Mengenal Metode Inventory Control dan Jenisnya dalam Bisnis

Share this Post

inventory control
Table of Contents
shopee pilih lokal

Inventory control atau pengaturan stok adalah istilah yang tidak asing dalam bisnis.

Setiap jenis usaha pasti memiliki aset, barang inventaris, atau stok yang harus dicatat, diatur, dan dikelola dengan baik.

Pengaturan stok yang baik sangat dibutuhkan oleh semua perusahaan. Bila hal ini efektif, bisa mengefisienkan penggunaan sumber daya produksi.

Dampaknya, kuantitas produksi dapat meningkat dan mendorong peningkatan penjualan. Mengelola stok barang juga dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.

Terlebih jika kamu menjual beberapa jenis barang yang banyak dibutuhkan oleh konsumen.

Manajemen stok yang baik bisa menghasilkan data yang akurat, sehingga kamu bisa memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap produkmu.

Jangan sampai, kesalahan inventory control membuatmu merugi karena tidak dapat menyediakan produk disaat permintaan sedang tinggi.

Lantas, apa itu inventory control dan mengapa begitu penting dalam bisnis?

Baca Juga: Pengertian Aset Tetap dan 4 Karakteristik dalam Bisnis

Pengertian Inventory Control

inventory control
(Foto gudang sebuah produk. Sumber: pexels.com)

Menurut UpKeep, inventory control atau pengaturan stok mengacu pada proses mengelola persediaan barang di gudang perusahaan.

Proses kontrol ini melibatkan pengelolaan barang mulai dari tahap pemesanan, pengadaan, pencatatan, penyimpanan, hingga pendistribusian.

Inventory control dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok barang agar bisa memenuhi permintaan pelanggan dan meminimalkan biaya penyimpanan.

Setiap bisnis harus mampu memastikan bahwa stok barang yang dimiliki dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam waktu tertentu.

Stok barang itu sendiri bisa berupa barang jadi yang siap dijual seperti pakaian, makanan kaleng, dan bahan pokok lain.

Bisa juga berupa barang mentah yang selanjutnya akan diolah menjadi produk lain. Misalnya telur dan susu untuk produksi roti dan keju.

Tujuan pengaturan stok adalah agar sebuah bisnis bisa menyediakan barang-barang yang dibutuhkan untuk produksi atau untuk penjualan.

Sehingga perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk barang-barang yang tidak diperlukan.

Inventory control biasanya melibatkan beberapa hal seperti kode barang atau SKU, perangkat lunak database barang, audit inventaris, dan label gudang.

Baca Juga: Agunan Adalah Aset Jaminan Pinjaman, Ini 5 Jenisnya!

Jenis-Jenis Metode Inventory Control

inventory control
(Foto jenis metode inventory control. Sumber: Pexels.com)

Setelah mengenal pengertian inventory control, selanjutnya kamu perlu mengetahui apa saja jenis-jenisnya.

Sistem pengaturan stok dibedakan menjadi dua jenis. Berikut penjelasan kedua jenisnya:

1. Perpetual Inventory System

Jenis sistem pengaturan stok yang pertama ini memungkinkan kamu melacak barang secara real time. Sistem pengaturan stok ini menggunakan database yang tercatat dalam bentuk barcode atau kode-kode unik.

Sistem pengaturan stok ini sangat cocok dijalankan oleh bisnis besar yang memiliki banyak produk dan toko dengan penjualan yang tinggi. Jenis inventory control ini memungkinkanmu untuk mengurangi kesalahan stok.

Setiap produk yang terjual, barcode-nya akan dipindai dan secara otomatis dihapus dari database. Dengan begitu, jumlah stoknya juga akan berkurang. Jenis pengaturan stok ini lebih cepat, akurat, dan aman.

2. Periodic Inventory System

Jenis sistem pengaturan stok yang kedua adalah sistem inventaris berkala. Jenis sistem ini memungkinkan kamu untuk tetap up to date dengan stok barang yang dihitung dalam interval waktu tertentu.

Jika menggunakan sistem inventaris ini, kamu tidak akan bisa mengetahui berapa jumlah stokmu hingga proses penghitungan selesai.

Biasanya, jenis pengaturan stok ini digunakan untuk bisnis yang masih kecil, dengan jumlah penjualan yang masih sedikit.

Sebab, menghitung stok secara manual akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Selain itu, kemungkinan terjadinya selisih stok juga makin besar.

Baca Juga: Kas: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya bagi Bisnis

Jenis-Jenis Barang Inventory

inventory control
(Foto jenis barang inventory control. Sumber: Pexels. com)

Setelah memahami dua jenis sistem pengaturan stok, selanjutnya kamu juga perlu mengetahui barang-barang apa saja yang termasuk dalam inventaris.

Setidaknya, barang-barang inventaris dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Bahan baku, yaitu stok bahan mentah yang digunakan untuk proses pembuatan barang jadi. Misalnya, usaha konveksi yang memproduksi pakaian membutuhkan beberapa bahan baku seperti benang, kancing, bros, dan lainnya.
  • Work in progress, yaitu barang yang sedang dalam tahap produksi. Barang-barang ini mencakup semua item yang sedang diproses untuk menghasilkan barang jadi, serta barang jadi yang menunggu proses quality control.
  • Barang jadi, yaitu barang yang sudah selesai diproduksi dan siap dijual kepada pelanggan.
  • Maintenance, repair, and operating supplies, yaitu barang-barang atau peralatan yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Misalnya mesin produksi, suku cadang, alat kebersihan, alat tulis kantor, dan sejenisnya.

Baca Juga: Mudah! Ini Cara Menghitung ROA (Return on Asset)

Pentingnya Inventory Control untuk Bisnis

inventory control
(Foto pentingnya inventory control. Sumber: Pexels.com)

Sebagai pebisnis, tentu kamu harus memastikan stok barang yang kamu miliki mampu mencukupi permintaan konsumen.

Jika kamu memiliki bisnis ayam geprek, maka kamu harus memastikan bahwa stok daging ayam, tepung, minyak, cabai, dan bahan lainnya cukup untuk kegiatan usahamu dalam waktu tertentu.

Begitupun jika kamu menjual barang jadi seperti parfum, kamu harus memastikan agar stok parfum yang kamu miliki telah sesuai dan bisa dipesan oleh pelanggan.

Ketersediaan stok sangat menentukan kepuasan pelanggan, apalagi jika kamu berjualan secara online.

Sebagai contoh, ketika berbelanja online, pernahkah pesananmu dibatalkan oleh penjual karena stoknya kosong? Pernahkah kamu sampai menanyakan jumlah stok kepada penjual karena khawatir kehabisan barang?

Kasus tersebut pastinya membuatmu merasa kecewa dan kurang nyaman sebagai konsumen. Sebab, seharusnya penjual memastikan jumlah stok barang yang mereka tampilkan.

Penjual tidak boleh membiarkan pembatalan pesanan karena kelalaiannya dalam menghitung stok barang. Sebaliknya, sebagai penjual kamu juga tidak boleh sampai kelebihan stok.

Menurut Leafio, kelebihan barang yang tidak terjual bisa membekukan modal operasi dan akhirnya stok barang menjadi kadaluarsa dan harus dibuang.

Akibat lainnya adalah pembeli akan merasa kecewa karena menerima barang lama yang kondisinya kurang baik dan hampir kadaluarsa.

Baca Juga: 25+ Istilah-Istilah Bisnis yang Perlu Dipahami Pengusaha

Tips Inventory Control

inventory control
(Foto tips inventory control. Sumber: Pexels.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Dalam mengatur jumlah stok, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba:

  • Lakukan audit secara rutin, data stok yang akurat sangat penting bagi bisnis. Untuk meminimalkan kesalahan, kamu bisa melakukan audit secara berkala untuk mencocokan data stok dengan jumlah fisik barang. Jika terdapat selisih, kamu bisa segera melacak laporan penjualan dan pembelian agar mengetahui letak masalahnya.
  • Tetapkan jumlah stok minimal yang dibutuhkan untuk produksi, perawatan, atau penjualan. Jumlah stok minimal ini adalah jumlah barang paling minimum untuk memenuhi permintaan pelanggan. Misalnya, kamu bisa menetapkan jumlah bahan baku ayam geprek untuk berjualan selama satu minggu.
  • Cek data secara real time agar laporan keluar masuk barang dapat diuji kebenarannya. Jangan sampai ada penjualan yang belum tercatat, atau pembelian barang yang belum didata. Memastikan data stok setiap waktu bisa mengurangi kesalahan dan pengeluaran yang tidak perlu.

Baca Juga: Contoh Jurnal Penerimaan Kas dan Fungsinya Bagi Bisnis

Nah, itulah penjelasan mengenai metode dan kegunaan inventory control bagi bisnismu. Mudah untuk dicoba bukan?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X