kebutuhan dengan instan, terutama saat mereka tidak memiliki kecukupan dana.

Aplikasi paylater juga menawarkan alternatif pilihan pembayaran selain kartu kredit yang jauh lebih mudah dan cepat.

Kebanyakan aplikasi paylater bahkan dapat diajukan dengan mudah hanya bermodalkan KTP pengguna saja. Hanya dalam hitungan menit, limit paylater akan tersedia dan siap digunakan.

Sayangnya, tingginya minat terhadap penggunaan paylater tidak diiringi dengan kedewasaan dalam penggunaannya.

Banyak masyarakat yang terlena dengan kemudahan yang ditawarkan sehingga berbelanja di luar kemampuan finansialnya.

Ada beberapa aplikasi paylater terkenal yang sudah terdaftar di OJK dan banyak digunakan, yakni Shopee Paylater, GoPayLater, Kredivo, Indodana, Akulaku, Traveloka Paylater, Home Credit, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: BI Rate: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya

Cara Aman Pakai Paylater

Catat! Ini Cara Aman Pakai Paylater Untuk Berbagai Kebutuhan
(Foto cara aman pakai paylater. Sumber: Freepik.com)

Agar dapat menghindari tagihan yang menumpuk, berikut cara aman pakai paylater yang bisa kamu terapkan.

1. Pahami Syarat dan Ketentuan Paylater

Cara aman pakai paylater yang pertama adalah dengan memahami syarat dan ketentuan terlebih dahulu. Setiap aplikasi paylater yang resmi dan terdaftar di OJK pasti menyertakan lampiran syarat dan ketentuan pengguna.

Dalam lampiran tersebut, tercantum semua hak, kewajiban, dan peraturan yang harus diikuti bersama. Mulai dari ketentuan tanggal jatuh tempo, syarat pendaftaran, besaran bunga, denda keterlambatan, hingga kebijakan privasi.

Secara umum, fitur paylater di setiap aplikasi tidak jauh berbeda. Aturan yang diterapkan juga umumnya serupa, namun biasanya terdapat perbedaan spesifik pada bagian pembayaran, bunga, dan denda keterlambatan.

2. Periksa Aturan Denda dan Penagihan

Cara aman pakai paylater selanjutnya adalah dengan memahami peraturan denda keterlambatan dan penagihan.

Setiap aplikasi paylater memberlakukan denda keterlambatan yang berbeda. Ada yang menerapkan denda keterlambatan sejak hari pertama telat bayar, ada juga yang baru mengenakan denda setelah melewati masa tenggang.

Tak hanya itu, pastikan juga bagaimana mekanisma akumulasi denda yang dikenakan. Apakah denda berlaku setiap bulan atau per hari. Aturan penagihan pembayaran juga perlu kamu ketahui demi kenyamanan kamu di kemudian hari.

Baca Juga: Impulse Buying, Perilaku Konsumsi Berlebihan yang Merugikan

3. Gunakan Sesuai Kemampuan

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kamu perlu mengatur keuangan sebaik mungkin dengan membeli barang-barang yang kamu butuhkan. Kurangi pembelian barang yang tidak perlu.

Mengatur keuangan merupakan langkah preventif yang bisa kamu lakukan agar dapat lebih bijak dalam bertransaksi, termasuk mengguna paylater.

Pada dasarnya, layanan paylater disediakan untuk pembelian mendesak. Artinya, jika ada barang penting yang kamu butuhkan namun memiliki keterbatasan dana, maka paylater bisa kamu gunakan.

Namun, hindari penggunaan paylater di luar kemampuan finansialmu. Artinya, kamu juga harus memperhitungkan gajimu yang akan datang, apakah cukup untuk melunasi semua tagihan atau tidak.

4. Tidak Mengambil Cicilan Baru Sebelum Melunasi yang Lama

Cara aman pakai paylater berikutnya adalah dengan tidak menambah cicilan baru jika kamu masih mempunyai tagihan yang lama. Terlebih lagi, banyak pengguna paylater yang menggunakan lebih dari satu aplikasi cicilan.

Akan lebih baik jika kamu hanya menggunakan satu aplikasi saja dan tidak mengambil cicilan baru sebelum melunasi tagihan yang lama. Banyak pengguna yang kesulitan membayar tagihan karena menggunakan sistem “gali lubang tutup lubang”.

Baca Juga: Perbedan BI Fast dan Realtime Online, Mana yang Lebih Baik?

5. Tidak Memberikan Paylater ke Orang Lain

Salah satu kecerobohan yang kerap dilakukan pengguna paylater adalah membiarkan orang lain menggunakan akunnya. Misalnya, meminjamkan akun paylater kamu kepada temanmu yang ingin membeli suatu barang.

Jika hal tersebut dilakukan kepada keluarga atau orang-orang terpercaya, hal tersebut mungkin tidak menjadi masalah.

Namun, jika kamu meminjamkan akunmu ke sembarang orang, ada kemungkinan orang tersebut melarikan diri dan membiarkan tunggakan yang menumpuk.

Alhasil. Kamu sendiri yang harus melunasi tagihannya. Sebab, tim penagih akan terus melakukan penagihan melalui kontak dan alamat yang kamu cantumkan.

Itulah beberapa cara aman pakai paylater yang bisa kamu terapkan dalam berbelanja.