Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya

Share this Post

audit
Table of Contents
shopee pilih lokal

Salah satu hal yang perlu kamu persiapkan selama menjalankan usaha adalah audit tahunan atas laporan keuangan perusahaan.

Selama proses pengauditan dilakukan, seluruh transaksi keuangan perusahaan kamu akan ditinjau kembali secara detail untuk mengetahui apakah sudah akurat atau belum dengan kenyataan yang ada.

Pengauditan usaha biasanya dilakukan oleh seorang auditor profesional. Dalam hal ini, ada dua pihak yang bisa menjadi pilihan.

Pertama, auditor bisa merupakan karyawan perusahaan itu sendiri, yakni karyawan bagian pemeriksaan atau kepala departemen. Ini disebut dengan pengauditan internal.

Kedua, auditor juga dapat berupa seorang auditor profesional atau idependen. Ini disebut sebagai pengauditan eksternal.

Baca Juga: Ketahui 5 Manfaat Laporan Keuangan yang Tak Kalah Penting

Tahap Pengauditan

tahap audit
(Foto auditor. Sumber: Pexels.com)

Dalam prosesnya, pengauditan dibagi menjadi beberapa tahap.

Berikut tahap pengauditan sebuah usaha menurut Jurnal Universitas Negeri Semarang:

1. Penerimaan Perikatan Pengauditan

Dalam perikatan pengauditan, kamu sebagai klien menyerahkan proses pemeriksaan transaksi keuangan kepada auditor.

Pada tahap ini, auditor bisa menerima atau menolak perikatan audit dari calon klien sebelum melaksanakan tugasnya sesuai dengan kompetensi profesionalnya.

Tahap penerimaan perikatan audit yang dilakukan auditor menempuh suatu proses yang meliputi evaluasi dan identifikasi berbagai hal.

2. Perencanaan Pengauditan

Keberhasilan penyelesaian perikatan pengauditan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan yang dibuat auditor.

Dalam membuat perencanaan, seorang auditor dituntut untuk memahami bisnis dan industri klien, dan
memahami pengendalian intern klien.

Baca Juga: 8 Manfaat Laporan Penjualan, Penting Bagi Bisnis!

3. Pelaksanaan Pengujian Audit

Tahap pelaksanaan pengujian pengauditan ini juga disebut dengan pekerjaan lapangan.

Dalam tahap ini, langkah awal yang dilakukan auditor adalah membuat program yang akan digunakan untuk pengujian pengujian pengendalian intern klien dan menilai kewajaran laporan keuangan klien.

Setelah program audit selesai dilaksanakan, auditor melakukan evaluasi dan menilai hasil dari pelaksanaan program tersebut yang dituangkan dalam kertas kerja.

4. Pelaporan Pengauditan

Dalam tahap akhir pekerjaannya, auditor akan membuat hasil laporan keuangan berupa pelaporan hasil pengauditan.

Dari hasil tahap pelaksanaan pengujian pengauditan yang berupa kertas kerja, auditor akan menarik simpulan secara menyeluruh dan memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan pengauditan.

Proses ini sangat subyektif sifatnya, yang sangat tergantung pada pertimbangan profesional auditor.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan Untuk Bisnismu

Jenis-Jenis Audit

Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya
(Foto proses audit perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Berikut beberapa jenis audit perusahaan yang perlu kamu ketahui. Simak ya!

1. Audit Internal

Audit internal menilai proses, kepatuhan hukum, dan perlindungan aset. Proses audit internal dapat menjadi alat yang berguna bagi bisnis untuk mengevaluasi risiko dan mengidentifikasi cara yang dapat digunakan bisnis untuk meningkatkan kinerja.

Audit internal dapat dilakukan oleh orang dalam perusahaan yang memiliki latar yang relevan dengan kegiatan yang akan diaudit.

2. Audit Eksternal

Audit eksternal dapat dilakukan oleh auditor dari luar perusahaan. Audit eksternal dapat bervariasi, mulai dari laporan keuangan, penggunaan data, kepatuhan hukum, dan sebagainya.

Laporan hasil audit akan diserahkan kepada pemimpin perusahaan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lain di luar organisasi bisnis. Manfaat utamanya adalah membuat pemegang saham dan pemangku kepentungan dapat mengetahui kondisi perusahaan.

Baca Juga: 3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis

3. Audit Laporan Keuangan

Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya
(Foto audit keuangan. Sumber: Freepik.com)

Audit laporan keuangan melibatkan auditor independen atau eksternal perusahaan yang akan melaporkan laporan keuangan perusahaan sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berlaku. Auditor dituntut untuk menganalisis tiga hal berikut:

  • Mengidentifikasi dan menilai risiko atau masalah keuangan, baik karena fraud atau kesalahan.
  • Memberikan bukti audit yang cukup tentang masalah keuangan yang ditemukan.
  • Memberikan opini dan pendapat atas laporan keuangan yang dibuat.

Audit ini biasanya digunakan oleh calon investor untuk mengetahui prospek bisnis dan pertumbuhan keuangan perusahaan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu pertimbangan sebelum memutuskan penanaman modal.

4. Audit Kinerja

Audit kinerja mencakup beberapa penilaian, seperti efektivitas hasil projek, kontrol internal, kepatuhan hukum, serta analisis prospek bisnis di masa depan.

Perusahaan memerlukan audit kinerja sebagai bahan evaluasi atas proses bisnis yang sudah berlangsung selama periode tertentu.

Audit kinerja diperlukan untuk membantu manajemen dalam meningkatkan kinerja program dan pencapaian bisnis, efisiensi biaya, menjadi pertimbangan pengambilan keputusan, dan menjadi acuan dalam menentukan kebijakan di masa depan.

Audit kinerja sering dilakukan oleh lembaga pemerintah, sebab mereka menerima dana dari negara dan perlu menunjukkan kinerja yang positif dalam menggunakan dana tersebut dengan tepat. 

5. Audit Operasional

Audit operasional mirip seperti audit internal. Perusahaan biasanya melakukan audit ini secara internal, tetapi dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin mempekerjakan pihak ketiga dalam prosesnya. 

Tujuan utama dari audit ini adalah untuk meningkatkan operasi bisnis dengan menemukan kekurangan atau kelemahan perusahaan. Audit operasional dapat menganalisis tujuan, prosedur, hasil kerja, kebijakan, dan budaya perusahaan. 

Hasilnya, perusahaan dapat menyusun kebijakan yang lebih baik demi operasional bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan.

Baca Juga: Employee Self Service: Pengertian, Fitur, dan Kelebihannya

6. Audit Sistem Informasi

Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya
(Foto audit sistem informasi. Sumber: Freepik.com)

Sebagian Perusahaan teknologi menggunakan teknologi sistem informasi untuk memastikan keamanan data, melindungi sistem dari serangan peretas, mengevaluasi teknologi yang digunakan, dan melakukan perbaikan sistem.

Audit sistem informasi dibutuhkan untuk mengetahui seberapa baik kinerja teknologi informasi yang sudah digunakan oleh perusahaan. Selain itu, audit ini juga bertujuan untuk memastikan keamanan dan tidak adanya kebocoran data penting perusahaan.

7. Audit Rencana Tunjangan Karyawan

Jenis audit ini menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan mengenai manfaat karyawan. Audit rencana tunjangan karyawan dibutuhkan untuk melihat situasi finansial dan peluangnya untuk merealisasikan manfaat bagi pekerja.

Misalnya, auditor akan menganalisis apakah kondisi keuangan perusahaan dapat memenuhi rencana tunjangan yang akan diberikan kepada karyawan, termasuk bonus, tunjangan melahirkan, apresiasi pernikahan, dan manfaat lain.

Hal tersebut dilakukan agar rencana tunjangan dan manfaat pegawai tidak akan membebani operasional perusahaan.

8. Audit Gaji

Audit gaji berbeda dengan audit tunjangan karyawan. Sebab, jenis audit ini berfokus pada sisi gaji yang sudah berjalan dan diterima karyawan.

Kegiatan audit ini akan mengidentifikasi perbedaan gaji di antara karyawan dalam perusahaan. 

Dengan melakukan audit gaji, perusahaan memastikan bahwa setiap pekerja mendapat gaji secara adil berdasarkan posisi, beban kerja, dan lokasi bisnis tanpa ada diskriminasi ras, agama, usia dan jenis kelamin.

Saat melakukan audit gaji, auditor juga dapat membandingkan gaji satu perusahaan dengan gaji perusahaan lain dalam industri yang sama untuk mengetahui apakah gajinya sebanding dan apakah perusahaan tetap kompetitif dalam merekrut karyawan.

Baca Juga: 6 Metode Penilaian Kinerja Karyawan Untuk Bisnismu

9. Audit Hukum

Penjelasan Audit: Tahapan, Manfaat, dan Tips Melakukannya
(Foto audit hukum. Sumber: Freepik.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Audit hukum dilakukan untuk memastikan apakah perusahaan telah mematuhi peraturan pemerintah, SOP kerja, standar keselamatan, dan aturan pajak yang berlaku. 

Kegiatan ini mirip seperti audit eksternal, namun diutamakan untuk memverifikasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Misalnya, kepatuhan perusahaan dalam memenuhi standar gaji UMR, jam kerja, sistem perjanjian kerja, standar kerja ISO, serta menjamin pemenuhan hak karyawan seperti hak cuti, uang pesangon, dan tunjangan lain.

10 Audit Forensik

Audit forensik adalah audit yang sangat teknis yang sering dilakukan sebagai bagian dari investigasi pidana atau perdata. Auditor forensik menerapkan pengetahuan akuntansi dan prosedur investigasi. 

Auditor dapat menggunakan hasil audit ini sebagai bukti dalam proses hukum atau untuk menyelesaikan perselisihan antara perusahaan atau pemegang saham perusahaan.

Perusahaan dapat melakukan audit forensik jika muncul kecurigaan adanya penipuan, korupsi, pencurian, atau tindakan melanggar hukum lainnya.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Jurnal Khusus dan Fungsinya Dalam Bisnis

Manfaat Pengauditan Bagi Perusahaan

manfaat audit
(Foto laporan keuangan. Sumber: Pexels.com)
shopee pilih lokal

Kamu mungkin berpikir bahwa proses pengecekan laporan keuangan ini cukup rumit untuk dilakukan dan menjadi sesuatu hal yang menakutkan.

Padahal, proses pengauditan sangat berguna untuk keberlangsungan suatu perusahaan.

Berikut beberapa manfaat dari melakukan pengauditan bagi sebuah perusahaan:

1. Menilai Efisiensi Bisnis

Salah satu manfaat adanya pengauditan, yakni bisa membantu kamu dalam menilai efisiensi bisnis.

Sebab, auditor dapat memberitahu kamu mengenai area usaha apa saja yang sekiranya kurang efektif kinerjanya.

Melalui laporan keuangan perusahaan kamu, auditor bisa melihat apakah ada selisih yang cukup besar antara pendapatan dan pengeluaran.

Mereka kemudian akan menjelaskan bagian mana yang memiliki ketidakefektifan operasional.

Apabila ada sesuatu yang salah dalam operasional usahamu selama ini, maka kamu pun perlu membenahinya segera sehingga keseluruhan bisnis bisa berjalan seefisien mungkin.

Baca Juga: 5 Peran Akuntansi Dalam Kegiatan Usaha, Apa Saja?

2. Meminimalisir Risiko Pencurian

Manfaat adanya pengauditan bisnis yang berikutnya adalah dapat meminimalisir risiko pencurian.

Perlu kamu ketahui bahwa, salah satu kemungkinan buruk yang bisa menimpa bisnis yang sedang berkembang, yakni pencurian.

Apabila tidak diawasi dengan cermat, bisnis kamu bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Oleh sebab itu, sangat perlu kehati-hatian dalam mengawasi keluar masuknya arus uang perusahaan.

Nah, pengauditan ini bisa membantu kamu dalam meminimalisir risiko pencurian dari karyawan.

Selama proses pengauditan, auditor bisa mengindetifikasi area mana saja yang mungkin memiliki celah untuk dimanfaatkan oleh oknum.

Selain itu, setiap pengauditan juga akan membantu kamu dalam meninjau saldo kas perusahaan secara cermat, termasuk melakukan penghitungan ulang rekonsiliasi bank setiap bulan selama tahun sebelumnya.

Dengan begitu, kamu bisa menemukan kesalahan atau apabila ada ketidaksesuaian keluar masuknya uang perusahaan.

Jika terbukti ada karyawan yang melakukan kecurangan, misalnya mencuri uang tunai perusahaan. Kamu bisa langsung memprosesnya sehingga risiko kerugian usaha bisa diminimalisir sebelum terjadi lebih jauh.

3. Membantu Pembuatan Keputusan Bisnis

Karena proses pengauditan bisa memeriksa laporan keuangan usaha kamu secara menyeluruh, hal ini pun bisa membantu kamu dalam membuat keputusan bisnis.

Kamu bisa mengetahui area usaha mana yang mengalami perkembangan dan tidak. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dalam melakukan perencanaan usaha.

Jika ada area usaha yang bekerja secara efisien, kamu bisa menjaga kinerjanya secara stabil atau mungkin melakukan beberapa improvisasi agar hasilnya lebih maksimal.

Sementara itu, pada bagian bisnis yang kinerjanya kurang baik, kamu bisa segera melakukan evaluasi dan memperbaikinya.

Dengan pengauditan, proses perencanaan usaha kamu akan lebih mudah dilakukan karena datanya telah dipastikan akurat.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Penjualan Gratis Digital Terbaik

Tips Audit Perusahaan

tips audit
(Foto kalkulator akuntansi. Sumber: Pexels.com)
shopee gratis ongkir

Agar proses pengauditan perusahaan berjalan dengan baik dan hasil pemeriksaan keuangan usaha kamu sesuai dengan kenyataan yang ada, bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Persiapkan dengan Baik

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan proses pengauditan usaha, yaitu mempersiapkannya dengan baik.

Pengauditan biasanya memerlukan surat tugas. Jika pengauditan dilakukan secara eksternal dengan seorang profesional independen, maka auditor perlu membuat surat tugas bagi kliennya.

Dikutip dari Jurnal Penelitian dan Pengembangan Akuntansi, surat penugasan untuk pengauditan berfungsi untuk:

  • Mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas penunjukkan oleh klien
  • Menjelaskan tujuan dan lingkup pengauditan
  • Merincikan lingkup tanggung jawab yang dipikul oleh auditor bagi kliennya
  • Menunjukkan kesepakatan tentang reproduksi laporan keuangan hasil pengauditan
  • Merupakan bentuk pelaporan yang akan diterbitkan oleh auditor

2. Cek Kembali Laporan Keuangan Usaha

Sebelum dilakukan pengauditan, kamu juga perlu bersiap dengan laporan keuangan perusahaan.

Coba untuk mengecek lagi laporan keuangan usaha kamu. Perhatikan setiap rincian transaksi apakah sudah tepat atau belum.

Usahakan untuk menyiapkan seluruh laporan beserta bukti transaksi keuangan usaha kamu.

Dalam hal ini, kamu perlu menyiapkan kuitansi dan faktur untuk pendapatan dan pengeluaran, laporan bank dan cek yang dibatalkan, buku akuntansi dan buku besar, salinan data persiapan pajak, serta bukti sewa atau kepemilikan properti bisnis.

Persiapkan juga dokumen lain yang sekiranya diminta selama proses pengauditan. Baik itu dokumen fisik maupun digital yang mudah untuk diakses.

Baca Juga: Apa Itu Evaluasi Usaha? Simak Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

3. Jawab Pertanyaan Auditor dengan Cermat

Selama pengauditan berlangsung, seorang auditor akan mengajukan serangkaian pertanyaan. Kamu pun perlu bersiap untuk memberikan jawabannya.

Biasanya, auditor akan meminta informasi dari setiap transaksi keuangan yang mungkin dibutuhkan. Jawablah dengan jujur dan tepat.

Hal ini penting untuk diperhatikan karena bisa saja memengaruhi hasil pengauditan usaha kamu.

Namun, jawablah setiap pertanyaan dari auditor secara secukupnya.

Tidak perlu untuk memberikan informasi transaksi akuntansi usaha kepada auditor jika memang tak diminta.

4. Simpan Bukti Setelah Selesai

Selama proses pengauditan berlangsung, tak ada salahnya bagi kamu untuk melakukan dokumentasi.

Meski auditor akan memberikan hasil pengauditan, kamu juga bisa membuat dokumentasi secara mandiri bagi perusahaan.

Intinya, simpan seluruh jejak atau bukti pengauditan setelah selesai.

Dengan begitu, seluruh rincian keuangan usaha kamu akan tersimpan dengan baik dan lebih mudah untuk dikelola di kemudian hari jika memang dibutuhkan.

Baca Juga: 6 Manfaat Analisis SWOT bagi Evaluasi Bisnis

Itu dia informasi seputar pengauditan perusahaan yang perlu kamu pahami. Semoga bermanfaat, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X