Fungsi Net Present Value, Simak Rumus dan Cara Menghitungnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apakah kamu pernah mendengar istilah net present value? Jika belum tahu, yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Umumnya, istilah net present value (NPV) ini sering ditemui dalam pembuatan laporan keuangan. Baik untuk keperluan perorangan maupun suatu organisasi.

Tentu saja, dibuatnya laporan keuangan memiliki peran yang sangat penting. Apalagi, jika ditujukan untuk keperluan bisnis.

Dengan adanya laporan keuangan perusahaan, kamu pun dapat mengetahui kinerja bisnis saat ini. Bahkan, bisa melakukan perkiraan keuangan di masa depan secara lebih akurat.

Nah, untuk dapat memahami apa itu net present value , bisa coba menyimak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Ketahui juga cara menghitungnya!

Baca Juga: Customer Lifetime Value, Ini Manfaat dan Cara Meningkatkannya

Apa Itu Net Present Value (NPV)

net present value
Foto: Ilustrasi Pertumbuhan Nilai Aset (pixabay.com)

Net present value atau sering disingkat dengan NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu.

NPV mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset, ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk yang diharapkan pada masa depan dan arus kas keluar yang disesuaikan dengan suku bunga serta harga pembelian awal.

Ini digunakan untuk menghitung nilai suatu aset. Dengan cara menggunakan harga pembelian awal dan nilai waktu uang (time value of money).

Jadi sederhananya, NPV adalah nilai sekarang/saat ini dari suatu aset yang dikurangi dengan harga pembelian awal.

Biasanya, NPV digunakan dalam penganggaran modal untuk menganalisa profitabilitas dari sebuah proyek ataupun proyeksi investasi.

Para pemilik modal ataupun manajemen perusahaan dapat menggunakan perhitungan NPV ini untuk mengevaluasi apakah akan berinvestasi atau tidak berinvestasi pada suatu proyek baru ataupun investasi pada pembelian aset baru.

Baca Juga: Fair Value: Definisi, Cara Menghitung, dan Fungsinya

Rumus dan Cara Menghitung Net Present Value

rumus dan cara menghitung net present value
Foto: Ilustrasi Menghitung Nilai Aset (pexels.com)

Nah, untuk dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan investasi suatu aset, perlu dilakukan perhitungan.

Net present value ini memiliki rumus dan perhitungan tertentu sebagai berikut:

1. Rumus NPV untuk Investasi Arus Kas Tunggal

Ini dia cara menghitung NPV untuk proyek investasi jarak pendek (misalnya 12 bulan) dengan arus kas tunggal.

NPV = [Arus kas/ (1+i)^t] – Investasi awal

Diketahui:

  • i = tingkat diskon
  • t = jumlah masa waktu

2. Rumus NPV untuk Proyek Berdurasi Lama dan Banyak Arus Kas

Sementara untuk dapat menghitung NPV dalam investasi jangka panjang dengan banyak arus kas, bisa menggunakan rumus di bawah ini:

NPV = Jumlah nilai saat ini dari arus kas yang diharapkan – Investasi awal

Dilansir dari Jurnal Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang, nilai NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan.

Sedangkan nilai NPV negatif (NPV < 0) menandakan penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan Nilai Waktu Uang (Time Value of Money).

Namun, apabila hasil perhitungan NPV adalah Nol (NPV = 0), artinya investasi atau pembelian tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi).

Semakin besar angka positifnya, akan kian besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya.

Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi.

Namun, juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

Baca Juga: Apa arti Value for Money? Simak 6 Implementasinya

Komponen yang Harus Ada dalam Perhitungan NPV

komponen yang ada dalam perhitungan net present value
Foto: Ilustrasi Uang Tunai (unsplash.com)

Untuk dapat melakukan perhitungan net present value menggunakan rumus-rumus di atas, kamu perlu mengetahui komponen atau elemen apa saja yang harus disertakan.

Ini dia beberapa komponen yang harus ada dalam perhitungan NPV:

1. Arus Kas Bersih Tahunan                     

Salah satu aspek penting yang perlu dimasukkan dalam proses perhitungan net present value yaitu arus kas bersih tahunan.

Nah, untuk dapat menghitung arus kas bersih tahunan, kamu harus menambahkan arus kas masuk dari pendapatan ke potensi penghematan tenaga kerja, bahan, dan komponen lain dari biaya investasi awal.

Kemudian, kurangi biaya yang dikeluarkan untuk investasi atau proyek baru, yakni arus kas keluar selama satu periode.

Selain itu, kamu harus menambahkan penghematan pajak atas depresiasi aset proyek ke arus kas masuk yang diharapkan.

Jadi, arus kas masuk memiliki nilai positif. Sementara arus kas keluar harus bernilai negatif.

Apabila arus kas masuk yang diharapkan melebihi arus kas keluar, kamu akan memiliki arus kas bersih.

Agar pencatatannya tidak salah, kamu sebaiknya menggunakan sistem pembukuan otomatis sehingga hasilnya lebih akurat.

2. Suku Bunga

Selain itu, komponen lain yang juga penting dalam proses perhitungan NPV ialah suku bunga.

Umumnya, manajer akan menggunakan tingkat diskonto ini untuk mewakili tingkat bunga atau yang disebut juga dengan biaya modal atau tingkat pengembalian yang disyaratkan.

Tingkat bunga atau tingkat diskonto sendiri merupakan biaya modal atau pengembalian dana yang diperoleh dalam investasi alternatif.

Tangka bunga tersebut dapat diturunkan dengan melakukan perbandingan antara tingkat pengembalian investasi atau proyek alternatif, dan biaya awal yang serupa.

Proses perhitungan net present value dalam proyek yang memiliki jumlah pembayaran konstan serta suku bunga tetap biasanya akan lebih mudah dilakukan.

3. Jangka Waktu                               

Komponen lainnya yang juga tidak kalah penting untuk disertakan dalam perhitungan NPV ialah jangka waktu.

Ini merupakan periode waktu atau interval di mana arus kas baru diinvestasikan dalam proyek baru.

Yang disebut sebagai jangka waktu adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk memproses kembalinya seluruh modal.

Baik itu seluruh modal investasi awal maupun modal variabel tahunan.

4. Nilai Residu (Residual Value)

Nilai residu merupakan nilai aset atau investasi setelah berakhirnya periode investasi atau proyek. Ini bisa mencakup nilai jual dari aset fisik yang dihasilkan oleh proyek, atau nilai likuidasi dari investasi.

Nilai residu harus diperhitungkan dalam perhitungan NPV karena dapat berdampak signifikan pada nilai sekarang dari arus kas masa depan.

Baca Juga: Hal-hal yang Memengaruhi Present Value, Begini Cara Menghitungnya

Manfaat Perhitungan Net Present Value

manfaat perhitungan net present value
Foto: Kalkulator (pexels.com)

Tentunya, perhitungan net present value ini tidak dilakukan tanpa alasan.

Hasil perhitungan NPV dapat digunakan untuk pembuatan keputusan terhadap penetuan alternatif dari beberapa proyek investasi.

Bagi kamu yang belum tahu, teknik pengambilan keputusan berdasarkan nilai sekarang bersih (NPV) ini termasuk dalam teknik pengambilan keputusan kuantitatif.

Perhitungan yang dilakukan menggunakan metrik yang mencakup semua aspek penting.

Mulai dari memperhitungkan semua pendapatan, pengeluaran, hingga biaya modal yang terkait dengan investasi Free Cash Flow (FCF).

Selain memperhitungkan semua pendapatan dan biaya, net present value juga memperhitungkan waktu setiap arus kas yang dapat berdampak besar pada nilai investasi saat ini. 

Misalnya, lebih baik melihat arus kas masuk lebih cepat dan arus kas keluar belakangan, dibandingkan sebaliknya.

Hasil perhitungan ini akan digunakan oleh para pemangku kepentingan bisnis di bidang keuangan.

Contohnya bankir investasi dapat membandingkan nilai sekarang bersih untuk menentukan merger atau akuisisi mana yang bernilai investasi. 

Selain itu, beberapa akuntan dapat mengandalkan hasil perhitungan net present value saat menangani anggaran dan memprioritaskan suatu proyek. 

Pemilik bisnis juga bisa mendapatkan keuntungan dari pemahaman bagaimana menghitung NPV untuk membantu keputusan penganggaran dan memiliki pandangan yang lebih jelas tentang nilai bisnis mereka di masa depan. 

Baca Juga: 3 Cara Membuat Analisis Value Chain pada Bisnis

Kelemahan Perhitungan NPV dalam Membuat Keputusan Bisnis

kelemahan perhitungan net present value
Foto: Proses Perhitungan (pexels.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Meskipun memiliki peran yang cukup penting dalam membuat keputusan usaha, akan tetapi teknik perhitungan ini tetap memiliki kekurangan.

Sebagai teknik kuantitatif, tentunya teknik ini memerlukan data yang didapat atau diperhitungkan serta di olah pada saat sekarang.

Selain itu, berdasarkan Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IGI, penggunaan teknik ini memerlukan data jumlah investasi awal, arus kas masuk bersih di masa depan selama proyek berlangsung, tingkat laba yang diinginkan, dan PVIF (present value interest factor).

Jadi, perhitungan net present value hanya dapat dilaksanakan pada kondisi lingkungan ekonomi yang stabil dan konstan.

Di samping itu, baik faktor internal dan faktor eksternal perusahaan selalu berubah mengikuti waktu yang terus berjalan.

Misalnya ketika proyek memiliki pengeluaran tak terduga, karena dalam memulainya dan mungkin sebuah proyek terdapat pengeluaran tambahan yang muncul di akhir proyek.

Realitas di masa depan pun bisa saja berbeda dari ramalan, sehingga NPV yang positif bisa berubah nilainya menjadi negatif dipengaruhi oleh banyak faktor.

Itu dia penjelasan seputar net present value atau NVP yang perlu kamu pahami. Mulai dari pengertian, cara menghitung, dan kegunaannya bagi keuangan perusahaan.

Semoga informasinya bermanfaat untuk kamu, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X