8 Layanan Software House yang Perlu Kamu Tahu, Tertarik Menggunakan Jasanya?

Share this Post

software house
Table of Contents

Perusahaan atau startup kamu ingin mengembangkan software, tetapi tidak punya tim pengembang? Ketimbang merekrut karyawan baru, kamu bisa bekerja sama dengan software house.

Software house merupakan sebutan bagi sebuah perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan software

Ketimbang mengembangkan software atau aplikasi untuk dijalankan sendiri, perusahaan jenis ini lebih memilih mendengarkan kebutuhan klien, kemudian membuat software sebagai solusi.

Layanan software house sangat bermanfaat bagi perusahaan yang core-nya memang bukan bidang TI, tetapi tetap membutuhkan bantuan TI untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Nah, melalui artikel ini, mari dalami seluk-beluk software house beserta sejumlah layanan yang kira-kira bisa membantu perusahaanmu.

Baca Juga: 10 Manfaat Penggunaan Software Ritel Grosir Bagi Bisnis

Software House adalah Perusahaan Penyedia Perangkat Lunak

software house
(Pembuatan software. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Algoworks, software house adalah perusahaan yang menyediakan spesialisasi, terutama dalam produk perangkat lunak. 

Baik itu perangkat lunak bisnis maupun konsumen, perusahaan ini menyediakannya berdasarkan kebutuhan basis klien dan struktur untuk rilis perangkat lunak. Misalnya, Software-as-a-Service (SaaS) atau perangkat lunak lisensi tunggal. 

Selain itu, perusahaan jenis ini juga menawarkan solusi TI serba siap pakai untuk perusahaan. Karakteristik yang menentukannya, yaitu perusahaan ini berinvestasi dalam mengembangkan perangkat lunak, kemudian mengalokasikannya.

Beberapa penyedia layanan TI lain memiliki spesialisasi sebagai kontraktor dan menjual jasa kepada klien korporat, kemudian mendapat komisi. 

Berbeda dengan layanan semacam itu, software house lebih berkonsentrasi pada pembuatan perangkat lunak yang dijual lepas.

Ada pula software house yang membantu perusahaan lain dalam memenuhi tujuan mereka dengan menawarkan layanan perangkat lunak melalui keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan mereka.

Apa pun pendekatan dan tujuannya, setiap jenis perangkat lunak memerlukan proses desain yang berbeda, metodologi pengembangan, pendekatan profesional, strategi distribusi, dan banyak lagi.

Baca juga: Intip 5 Software Inventory Gratis yang Bisa Kamu Coba!

Bentuk Layanan yang Diberikan Software House

software house
(Pembuatan software. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui apa itu software house, apakah perusahaan atau startup kamu mulai tertarik untuk bekerja sama dengan jenis perusahaan ini?

Namun, apa saja sih sebenarnya layanan yang bisa diberikan jenis perusahaan ini? Ini dia daftarnya.

1. Pengembangan Mobile App

Software house dapat membangun aplikasi yang ditujukan untuk ponsel, seperti smartphone dan tablet. Sebagian besar aplikasi ini dibangun untuk dua sistem operasi, yaitu Android dan iOS.

Sejumlah tim pengembang juga mampu membangun aplikasi lintas platform atau aplikasi mobile hybrid yang menggunakan teknologi web.

Secara keseluruhan, pengembangan mobile app adalah disiplin ilmu yang bervariasi. Produk akhirnya dapat berupa apa saja, mulai dari aplikasi ERP perusahaan hingga aplikasi untuk konsumen akhir.

2. Pengembangan Situs Web

Pengembangan situs web adalah tentang membuat aplikasi yang beroperasi di lingkungan web. Namun kategori pengembangan web juga kompleks. 

Mulai dari situs web sederhana hingga aplikasi web kompleks yang mencakup banyak layanan berbeda dan arsitektur canggih.

Berkat teknologi web yang inovatif dan Application Programming Interface (API), pengembangan dapat membangun situs web yang memberikan banyak fungsi kepada pengguna. 

Selain itu, kamu dapat membuat aplikasi untuk perangkat seluler yang didasarkan pada teknologi situs web.

3. Pengembangan Software

Sesuai namanya, software house juga melayani pengembangan software. Perangkat lunak yang dibuat, tentunya dapat berjalan di semua sistem operasi desktop tradisional, seperti Linux, Mac, atau Windows. 

Aplikasi semacam itu dapat membantu perusahaan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari, mengotomatiskan proses, dan menyediakan berbagai fungsi, misalnya membuat laporan. 

Ada pengembang yang menyediakannya aplikasi di cloud, sedangkan yang lain mungkin memilih aplikasi berbasis server yang membantu transformasi digital.

Baca Juga: 10 Manfaat Penggunaan Software Ritel Grosir Bagi Bisnis

4. Data Science

software house
(Data science. Sumber: Freepik.com)

Layanan lain dari software house, yaitu data science dan data engineering. Tim pengembangan membuat alat analitik untuk memahami kumpulan data yang sangat besar dan memberi perusahaan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Untuk mencapai itu, data analyst dan pengembang software menambang data, kemudian membangun solusi software yang menggunakan algoritma canggih.

Menurut Droids On Roids, tren teknologi penelitian seperti machine learning dapat mengaktifkan fitur seperti analitik prediktif. 

Hal ini untuk membantu perusahaan bereaksi terhadap perubahan di pasar lebih cepat dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan mereka.

5. Augmented Reality (AR)

Layanan selanjutnya, yaitu AR. AR banyak digunakan dalam aplikasi seluler. Ini merupakan teknologi yang menggabungkan fisik dengan digital. 

Saat ini, AR banyak digunakan karena memudahkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. AR menggabungkan dua atau tiga dimensi, serta merupakan proyeksi virtual secara real-time.

6. Desain UX

Software house juga dapat memberikan layanan desain UX atau user experience. Pengalaman pengguna ketika membuka situs web atau aplikasi harus diperhatikan. 

Ketika fitur yang ada memberikan kepuasan bagi pengguna, bisa dikatakan situs web atau aplikasi tersebut memiliki UX yang baik.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Database bagi Bisnis, Apa Saja?

7. Desain UI

UI (user interface) dan UX hampir selalu berdampingan karena sama pentingnya. Tujuan dari desain UI lebih ke arah tampilan laman web dan aplikasi. 

Makin friendly dan mudah digunakan, desain UI termasuk dalam kategori baik. UI dapat dikategorikan ke dalam desain, seperti membuat wireframe, maket, dan mendesain PSD.

8. SEO

Beberapa software house juga menyediakan layanan SEO (search engine optimization).

Menggunakan SEO bisa membuat situs web lebih dikenal atau berada di peringkat teratas mesin pencari. 

SEO biasanya ada untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke sebuah situs web. Ini menjadi layanan tambahan bagi perusahaan yang ingin situs webnya dikunjungi lebih banyak pengguna.

Baca juga: 5 Cara Mudah Optimasi SEO untuk Konten, Jangan Terlewat, Ya!

Cara Membangun Software Bersama Software House

software house
(Pembuatan software. Sumber: Freepik.com)

Nah, jika kamu sudah tertarik dengan sejumlah layanan yang diberikan software house, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mencari mitra yang tepat.

Namun kamu harus ketahui dahulu bagaimana kebutuhan perangkat lunak di perusahaanmu. 

Jadi, kamu bisa menjelaskan apa yang diinginkan perusahaanmu untuk melancarkan kerja sama dengan sebuah software house.

Biar tidak bingung, ini dia sejumlah panduan cara membangun software bersama software house.

1. Selalu Tetapkan Tujuan

Proyek yang kamu tawarkan harus menampilkan visi dan tujuan yang akan kamu tuju bersama. 

Jadi, pastikan bahwa tim pengembangan mengetahui semua asumsi secara menyeluruh. Hal lebih penting lagi, yaitu mengetahui cara mencapainya. 

Penting untuk menetapkan tujuan sambil memikirkan nilai apa yang bisa didapat oleh pengguna (kualitas perangkat lunak). Kemudian mencocokkannya pula dengan tujuan anggaran dan waktu.

2. Menetapkan Peran Tim dan Metode Manajemen Proyek

Setiap anggota proyek harus mengetahui peran dan tanggung jawabnya. Kamu juga perlu menentukan pendekatan yang efektif untuk manajemen proyek. 

Metode Agile dan Scrum yang populer digunakan, mungkin bisa membantu di sini. Model kerja seperti itu akan memastikan struktur tim yang jelas dan efisiensi lebih tinggi. 

Selain itu, sebaiknya ada satu orang yang khusus ditunjuk software house untuk dapat dihubungi oleh klien, sehingga informasi yang masuk lewat satu pintu.

Perusahaanmu sebagai klien pun harus melakukan hal yang sama, agar komunikasi dua perusahaan yang bermitra bisa berkomunikasi dengan lancar.

3. Pilih Saluran Komunikasi

Aspek ini juga sangat penting. Kerja sama harian harus sesederhana dan sedapat mungkin dapat diakses oleh kedua belah pihak. 

Jadi, sebaiknya gunakan alat yang tersedia secara umum. Perusahaanmu dan software house mitra bisa memilih saluran komunikasi sesuai preferensi.

Kalian bisa menggunakan platform semacam Jira atau Trello, bahkan Google Drive. Ada banyak pilihan di luar sana, pastikan kamu menggunakan platform yang familiar digunakan oleh kedua belah pihak.

4. Tetapkan Minimum Viable Product (MVP)

Mengutip dari Gartner, minimum viable product (MVP) adalah rilis produk baru (atau fitur baru utama) yang digunakan untuk memvalidasi kebutuhan dan permintaan pelanggan sebelum mengembangkan produk lebih lengkap.

Menetapkan MVP penting untuk proyek yang dibuat dari nol. MVP memungkinkan perusahaanmu membuat prototipe produk dalam waktu yang relatif singkat. 

Kamu tidak akan menghabiskan seluruh anggaran untuk membuat sesuatu yang mungkin tidak berguna bagi target pasar perusahaanmu.

Baca Juga: 7 Tahap Proses Pengembangan Produk Baru, Kamu Perlu Tahu

5. Membangun Kepercayaan dan Kemitraan

Pilihlah software house yang tepat dan percayakan prosesnya kepada mereka. Kontrol berlebihan atas sebuah proyek, bisa membawa efek buruk. 

Tak sedikit klien yang sering ikut campur dalam pekerjaan pemrogram dengan berbagai cara. Banyak klien yang kerap berpikir fungsionalitas tertentu bisa dibuat dengan cepat.

Di sisi lain, pengembang sebenarnya membutuhkan banyak waktu untuk melakukan coding dengan benar. 

Kamu sebagai klien harus memahami dan menerima hal-hal ini. Kepercayaan dan kemitraan sangat penting selama kerja sama berlangsung.

Itu dia penjelasan mengenai software house. Bagaimana? Tertarik untuk mengembangakan software bersama software house?