Intip 5 Cara Analisis Potensi Pasar, agar Untung Maksimal

Share this Post

Table of Contents

Ketika memulai bisnis baru, bukan hanya perencanaan dan modal saja yang perlu kamu perhatikan, melainkan potensi pasar. Potensi ini dapat kamu ketahui melalui analisis potensi pasar.

Salah satu fungsi analisis potensi pasar untuk bisnis baru, yakni kamu bisa melakukan pemetaan pasar.

Mulai dari siapa saja kompetitormu, apa kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, hingga apakah produk atau layanan baru kamu dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa itu analisis potensi pasar, apa saja faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, hingga bagaimana cara melakukannya.

Baca Juga: Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan, Yuk Catat!

Pengertian Analisis Potensi Pasar

analisis potensi pasar
Foto: Ilustrasi Analisis Potensi Pasar (freepik.com)

Mengutip dari Wisegeek, analisis potensi pasar adalah sistem yang digunakan oleh bisnis untuk menganalisis pasar potensial. 

Tujuannya, untuk mengetahui seberapa layak pasar tersebut berkaitan dengan produk yang ditawarkan perusahaan. 

Dengan demikian, hasilnya dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan produk atau layanan yang ingin mereka perkenalkan ke pasar. 

Analisis potensi pasar akan membantu bisnismu mengidentifikasi pasar terkuat. Selain itu, memungkinkanmu untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

Salah satu alasan untuk melakukan analisis potensi pasar, bisa untuk mengidentifikasi pelanggan potensial di lokasi geografis baru atau yang sudah ada.

Hal ini bisa kamu lakukan jika ingin membuka cabang bisnis di kota lain atau negara lain.

Hasil analisis akan mengungkapkan di mana klaster pelanggan potensial terbesar berada. Informasi ini memungkinkan bisnismu untuk fokus pada pasar dengan potensi terbesar dalam hal basis pelanggan.

Alasan lain untuk melakukan analisis pasar, yaitu untuk mencari tahu di mana kemungkinan adanya banyak sumber daya atau potensi yang belum dimanfaatkan.

Transisi ke pasar seperti itu mungkin memerlukan kombinasi analisis pasar, manajemen desain strategis, dan pemasaran efektif.

Hal ini dilakukan dengan menargetkan pasar tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari pasar tersebut. 

Baca Juga: Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan

Faktor Penentu Potensi Pasar

analisis potensi pasar
Foto: Ilustrasi Analisis Potensi Pasar (freepik.com)

Ketika kamu melakukan analisis potensi pasar, kamu perlu mengetahui bahwa ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhinya.

Hal ini karena potensi pasar merupakan target yang bergerak. Berikut ini sejumlah faktor yang dapat memengaruhi potensi pasar.

1. Kebijakan dan Peraturan Pemerintah

Potensi pasar dapat dengan cepat berubah ketika undang-undang berubah atau rezim politik baru berkuasa. 

Bahkan sebuah penyesuaian sederhana seperti perubahan suku bunga, dapat memiliki efek yang mendalam dan bertahan lama. 

Pastikan untuk mempertimbangkan perubahan ini ke dalam analisis potensi pasar.

Mendapatkan informasi yang baik tentang perubahan kebijakan sangat penting untuk peramalan akurat mengenai perubahan pasar.

2. Persaingan

Memiliki informasi tentang pesaing langsung merupakan faktor penting dalam menentukan potensi pasar. 

Hal penting yang perlu diketahui, yakni ukuran pangsa pasar mereka, termasuk volume penjualan mereka.

Penting juga untuk memahami pesaing tidak langsung.

Misalnya, perusahaan yang menyediakan layanan atau produk yang bersifat substitusi atau komplementer.

Baca Juga: Tingkatkan Brand Recognition agar Lebih Terkenal, Ini 7 Strateginya!

3. Teknologi

Perubahan teknologi dapat memengaruhi hampir semua aspek pasar, mulai dari tingkat pertumbuhan pasar hingga permintaan konsumen.

Misalnya, peralihan dari toko fisik ke e-commerce. Ini merupakan faktor signifikan dalam potensi pasar untuk berbagai industri ritel.

4. Lingkungan

Fakta fisik lingkungan tertentu dan lingkungan ekonomi memainkan peran penting dalam setiap peluang pasar.

Resesi akan berdampak signifikan terhadap potensi pasar. Perubahan lingkungan yang dapat menimbulkan kondisi tidak terduga, dapat berdampak signifikan pada pasar.

Baca Juga: 5 Keuntungan Bisnis Sedotan Bambu yang Ramah Lingkungan

Cara Melakukan Analisis Potensi Pasar untuk Bisnis Baru

analisis potensi pasar
Foto: Ilustrasi Analisis Potensi Pasar (freepik.com)

Analisis potensi pasar penting dilakukan oleh bisnis baru. Jika kamu seorang pelaku bisnis baru, ada baiknya untuk melakukan analisis ini.

Namun yang menjadi pertanyaannya kemudian, bagaimana caranya? Berikut ini ada sejumlah cara melakukan analisis potensi pasar untuk bisnis baru.

1. Identifikasi Ukuran dan Permintaan Pasar

Analisis potensi pasar pertama yang bisa kamu lakukan, yaitu melakukan identifikasi ukuran dan permintaan pasar.

Ukuran pasar menggambarkan basis pelanggan potensialmu. Ini juga disebut sebagai total addressable market atau TAM. 

Dari total populasi di pasar sasaran potensial, kamu perlu menentukan jumlah prospek bagi siapa produkmu berguna dan relevan.

Aspek demografis perlu menjadi pertimbangan juga di sini. Mungkin ada kelompok usia yang perlu kamu kurangi. Selain itu, memahami preferensi produk dan kemampuan finansial pelanggan potensial juga penting.

Ini artinya kamu perlu menyelidiki perilaku konsumen untuk mengidentifikasi tingkat ketertarikan pada jenis produk yang kamu tawarkan.

2. Pantau Kompetitor

Hampir tidak ada pasar yang tidak ada kompetisinya. Oleh karena itu, memantau kompetitor termasuk dalam analisis potensi pasar untuk bisnis baru.

Sejumlah kompetitor pastinya sudah menempati sebagian dari pasar potensialmu. Kamu dapat menantang mereka dengan produk baru, tetapi kemungkinan besar kamu tidak bisa merebut seluruh pangsa pasar.

Untuk estimasi potensi pasar yang realistis, analisis kompetitif adalah suatu keharusan. Pertama, kamu harus mengidentifikasi pesaing sejati. 

Mengutip Similar Web, pesaing sejati adalah bisnis yang menawarkan produk serupa kepada audiens target yang sama.

Di pasar yang sangat kompetitif seperti mobil atau pakaian, kamu dapat meneliti perusahaan yang paling mirip dengan produk yang mereka tawarkan.

Kemudian, lihat juga kepada siapa mereka menawarkannya dan pada tingkat harga yang mana.

Dalam pasar yang lebih beragam, kamu perlu memperluas tolok ukur kompetitif.

Kamu perlu menambah daftar pantauan, yaitu produk apa pun dari merek lain yang memecahkan masalah sama atau memenuhi kebutuhan sama.

Dengan melakukan analisis kompetitif, kamu dapat memperkirakan berapa banyak pasar yang masih “terbuka” atau belum tergarap oleh perusahaan lain. 

Selain itu, kamu bisa melihat seberapa besar peluang untuk merebut pangsa pasar pesaing.

Baca Juga: Contoh Barang Substitusi untuk Penuhi Permintaan Pasar

3. Evaluasi Tingkat Pertumbuhan Pasar

Analisis potensi pasar lainnya yang dapat kamu lakukan, yaitu melakukan evaluasi tingkat pertumbuhan pasar.

Setelah kamu mengetahui dan memiliki konsep pasar yang akan kamu masuki, pertanyaan berikutnya, yaitu apakah pasar tersebut tumbuh dan seberapa besar?

Pertama dan terpenting, pastikan bahwa produkmu akan diminati cukup lama agar kamu dapat meraup untung darinya. 

Di sini, sangat penting untuk menentukan tren pasar. Mengidentifikasi tren juga akan membantumu menentukan waktu terbaik untuk meluncurkan produk.

Untuk memahami pertumbuhan pasar, kamu bisa menganalisis tren makro. Cari tahu bagaimana perkembangan pasar selama beberapa tahun terakhir. 

Selami tren historis dan temukan faktor-faktor yang memengaruhinya dan menyebabkan perubahan.

4. Hitung Profitabilitas

manfaat retargeting
Foto: Menghitung Profitabilitas (freepik.com)

Analisis potensi pasar selanjutnya yang dapat kamu lakukan, yaitu menghitung probabilitas.

Ketika kamu sudah sampai pada perkiraan bagian realistis dari pasar yang berpotensi kamu taklukkan, kamu perlu membangun profitabilitas. 

Ukuran pasar potensial dapat menentukan pada harga mana kamu dapat menawarkan produk dan berapa banyak keuntungan yang berpotensi kamu peroleh.

Jangan lupa bahwa memasuki pasar baru, umumnya melibatkan biaya tambahan.

Pastikan untuk menghindari kejadian di luar dugaan dengan mempertimbangkan hal-hal seperti biaya pengemasan dan pengiriman. 

Periksa undang-undang terkait perdagangan untuk mengetahui kemungkinan pajak atau biaya hukum, sertifikat, atau biaya administrasi lainnya.

Selanjutnya, kamu perlu menghitung ROI dan waktu yang diperlukan untuk mencapai titik impas.

Terakhir, pertimbangkan jenis produk yang kamu tawarkan.

Bisakah kamu mengharapkan pembelian berulang dari pelanggan yang puas, ataukah ini barang sekali pakai yang tidak perlu diganti? 

Ini dapat memengaruhi permintaan dari waktu ke waktu dan perhitungan profitabilitas bisnismu dalam jangka panjang.

5. Pertimbangkan Pengaruh Eksternal

Pasar selama ini seolah-olah terlihat sebagai arena yang terlindung dari pengaruh luar. Namun, bukan itu yang dimaksud dengan pasar. 

Pasar adalah ruang terbuka. Saat terjadi sesuatu di luar dugaan, seperti gangguan bencana, perang, resesi, dan sebagainya seluruh potensi pasar jadi sia-sia.

Pada produk digital, mungkin pengaruh eksternal tidak terlalu signifikan. Namun faktor-faktor lain patut dipikirkan. 

Misalnya, perubahan politik, sosial, atau ekonomi yang diharapkan dapat memengaruhi kemampuanmu untuk memasok ke pasar tertentu. 

Hal yang sama berlaku untuk pembatasan peraturan yang akan datang atau undang-undang setempat yang ada dapat memengaruhi biaya atau waktu tunggu. 

Selain itu, perjanjian perdagangan dapat membuka pasar baru. Perselisihan atau sanksi regional dapat memperlambat aktivitas pasar, dan masih banyak faktor lain.

Baca Juga: 3 Cara Membuat Analisis Value Chain pada Bisnis

Itulah penjelasan mengenai analisis potensi pasar. Semoga informasi ini bermanfaat.