Ketahui 5 Manfaat Rekonsiliasi Bank terhadap Pembukuan Usahamu

Share this Post

manfaat rekonsiliasi bank
Table of Contents

Kamu perlu tahu manfaat rekonsiliasi bank, terutama ketika kamu menjalankan bisnis atau perusahaan.

Ketika menjalankan bisnis, pembukuan perusahaan harus jelas dan akurat, apalagi jika transaksi dilakukan secara tunai dan melalui bank. 

Kamu perlu melakukan rekonsiliasi bank untuk mencocokkan catatan di pembukuanmu dan transaksi yang terjadi di rekening bank.

Namun, apakah manfaat rekonsiliasi bank hanya itu saja? Tidak juga. Ketika melakukan rekonsiliasi, kamu bisa mendeteksi banyak hal.

Mulai dari kesalahan pencatatan di pembukuan perusahaan, kesalahan bank, hingga indikasi pencurian uang. Berikut ini penjelasannya lebih lanjut.

Baca juga: Margin of Safety Adalah Prinsip yang Digunakan dalam Investasi dan Akuntansi

Pengertian Rekonsiliasi Bank

manfaat rekonsiliasi bank
(Foto pengertian rekonsilasi bank. Sumber: Freepik.com)

Sebelum beranjak membahas manfaat rekonsiliasi bank, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertiannya.

Mengutip dari Accounting Tools, rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan untuk akun kas, dengan informasi yang sesuai pada laporan bank. 

Tujuan dari proses ini, yaitu untuk memastikan perbedaan antara keduanya dan mencatat perubahan pada catatan akuntansi yang sesuai. 

Informasi pada laporan mutasi bank adalah catatan bank tentang semua transaksi yang berdampak pada rekening bank perusahaan selama sebulan terakhir.

Rekonsiliasi bank harus diselesaikan secara berkala untuk semua rekening bank. Hal ini untuk memastikan bahwa catatan kas perusahaan sudah benar. 

Selain itu, manfaat rekonsiliasi bank, yaitu dapat mendeteksi beberapa jenis penipuan. Informasi ini dapat digunakan untuk merancang kontrol yang lebih baik atas penerimaan dan pembayaran uang tunai.

Jika terdapat sedikit aktivitas di rekening bank, sehingga rekonsiliasi bank secara berkala tidak diperlukan, kamu harus mempertanyakan mengapa rekening itu ada. 

Lebih baik hentikan akun tersebut dan mengalihkan sisa dana ke akun yang lebih aktif. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk menginvestasikan sisa dana, serta memantau status investasi.

Minimal, lakukan rekonsiliasi bank segera pada setiap akhir bulan. Lakukan rekonsiliasi ketika bank mengirimkan laporan kepada perusahaan yang berisi saldo kas awal bank, transaksi selama bulan tersebut, dan saldo kas akhir. 

Bahkan lebih baik untuk melakukan rekonsiliasi bank setiap hari, berdasarkan informasi bank dari bulan ke bulan, yang seharusnya dapat diakses melalui e-banking. 

Manfaat rekonsiliasi bank dilakukan setiap hari, yaitu kamu dapat segera menemukan dan memperbaiki masalah.

Sangat tidak mungkin bahwa saldo kas akhir perusahaan dan saldo kas akhir bank akan sama. Hal ini karena mungkin ada beberapa pembayaran dan setoran dalam perjalanan setiap saat, serta biaya administrasi bank yang belum dicatat oleh perusahaan.

Baca juga: 5 Tips Memilih Vendor untuk Meningkatkan Margin Usahamu

Manfaat Rekonsiliasi Bank bagi Bisnis dan Perusahaan

manfaat rekonsiliasi bank
(Foto manfaat rekonsilasi bank. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan pengertiannya di atas, kamu mungkin sudah mulai paham pengertian rekonsiliasi bank. Hal selanjutnya yang perlu kamu tahu adalah manfaat rekonsiliasi bank bagi perusahaan.

Kamu mungkin bertanya-tanya tentang perbedaan antara buku kas dan saldo laporan bank. 

Saldo buku kas mengacu pada transaksi yang ditambahkan ke buku besar perusahaan. Ada pun saldo laporan bank adalah saldo kas di rekening koran.

Tindakan rekonsiliasi adalah proses pencocokan antara keduanya. Adapun manfaat rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut.

1. Membantu Menghindari Kesalahan

Manfaat rekonsiliasi bank yang pertama, yaitu membantu menghindari kesalahan. Kesalahan dalam akuntansi dapat sering terjadi. 

Meskipun bank selalu menerapkan proses yang telah terbukti untuk menghindari kemungkinan kesalahan dalam akun rekeningmu, kesalahan tidak dapat dihindari.

Namun, kamu harus mengidentifikasi dan memperbaikinya. Rekonsiliasi rekeningmu dapat membantu menemukan kesalahan akuntansi yang umum. 

Kesalahan tersebut, mengutip dari BW Accounting Solutions, umumnya meliputi pembayaran ganda, kesalahan penambahan atau pengurangan, pembayaran yang terlewat, dan sejenisnya. 

Misalnya, jika kamu salah mencatat invoice sudah dibayar di buku besar perusahaan, rekonsiliasi bank dapat mengungkapkan bahwa kamu lupa membayarnya.

Rekonsiliasi bank membantu mengidentifikasi kesalahan tersebut, hingga mendeteksi transaksi penipuan. 

Bahkan, mungkin membantu mengungkap bahwa bank telah membuat kesalahan yang menguntungkan perusahaanmu. 

Setelah kamu merekonsiliasi laporan, kamu dapat meminta bank untuk memperbaiki kesalahan yang terlihat.

2. Membantu Mencegah Pencurian

Manfaat rekonsiliasi bank selanjutnya, yaitu membantu mencegah pencurian. Seperti disebutkan sebelumnya, proses rekonsiliasi bank melibatkan pencocokan transaksi keuangan perusahaan dengan transaksi buku bank. 

Dampaknya, kamu mungkin menemukan transaksi yang dicatat oleh bank, tetapi tidak ditemukan dalam catatanmu.

Kamu mungkin telah mengabaikan transaksi ini sebelumnya. Namun, dengan memeriksa dokumen asli dengan cermat selama rekonsiliasi bank, kamu dapat menemukan perbedaan ini.

Selain itu, kamu juga dapat mengungkap transaksi yang dilakukan oleh orang jahat yang ingin mencuri uang dari rekening bank. Ini adalah manfaat rekonsiliasi bank yang dapat membantu bisnis mencegah pencurian.

Baca juga: 10 Aplikasi Keuangan Pribadi untuk Bantu Kelola Finansialmu!

3. Menjaga Rekening Tetap Berprestasi

Manfaat rekonsiliasi bank lainnya, yaitu menjaga rekening kamu tetap berprestasi. Kamu bisa menggunakan rekonsiliasi bank untuk menjaga reputasi baik rekening.

Hal ini berarti, kamu tahu jumlah yang dapat kamu belanjakan di rekening. Selain itu, kamu bisa mendeteksi kemungkinan penarikan uang di rekening secara berlebihan. 

Penting untuk dicatat bahwa penarikan berlebih dapat berdampak negatif pada skor kredit. Kamu harus menjaga agar transaksi di bank seimbang, bahkan menunjukkan lebih banyak pemasukan.

Dengan catatan transaksi yang lebih stabil dan cenderung menunjukkan peningkatan pendapatan, bank bisa memberikan nominal kredit lebih besar lagi untuk bisnismu.

4. Melacak Transaksi dan Piutang

Terkadang, pembayaran yang kamu lakukan tidak muncul di laporan mutasi bank hingga bulan berikutnya. Selain itu, kamu bisa juga tidak sengaja menceklis pembayaran. 

Ini dapat terjadi ketika kamu membuat banyak entri atau kamu melakukan pembayaran, tetapi tidak diterima atau diuangkan. 

Dengan pembayaran yang belum dicairkan, kamu mungkin akhirnya percaya bahwa kamu memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan daripada yang seharusnya.

Selain melacak transaksi, manfaat rekonsiliasi bank juga berlaku sama untuk melacak status piutang usaha.

5. Membangun dan Mempertahankan Hubungan yang Sehat

Saat kamu melakukan rekonsiliasi bank atas laporan kas dan rekening, ini dapat menjaga transparansi bagi semua pihak yang terlibat. 

Inilah manfaat rekonsiliasi bank. Kejelasan ini membantumu dan bank mempertahankan hubungan yang kuat.

Oleh karena itu, proses rekonsiliasi bank perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan.

Baca juga: 10 Jenis Alat Pembayaran yang Bisa Digunakan untuk Transaksi, Apa Saja?

Langkah-Langkah Melakukan Rekonsiliasi Bank

manfaat rekonsiliasi bank
(Foto cara melakikan rekonsilasi bank. Sumber: Freepik.com)

Kini, kamu sudah tahu apa saja manfaat rekonsiliasi bank. Namun, tentu kamu penasaran bagaimana cara melakukannya.

Berikut ini ada panduan langkah-langkah melakukan rekonsiliasi bank yang dapat kamu terapkan pada bisnismu.

1. Dapatkan Catatan Bank

Untuk merekonsiliasi catatan rekening, kamu perlu mendapatkan akses ke daftar transaksi di bank. 

Informasi ini dapat diperoleh melalui e-banking, laporan mutasi bank, atau dengan mengizinkan bank berbagi data dengan perangkat lunak akuntansi milik perusahaanmu.

2. Kumpulkan Catatan Bisnis

Kamu juga memerlukan akses ke buku besar atau buku perusahaan untuk melakukan proses rekonsiliasi. 

Biasanya, informasi ini disimpan dalam spreadsheet, buku catatan, atau dalam program akuntansi di komputer.

3. Temukan Titik untuk Memulai

Di mana kamu memulai, tergantung pada saat kamu menyeimbangkan pembukuan perusahaanmu terakhir kalinya. 

Jika kamu tidak yakin, coba tentukan kapan terakhir kali pembukuan perusahaanmu cocok dengan saldo di rekening bank, lalu kamu bisa mulai dari sana.

4. Periksa Setoran dan Penarikan Bank

Pastikan bahwa semua setoran dan penarikan di rekening bank dicatat dalam laporan mutasi bank. 

Jika ada item transaksi yang hilang, kamu harus mencocokkannya dengan pembukuan perusahaan.

Baca juga: Mudah, Ini Contoh Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Kecil

5. Periksa Pendapatan dan Pengeluaran di Pembukuan

Periksa pembukuanmu dengan laporan bank dan pastikan bahwa setiap transaksi dicatat dengan benar. 

Jika ada item yang tidak cocok, cari tahu alasannya. Mungkin pembayaran belum selesai atau kamu lupa bahwa kamu membayar secara tunai untuk sesuatu.

6. Sesuaikan Laporan Bank

Ada kalanya laporan bank gagal memberikan laporan transaksi perusahaan secara akurat. 

Penyebab umum bisa berupa kesalahan bank atau setoran yang masih dalam perjalanan. Apa pun alasannya, buat perubahan yang diperlukan pada laporan mutasi bank.

7. Sesuaikan Saldo Kas

Kamu juga perlu menyesuaikan catatanmu untuk membuat laporan transaksi perusahaan dengan akurat. 

Sebaiknya melakukan hal ini dengan memastikan bahwa semua biaya dan setoran dicatat dalam rekening kas perusahaan.

8. Bandingkan Saldo Akhir

Setelah kamu mencocokkan catatan dan membuat penyesuaian, kamu harus mengonfirmasi bahwa saldo akhir sama.

Dalam titik ini, proses rekonsiliasi harus selesai. Jika masih tidak sama, kamu perlu mengulangi prosesnya untuk menemukan kesalahan.

Baca juga: Ketahui 5 Manfaat Laporan Keuangan yang Tak Kalah Penting

Itulah penjelasan mengenai manfaat rekonsiliasi bank bagi perusahaanmu. Lakukan rekonsiliasi bank secara teratur agar pembukuan kasmu tercatat dengan baik dan akurat.