Umbrella Branding: Definisi, Contoh, dan Kelebihannya

Share this Post

Umbrella Branding
Table of Contents
shopee pilih lokal

Umbrella branding merupakan praktis pemasaran yang sudah ada sejak lama. Namun, istilah ini memang masih asing bagi sebagian orang.

Bisnis yang sudah berkembang biasanya memiliki lebih dari satu produk. Setiap produk membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda. Pasalnya, target pasar tipa produk bisa jada heterogen.

Meski begitu, umumnya sebuah brand yang punya beberapa produk akan fokus pada bidang industri tertentu.

Misalnya, sebuah bisnis kuliner ayam geprek mungkin saja tak hanya menjual menu ayam geprek, namun juga sambal instan, minuman kekinian, kentang goreng, dan sejenisnya.

Artinya, sangat mungkin terdapat beberapa produk dari satu brand yang sama dan memiliki target pasar yang saling melengkapi. Pasalnya, tak mungkin kamu menikmati pedasnya ayam geprek tanpa ditemani minuman dingin bukan?

Begitu pun dalam perusahaan yang sudah besar, sebut saja Indofood, Mayora, atau Unilever yang mempunyai banyak sekali merek di bawah naungannya. Semua merek produk tersebut sebenarnya dapat saling melengkapi.

Dengan memanfaatkan keterkaitan tersebut, bisnis bisa mencoba strategi umbrella branding. Bagaimana cara menerapkannya?

Baca Juga: Mengenal User Generated Content Sebagai Strategi Marketing

Mengenal Strategi Umbrella Branding

umbrella branding
Foto: Produk Apple (Unsplash.com)

Melansir dari Marketing Tutor, umbrella branding disebut sebagai praktik pemasaran yang melibatkan penjualan beberapa produk terkait yang berada di satu brand yang sama. 

Umbrella branding juga dikenal sebagai family branding, yakni melibatkan penciptaan strategi pemasaran yang baik untuk satu merek yang sama. 

Praktis, umbrella branding bisa menjadi praktik pemasaran yang cukup menantang bagi bisnis.

Pasalnya, bisnis akan diminta untuk berkoordinasi secara efektif dalam setiap merek atau produk yang dimilikinya. Namun, ketika praktik ini diterapkan dengan baik, hasilnya dapat menuai keuntungan besar.

Teknik pemasaran ini dapat menjadi strategi yang sangat berharga bagi perusahaan yang ingin melayani pelanggan dengan berbagai cara yang berbeda, sambil tetap mempertahankan identitas yang kuat dengan brand-nya.

Strategi ini menggunakan satu nama, logo, dan identitas merek secara keseluruhan untuk menghubungkan berbagai produk terkait untuk kebutuhan yang berbeda.

Baca Juga: 7 Cara Membangun Branding Identity dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Contoh Strategi Umbrella Branding

Umbrella Branding: Definisi, Contoh, dan Kelebihannya
Foto: iPhone dan Mac Book (Unsplash.com)

Contoh umbrella branding yang paling sukses adalah Apple Inc. Di bawah nama merek ini, pelanggan dapat menemukan produk iPad, iPhone, Apple Watch, Mac Air, Mac Book, dan lainnya.

Menariknya, semua produk besutan Apple tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, namun saling berkaitan.

Sebagai contoh, Apple Watch bisa dikoneksikan dengan iPhone dan iPad. Oleh karena itu, tak sedikit pengguna iPhone yang juga ingin memiliki Apple Watch.

Menariknya lagi, banyak orang yang gemar menggunakan semua produk Apple, mulai dari iPhone, iPad, hingga Mac Book atau biasa dijuluki “si paling Apple”.

Hal tersebut membuktikan bahwa strategi umbrella branding Apple berjalan dengan sukses. Pasalnya, banyak pengguna yang kini memiliki lebih dari satu jenis produk Apple yang saling melengkapi.

Contoh lainnya adalah brand Indonesia, PT ABC President Indonesia atau biasa disebut ABC. Cobalah tengok isi kulkas atau dapurmu, tentu kamu akan menemukan beberapa produk dari ABC.

Mulai dari kecap, saus, hingga sirup tentu sudah tersedia di hampir setiap rumah. Artinya, ABC sukses memasarkan berbagai produk yang saling terkait dengan satu nama, merek, dan logo yang sama.

Baca Juga: 9 Manfaat Facebook Fanspage untuk Bisnis, Tingkatkan Brand Awareness!

Kelebihan Strategi Umbrella Branding

Umbrella Branding: Definisi, Contoh, dan Kelebihannya
Foto: Diagram Batang (Unsplash.com)

Bisnis percaya bahwa konsumen akan mengasosiasikan sebuah merek dengan tingkat kualitas produk tertentu.

Jika merek tersebut sudah mendapat kredibilitas yang baik, maka pelanggan akan menganggap semua produknya memiliki kualitas yang sama.

Sebagai contoh, ketika mendengar peluncuran produk iPad, Apple Watch, atau Mac Book, kamu tentu langsung meyakini bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang sangat baik dan teknologi yang canggih.

Pasalnya, semua produk tersebut berada di bawah naungan Apple yang dikenal sebagai produsen gadget terkemuka di dunia.

Tak hanya itu, ada beberapa kelebihan lain dari umbrella branding. Berikut penjelasannya.

1. Keberhasilan Satu Produk Mempengaruhi Produk Lainnya

Semua produk dalam satu merek saling bergantung satu sama lain. Artinya, keberhasilan satu produk akan memberikan dorongan positif terhadap produk lainnya.

Jika konsumen sudah begitu percaya dengan produkmu, mereka tidak akan ragu menggunakan produkmu yang lain.

Namun, jika terjadi kecacatan produk, maka kepercaya konsumen bisa langsung menurun drastis.

2. Menghemat Biaya Iklan

Mempromosikan beberapa produk di bawah merek yang sama tentu lebih hemat biaya. Pasalnya, kamu tak membutuhkan biaya ekstra untuk membangu image produk satu persatu.

Selain itu, kamu juga bisa menyamaratakan semua platform promosi yang digunakan dengan kompak. Bukan tidak mungkin kamu bisa menemukan pasar baru atas beberapa produkmu.

Baca Juga: Tugas Kementerian Perdagangan yang Perlu Kamu Ketahui!

3. Memiliki Pelanggan Setia

Ketika sebuah brand menawarkan beberapa produk sekaligus dan saling melengkapi, maka pelanggan tak akan punya kesempatan untuk melirik brand lain.

Sebagai contoh, pernahkah kamu ke minimarket dan menuju ke rak roti dan selai? Biasanya, roti dan selai diletakkan bersebelahan. Jika sebuah merek memiliki produk roti dan selai sekaligus, tentu merek tersebut bisa menjualnya bersamaan.

Bahkan, bisnis juga bisa memberikan paket bundling yang dapat mengunci pilihan pelanggan agar tidak beralih ke merek lain.

4. Dapat Meluncurkan Produk Dari Kategori Berbeda

Strategi umbrella branding memungkinkanmu meluncurkan produk dari kategori yang lain dari kategori utama. Namun, tetap dengan tingkat kepercayaan dan akuisisi yang sama.

Itulah mengapa banyak brand fashion yang kini meluncurkan berbagai kategori produk. Sebut saja brand Aerostreet yang mulanya menjual sepatu, kini juga menjual sweater, kaos, dan produk fashion lainnya.

5. Meningkatkan Penjualan

Hasil akhir dari strategi pemasaran ini tentunya meningkatkan penjualan secara signifikan.

Pasalnya, ketika konsumen sudah percaya dengan satu merek, maka mereka akan menganggap semua produknya memiliki kualitas yang sama.

Apple, Indofood, ABC, P&G, Unilever, Aerostreet, Erigo, Eiger hanyalah beberapa contoh kecil dari brand yang sukses menerapkan strategi branding ini.

Bagian terpenting adalah membangun dan memperkuat kepercayaan dan kepuasan konsumen. Setelah itu, kamu bisa melalui tahap berikutnya dengan memasarkan produk-produk lain yang bisa melengkapi produk pertamamu.

Baca Juga: 8 Strategi Penetapan Harga Jual Produk untuk Bisnismu

Itulah penjelasan tentang strategi umbrella branding yang banyak diterapkan oleh bisnis-bisnis besar. Apakah kamu tertarik menerapkannya?

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X