Black Market atau Pasar Gelap, Ini Contoh Transaksinya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Black market atau pasar gelap merupakan tempat berlangsungnya transaksi ilegal.

Hal ini karena proses jual beli yang dilakukan tidak mengikuti peraturan undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah.

Pasar gelap ini bisa terjadi secara offline atau langsung, dapat juga dilakukan virtual atau online.

Selain dilihat dari transaksinya, biasanya produk yang diperjualbelikan juga termasuk dalam barang-barang terlarang tanpa izin edar.

Meskipun kamu mungkin belum pernah menemukannya dalam dunia nyata, akan tetapi black market benar-benar ada.

Namun biasanya, memang sering ditutupi agar proses transaksinya tidak diketahui pemerintah.

Apabila diketahui melakukan transaksi yang ilegal, tentu akan ada sanski yang dikenakan pada penjualnya.

Baca Juga: Cara Lapor ke Posko SWI Untuk Korban Pinjol Ilegal, Catat!

Apa Itu Pasar Gelap?

pengertian pasar gelap
Foto: Pengedar Narkoba (pexels.com)

Pasar gelap adalah tempat terjadinya perdagangan barang-barang ilegal yang tidak memiliki izin edar dari pemerintah.

Dikutip dari laman Corporate Finance Institute, black market merupakan tempat terjadinya transaksi ekonomi yang ilegal atau perilaku perdagangan yang tidak mematuhi aturan atau undang-undang yang berlaku.

Umumnya, proses jual beli di black market yang terjadi secara offline dilakukan menggunakan uang tunai. Hal ini dilakukan guna mencegah timbulnya jejak atau bukti transaksi.

Sementara black market yang beroperasi online biasanya melayani transaksi menggunakan mata uang digital.

Tentu saja, adanya black market bisa berdampak bagi perekonomian suatu negara.

Sebab, barang yang diperdagangkan tidak dikenai biaya pajak kepada pemerintah karena transaksinya tidak terdaftar.

Padahal, negara membutuhkan pemasukan dari pajak yang berasal dari transaksi jual beli guna memastikan penduduknya tetap sejahtera.

Baca Juga: Intip 5 Cara Analisis Potensi Pasar, agar Untung Maksimal

Mengapa Pasar Gelap Ada?

alasan pasar gelap ada
Foto: Pengguna Laptop dengan Sarung Tangan (unsplash.com)

Lantas, bagaimana pasar gelap bisa ada di sekitar kita?

Menurut Investopedia, black market muncul karena ada penjual dan pembeli yang tidak ingin dikenai biaya transaksi atau pajak atas barang belanjaannya.

Selain itu, black market diminati karena memungkinkan orang untuk bertukar produk atau layanan yang dilarang oleh pemerintah.

Misalnya, untuk membeli obat-obatan terlarang, senjata, atau melakukan transaksi yang berkaitan dengan prostitusi.

Alasan lain yang membuat black market ada hingga saat ini, yaitu karena masih banyak masyarakat pengangguran yang membutuhkan pekerjaan.

Ketika mereka tidak kunjung memeroleh pekerjaan konvensional, beberapa di antaranya nekat masuk ke black market untuk mendapatkan uang sehingga bisa tetap bertahan hidup.

Baca Juga: Ketahui 15 Perbedaan Pasar Bisnis dan Pasar Konsumen Berikut Ini

Sumber Barang di Pasar Gelap

sumber barang pasar gelap
Foto: Penyelundupan Barang Terlarang (pexels.com)

Mengingat barang yang diperjualbelikan merupakan produk-produk terlarang, bagaimanakah para penjual mendapatkannya?

Sebagian besar produk yang beredar di black market umumnya merupakan hasil penyelundupan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Dengan melakukan penyelundupan, barang-barang terlarang pun tetap bisa diperjualbelikan. Penjual dan pembeli yang bertransaksi pun tidak akan dikenai biaya pajak.

Proses memasok barang yang dilakukan diam-diam dengan cara terlarang ini tentunya melanggar hukum perdagangan.

Meskipun begitu, jumlah penjual dan pembeli black market cukup banyak sehingga keberadaannya lumayan sulit untuk diusut tuntas.

Harga Barang di Pasar Gelap

harga barang di pasar ilegal
Foto: Transaksi Ilegal (pexels.com)

Lalu, berapakah kisaran harga jual produk di pasar gelap ini?

Tentu saja harga jual produk biasanya jauh lebih murah karena barang-barang black market tidak dikenai biaya tambahan berupa pajak.

Bisa juga sebaliknya, produk-produk black market mungkin dapat jauh lebih mahal harganya. Sebab, peredarannya dilarang atau terbatas dan tidak bisa dibeli di pasar resmi.

Selama black market tetap ada, negara akan sangat dirugikan. Pasalnya, setiap transaksi yang dilakukan di black market tidak dikenai biaya pajak sehingga negara tidak mendapat pemasukan.

Pasar Gelap dan Konsumen

Konsumen biasanya merasa lebih aman melakukan transaksi di pasar legal, sekalipun pasar gelap menawarkan harga yang lebih murah, alasannya:

  • Supplier pasar legal lebih mudah dihubungi, dan telah teregulasi dengan baik. Lain halnya dengan supplier pasar gelap yang tidak diregulasi, sehingga tingkat kepercayaannya rendah.
  • Sebagian konsumen menganggap pasar gelap tidak bermoral.
  • Secara hukum, konsumen bisa terjerat kasus jika berurusan dengan pasar gelap, meskipun hanya sebagai konsumen.

Walaupun umumnya menolak, konsumen terkadang tetap berpartisipasi di pasar gelap. Terutama jika pemerintah tidak sanggup meregulasi.

Baca Juga: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pasar Monopoli di Indonesia

Contoh Pasar Gelap

contoh pasar gelap
Foto: Pencurian Data (pexels.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Berikut ini beberapa contoh black market yang perlu kamu ketahui sehingga bisa mewaspadainya:

1. Jual Beli Data

Salah satu transaksi ilegal yang bisa terjadi di black market yaitu jual beli data pelanggan yang melanggar privasi banyak orang.

Di Indonesia sendiri, kasus pencurian data pelanggan untuk diperjualbelikan pernah terjadi beberapa kali.

Beberapa kasus kebocoran data yang sempat menghebohkan masyarakat yaitu data pelanggan Indihome, PLN, SIM, KPU, Facebook, BPJS, BRI Life, eHAC, KPAI, Bank Jatim, dan Polri.

Kebocoran data ini disebabkan oleh hacker atau orang tak bertanggungjawab yang membobol sistem keamanan suatu platform.

Data-data milik pelanggan seperti identitas diri, rekening pembayaran, hingga informasi media sosial ini diketahui telah masuk pasar gelap dan diperjualbelikan dengan harga murah.

Padahal, informasi penting seperti ini tidak boleh diketahui orang lain selain pemiliknya karena rentan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan seperti penipuan.

2. Transaksi Narkoba

Contoh black market lainnya adalah transaksi obat-obatan terlarang seperti narkoba. Seperti yang kamu ketahui, narkoba apapun bentuknya tidak boleh diedarkan secara bebas di Indonesia.

Nah, orang yang ingin menjual atau membelinya pun harus masuk ke dalam pasar gelap agar transaksi mereka berjalan mulus.

Apabila transaksi ilegal ini diketahui aparat pemerintah, kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi patut mendapatkan hukuman.

3. Perdagangan Manusia dan Prostitusi

Human trafficking atau perdagangan manusia dan juga prostitusi termasuk dalam contoh pasar gelap.

Perdagangan manusia yang dimaksud bisa saja melibatkan transaki prostitusi atau mungkin pengguaan tenaga kerja ilegal.

Transaksi yang melanggar hukum ini sangat tidak berperikemanusiaan dan ditentang keras oleh Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebab, biasanya melibatkan anak-anak di bawah umur yang mudah untuk dikelabui. Padahal, mereka juga memiliki hak hidup layak dan tenang.

4. Pencurian Sumber Daya Alam

Contoh berikutnya dari perdagangan black market ialah pencurian sumber daya alam. Misalnya penangkapan ikan di perairan Indonesia yang dilakukan secara ilegal.

Hingga saat ini, masih ditemukan pencurian sumber daya alam oleh pihak asing. Mereka diketahui menjaring ikan di laut yang merupakan wilayah resmi Indonesia.

Tentunya, hal tersebut sangat merugikan negara. Sebab, hasil tangkapan yang diambil bisa mengurangi jumlah spesies bawah laut.

Apalagi, mereka tidak meminta izin dan membayar pajak. Negara pun akan dirugikan karena pendapatannya bisa berkurang akibat jumlah komoditi perairannya berkurang.

Belum lagi, jika pelaku penangkapan ikan ilegal ini menggunakan bahan-bahan yang mencemari lingkungan. Ekosistem bawah laut pun bisa rusak.

Baca Juga: Security Awareness Rendah, Data Pelanggan Rawan Diretas!

5. Jual Beli Hewan Langka

Tidak hanya sampai di situ, pasar gelap juga mungkin untuk memperjualbelikan hewan-hewan langka yang dilindungi pemerintah.

Biasanya, hewan-hewan tersebut diperjualbelikan untuk dipelihara secara pribadi. Padahal, hal ini tidak diperkenankan karena bisa membuatnya punah di habitat asli.

Selain itu, perdagangan hewan ilegal juga mungkin dilakukan untuk keperluan bahan baku industri tertentu.

Black market pun dipilih sebagai tempat transaksi agar penjual dan pembeli tidak dikenai pajak negara.

6. Perdagangan Senjata

Contoh pasar gelap lainnya adalah perdagangan senjata. Di sini, konsumen bisa mendapatkan senjata, seperti senapan, pistol, dan sajam secara ilegal, tanpa perlu izin.

Senjata yang dijual bisa berasal dari penyelundupan, pencurian hingga rakitan yang tidak memenuhi standar.

7. Penjualan Organ Manusia

Menurut WHO, perdagangan organ ilegal terjadi ketika organ sengaja dilepas dari tubuh, dan dijual demi keuntungan.

Perdagangan organ ini tidak sama dengan donasi organ, yang lebih altruistik. Keberadaannya justru merugikan kelompok rentan.

8. Kaset Bajakan

agregator musik
Foto: Ilustrasi Kaset (pixabay.com)
shopee pilih lokal

Kaset bajakan yang biasa dijual di pinggir jalan, di negara-negara Asia, juga merupakan salah satu contoh pasar gelap.

Kaset yang dijual biasanya berupa CD, kaset software hingga video game. Sering kali kaset yang dijual adalah kaset keluaran terbaru, yang bahkan belum rilis secara resmi.

Hal ini tentu melanggar hak cipta, dan merugikan para pihak dibalik perilisan kaset tersebut.

9. Uang Palsu

Uang palsu juga tidak luput dari sasaran pasar gelap. Harga yang ditawarkan untuk uang palsu, akan lebih murah dari nilai intrinsik-nya.

Tidak hanya uang lokal, terkadang, kamu juga bisa menemukan mata uang asing yang dijual di pasar gelap.

10. Obat Palsu

Obat palsu adalah obat yang diproduksi di luar pihak yang memang berhak memproduksi. Oleh karena itu, obat palsu ilegal untuk diperdagangkan, dan termasuk komoditi pasar gelap.

Keberadaannya meresahkan masyarakat, karena jelas berbahaya bagi kesehatan. Karenanya, pemerintah aktif memberi penyuluhan soal cara membedakan obat asli dan palsu, dan menindak para pelaku pemalsuan.

11. Ilegal Trading

Trading adalah aktivitas legal, namun ilegal trading, sesuai namanya, adalah aktivitas trading yang melanggar hukum, dan pastinya merugikan nasabah.

Di Indonesia sendiri sempat ramai dibahas soal aplikasi dan situs ilegal trading di tahun 2021.

Mengutip dari data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), berikut adalah list situs yang melakukan aktivitas ilegal trading:

  • Instaforex
  • 4XC
  • Agea
  • Amarkets
  • Bfx
  • eToro
  • Exness
  • Firewood
  • FX Open
  • Octa Fx dan lainnya

Itu dia penjelasan seputar black market atau pasar gelap yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai kamu menjadi salah satu pihak yang melakukan transaksi ilegal ini, ya.

Sebab, ada sanksi yang menanti karena perbuatannya telah melanggar ketentuan dan hukum berlaku.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X