Distribusi Pendapatan dalam Perekonomian, Apa Itu?

Share this Post

Table of Contents

Dalam dunia ekonomi, ada yang disebut sebagai distribusi pendapatan (distribution of income). Distribusi pendapatan adalah pembagian penghasilan di masyarakat.

Apabila distribusi pendapatan di negara kita merata, itu artinya seluruh masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan. Jadi, setiap masyarakat dapat menggunakan fasilitas dan mendapat penghidupan yang layak.

Namun sayangnya, menciptakan distribusi pendapatan yang merata bukan perkara yang murah untuk dilakukan. Hingga saat ini, masih terdapat kesenjangan antara “si kaya” dengan “si miskin” sehingga masalah pemerataan terus menjadi perhatian kita semua.

Baca Juga: 10 Macam Pekerjaan Sampingan untuk Tambah Penghasilan

Distribusi Pendapatan

distribusi pendapatan
Foto: Uang Tunai (unsplash.com)

Distribusi pendapatan pada dasarnya merupakan suatu konsep mengenai penyebaran pendapatan di antara setiap orang atau rumah tangga dalam masyarakat.

Bisa juga memiliki makna penyaluran pendapatan melalui penyelesaian pekerjaan dalam pengadaan barang, jasa, dan bidang niaga.

Selain itu, ada yang menganggap bahwa distribution of income merupakan proses pembagian pada faktor produksi yang mengikuti pendapatan.

Distribusi pendapatan dapat dikatakan adil apabila tidak terjadi ketimpangan di masyarakat. Sayangnya, kenyataan saat ini menunjukkan hal sebaliknya.

Dilihat dari distribusi pendapatan secara nasional, masih ada kesenjangan antara masayarakat sehingga pemerintah terus berupaya mengatasinya.

Misalnya, dengan memberikan bantuan langsung tunai, peningkatan keterampilan/skill, dan dibukanya lapangan kerja agar semua kalangan bisa mendapat penghidupan yang layak.

Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Visibility Produk untuk Tingkatkan Pendapatan Bisnis

Jenis-Jenis Distribusi Pendapatan

jenis-jenis distribusi pendapatan
Foto: Transaksi dengan Uang Tunai (pexels.com)

Distribusi pendapatan dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan analisis maupun kuantitatif, antara lain:

1. Distribusi Pendapatan Perorangan

Jenis distribusi pendapatan ini menggambarkan pendapatan yang diterima secara individu, maupun perorangan, termasuk rumah tangga. Indikator ini menjelaskan hubungan antar individu dengan total pendapatan yang diterima.

2. Distribusi Pendapatan Fungsional

Pendapatan fungsional merupakan pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing faktor produksi.

Hal ini ditunjukkan dengan presentase penghasilan tenaga kerja secara keseluruhan, bukan sebagai unit-unit usaha (faktor produksi) secara terpisah.

3. Distribusi Pendapatan Regional

Distribusi pendapatan regional merupakan jenis distribusi pendapatan yang dibagi antar daerah. Misalnya antar kabupaten, provinsi, dan antar pulau.

Dalam hal ini, ada banyak faktor yang berperan dalam mewujudkan kesejahteraan masayarakat seperti sumber daya alam, ketersediaan infrastruktur, hingga kualitas sumber daya.

Baca Juga: 9 Usaha Sampingan Guru Honorer, Bantu Tambah Penghasilan

Faktor yang Memengaruhi Distribusi Pendapatan

Ada berbagai faktor yang memengaruhi distribution of income sehingga terjadi ketimpangan/ketidakmerataan, berikut yang dikutip dari Jurnal Universitas Sumatera Utara:

  • Pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan menurunnya pendapatan perkapita.
  • Inflasi, di mana pendapatan uang bertambah, tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang-barang.
  • Ketidakmerataan pembangunan antar daerah.
  • Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek yang padat modal (Capital Insentive). 
  • Rendahnya mobilitas sosial.
  • Pelaksanaan kebijakan industri substitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang  hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
  • Memburuknya nilai tukar (term  of  trade) bagi negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara-negara maju, sebagai akibat ketidakelastisan permintaan negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor negara berkembang.
  • Hancurnya industri kerajinan rakyat seperti pertukangan, industri rumah tangga, dan lain-lain.

Baca Juga: 7 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill, Karyawan Wajib Punya!

Alat Ukur Distribusi Pendapatan

alat ukur distribusi pendapatan
Foto: Kurva Lorenz (drishtiias.com)

Ada beberapa alat ukur yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah distribusi pendapatan saat ini telah merata atau masih terdapat kesenjangan, antara lain:

1. Kurva Lorenz

Kurva Lorenz menunjukkan hubungan kuantitatif antara presentase penduduk dan presentase pendapatan yang mereka terima.

Semakin jauh kurva Lorenz tersebut dari garis diagonal (kemerataan sempurna), maka semakin tinggi pula derajat ketidakmerataan yang ditunjukkan. Hal ini ditunjukkan dengan kurva Lorenz yang semakin melengkung (cembung).

Sebaliknya, kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal (semakin lurus) menandakan bahwa distribution of income semakin merata.

Keadaan yang paling ekstrim dari ketidakmerataan sempurna, misalnya keadaan dimana seluruh pendapatan hanya diterima oleh satu orang, akan ditunjukkan oleh berhimpitnya kurva Lorenz tersebut dengan sumbu horizontal bagian bawah dan sumbu vertikal sebelah kanan.

2. Koefisien Gini

Alat ukur distribusi pendapatan selanjutnya adalah koefisien gini. Koefisien gini adalah koefisien atau angka yang digunakan untuk menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan. Besar koefisien gini dimulai dari angka 0 sampai dengan 1.

Jika koefisien gini sama dengan 0, berarti distribusi pendapatan sudah merata dengan sempurna (dengan kata lain tidak terjadi ketimpangan distribusi pendapatan).

Sebaliknya, jika koefisien gini sama dengan 1, berarti distribusi pendapatan tidak merata secara sempurna, karena hanya satu pihak yang menerima keseluruhan dari pendapatan nasional.

Selanjutnya, jika nilai koefisien gini mendekati 0, berarti distribusi pendapatan semakin merata. Akan tetapi, jika mendekati angka 1 berarti distribusi pendapatan semakin tidak merata.

3. Kriteria Bank Dunia

Untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan, Bank Dunia melihat dari besarnya kontribusi (sumbangan) dari 40% penduduk termiskin terhadap keseluruhan pendapatan nasional.

Kriteria yang dipakai Bank Dunia untuk mengukur distribusi pendapatan dengan tingkat ketimpangan adalah sebagai berikut.

  • Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih kecil dari 12 persen keseluruhan pendapatan nasional, artinya tingkat ketimpangan tinggi.
  • Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan antara 12-17 persen dari keseluruhan pendapatan nasional, artinya tingkat ketimpangannya sedang.
  • Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih dari 17 persen dari keseluruhan pendapatan nasional, artinya tingkat ketimpangannya rendah.

4. Size Distribution

Alat ukur distribution of income selanjutnya yaitu size distribution.

Dalam hal ini ketimpangan dihitung dengan cara berapa persen pendapatan yang diterima oleh 40 persen penduduk yang paling miskin.

Selanjutnya, ukuran ketimpangan bisa pula dilakukan dengan membadingkan persentase pendapatan yang diterima oleh 40 persen orang paling miskin. Dengan persentase yang diterima oleh 20 persen orang paling kaya.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa:

  • Tingkat ketimpangan berat apabila 40 persen penduduk paling miskin menerima kurang dari 12 persen pendapatan nasional.
  • Tingkat ketimpangan sedang apabila 40 persen penduduk paling miskin menerima antara 12-17 persen dari pendapatan nasional.
  • Tingkat ketimpangan ringan apabila 40 persen penduduk paling miskin menerima diatas 17 persen dari pendapatan nasional.

Baca Juga: 9 Indikator Kepuasan Kerja dan Cara Meningkatkannya

Strategi Pemerataan Distribusi Pendapatan

strategi pemerataan distribusi pendapatan
Foto: Perhitungan Uang Tunai (pexels.com)

Apabila suatu negara masih terdapat ketimpangan distribusi pendapatan, harus dilakukan pemerataan dengan menggunakan strategi berikut ini:

1. Memberlakukan Pajak Progresif

Salah satu strategi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengupayakan pemerataan distribution of income ialah dengan memberlakukan pajak progresif.

Pajak progresif yang diberlakukan akan mengurangi beban pajak pada mereka yang berpenghasilan lebih rendah. Jadi, mereka bisa memiliki lebih banyak pendapatan untuk dibelanjakan sehingga kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Sebaliknya, pemberlakukan pajak akan dikenakan lebih besar bagi masyarakat dengan penghasilan tinggi. Dengan begitu, pemerintah bisa mendistribusikan pendapatan secara lebih adil adan ketimpangan pendapatan dapat berkurang.

2. Melakukan Investasi di Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pembagian pendapatan yang merata ialah dengan berinvestasi. Terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Maksudnya ialah pemerintah membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sebaik mungkin sehingga dapat diakses oleh semua masyarakat.

Dengan akses pendidikan dan kesehatan yang merata, masyarakat bisa tumbuh menjadi sumber daya unggul. Ke depannya, mereka akan lebih mampu untuk bersaing di dunia kerja.

Sumber daya yang mumpuni membuat tingkat distribusi merata di seluruh daerah. Sebab, mereka bisa memeroleh jumlah upah yang lebih tinggi.

Jadi, kesenjangan antara orang kaya dengan orang-orang miskin bisa dipersempit.

3. Menyalurkan Bantuan Sosial

Upaya lainnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah guna meratakan distribution of income ialah dengan menyelenggarakan program bantuan sosial.

Hal ini dilakukan guna membantu para masyarakat di kalangan bawah untuk mendapat kehidupan yang lebih layak.

Dengan bantuan sosial, mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih mudah.

Beberapa program bantuan sosial yang sudah pernah dilakukan pemerintah yaitu Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), & Bansos Rastra/ Bantuan Pangan Non Tunai. 

4. Meningkatkan Kinerja UMKM

Cara lain yang bisa dilakukan guna meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat ialah dengan meningkatkan kinerja usaha kecil dan menengah (UMKM).

Dengan begitu, tenaga kerja produktif akan terserap oleh industri UMKM dan roda perekonomian negara pun berputar.

Beberapa bantuan pemerintah yang diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja UMKM yaitu subsidi bunga, program PEN, BPUM, BT-PKLW, hingga BLT UMKM.

Semua program bantuan tersebut bisa diperoleh pemilik UMKM yang memenuhi syarat dan ketentuan berlaku.

Diharapkan, pemberian bantuan ini bisa mendorong kinerja UMKM menjadi lebih baik lagi sehingga berkontribusi lebih besar untuk mengurangi angka pengangguran, kemiskinan, serta berperan dalam perekonomian nasional.

5. Meratakan Pembangunan di Seluruh Daerah

Salah satu faktor ketimpangan distribusi pendapatan ialah tidak meratanya pembangunan di seluruh daerah. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera berbenah. Dengan mengupayakan pembangunan yang merata di setiap wilayah.

Dalam hal ini, pemerintah melalui APBN dengan fungsi alokasinya berusaha memberikan alokasi dana untuk daerah-daerah yang dianggap masih timpang.

Daerah yang dianggap kurang maju tersebut dibangun dan diberdayakan masyarakat disekitarnya, sehingga tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat.

Melalui pembangunan daerah yang merata, tenaga kerja di lingkungan sekitarnya akan terserap secara optimal. Jadi, angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan hingga seminimal mungkin.

Kesejahteraan masyarakat pun akan merata, tidak hanya berfokus pada daerah tertentu saja karena semua wilayah diperhatikan.

Baca Juga: Team Leader: Tugas, Tanggung Jawab, & Skill yang Dibutuhkan

Manfaat Distribusi Pendapatan yang Merata

manfaat distribusi pendapatan yang merata
Foto: Uang Koin (pixabay.com)

Dengan distribusi pendapatan yang merata di seluruh daerah, negara kita akan menjadi lebih maju. Semua masyarakat yang tinggal di dalamnya pun akan lebih sejahtera.

Distribusi pendapatan yang adil memungkinkan semua warga negara untuk menikmati standar hidup yang tinggi. Mereka dapat hidup dengan lebih layak.

Selain itu, pendapatan yang merata di seluruh lapisan masyarakat juga akan mengurangi masalah sosial. Masyarakat pun dapat hidup dengan lebih nyaman, tentram, dan damai.

Dari segi perekonomian, distribution of income yang merata akan memicu pertumbuhan ekonomi secara positif. Sebab, semua kalangan bisa mengonsumsi lebih banyak dengan pendapatan yang mereka miliki. Ekonomi negara pun tumbuh ke arah yang lebih baik.

Itu dia penjelasan seputar distribusi pendapatan yang perlu kamu ketahui dalam dunia ekonomi. Kini, kamu sudah lebih memahaminya, bukan?