Daftar 10 Bank Terbesar di Indonesia Menurut Nilai Asetnya

Share this Post

Table of Contents
shopee gratis ongkir

Ada beberapa bank terbesar di Indonesia menurut nilai asetnya, Salah satunya merupakan bank tertua!

Menurut Investopedia, bank adalah lembaga keuangan yang memiliki wewenang untuk menerima giro dan tabungan serta melakukan pinjaman. 

Bank juga menyediakan layanan terkait seperti rekening pensiun, sertifikat deposito, pertukaran mata uang, dan brankas.

Ada beberapa jenis bank, di antaranya bank ritel, bank umum atau korporasi, dan bank investasi.

Menurut sejarahnya, bank telah ada setidaknya sejak abad ke-14. 

Bank menyediakan tempat yang aman bagi konsumen dan pemilik bisnis untuk menyimpan uang tunai dan menjadi sumber pinjaman untuk pribadi dan bisnis. 

Di Indonesia, kehadiran bank dibawa oleh penjajah Belanda. Bank Indonesia yang kita kenal saat ini berawal dari sebuah bank milik Belanda bernama De Javasche Bank.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan sistem keuangan dan lembaga perbankan di Indonesia semakin maju.

Saat ini, kita mengenal banyak bank swasta dan bank digital yang hadir sebagai solusi keuangan.

Dalam artikel ini, akan dibahas daftar bank terbesar di Indonesia serta sejarah perbankan sejak era kolonial Belanda. Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Apakah Bank Digital Lebih Baik dari Bank Konvensional?

Daftar Bank Terbesar di Indonesia

bank di Indonesia
Foto: Bank di Indonesia (Pexels.com)

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2021, Indonesia memiliki 107 bank umum. Sebanyak 31 di antaranya memiliki aset lebih dari Rp50 triliun.

Di antara bank-bank tersebut, ada beberapa bank terbesar di Indonesia yang menunjukkan kinerja positif sepanjang awal tahun. Pertumbuhan tersebut dilihat dari total aset yang dikelola.

Berikut daftar bank terbesar di Indonesia per Februari 2022.

1. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan bank terbesar di Indonesia berdasarkan nilai aset yang dikelolanya. Bank umum ini memiliki aset sebesar Rp1.527 triliun per Februari 2022.

Angka tersebut tumbuh sebesar 15$ secara tahunan jika dibandingkan dengan Februari 2021, yaitu sebesar Rp1.355 triliun.

2. Mandiri

Peringkat kedua bank terbesar di Indonesia masih ditempati oleh bank BUMN. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengelola aset sebesar Rp1.350 triliun pada Februari 2022.

Jika dibandingkan pada tahun 2020, nilai aset tersebut naik sekitar 10% secara tahunan dari Rp1.225 triliun.

3. BCA

PT Bank Central Asia Tbk menempati urutan ketiga sebagai bank terbesar di Indonesia. Bank swasta ini menunjukkan pertumbuhan aset sebesar 15% secara tahunan dengan jumlah aset mencapai Rp1.221 triliun.

Baca Juga: Ketahui 5 Manfaat Rekonsiliasi Bank terhadap Pembukuan Usahamu

4. BNI

Daftar selanjutnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang menempati urutan keempat. Aset yang dikelola BNI senilai Rp904.96 triliun atau naik 13% dari nilai aset pada periode yang sama tahun lalu, Februari 2021.

5. BTN

Bank terbesar di Indonesia pada posisi kelima ditempati oleh bank BTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk). Total aset yang dikelola sebesar Rp363.39 triliun. Namun, nilai aset ini turun sekitar 1% jika dibandingkan dengan periode Februari 2021.

6. CIMB Niaga

Selanjutnya, ada PT Bank CIMB Niaga Tbk yang menempati posisi keenam. CIMB Niaga mengelola aset sebesar Rp307.59 triliun, naik 13% dari periode sebelumnya sebesar Rp271.61 triliun.

7. BSI

Bank Syariah Indonesia merupakan hasil merger antara Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah. Bank Syariah Indonesia kini menempati urutan ke-7 sebagai bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp269.16 triliun.

Baca Juga: Jenis-Jenis Kredit Bank, Ini Kegunaan dan Jangka Waktunya

8. OCBC NISP

Urutan kedelapan ditempat oleh PT Bank OCBC NISP Tbk. Total aset yang dimilikinya sebesar Rp229.52 triliun, naik 10% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

9. Bank Panin

PT Bank Pan Indonesia Tbk mengelola aset sebesar Rp182.78 triliun dan menempatkannya pada posisi ke-9 bank terbesar di Indonesia. Angka tersebut turun sebesar 6% dibandingkan periode Februari 2021.

10.  Bank Danamon

Terakhir, ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang mengelola aset sebesar Rp179.82 triliun. Angka ini turun 1% dibandingkan Februari 2021 yaitu sebesar Rp181.27 triliun.

Baca Juga: Definisi Lengkap Penanaman Modal Asing di Indonesia

Sejarah Bank di Indonesia

Daftar 10 Bank Terbesar di Indonesia Menurut Nilai Asetnya
Foto: Museum Bank Indonesia (Unsplash.com)
shopee pilih lokal

Sejarah bank di Indonesia dimulai sejak masa kolonial. Sejarah mencatat, kehadiran bank di Indonesia terus mengalami perubahan hingga era reformasi.

Pada tahun 1746, berdiri bank pertama di Indonesia bernama Bank van Courant en Van Leeing. Bank ini lahir pasca datangnya bangsa Eropa ke Indonesia untuk berburu rempah-rempah pada tahun 1600-an.

Pada saat itu, ada berbagai kerajaan di Indonesia yang memiliki mata uang sendiri. Selain itu, ada juga mata uang asing yang beredar seperti picis dari Tiongkok.

Pada tahun 1602, kongsi dagang pertama di Indonesia terbentuk di bawah pemerintah kolonial, yakni Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

Kegiatan perdagangan di Indonesia sudah mengalami berbagai perkembangan, akibatnya dibutuhkan suatu lembaga untuk mendukung kegiatan tersebut.

Hal itu melatarbelakangi berdirinya Bank van Courant. Bank ini melayani pinjaman uang kepada masyarakat dengan jaminan emas, perak, dan barang berharga lainnya.

Bank itu kemudian juga memberikan pinjaman bagi pagawai VOC agar bisa menyimpan dan memutar uang. Namun, krisis keuangan pada tahun 1818 memaksa ditutupnya bank tersebut.

Pada tahun 1828, dibentuklah De Javasche Bank (DJB) yang memiliki hak oktroi dari pemerintah Belanja. Hak ini memungkikan DJB untuk mencetak dan mengedarkan uang gulden di wilayah Hindia Belanda.

Pada awal tahun 1830, DJB melakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang di Semarang, Surabaya, Padang, Makassar, Cirebon, Solo, dan Pasuruan, seiring dengan kebijakan tanam paksa.

Setelah Belanda terusir dari Indonesia, Jepang mengganti bank DJB menjadi bank bentukan Jepang bernama Nanpo Kaihatsu Ginko (NKG).

Setelah Indonesia merdeka, DJB kembali diaktifkan oleh NICA untuk mencetak dan mengedarkan uang untuk mengacaukan ekonomi Indonesia.

Merespon hal tersebut, pemerintah kemudian mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) guna mengembalikan kedaulatan Indonesia.

BNI menerbitkan uang sendiri bernama Oeang Republik Indonesia (ORI). Munculnya bank BNI memicu dualisme dengan DJB, yang akhirnya terjadi pertempuran mata uang.

Pada 1952, dualisme tersebut berakhir setelah pemerintah mengambil alih DJB dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia. Bank Indonesia resmi menjadi bank sentral pada 1 Juli 1953.

Presiden Soekarno sempat mencoba menyatukan semua bank negara menjadi bank sentral. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah terbitnya UU No. 13 Tahun 1968 tentang Bank Indonesia.

Usai reformasi, diterbitkan UU No. 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia, yang mana BI ditetapkan sebagai bank sentral yang bersifat independen.

Baca Juga: Mari Pahami IDX (Bursa Efek Indonesia) serta 3 Fungsinya

Bank Nasional Tertua di Indonesia

Daftar 10 Bank Terbesar di Indonesia Menurut Nilai Asetnya
Foto: Museum Bank Rakyat Indonesia (Kemuseum.org)
shopee pilih lokal

Selain daftar bank terbesar di Indonesia tadi, ada beberapa bank nasional tertua yang juga masuk dalam daftar tersebut.

Menurut sejarahnya, Bank Rakyat Indonesia merupakan bank nasional tertua.

BRI didirikan di Purwokerto oleh pada 16 Desember 1895 dengan nama awal De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyai Purwokerto”.

Setelah sekian lama berdiri, bank ini diakui sebagai bank pemerintah pertama pada tahun 1946.

Dua tahun setelah BRI berdiri, pada 1897 didirikan sebuah bank di Jl Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat. Adalah Bank BTN atau yang dahulu bernama Postpaar Bank.

Bank ini didirikan untuk mengajak masyarakat agar gemar menabung.

Selain kedua bank tersebut, ada juga PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk yang didirikan tahun 1906. Bank ini didirikan oleh 10 pedagang Pasar Baru Bandung yang saling bersaudara.

Bank ini baru memiliki badan hukum pada 1913. Setelah tahun 1975, bank ini memiliki status hukum sebagai PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906 dan beroperasi sebagai bank umum.

Saat ini, Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906 berganti nama menjadi Bank Woori Saudara pasca merger dengan PT Bank Woori Indonesia.

Baca Juga: Menggunakan Robot Trading Untuk Investasi, Amankah?

Itulah daftar bank terbesar di Indonesia serta sejarah perkembangan bank di nusantara. Semoga dapat menambah wawasan baru, ya.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X