Kenali Sales Kanvas, Penjualan yang Fokus pada Kuantitas Penawaran

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Sales kanvas adalah tenaga penjualan yang melakukan canvassing.

Ketika melakukan canvassing, tenaga sales ini melakukan penawaran produk atau jasa.

Namun calon pelanggan yang ditawari produk atau jasa tersebut, merupakan target pasar yang benar-benar baru.

Artinya, belum pernah ada kontak dengan tenaga sales sebelumnya.

Bahkan terkadang calon pelanggan tidak termasuk ke dalam daftar target pasar potensial.

Biasanya, tujuan sales kanvas adalah melakukan penawaran kepada lebih banyak orang. Kuantitas penawaran di sini menjadi hal terpenting.

Baca Juga: 7 Tahapan Sales untuk Tingkatkan Bisnismu, Sudah Tahu?

Sales Kanvas Adalah Tenaga Penjualan untuk Canvassing

sales kanvas adalah
Foto: Sales sedang Memperkenalkan Jualannya (freepik.com)

Menurut Hubspot, sales kanvas adalah orang yang melakukan proses kontak dengan calon pelanggan yang tidak memiliki riwayat interaksi dengan merek atau bisnis. Sebutan lain sales kanvas adalah canvasser.

Pelanggan potensial ini dapat berupa bisnis atau individu yang dipilih. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme penelitian target pasar.

Kemudian, dibuatlah daftar prospek yang kira-kira berpeluang besar menggunakan produk atau layanan yang dijual.

Tugas sales kanvas adalah memperkenalkan produk baru perusahaan kepada pelanggan atau calon pembeli baru.

Ketika melakukan tugasnya menawarkan produk, sales kanvas biasanya tidak membuat perjanjian sebelumnya dengan prospek.

Pekerjaannya pun lebih bersifat lapangan dengan turun langsung bertatap muka dengan prospek. Sering kali canvassing disebut sebagai pekerjaan door to door.

Tenaga sales kanvas cenderung menggunakan kendaraan roda empat. Hal ini karena mereka bertugas menjangkau pelanggan dengan jarak yang lebih jauh. 

Selain itu, mereka juga biasanya langsung membawa produk dalam jumlah banyak untuk dijual langsung. 

Terkadang ketika melakukan canvassing, transaksi bisa langsung terjadi. Oleh karena itu produk harus selalu dibawa agar bisa langsung diserahkan setelah transaksi.

Jika produknya tidak terlalu banyak, tenaga sales biasanya menggunakan sepeda motor.

Pelanggan yang ditargetkan, biasanya pedagang eceran dan semo-grosir yang belum tercakup dalam penjualan pesanan.

Baca Juga: Mengenal Point of Sales dan 5 Manfaatnya bagi Bisnis

Metode yang Dilakukan Sales Kanvas

sales kanvas adalah
Foto: Memperkenalkan Jualan Via Online atau Call (freepik.com)

Ada sejumlah metode penjualan yang dapat dilakukan sales kanvas. Cara untuk mendapatkan closing penjualan cenderung beragam.

Meski pekerjaan canvassing cenderung dilakukan di lapangan, sebenarnya ada metode yang memungkinkanmu melakukannya dari jarak jauh.

Berikut ini sejumlah metode yang dapat dilakukan oleh sales kanvas untuk mendapatkan closing penjualan.

1. Cold Call

Saat melakukan canvassing melalui cold call, tenaga sales akan menelepon prospek setelah mendapatkan nomor telepon mereka.

Telepon ini tidak ditunggu oleh prospek. Artinya, tidak ada kontak sebelumnya antara penjual dan prospek.

Cold call biasanya dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penjualan langsung atau mendorong prospek dan memelihara hubungan pelanggan.

Meski kamu tidak berhasil melakukan closing penjualan melalui telepon, setidaknya kamu bisa membujuk mereka untuk memberikan alamat email.

Dengan demikian, kamu dapat mengirim email untuk tindak lanjut dan membina hubungan lebih erat. Siapa tahu pada suatu titik, kamu berhasil mendorong mereka menjadi pelanggan.

2. Door to Door

Metode yang paling umum digunakan oleh sales kanvas adalah mengunjungi langsung prospek satu per satu atau door to door dalam suatu wilayah.

Kamu hanya perlu mengunjungi lokasi yang relevan. Rumah atau lokasi bisnis yang kamu datangi tidak dipilih secara acak, tetapi benar-benar didatangi satu per satu.

Sama halnya seperti cold call, prospek tidak punya ekspektasi akan kedatanganmu. Jadi, praktik ini diklasifikasikan sebagai strategi pencarian.

Misalnya, kamu mendatangi satu per satu rumah untuk mempromosikan jasa potong rumput. Kamu akan dengan sengaja memilih lingkungan perumahan dengan pekarangan luas.

Baca Juga: Apa Beda Marketing dan Sales? Ini Penjelasannya!

3. Surat dan Email

Kamu bisa memberikan penawaran secara tertulis kepada prospek melalui surat pos atau email. Ini merupakan bentuk canvassing yang kurang langsung.

Meski tidak langsung, ini metode yang cukup baik.

Calon pelanggan memiliki kesempatan untuk menilai produk atau layanan tanpa adanya tekanan untuk membuat keputusan melalui telepon atau tatap muka.

Jika calon pelanggan merasa stres karena kamu menginginkan tanggapanmu segera, mereka cenderung untuk mengatakan tidak.

4. Networking

Metode lainnya yang dapat dilakukan sales kanvas adalah networking. Ini adalah bentuk lain dari penjualan langsung. 

Biasanya terjadi pada acara yang dihadiri tenaga sales karena mereka tahu calon pelanggan akan hadir.

Meski networking adalah upaya yang ditargetkan, kamu tidak harus membuat closing penjualan di lokasi. Prospek bisa dilanjutkan pada lain kesempatan.

Misalnya calon pelanggan memberimu alamat email atau nomor telepon untuk janji temu lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Tips Menetapkan Target Sales yang Perlu Diketahui

Cara Menjadi Sales Kanvas yang Sukses

sales kanvas adalah
Foto: Sales Kanvas sedang Menjelaskan (freepik.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu tentu sudah tahun sales kanvas adalah orang yang melakukan penawaran kepada calon pelanggan baru yang tidak ada kontak sebelumnya.

Jika ingin menjadi sales kanvas yang sukses, berikut ini ada sejumlah tips yang dapat kamu terapkan.

1. Mengidentifikasi Target Pasar

Hal yang perlu dilakukan oleh sales kanvas adalah mengidentifikasi target pasar sebelum turun ke lapangan.

Buatlah rencana yang efektif sebelum melakukan canvassing atau cold call dan tetapkan target pasar.

Ketimbang menelepon satu per satu orang orang yang ada dalam daftar telepon dan mengetuk pintu setiap rumah. Kamu perlu memutuskan siapa yang kamu targetkan.

Kamu tentu juga ingin menargetkan penjualan di industri tertentu atau wilayah tertentu. Hal ini agar kamu efektif dalam bekerja.

Jika rencana pemasaranmu memerlukan penargetan di beberapa industri atau segmen pelanggan yang berbeda, aturlah jadwalmu.

Misalnya, buat jadwal cold call pada satu segmen pasar di pagi hari. Kemudian segmen berikutnya ditelepon pada sore hari.

2. Tentukan Tujuan

Tugas selanjut sales kanvas adalah menentukan tujuan agar sukses melakukan canvassing.

Pekerjaan canvassing lebih condong kepada kuantitas.

Artinya, jumlah pertemuan dan kontak dengan pelanggan harus tinggi, terlepas dari berhasil melakukan closing penjualan atau tidak.

Dalam seminggu, tetapkan hari tertentu kamu akan melakukan cold call dan jadwalkan pula penawaran door to door.

Jika kamu bekerja dalam tim, adakan kontes pada tim kamu. Misalnya, kontes siapa yang dapat melakukan cold call atau kunjungan terbanyak, untuk meningkatkan rasa kompetitif timmu.

Baca Juga: Cara Membuat Perencanaan Usaha untuk Pebisnis Pemula, Catat!

3. Buatlah Panduan Bicara

Agar sukses, hal selanjutnya yang perlu dilakukan sales kanvas adalah membuat panduan bicara.

Kamu tentunya harus lebih aktif berbicara ketika melakukan penawaran.

Daripada bingung memikirkan apa yang harus dikatakan, sebaiknya kamu sudah mempersiapkan panduan sebelumnya.

Buatlah pointers mengenai urutan topik yang akan dibicarakan. Bisa juga kamu menulis naskah bicaramu untuk dihafalkan dan digunakan kemudian saat penawaran.

Naskah ini harus mencakup poin pembicaraan tertentu. Misalnya uraian singkat tentang perusahaanmu dan daftar fitur utama produk atau layananmu.

Naskah juga harus menyertakan proposisi nilai. Kamu perlu menonjolkan berbagai keuntungan yang akan didapat oleh calon pelanggan dengan membeli produk atau layanan bisnismu.

4. Dengarkan Calon Pelanggan

Meski kamu sudah membuat naskah untuk berbicara dengan calon pelanggan, bukan berarti kamu tidak bisa melakukan improvisasi.

Biasanya tenaga sales membacakan naskah yang sangat padat untuk calon pelanggan dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengatakan apa pun.

Ini dapat mengganggu pelanggan dan mengurangi peluangmu mendapatkan prospek. Oleh karena itu, cobalah untuk bertanya apa yang dibutuhkan calon pelanggan.

Kamu bisa berimprovisasi dari jawaban calon pelanggan dan memberikan informasi yang mereka butuhkan.

5. Gunakan Beberapa Media Pemasaran

Tips selanjutnya bagi sales kanvas adalah gunakan beberapa media pemasaran.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, canvassing tidak selalu dilakukan secara tatap muka.

Kamu bisa melakukan penawaran melalui cold call atau email. Kemungkinannya cukup tinggi bahwa kamu tidak akan bertatap muka dengan calon pelanggan pada percobaan pertama.

Menurut Chron, untuk melewati hambatan ini, buatlah strategi yang mencakup berbagai macam media pemasaran.

Misalnya, kamu dapat menggunakan pesan suara, email, catatan tulisan tangan, dan hampers untuk mendapatkan perhatian dari prospek teratas.

Itulah penjelasan mengenai sales kanvas. Sales kanvas adalah profesi yang krusial untuk mendapatkan pelanggan baru.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X