Kurva Penawaran Agregat, Catat Faktor yang Memengaruhinya!

Share this Post

Table of Contents

Apa itu penawaran agregat?

Ada banyak istilah dalam perekonomian yang perlu kamu pahami, salah satunya penawaran agregat.

Penawaran agregat atau yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai aggregate supply adalah total barang dan jasa yang diproduksi oleh sebuah perekonomian.

Biasanya, penawaran agregat digambarkan dalam bentuk kurva yang merepresentasikan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang tersedia atau disediakan oleh perusahaan.

Dalam kurva penawaran agregat, hubungan antara variabel tingkat harga dengan jumlah output biasanya positif.

Nah, pergerakan kurva ini bisa mencerminkan dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output.

Ketika tingkat harga naik, bisnis harus meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan pasar.

Apabila tingkat harga yang naik tidak diimbangi dengan perluasan produksi, konsumen harus bersaing atau mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk mendapatkan barang kebutuhannya.

Dengan memastikan stok barang sesuai perminataan, maka tingkat harga akan tetap normal dan output bisa tetap tinggi.

Baca Juga: Hukum Penawaran dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya

Kurva Penawaran Agregat

kurva penawaran agregat
Foto: Kurva Aggregate Supply (courses.lumenlearning.com)

Aggregate suppy (AS) digambarkan menggunakan kurva yang dibagi menjadi beberapa jenis.

Meski terdiri dari beberapa jenis, kurva tetap memberikan gambaran secara grafis mengenai hubungan antara tingkat harga dan output agregat.

Lebih lanjut, berikut pembagian kurva penawaran agregat berdasarkan perubahan tingkat harga:

1. Penawaran Agregat Jangka Sangat Pendek

Kurva penawaran agregat jangka sangat pendek digambarkan dengan garis horizontal. Di mana kurva menunjukkan elastis sempurna dengan harga dan biaya adalah tetap.

Dalam penawaran agregat jangka sangat pendek, perusahaan akan menyesuaikan output tanpa meningkatkan biaya karena adanya kapasitas yang menganggur.

Jadi, perusahaan hanya perlu menyesuaikan jam kerja dan menggunakan fasilitas mereka secara efisien sehingga bisa menanggapi perubahan permintaan yang terjadi.

Baca Juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran dalam Bisnis

2. Penawaran Agregat Jangka Pendek

Ada juga jenis kurva penawaran agregat jangka pendek yang digambarkan dengan garis miring ke atas.

Itu artinya ketika tingkat harga tinggi, output agregat juga mengalami peningkatan. Sebaliknya, tingkat harga yang rendah akan memicu penurunan output agregat.

Meski begitu, perubahan tingkat harga tidak menyebabkan kurva bergerak ke kanan atau ke kiri. Perubahan tingkat harga hanya akan mengakibatkan output agregat bergerak di sepanjang kurva.

Berdasarkan kurva tersebut, dapat diasumsikan bahwa beberapa biaya seperti sewa dan upah tidak berubah dalam jangka pendek.

Jadi ketika tingkat harga naik, perusahaan melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan keuntungan bisnis. Dengan begitu, mereka akan terdorong untuk meningkatkan output agregat.

Sebaliknya, tingkat harga yang mengalami penurunan juga bisa menyebabkan tingkat keuntungan perusahaan rendah.

Oleh karenanya, perusahaan biasanya akan mengurangi output untuk menghindari risiko kerugian.

3. Penawaran Agregat Jangka Panjang

Jenis kurva penawaran agregat selanjutnya ialah aggregate supply dalam jangka panjang. Kurva ini mewakili output yang potensial bagi perekonomian.

Dalam jangka panjang, perubahan tingkat harga tidak memengaruhi penawaran agregat. Penawaran agregat dipengaruhi oleh meningkatnya produktivitas dan kinerja yang efisien.

Misalnya mencakup peningkatan keterampilan dan pendidikan pekerja, kemajuan teknologi, dan besaran modal usaha.

Semua biaya input dalam kurva ini termasuk dalam variabel jangka panjang. Jadi, bisa berubah dan menyesuaikan secara proporsional dengan perubahan output agregat.

Ketika output agregat mengalami kenaikan, semua biaya input pun ikut meningkat. Sebaliknya, semua biaya input bisa turun ketika output agregat mengalami penurunan.

Kurva penawaran agregat jangka panjang ditandai dengan garis vertikal dan menggarisbawahi inelastis sempurna.

Oleh sebab itu, adanya perubahan pada tingkat harga tidak akan memengaruhi penawaran agregat.

Apabila ada kenaikan pada tingkat harga, itu artinya keuntungan tidak mengalami peningkatan. Sebab, biaya input akan mengalami peningkatan juga.

Dengan demikian, perusahaan tidak dapat mengubah output mereka untuk menanggapi perubahan tingkat harga.

Output agregat dalam kurva penawaran jangka panjang ini hanya akan berubah jika ada faktor jangka panjang yang mengalami perubahan.

Baca Juga: Kenali Sales Kanvas, Penjualan yang Fokus pada Kuantitas Penawaran

Faktor yang Memengaruhi Penawaran Agregat

faktor yang memengaruhi kurva penawaran agregat
Foto: Mesin Produksi (unsplash.com)

Cara kurva penawaran menanggapi setiap perubahan tingkat harga tentu didasarkan oleh banyak faktor.

Setiap kurva penawaran agregat ini memiliki faktor-faktor berbeda yang bisa memengaruhinya.

Perubahan pada kurva penawaran agregat bisa dipengaruhi oleh faktor jangka pendek maupun faktor jangka panjang.

Beberapa faktor jangka pendek yang dapat memengaruhi aggregate supply di antaranya:

  • Harga Input

Ketika harga input mengalami peningkatan, misalnya ditandai dengan tingginya bahan baku dan energi, biaya produksi pun turut membesar.

Apabila hal itu terjadi, potensi keuntungan yang didapatkan bisa menjadi lebih kecil.

Itulah sebabnya garis kurva akan bergeser ke kiri karena output agregat turun untuk memangkas biaya produksi.

Sebaliknya, garis kurva bisa bergeser ke kanan jika harga input mengalami penurunan.

  • Upah Minimal

Faktor lain yang bisa memengaruhi pergeseran kurva ialah upah minimal yang dibayarkan perusahaan untuk menghasilkan output.

Saat upah minimal yang perlu diberikan pada pekerja mengalami peningkatan, biaya produksi yang dibutuhkan pun akan jauh lebih tinggi.

Hal itu menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri. Sebaliknya, kurva akan bergeser ke kanan upah minimal mengalami penurunan ke angka yang lebih rendah.

  • Perkiraan Harga di Masa Depan

Saat harga-harga yang memengaruhi produksi mengalami kenaikan di masa depan, perusahaan biasanya meningkatkan output untuk mengamankan stok inventaris.

Jadi, bisnis bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar.

Garis kurva pun akan mengalami pergeseran ke arah kanan. Sebaliknya, adanya penurunan harga di masa depan bisa membuat kurva bergeser ke kiri.

  • Pajak Bisnis

Selain itu, ada juga faktor lain yang bisa memengaruhi pergerakan kurva penawaran yaitu pajak bisnis.

Ketika pajak bisnis yang harus dibayarkan cenderung kecil, biaya produksi pun bisa dipangkas menjadi lebih sedikit sehingga perusahaan bisa memeroleh keuntungan yang lebih besar.

Saat hal tersebut terjadi, kurva pun akan bergeser ke kanan.

Sebaliknya, kurva akan bergeser ke arah kiri saat pajak bisnis mengalami peningkatan yang juga memengaruhi kenaikan biaya produksi.

  • Subsidi Pemerintah

Subsidi pemerintah juga dapat menjadi faktor pergeseran kurva dalam jangka pendek.

Besarnya subsidi dari pemerintah yang diperoleh bisnis bisa menurunkan biaya produksi sehingga output akan lebih besar dan kurvanya bergeser ke kanan.

Sementara itu, apabila subsidi yang didapatkan hanya sedikit atau bahkan pemerintah mencabutnya, biaya produksi akan merangkak naik dan membuat kurva bergeser ke kiri.  

Sementara itu, faktor jangka panjang yang bisa berpengaruh pada aggregate suppy mencakup peningkatan jumlah dan keterampilan pekerja untuk menghasilkan output, besarnya sumber daya alam sebagai bahan baku atau modal, serta bertambah majunya teknologi.

Yang jelas, penawaran jangka panjang akan dipengaruhi oleh faktor kualitas dan kuantitas produksi.

Baca Juga: Begini 4 Tips dan Contoh Surat Penawaran yang Menarik!

Itu dia penjelasan seputar aggregate supply yang perlu kamu ketahui. Kini, kamu pun sudah semakin paham berkat penjelasan di atas, bukan?