7 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill, Karyawan Wajib Punya!

Share this Post

perbedaan soft skill dan hard skill
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu seorang pencari kerja? Atau kamu pemilik bisnis yang sedang mencari pekerja? Apapun tujuanmu, kamu perlu tahu perbedaan soft skill dan hard skill.

Soft skill dan hard skill, kedua keterampilan ini penting dalam dunia karier. Seorang pencari kerja, harus bisa menunjukkan kemampuan yang seimbang.

Jika seseorang sangat hebat dalam melakukan pekerjaannya, tetapi ia tidak punya perilaku baik, tentu akan mendapat penilaian buruk dari perusahaan tempatnya bekerja.

Pemberi kerja pun cenderung mencari kandidat yang memiliki keseimbangan dalam hard skill dan soft skill.

Namun, tak semua orang bisa benar-benar melihat dengan jelas perbedaan soft skill dan hard skill. Artikel ini akan membantumu memahami keduanya.

Baca juga: Kenali Sales Kanvas, Penjualan yang Fokus pada Kuantitas Penawaran

Apa Itu Soft Skill?

perbedaan soft skill dan hard skill
(Foto tulisan skills. Sumber: Freepik.com)

Sebelum beranjak membahas poin-poin perbedaan soft skill dan hard skill, mari ketahui definisinya masing-masing.

Mengutip dari Indeed, soft skill adalah kebiasaan dan sifat pribadi yang membentuk caramu bekerja, baik sendiri maupun dalam sebuah tim.

Komunikasi yang efektif, misalnya, adalah kunci soft skill yang banyak dicari pemberi kerja. Beberapa soft skill lainnya, termasuk kemandirian, kerja tim yang efektif, dan mampu mendengarkan secara aktif.

Soft skill sangat penting untuk menunjang kariermu dan saat kamu mencari pekerjaan. Adapun hard skill diperlukan untuk berhasil melakukan tugas teknis dalam suatu pekerjaan. 

Itulah salah satu letak perbedaan soft skill dan hard skill yang akan kita bahas kemudian.

Kembali kepada soft skill, keterampilan ini diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan fungsional. 

Karena alasan ini, pemberi kerja sering mencari individu yang memiliki soft skill dan hard skill yang sudah terbukti.

Beberapa pemberi kerja mungkin lebih memilih kandidat yang memiliki soft skill yang lebih kuat ketimbang hard skill. Hal ini karena keterampilan lunak terkadang lebih sulit untuk dikembangkan.

Misalnya, kamu mungkin mencari pekerjaan di bidang marketing dan sales, tetapi belum punya pengalaman di bidang tersebut.

Namun, jika kamu memiliki referensi yang dapat membuktikan keefektifan soft skill, kamu punya kans untuk diterima. Misalnya, keterampilan dalam komunikasi, empati, dan sebagainya.

Bisa jadi pemberi kerja dapat memilihmu daripada kandidat lain yang hard skill-nya lebih kuat tetapi tidak memiliki tingkat soft skill yang sama.

Sejumlah soft skill yang paling banyak diminati pemberi kerja, antara lain integritas, komunikasi yang efektif, kerja tim, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Soft skill lainnya yang tak kalah diminati, ada keterbukaan pikiran, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, berorganisasi, hingga kemauan untuk belajar.

Baca juga: 12 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan yang Efektif

Apa Itu Hard Skill?

perbedaan soft skill dan hard skill
(Foto display untuk pelatihan skill. Sumber: Freepik.com)

Hard skill dikenal juga sebagai keterampilan teknis. Keterampilan ini merupakan pengetahuan atau pelatihan teknis.

Semua ini bisa kamu peroleh melalui pengalaman hidup apa pun. Inilah perbedaan soft skill dan hard skill.

Hard skill bisa didapat dari pendidikan dan pengalaman kerja. Sebagai contoh, jika kamu pernah bekerja di restoran atau bisnis retail, mungkin kamu tahu cara menggunakan alat di kasir.

Contoh lain, kamu mengambil kelas bahasa Inggris, kemudian mendapat skor TOEFL yang tinggi. Keterampilan berbahasa Inggris itulah yang menjadi hard skill.

Kamu bisa juga mengambil kelas digital marketing, yang kemudian dapat dibuktikan dengan memiliki sertifikat. Kemampuan yang kamu dapat dari kelas tersebut juga merupakan hard skill.

Setiap pekerjaan akan membutuhkan keterampilan teknis tertentu yang spesifik untuk industri tersebut. 

Jika kamu ingin bekerja sebagai arsitek, misalnya, kamu perlu mengetahui cara menggunakan perangkat lunak penggambaran denah. Kamu juga perlu punya lisensi yang menunjukkan profesimu.

Jika kamu hendak menjadi auditor internal, ada serangkaian pelatihan dan tes yang harus kamu lalui untuk mendapatkan sertifikat QIA (Qualified Internal Auditor).

Banyak industri lain memiliki tes semacam itu, yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk kesuksesan karier.

Pemberi kerja lain mungkin bisa memfasilitasi untuk mengajarkan keterampilan teknis tertentu di tempat kerja.

Selain kemampuan berdasarkan pendidikan dan pengalaman kerja, hard skill dasar yang biasanya dibutuhkan, umumnya seputar kemampuan bilingual, penggunaan microsoft office, dan kemampuan menggunakan software lain yang dibutuhkan.

Lebih spesifik lagi, berbagai hard skill meliputi kemampuan analisis data, pemasaran SEO/SEM, developer, desainer antarmuka, pemrograman, dan sebagainya.

Baca juga: 7 Contoh Program CSR dan Model Kerjanya

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Kini kamu sudah memahami penjelasan masing-masing keterampilan. Hal ini tentunya dapat membantumu memahami perbedaan soft skill dan hard skill.

Namun, jika kamu ingin lebih memahami perbedaan soft skill dan hard skill dengan lebih komprehensif, ada poin-poin yang perlu kamu perhatikan.

Berikut ini poin-poin perbedaan soft skill dan hard skill dapat membantumu memahami distingsi kedua keterampilan ini.

1. Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill dari Segi Sifat

Menurut Key Differences, soft skill cenderung menyiratkan keterampilan interpersonal dan sifat kepribadian. Ini menentukan cara seseorang bekerja, baik sendiri maupun dengan orang lain. 

Di sisi lain, hard skill dapat dipahami sebagai keterampilan teknis khusus untuk pekerjaan. Hal ini harus dimiliki seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Itulah perbedaan soft skill dan hard skill dari segi sifat.

2. Cara Menilai Pelamar

Perbedaan soft skill dan hard skill lainnya, yaitu dari cara menilai kandidat pelamar pekerjaan.

Hard skill dapat mencerminkan kecocokan atau kesesuaian kandidat untuk tugas pekerjaan yang dilamar. 

Adapun soft skill menunjukkan kemampuan kandidat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Ini bisa menjadi tolok ukur bagi pemberi kerja atau bagian manajemen SDM ketika sedang memilih pelamar yang akan dipekerjakan.

3. Hard Skill Prasyarat Wajib, Soft Skill Tidak Wajib

Perbedaan soft skill dan hard skill berikutnya, yaitu dapat dilihat dari prasyaratnya. Hard skill merupakan prasyarat utama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Adapun soft skill adalah keterampilan yang dapat diterima secara universal dalam berbagai jabatan. 

Namun, ketika hard skill sama-sama dimiliki oleh para kandidat, perusahaan tentu akan mempertimbangkan soft skill sebagai nilai plus.

Baca juga: Apa Itu Web Developer? Simak Keterampilan yang Perlu Dimiliki

4. Sumber Keterampilan

Dari mana seseorang mendapatkan keterampilan, menjadi faktor perbedaan soft skill dan hard skill.

Hard skill diperoleh melalui pendidikan, pelatihan formal, pengalaman, praktik, dan sebagainya dalam berbagai disiplin ilmu. 

Sebaliknya, soft skill dipelajari dan diperoleh selama periode waktu tertentu yang cenderung dalam jangka panjang. 

Sering kali dipengaruhi oleh tempat lahir, orang tua, keluarga, teman, lingkungan, dan pengalaman hidup sehari-hari. Itu semua yang membentuk etos kerja seseorang.

5. Dapat Diukur atau Tidak

Perbedaan soft skill dan hard skill lainnya, yakni dapat dilihat apakah keterampilan tersebut dapat diajarkan, ditransfer, atau diukur.

Hard skill tentunya merupakan kemampuan yang dapat diajarkan. Dalam artian, dapat didefinisikan dan diukur.

Di sisi lain, soft skill bersifat datang dari sendiri dan subjektif. Soft skill tentu tidak dapat diukur.

6. Pembuktian Keterampilan

perbedaan soft skill dan hard skill
(Foto sertifikat skill online. Sumber: Freepik.com)

Hard skill dapat dengan mudah dibuktikan dengan bantuan bukti, seperti sertifikat, gelar sarjana, diploma, penghargaan, dan lain-lain. 

Sebaliknya, soft skill dikaitkan dengan atribut pribadi dan itu sebabnya ini sulit dibuktikan. Namun, soft skill dapat tecermin dalam perilaku seseorang.

7. Pengaruh pada Kepribadian

Perbedaan soft skill dan hard skill selanjutnya, yaitu dilihat dari bagaimana pengaruhnya terhadap kepribadian seseorang.

Hard skill tidak banyak berpengaruh pada kepribadian seseorang. Misalnya, seseorang masuk jurusan Teknik Sipil. 

Pengetahuan dasar dan keterampilan teknis orang tersebut pasti akan meningkat. Namun, tidak akan ada perubahan sikap dan perilaku kepribadian. 

Sebaliknya, soft skill memiliki dampak yang sangat positif pada orang tersebut. Ini dapat tecermin dalam cara berbicara, berperilaku, berinteraksi, dan sebagainya.

Baca juga: Tugas Admin Toko Online Beserta Skill yang Perlu Dimiliki

Itulah penjelasan mengenai perbedaan soft skill dan hard skill yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X