4 Faktor yang Mempengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran dalam Bisnis

Share this Post

Table of Contents

Sudahkah kamu tahu apa itu kurva permintaan dan penawaran dalam bisnis? Jika belum, simak artikel ini!

Kurva permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Namun, keduanya sangat bertolak belakang secara prinsip.

Bagi kamu yang menjalankan sebuah bisnis dan mengeluarkan sebuah produk, memahami pengertian kurva permintaan dan penawaran adalah hal yang wajib.

Karena dengan kedua kurva tersebut, kamu dapat mengetahui kebutuhan konsumen dan kaitannya dengan daya beli konsumen itu sendiri.

Untuk mengawali pembahasan, dimulai dengan pengertian dari kurva permintaan terlebih dahulu.

Baca Juga: Ini 8 Strategi Penetrasi Pasar agar Bisnis Lebih Mapan

Pengertian Kurva Permintaan

kurva permintaan dan penawaran
Foto: Ilustrasi Kurva dalam Bisnis (pixabay.com)

Agar memudahkan pemahamannya, ada baiknya kamu mulai dengan memahami pengertian dari kurva permintaan terlebih dahulu.

Kurva permintaan adalah sebuah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga suatu produk dengan permintaan konsumen dalam kurun waktu tertentu.

Sederhananya, kurva permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang dapat direpresentasikan dalam bentuk visual melalui sebuah grafik.

Grafik tersebut terbentuk dari titik titik yang mengacu pada harga dan permintaan konsumen terhadap suatu produk.

Sebenarnya, melalui kurva permintaan dan penawaran perusahaan dapat mengetahui tingkat permintaan konsumen terhadap suatu produk dengan acuan harga tertentu.

Prinsipnya, ketika produk mengalami kenaikan harga, secara otomatis permintaan konsumen akan produk akan menurun.

Bila grafik pada kurva permintaan berbentu datar, artinya perbedaan antara harga dan kuantitas barang sangat tipis. Maka harga pada titik itu, telah berhasil memenuhi permintaan konsumen terhadap produk.

Baca Juga: Contoh Barang Substitusi untuk Penuhi Permintaan Pasar

Pengertian Kurva Penawaran

kurva permintaan dan penawaran
Foto: Perhitungan Kurva Permintaan dan Penawaran (pixabay.com)

Dilansir dari Britannica, sederhananya kurva penawaran merupakan sebuah grafik yang merepresentasikan hubungan antara harga produk dan kuantitas dari produk yang dijual serta ketersediaan dari stok produk tersebut.

Pengertian kurva penawaran adalah sebuah grafik yang menggambarkan jumlah atau variabel dari produk yang ditawarkan oleh produsen dengan tingkat harga tertentu dalam periode waktu tertentu.

Pada prinsipnya, kurva penawaran yaitu ketika harga barang naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik. Berbanding terbalik dengan prinsip dari kurva permintaan.

Maka dari itu, seperti yang disinggung di awal, kurva permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Lantas seperti apa ciri-ciri dari kurva penawaran itu sendiri:

  • Bentuk kurva atau grafik biasanya berbentuk garis lurus.
  • Kurva bergerak dari kiri bawah ke kanan atas.
  • Jika terjadi peningkatan penawaran barang atau jasa, kurva akan bergerak ke arah kanan.

Dalam kurva penawaran, harga dan jumlah produk berbanding lurus. Ketika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan akan ikut naik. Sebaliknya, saat harga turun, permintaan produk juga turun.

Kurva penawaran sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari permintaannya. Kurva penawaran hanya terdiri dari dua jenis saja. Kamu dapat memahaminya dalam penjelasan di bawah ini:

  • Kurva penawaran individu: Kurva yang merepresentasikan fluktuitas jumlah dan harga barang yang sudah ditawarkan oleh produsen. Semakin tinggi harga produk, barang akan diproduksi lebih banyak.
  • Kurva penawaran pasar: Jenis kurva ini dipengaruhi oleh jumlah produsen yang banyak dari suatu produk atau baran yang sama yang ada di pasar.

Baca Juga: 25+ Istilah-Istilah Bisnis yang Perlu Dipahami Pengusaha

Faktor yang Mempengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran

kurva permintaan dan penawaran
Foto: Kurva (pixabay.com)

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kurva permintaan dan penawaran. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhinya:

1. Biaya Produksi

Kurva permintaan dan penawaran pertama-tama dipengaruhi oleh biaya produksi. Pergeseran kurva penawaran misalnya, akan sangat dipengaruhi oleh biaya yang dibutuhkan selama proses produksi.

Dalam penawaran, biaya produksi merupakan dasar untuk menentukan harga jual. Jika biaya produksi yang dibutuhkan untuk sebuah produk ternyata lebih rendah dari harga pasar, hal tersebut tentu saja akan mendatangkan keuntungan bagi produsen.

Sebaliknya, bila biaya produksi lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh pasar, produsen tidak dapat melakukan penawaran produk.

2. Teknologi yang Digunakan Saat Produksi

Faktor kedua yang mempengarhui kurva permintaan dan penawaran adalah penggunaan teknologi yang digunakan.

Produsen atau perusahaan yang memilih untuk memakai mesi produksi dengan teknologi tinggi terbukti dapat meningkatkan hasil produksi dengan biaya yang rendah.

Dengan begitu, keuntungan dapat meningkat. Hal ini membuat produsen bisa dengan leluasa melakukan penawaran secara leluasa kepada pasar, termasuk kepada konsumen itu sendiri.

3. Keuntungan yang Diinginkan oleh Produsen

Sudah menjadi fitrahnya, produsen atau perusahaan berusaha untuk mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Jumlah keuntungan yang ingin dicapai akan mempengaruhi kurva penawaran itu sendiri.

Sebagai produsen tidak bisa seenaknya menaikan harga jual produk, karena hal tersebut dapat mengakibatkan kurangnya permintaan pasar atau konsumen dan keuntungan itu sendiri tidak dapat terwujud.

4. Harga Produk

Harga sebuah produk juga turut mempengaruhi kurva itu sendiri. Seperi yang telah disinggung sebelumnya, harga produk tidak bisa dengan mudah dinaikan. Karena hal tersebut dapat menurunkan permintaan dari pasar atau konsumen.

Permintaan yang menurun membuat produsen tidak dapat melakkan penawaran dalam jumlah besar. Bukan hanya kerugian yang akan didapatkan. Namun, roda produksi pun tidak akan berjalan dan hal tersebut bisa menghancurkan bisnis itu sendiri.

Keseimbangan antara kurva permintaan dan penawaran harus tetap dijaga agar roda bisnis tetap bias berjalan stabil. Oleh karena itu, hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

Contoh Kurva Permintaan dan Penawaran

kurva permintaan dan penawaran
Foto: Uang Koin (pixabay.com)

Agak kamu bisa lebih memahami kurva permintaan dan penawaran, berikut contoh yang bisa kamu pahami.

Pertama, kamu ambil contoh tentang kurva permintaan. Pada dasarnya, hukum permintaan dalam ekonomi terjadi karena adanya hubungan antara jumlah barang yang diminta oleh konsumen dengan harga yang terjangkau.

Contoh kurva permintaan dapat dilihat ketika perusahaan berkeinginan untuk menaikan harga suatu produk. Namun pada praktiknya, di pasaran permintaan konsumen akan mengalami penurunan terhadap produk tersebut.

Artinya, konsumen tidak menghendaki adanya kenaikan. Alih-alih konsumen tersebut sebenarnya membutuhkan barang yang dimaksud.

Selanjutnya dalam contoh kurva penawaran. Misalnya, muncul sebuah teknologi baru yang bisa memproduksi barang menjadi lebih banyak dalam waktu cepat, maka kurva penawaran akan mendapatkan pergeseran dan bergerak ke kanan. Itu artinya adanya peningkatan.

Sebaliknya, jika kualitas teknologi menurun akan mempengaruhi produksi barang yang berkurang, maka kurva penawaran pun akan bergeser dan melakukan pergerakan ke arah kiri. Ini berarti sebuah penurunan. Secara prinsip berbanding terbalik dengan kurva permintaan.

Baca Juga: Ini 5 Contoh Company Profile yang Bisa Kamu Terapkan pada Bisnismu

Itulah gambaran terkait kurva permintaan dan penawaran. Semoga penjelasan di atas bisa menambah wawasanmu terutama terkait ilmu ekonomi yang penerapannya sangat berpengaruh dalam perjalanan bisnis. Sebagaimana kurva permintaan dan penawaran itu sendiri.