Bagaimana Alur Penjualan Kredit? Ketahui Tata Cara dan 6 Tips Mengontrolnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa itu alur penjualan kredit? Alur ini merupakan salah satu opsi pembayaran yang bisa kamu terima dalam menjalankan bisnis.

Ada tiga jenis transaksi penjualan, yaitu penjualan tunai, penjualan kredit, dan penjualan uang muka. Perbedaan di antara ketiganya hanya pada waktu penerimaan uang tunai.

Dalam penjualan tunai dan penjualan uang muka, pembeli melunasi di awal atau segera setelah mendapat barang dan jasa. Ada pun pada penjualan kredit, pembayarannya ditunda.

Dalam artikel ini, alur penjualan kredit akan menjadi fokus bahasan. Berikut ini penjelasannya secara terperinci.

Baca Juga: Mengenal User Generated Content Sebagai Strategi Marketing yang Efektif

Pengertian Penjualan Kredit

alur penjualan kredit
Foto: Berjabat Tangan (freepik.com)

Sebelum memahami alur penjualan kredit, ada baiknya mengetahui pengertian penjualan kredit terlebih dahulu.

Menurut Accounting Tools, penjualan kredit adalah pembelian yang dilakukan oleh pelanggan yang pembayarannya tertunda.

Pembayaran tertunda memungkinkan pelanggan mengumpulkan uang dengan barang yang dibeli, kemudian digunakan untuk membayar kembali penjual.

Dengan begitu, penundaan pembayaran yang wajar, memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembelian tambahan.

Penggunaan penjualan kredit merupakan alat kompetitif utama di beberapa industri. Jangka waktu pembayaran yang lebih lama, dapat digunakan untuk menarik pelanggan tambahan.

Kelemahan dari penjualan kredit, yaitu risiko kerugian piutang yang tak tertagih. Selain itu, penjual harus banyak berinvestasi untuk mendukung penjualan kredit.

Ketika suatu bisnis melakukan penjualan kredit, wajar disertakan pula persyaratan kredit. Persyaratan kredit merupakan persyaratan yang menunjukkan kapan pembayaran jatuh tempo untuk penjualan yang dilakukan secara kredit.

Apakah ada diskon, bunga yang berlaku, atau biaya keterlambatan jika pelanggan telat membayar angsuran.

Misalnya, pelanggan bisa menikmati diskon jika ia membayar sebelum jatuh tempo yang ditetapkan. Di sisi lain, ia berisiko dikenai biaya tambahan jika membayar lewat dari tenggat waktu.

Baca juga: Ingin Memulai Bisnis Camilan dari Rumah? Ini Strateginya!

Pengaruh Penjualan Kredit dalam Bisnis

Bagaimana Alur Penjualan Kredit? Ketahui Tata Cara dan 6 Tips Mengontrolnya
Foto: Kartu Kredit (freepik.com)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penjualan kredit merupakan penjualan yang memungkinkan pelanggan untuk mendapat perpanjangan waktu untuk membayar.

Ini tentu membawa pengaruh ke dalam bisnis. Ada beberapa keuntungan dan kerugian yang bisa dialami sebuah bisnis yang menawarkan penjualan kredit kepada pelanggan.

Berikut ini pengaruh baik menawarkan alur penjualan kredit kepada pelanggan:

  • Alur penjualan kredit dapat digunakan untuk lebih mudah mendapatkan pelanggan baru. Menawarkan kredit dapat menarik pelanggan baru untuk membeli dari bisnismu.
  • Pelanggan terkadang kekurangan uang tunai. Oleh karena itu, menawarkan kredit dapat memberi pelanggan fleksibilitas untuk melanjutkan dan membeli produk sekarag juga. Lalu membayar pembelian pada kemudian hari.

Ada pun pengaruh buruk atau risiko menawarkan alur penjualan kredit kepada pelanggan adalah sebagai berikut:

  • Pelanggan berpotensi bangkrut. Jika pelanggan mengalami kebangkrutan, tentu jumlah yang terutang berisiko gagal bayar.
  • Biaya pengumpulan piutang dapat menurunkan keuntungan. Hal ini dapat terjadi jika pelanggan melewatkan pembayaran atau menolak untuk membayar. Biaya penagihan bisa membengkak dalam upaya mendapatkan pembayaran.

Baca juga: Field Marketing, Berikut Jenis-jenis dan Manfaatnya dalam Bisnis

Alur Penjualan Kredit

alur penjualan kredit
Foto: Penyerahan Uang (freepik.com)

Kini, kamu sudah tahu apa itu penjualan kredit dan bagaimana pengaruhnya bagi bisnismu. Jika bisnismu tetap memutuskan untuk menggunakan alur penjualan kredit sebagai salah satu bentuk transaksi, tentu kamu harus tahu bagaimana detail alurnya.

Bisnismu tentu harus memiliki alur penjualan kredit yang jelas. Hal ini agar ada kesepahaman bersama antara penjual dan pembeli sejak awal.

Jangan sampai pembeli salah paham di kemudian hari, lalu menyebabkan pembayaran menjadi tertunda.

Harus ada surat perjanjian yang mengikat sejak awal. Hal ini agar kedua belah pihak menjaga komitmennya.

Pembeli menjaga komitmennya untuk melunasi pembayaran hingga ia selesai menerima jasa atau produk yang diinginkan. Di sisi lain, penjual berkomitmen untuk menyelesaikan layanannya dan tidak menambahkan biaya tambahan yang tidak sesuai kesepakatan.

Berikut ini uraian singkat alur penjualan kredit:

  • Alur penjualan kredit yang pertama, yaitu adanya pesanan masuk. Calon pembeli atau pelanggan memutuskan untuk membeli produk atau menggunakan jasa sebuah bisnis. Ia pun membuat surat pesanan.
  • Setelah pesanan masuk, negosiasi masih bisa terjadi di antara penjual dan pembeli. Mereka bisa membuat kesepakatan soal harga, cara pembayaran, tenggat waktu, diskon, hingga biaya keterlambatan.
  • Jika kesepakatan terjadi, penjual menerima pengajuan kredit dari pembeli. Pada bisnis jasa, biasanya ada surat perjanjian atau kontrak kerja sama yang mengikat. Misalnya, pelanggan membayar dalam tiga termin dan bisnis penyedia jasa tersebut menyelesaikan progres pekerjaannya dalam tiga termin tersebut.
  • Pada bisnis jual beli produk, biasanya penjual bisa bekerja sama dengan perusahaan pemberi kredit atau bank. Pihak ini biasanya memeriksa aplikasi pengajuan kredit pembeli, kemudian melakukan survei untuk memastikan kelayakan pembeli dalam membayar utang.
  • Apabila pengajuan disetujui, proses selanjutnya adalah penjualan. Kemudian dilanjut dengan pembuatan surat perjanjian.
  • Penyerahan produk dilakukan kepada pelanggan secara langsung.
  • Pengiriman tagihan secara berkala kepada pelanggan hingga ia bisa melunasinya hingga tenggat waktu yang telah ditentukan.

Baca juga: 11 Ide Bisnis Tanpa Modal di HP, Apa Saja Itu?

Tips Mengontrol Alur Penjualan Kredit

Bagaimana Alur Penjualan Kredit? Ketahui Tata Cara dan 6 Tips Mengontrolnya
Foto: Menghitung Menggunakan Kalkulator (freepik.com)

Jika bisnismu memutuskan untuk menggunakan alur penjualan kredit sebagai salah satu layanan pembayaran, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, alur penjualan kredit bisa membawa risiko bagi bisnis. Terutama jika pelanggan mengalami gagal bayar.

Berikut ini sejumlah tips untuk mengontrol alur penjualan kredit agar kamu bisa meminimalisasi masalah yang timbul pada masa mendatang.

1. Periksa Buku Besar Penjualan

Tinjaulah buku besar penjualanmu secara berkala untuk menandai pelanggan mana yang mendekati atau melewatkan tenggat waktu pembayaran.

Ini merupakan pekerjaan sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari atau dilakukan oleh software yang melakukan otomatisasi.

2. Hubungi Pelanggan

Penting untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang menggunakan alur penjualan kredit.

Percakapan singkat melalui telepon dapat membangun hubungan positif sekaligus kesempatan untuk mengingatkan pembayaran yang jatuh tempo.

3. Perbaiki Template Invoice

Apakah informasi dalam invoice yang kamu kirimkan sudah jelas? Misalnya persyaratan kredit, metode pembayaran yang diterima, tanggal jatuh tempo, dan lain-lain.

Pastikan template yang kamu gunakan tidak berantakan dan dapat menjelaskan dengan baik penagihan yang kamu ajukan.

Jangan sampai membuat pelanggan bingung dan keliru dalam membaca. Jika hal itu terjadi, kamu harus memperbaiki lagi template yang kamu gunakan untuk pengajuan invoice.

Baca juga: Wajib Tahu, Panduan Lengkap Cara Membuat Nomor Invoice

4. Mengawasi Pelanggan yang Sudah Ada

Kamu mungkin akan lebih waspada dengan kredit pelanggan baru. Namun, ingatlah untuk selalu mengecek kredit pelanggan lama.

Keadaan dapat berubah dengan cepat dan pemeriksaan kredit awal mungkin tidak lagi akurat.

Memantau skor kredit pelanggan secara online dapat membantu mengidentifikasi pelanggan mana yang harus diperhatikan.

5. Fokus pada Utang yang Lebih Besar

Jika kamu banyak memiliki piutang lama yang menghabiskan banyak waktu untuk mengontrolnya, sebaiknya fokus pada invoice terbesar terlebih dahulu.

Mengoleksi pembayaran tertunda yang lebih besar, tentunya dapat membantu bisnismu meningkatkan arus kas sambil menunggu pembayaran dari pelanggan lain.

6. Bersikap Tegas

Beri tahu pelanggan tentang konsekuensi yang akan datang jika mereka terus mengabaikan komunikasi darimu.

Berilah surat peringatan yang menjelaskan kepada pelanggan mengenai niatmu untuk memulai proses hukum jika tidak membayar sesuai kesepakatan tenggat waktu.

Namun, pastikan ini menjadi pilihan paling terakhir yang dapat kamu lakukan karena berpotensi merusak hubunganmu dengan pelanggan.

Itulah penjelasan mengenai alur penjualan kredit. Semoga bermanfaat.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X