Contoh Rekap Data Penjualan dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu perlu tahu seperti apa contoh rekap data penjualan yang tepat.

Laporan keuangan sangat penting perannya dalam sebuah bisnis. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu seperti apa contoh rekap data penjualan yang tepat.

Rekap data penjualan ini termasuk dalam isi dari laporan keuangan. Jadi, pengerjaannya harus diperhatikan dengan benar.

Contoh rekap data penjualan ini bisa jadi tolok ukur seberapa produktifnya suatu perusahaan. Laporan penjualan juga bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk membuat keputusan bisnis.

Baca Juga: Catat, Ini Dia Cara Menulis Kwitansi Jual-Beli yang Benar

Jenis-Jenis Laporan Penjualan

jenis data rekap penjualan
Foto: Pria Sedang Mencatat (Unsplash.com)

Sebelum mengetahui contoh rekap data penjualan agar kamu bisa menerapkannya dengan tepat saat berbisnis, kamu juga harus memahami jenis-jenis laporan penjualan.

Jenis-jenis laporan penjualan ini dapat kamu temukan dalam software akuntansi sehingga pengerjaan laporan keuangan lebih cepat dan akurat.

Ini dia jenis-jenis laporan penjualan beserta penjelasannya yang perlu kamu ketahui:

  • Laporan dan Jurnal Penjualan: terdiri dari informasi mengenai berbagai perincian dari seluruh transaksi penjualan.
  • Laporan Penjualan Rangkuman: meliputi informasi mengenai rangkuman penjualan dari seluruh pelanggan.
  • Laporan Penjualan Rincian: berisi informasi terkait perincian penjualan dari seluruh pelanggan.
  • Laporan Penjualan Sederhana: terdiri dari informasi mengenai rangkuman dan penyederhanaan penjualan dari seluruh transaksi pelanggan.
  • Gambaran Grafik dari Laba Rugi Tahunan atau Bulanan dengan Detail: meliputi detail informasi terkait rincian dari grafik laba rugi bulanan atau tahunan atau dalam 12 bulan.
  • Laporan Laba Rugi Anggaran: berisi informasi laba rugi dan perbandingan antara anggaran biaya dengan implementasi riilnya.
  • Laporan Laba Rugi Tahunan: terdiri dari informasi laba rugi dan perbandingan antara bulan sebelumnya dengan bulan yang sedang berjalan.

Baca Juga: Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya

Manfaat Laporan Penjualan

manfaat laporan penjualan
Foto: Seorang Pria Sedang Berpikir (Unsplash.com)

Perlu kamu ketahui bahwa laporan penjualan memiliki manfaat yang sangat penting bagi sebuah perusahaan.

Maka, kamu perlu mengetahui contoh rekap data penjualan yang tepat agar tidak salah saat membuatnya.

Lantas, apa saja kah, manfaat laporan penjualan bagi sebuah bisnis? Berikut di antaranya:

1. Memberikan Informasi Penjualan

Rekap data penjualan yang kamu buat harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan tentu saja dapat memberikan informasi mendetail mengenai penjualan usaha.

Laporan penjualan yang dibuat ini tidak hanya berupa angka, tetapi juga dilengkapi dengan banyak grafik dan gambar bermanfaat lainnya sehingga mudah untuk dibaca sekaligus dipahami.

Dikutip dari Business News Daily, grafik yang digunakan dalam laporan penjualan harus tepat.

Misalnya, laporan tahunan mungkin memerlukan bagan garis untuk menunjukkan pendapatan dari bulan ke bulan.

Baca Juga: Cara Membuat Perencanaan Usaha untuk Pebisnis Pemula, Catat!

2. Membantu dalam Pengambilan Keputusan

Tidak hanya menyajikan informasi yang dibutuhkan, laporan penjualan juga bisa membantu kamu dalam mengambil keputusan bisnis.

Hal ini karena informasi-informasi dalam data penjualan tersebut bisa memberikan kamu gambaran mengenai seberapa sehat kondisi bisnismu.

Selain itu, juga untuk melihat seberapa banyak pelanggan tetap yang ada, manakah produk yang paling laris dijual, dan lain sebagainya.

Selain memberikan informasi terperinci, laporan penjualan juga bisa mengidentifikasi masalah-masalah apa yang ada dalam aktivitas jual beli sebuah perusahaan.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut secara jelas, kamu pun bisa segera melakukan perbaikan. Terutama, dalam membuat strategi pemasaran.

Semakin cepat kamu mengetahui adanya masalah dan segera memperbaikinya, maka akan semakin kecil pula risiko masalah tersebut menjadi lebih besar.

Jadi, bisnis kamu tetap berada di jalur yang aman, bahkan bisa semakin berkembang dan mengalami kemajuan.

3. Mengetahui Jenis Produk yang Paling Laris

Melansir Indeed, adanya rekap data penjualan bisa memberikan informasi yang jelas mengenai jenis produk mana kah yang paling laris.

Dengan demikian, kamu akan lebih fokus dalam penjualan produk tersebut.

Misalnya, dengan menggunakan data penjualan tertentu, tim kamu dapat menghubungi prospek berkualitas tinggi terlebih dahulu dan mengurangi panjang siklus penjualan.

Pada akhirnya, kamu memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi peluang pendapatan lainnya.

Sementara untuk produk lainnya, kamu mungkin perlu melakukan beberapa perubahan agar minat pelanggan terhadap produk tersebut menjadi lebih tinggi.

Jadi, penjualan produk bisa meningkat.

Tentu saja, informasi produk dari data penjualan ini bisa menghemat waktu dan tenaga.

Pasalnya, kamu dan tenaga kerja lainnya tidak akan membuang-buang waktu dalam menjual produk yang kurang laku di pasaran karena segera memperbaikinya.

Baca Juga: Cara Membuat Proposal Usaha yang Benar, Catat Langkahnya!

4. Meningkatkan Kinerja Penjualan

Siapa sangka, adanya rekap data penjualan dalam sebuah bisnis juga dapat meningkatkan kinerja penjualan itu sendiri.

Terutama, laporan penjualan yang dibuat harian.

Hal ini karena melansir Leadsquared, laporan penjualan harian yang sebenarnya memberikan wawasan yang lebih jelas tentang seberapa baik kuartal saat ini berjalan, saat kuartal terakhir berjalan, dan seperti apa kuartal berikutnya.

Dengan mengetahui setiap transaksi dalam perusahaan, kamu pun akan semakin termotivasi untuk mencapai target penjualan.

Kamu dan tim pemasaran pun akan lebih memahami tanggung jawabnya masing-masing sehingga lebih efisien dalam mencapai target penjualan tersebut.

5. Memantau Seberapa Produktif Sebuah Bisnis

Manfaat laporan penjualan yang selanjutnya, yakni dapat membantu kamu untuk memantau seberapa produktif sebuah bisnis.

Hal ini dapat dilihat jika data rekap penjualan yang dibuat memiliki jumlah pendapatan yang tinggi. Itu artinya, bisnis kamu sedang berkembang pesat.

Sebaliknya, laporan penjualan yang rendah bisa menjadi tanda bahwa perusahaan kamu mungkin mengalami kerugian.

Oleh karena itu, kamu perlu membuat evaluasi dan menetapkan kebijakan baru agar laporan penjualan bertumbuh secara positif.

Produktivitas bisnis yang baik dapat membantu perusahaan kamu untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga: Mengenal Metode Inventory Control dan Manfaatnya untuk Bisnis

6. Merupakan Bentuk Pertanggungjawaban Bisnis

Pembuatan laporan penjualan dalam laporan keuangan juga merupakan bentuk pertanggungjawabkan dari sebuah perusahaan.

Jadi, kamu perlu menerapkan dan membuatnya dengan benar.

Dalam hal ini, laporan penjualan tidak hanya berisi rincian angka-angka, tetapi dilengkapi dengan grafik atau bagan dan bukti transaksi jual beli lain.

Mulai dari kwitansi, faktur, nota, atau bukti transaksi lainnya sehingga seluruh transaksi keuangan dapat dipertanggungjawabkan.

Ini merupakan hal penting, apalagi jika perusahaan kamu memiliki kemitraan bisnis sehingga laporan keuangan menjadi pertanggungjawaban kinerja usaha.

Perusahaan yang memiliki investor juga memerlukan pertanggungjawaban dari laporan penjualan ini.

Dengan begitu, pemilik saham dan jajaran direksi lainnya bisa lebih percaya terhadap bisnis yang kamu jalankan.

Laporan keuangan juga bisa menjadi indikator apakah perusahaan kamu dikelola secara profesional dan kredibel.

Contoh Rekap Data Penjualan

contoh rekap data penjualan
Foto: Contoh Rekap Data Penjualan (Harmony.co.id)

Lalu, seperti apa contoh rekap data penjualan yang benar? Berikut contoh rekap data penjualan yang perlu kamu pahami, dikutip dari laman Harmony:

Itu dia penjelasan tentang laporan penjualan beserta contoh rekap data penjualan yang perlu kamu ketahui.

Semoga membantu kamu dalam menyusun laporan keuangan usaha, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X