Lump Sum: Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Lump sum merupakan salah satu metode pembayaran yang digunakan untuk berbagai transaksi. Seperti apa penjelasan istilah ini? Yuk, simak dan pahami bersama!

Dalam transaksi, terdapat berbagai jenis metode pembayaran yang bisa digunakan oleh konsumen. Produsen bahkan berusaha memberikan berbagai transaksi yang memudahkan konsumen.

Salah satu transaksi yang digunakan yaitu lump sum, terutama untuk transaksi pengadaan. Dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas terkait metode transaksi ini.

Kita mulai pembahasan dengan membahan definisinya terlebih dahulu.

Baca Juga: 10 Jenis Transaksi Online untuk Bisnismu

Definisi Lump Sum

lump sum
Foto: Transaksi Lump Sum (iStockphoto.com)

Dilansir dari Investopedia, lump sum adalah uang yang dibayarkan sekaligus untuk setiap transaksi, seperti transport, uang makan dan lain sebagainya.

Definisi lain yaitu terkait sejumlah uang yang dibayarkan sekaligus dan tidak dibayarkan secara angsur. Dibayar secara sekaligus merupakan kunci utama dari pengertiannya.

Namun dari definisinya, lump sum merupakan metode pembayaran yang dilakukan dengan satu kali bayar. Uang yang dibayarkan dilakukan dalam satu waktu.

Metode pembayaran ini merupakan metode pembayaran kebalikan dari kredit atau angsuran yang dibayarkan secara bertahap dari waktu ke waktu.

Metode pembayaran ini dilakukan untuk sejumlah transaksi yang memiliki nilai yang besar.

Untuk melakukan metode ini, juga harus menggunakan kontrak atau perjanjian bagi setiap pihak yang terlibat dan bersepakat untuk menggunakan metode pembayaran ini.

Kontrak atau perjanjian dilakukan untuk urusan bisnis, baik menggunakan atau tanpa ikatan kontrak tertentu.

Setiap pihak yang terlibat di dalamnya pasti memiliki kemampuan finansial yang tinggi, sehingga beban biaya dapat ditimpakan secara total ke satu pihak untuk sementara waktu.

Setiap jenis metode pembayaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk lump sum sendiri tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Pertama-tama kita mulai membahas kekurangan dari motode pembayaran satu ini. Kekurangan dari lump sum di antaranya yaitu:

  • Jumlah dana yang besar dan tidak dapat dicicil, hal ini merupakan kekurangan yang pertama. Pembayaran akan merujuk pada perjanjian dan kesepakan awal, Pihak penyedia dana wajib memiliki uang dalam jumlah besar sebagai dana talang.
  • Kekurangan kedua yaitu terbukanya kemungkinan mark up dana. Terdapat beberapa oknum yang mungkin melakukan mark up. Hal ini merupakan kekurangan yang akan merugikan beberapa pihak. Karena dalam metode pembayaran ini, pengelolaan dana dilakukan oleh pihak pelaksana. Besar kemungkinan untuk dilakukan mark up.

Selain kekurangannya di atas, terdapat juga beberapa kelebihan dari lump sum yang menjadi pertimbangan setiap pihak menggunakan metode ini. Adapun beberapa kelebihannya yaitu sebagai berikut:

  • Kelebihan pertama yaitu dapat meminimalisir kendala finansial yang terjadi. Karena dana telah siap 100% di awal, maka pelaksanaan tidak perlu khawatir adanya permasalahan biaya yang terhambat.
  • Kegiatan dapat terlaksana lebih lancar, hal ini dikarenakan setiap kebutuhan yang diperlukan telah tersedia dan kegiatan bisa langsung dilaksanakan. Tidak perlu ada kekhawatiran untuk setiap kebutuhan terhambat.
  • Kontrol keuangan 100% ada pada pelaksana. Hal tersebut karena dana disediakan 100% dari awal dan pengelolaan sepenuhnya ada di pihak pelaksana. Namun, hal ini juga bisa menjadi kekurangan karena membuka kesempatan beberapa oknum untuk melakukan mark up dan merugikan beberapa pihak

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar, Penting dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Jenis dan Contoh Lump Sum

lump sum
Foto: Salah Satu Transaksi Lump Sum (iStockphoto.com)

Setelah kamu mengetahui definisi dan kelebihan serta kekurangannya di atas, tentu kamu harus mengetahui jenis-jenis dari lump sum.

Sebagai sebuah metode transaksi, lump sum terdiri dari beberapa jenis. Setiap jenis transaksi bertujuan untuk transaksi khusus yang lebih spesifik.

Jenis-jenis ini juga dapat membantu setiap transaksi yang dibutuhkan, terutama transaksi yang berkaitan dengan uang dalam jumlah yang besar.

Tanpa berlama-lama, yuk mari langsung kita simak daftar dari jenis transaksi lump sum di bawah ini:

1. Fixed Price

Jenis pertama yaitu fixed price, merupakan kontrak pembayaran total yang berdasarkan pada keseluruhan jumlah biaya tanpa terkecuali.

Biaya tersebut juga meliputi biaya bahan, biaya sumber daya, biaya administrasi, juga termasuk biaya-biaya lain yang dikhawatirkan akan muncul seperti biaya kerusakan, biaya denda dan lain sebagainya.

Fixed price juga digunakan untuk transaksi yang dilakukan oleh antar oihak yang berbeda bidang. Seperti pemerintah dan perusahaan konstruksi.

Fixed price juga merupakan sebuah jenis pembayaran yang paling umum dilakukan.

Walaupun transaksi pembayaran dengan jenis ini sebenarnya sangat rawan dilakukan, karena sangat mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau oknum yang bertujuan mengambil keuntungan sendiri.

Fixed price memiliki kelemahan untuk diutak-atik atau di-markup, sehingga oknum yang melakukan bisa mendapatkan keuntungan sendiri dan merugikan pihak lain atau kerjasama itu sendiri.

2. Cost Plus Contract

Jenis kedua adalah cost plus contract, jenis ini merupakan metode pembayaran total dengan menjumlahkan biaya produksi dan imbal jasa kepada yang melakukan produksi.

Metode ini sering digunakan di dunia konstruksi bangunan, karena metodenya yang cocok dengan perjanjian atau kontrak yang dilakukan dalam bidan konstruksi bagunan.

Saat menggunakan jenis atau metode pembayaran ini, biaya langsung dan biaya tidak langsung akan dirinci secara jelas dan lengkap.

Sebagai pihak penerima, tidak boleh menambahkan biaya risiko di atas bahan dan tenaga kerja.

Selain itu, dalam proses pembayaran cost plus contract, biaya tenaga kerja akan lebih tinggi. Hal tersebut karena tidak masuk dalam hitungan total biaya, melainkan langsung ke kontrak itu sendiri.

Sehingga prioritas tenaga kerja akan lebih diperhatikan khusus dan tidak akan tercampur dengan biaya produksi yang dibutuhkan.

Biaya untuk membayar tenaga kerja pun tidak akan diganggu gugat.

3. Time and Materials Contract

Jenis selanjutnya yaitu time and materials contract.

Jenis kontrak lump sum ini sangat cocok diterapkan bagi kamu yang melakukan proyek kecil dengan jumlah dana yang terbatas.

Dalam kontrak ini, umumnya pemilik dan penerima dana akan menyepakati waktu proyek selesai dan bahan-bahan tertentu.

Di awal juga akan dibicarakan dengan detail terkait waktu pelaksanaan.

Jika waktu pelaksanaan tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka pihak yang memegang dana wajib menerima konsekuensinya meskipun harus mengalami kerugian.

4. Unit Pricing Contract

Unit pricing contract merupakan jenis yang paling felksibel dan dinilai paling aman dilakukan dibandingkan dengan jenis-jenis lain yang telah dibahas.

Dalam kontrak ini, penerima dana akan melaksanakan proyek terlebih dahulu dengan biaya pribadi, selanjutnya pemilik akan menetapkan harga jual per unit kepada pemesannya.

Kontrak jenis ini seringkali digunakan dalam pembangunan perumahan.

Maka pihak kontraktor yang membangun rumah akan membangun rumah dengan dana sendiri, kemudian dana akan dibayarkan ketika ada pemesan dengan harga tentu.

Biasanya, ketika pemesan menyepakati harga tertentu, biaya akan dilunasi oleh bank terlebih dahulu. Pemesan akan melakukan angsuran kepada bank dengan skema KPR (kredit pemilikan rumah).

Hampir setiap perumahan, baik kompleks atau cluster menggunakan sistem atau metode pembayaran seperti ini.

Tentu dari setiap jenis metode di atas, terdapat kelebihan dan kekurangan.

Maka dari itu, setiap jenis metode pembayaran lump sum di atas, telah memiliki peruntukkannya masing-masing.

Meskipun setiap jenis pembayaran bisa dilakukan secara fleksibel, bergantung kesepakatan antara pihak yang melakukan kerja sama.

Hanya saja, tujuan adanya metode pembayaran ini adalah untuk memudahkan.

Karena jumlah uang yang bergerak adalan jumlah uang yang besar yang membutuhkan aturan khusus yang ketat untuk memudahkan.

Baca Juga: Contoh Financial Plan untuk Bisnis, Rencana Keuangan Jadi Terarah

Setelah mengetahui jenis-jenisnya di atas, kamu juga harus tahu apa saja contohnya. Contoh-contohnya berkaitan dengan penerapan kontrak dalam bisnis.

Berikut ini adalah contoh-contohnya, yaitu:

Pertama contoh dalam dunia kontruksi.

Dunia kontruksi merupakan industri yang paling sering menggunakan metode pembayaran ini. Industri kontruksi dan pembangunan merupakan industri yang membutuhkan uang dalam jumlah besar.

Umumnya kontraktor akan menyepakati biaya dengan pemilik. Dalam hal ini juga termasuk siapa pihak yang akan mendanai proyek.

Jika kemudian kontraktor menjadi donatur pertama, maka kontrak pembayaran yang paling aman menggunakan fixed price atau unit pricing.

Contoh kedua terjadi dalam dunia teknologi.

Selain industri kontruksi dan pembangunan, industri teknologi juga merupakan industri yang membutuhkan dana besar.

Banyak proyek teknologi yang menggunakan metode pembayaran, termasuk jika proyek dilakukan oleh instansi pemerintah.

Contoh proyek yang dilakukan yaitu pembuatan vaksin, riset kesehatan dan pangan, dan lain sebagainya. Contoh ini lebih cocok menggunakan jenis kontrak plus contract atau time and materials.

Dunia perbankan merupakan contoh ketiga untuk metode lump sum.

Di dunia perbankan metode pembayaran ini sudah tidak asing lagi. Karena beberapa produk di dunia perbankan mengharuskan transaksi uang dalam jumlah besar.

Salah satu contohnya adalah produk asuransi dalam perbankan. Dalam asuransi, setiap nasabah harus membayar polis dengan jumlah tertentu di setiap bulannya.

Pembayaran yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakan. Ketika waktu pembayaran tiba, pencairan asuransi akan dikembalikan.

Pihak asuransi akan membayar sesuai kesepatan dan biasanya uangnya dalam jumlah besar.

Contoh terakhir yaitu dalam dunia ketenagakerjaan.

Dalam ketenagakerjaan, metode lump sum dilakukan untuk membayar dana pensiun. Untuk pembayaran dana pensiun sendiri, metode ini cenderung baru.

Karena sebelumnya pembayaran dana pensiun menggunakan sistep pembayaran secara bertahap seperti pembayaran gaji.

Ketika karyawan telah memasuki masa pensiun, dana pensiun akan dibayarkan dengan metode lump sum kepada karyawan oleh instansi atau perusahaan.

Dengan adanya metode ini, setiap pensiunan lebih dapat mengelola dana pensiunan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Black Market atau Pasar Gelap, Ini Contoh Transaksinya

Nah, itulah pengertian dari lump sum yang merupakan salah satu metode pembayaran.

Bagi kamu yang menjalankan bisnis, kini kamu jadi paham dengan metode pembayaran yang dapat kamu coba atau terapkan dalam bisnis yang kamu jalankan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X