Customer Lifetime Value, Ini Manfaat dan Cara Meningkatkannya

Share this Post

customer lifetime value adalah
Table of Contents
shopee pilih lokal

Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, Customer Lifetime Value adalah nilai umur pelanggan. Maksudnya, nilai dari pelanggan terhadap brand.

Dalam dunia bisnis e-commerce maupun bisnis lain, mempertahankan dan memelihara pelanggan saat ini adalah cara yang lebih efektif.

Terutama, dari segi waktu dan biaya dibandingkan dengan mencari pelanggan baru.

Customer Life Value (CLV) tidak hanya tentang biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan baru, tapi juga biaya untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Singkatnya, dengan CLV kamu bisa tahu nilai finansial dari setiap pelanggan dan pentingnya menjaga hubungan secara strategis dengan para pelanggan.

Dengan memahami nilai setiap pelanggan dari segi keuangan, kamu bisa menyesuaikan bagaimana cara membangun hubungan dengan pelanggan tadi. 

Mari simak lebih lanjut mengenai apa itu Customer Lifetime Value (CLV) melalui artikel berikut.

Baca Juga: Ketahui Personalized Marketing, Pemasaran yang Bersifat “Customer-centric”

Manfaat Customer Lifetime Value

customer lifetime value
(Foto penjual dan pembeli. Sumber: Pexels.com)

Mengapa CLV begitu penting bagi sebuah bisnis? Hal ini karena Customer Lifetime Value memiliki beberapa manfaat, seperti:

1. Bantu Menyusun Strategi Pemasaran

Manfaat CLV bagi bisnis kamu yang pertama, yaitu dapat membantu dalam penyusunan strategi pemasaran.

CLV bisa membantu kamu dalam mengetahui informasi penting terkait pelanggan yang berguna menjamin kesuksesan bisnis.

Kamu bisa mengembangkan strategi optimal untuk berhubungan dengan pelanggan. Misalnya, pelanggan cenderung berkegiatan di media sosial, sebaiknya toko online kamu juga ikut aktif di media sosial.

CLV juga dapat membantu kamu dalam mengetahui nilai potensial pelanggan. Sekaligus membantu pegawai untuk memperbaiki hubungan dengan pelanggan secara proaktif.

Hal ini bisa diwujudkan dengan membuka layanan pelanggan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah yang dialami pelanggan. 

Selain itu, kamu bisa memberikan tingkat pelayanan yang lebih tinggi pada pelanggan yang paling menguntungkan. Jadi, menjaga pelanggan tetap bertahan lebih lama. 

CLV tidak hanya mengenai nilai finansial pelanggan, tetapi memiliki pengaruh untuk menggerakkan pertumbuhan bisnis.

2. Segmentasi Pelanggan yang Lebih Efektif

Manfaat Customer Lifetime Value selanjutnya, yakni dapat membantu kamu dalam menentukan segmentasi pelanggan secara lebih efektif.

Mengenal dan mengelompokkan pelanggan sangat berguna bagi kamu untuk menawarkan pelayanan yang sesuai dengan mereka.

Dengan demikian, kamu bisa menerapkan harga dinamis berdasarkan profil pelanggan. Jadi, bisnismu bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari setiap pelanggan.

Kamu dapat menargetkan pelanggan berdasarkan potensi nilai, memberikan indikasi yang lebih akurat mengenai nilai sebuah lead, hingga menentukan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengubahnya menjadi pembelian.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Customer Satisfaction untuk Toko Onlinemu

3. Buat Prediksi yang Lebih Baik

Berdasarkan CLV, pelaku bisnis bisa lebih baik dalam merencanakan ketersediaan produk atau jasa. Dengan cara memprediksi permintaan dari pelanggan di masa depan.

Prediksi ini berguna untuk membantu mengatur investasi optimal dalam bidang aset, kepegawaian, dan ketersediaan barang.

Selain itu, prediksi permintaan juga dapat mengurangi kerugian produktivitas dengan strategi alokasi yang lebih baik.

Apabila bisnis kamu menjual beberapa kategori barang sekaligus, prediksi setiap kategori produk bisa membuat alokasi sumber daya yang lebih efisien.

Bisnis kamu pun bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

4. Manajemen Loyalitas Pelanggan

manfaat customer lifetime value
(Foto melayani pelanggan. Sumber: Pexels.com)

CLV bisa menjadi indikator untuk memperbaiki efisiensi operasional dan mengurangi ketidakpuasan pelanggan.

Dengan mengerti kebutuhan dan perilaku pelanggan secara lebih baik, pasti akan meningkatkan loyalitas pelanggan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Berdasarkan hal ini, bisnis kamu bisa merencanakan program untuk menjaga loyalitas pelanggan yang lebih efektif.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Customer Hit and Run, Begini Cara Mengatasinya!

5. Mempertahankan Pelanggan

Customer Lifetime Value bisa sangat membantu kamu dalam merancang program baru untuk mengurangi jumlah pelanggan yang hilang.

Bisnis kamu juga bisa merencanakan strategi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memprioritaskan pelanggan mana yang bisa ditarik kembali.

Jadi, strategi mempertahankan pelanggan yang sudah ada bisa dilakukan secara lebih efisien dengan hasil yang optimal.

6. Lebih Hemat Biaya

Seperti yang telah dijelaskan, mendatangkan pelanggan baru akan terasa lebih sulit untuk dilakukan.

Oleh karena itu, bisnis kamu perlu berupaya untuk memertahankan pelanggan yang sudah ada. Dengan mempertahankan pelanggan saat ini, kamu bisa lebih hemat biaya.

Sebab, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk beriklan, membuat strategi pemasaran, atau membayar orang dalam kerja sama pembuatan konten promosi.

Kamu pun tak perlu mengeluarkan uang dua kali untuk memeroleh pelanggan karena telah ada pelanggan lama yang setia.

Baca Juga: Intip 8 Cara Menarik Pelanggan agar Tertarik dan Penjualan Meningkat

7. Tambah Pendapatan Bisnis

Manfaat Customer Lifetime Value lainnya untuk bisnis ialah bisa meningkatkan pendapatan usaha.

Sebab, CLV memungkinkan kamu untuk membuat rencana bisnis yang lebih tepat dan menciptakan repeat order.

Misalnya, dengan melacak jumlah rata-rata kunjungan per tahun atau selama masa hidup pelanggan. Kemudian, menggunakan data tersebut untuk menyusun strategi agar pelanggan mau repeat order.

Dilansir dari laman BigCommerce, repeat order dari pelanggan yang sudah ada dapat menghasilkan arus kas yang sehat secara teratur ke dalam bisnis.

Pendapatan bisnis kamu pun akan meningkat dari waktu ke waktu.

Hal ini karena CLV membantu kamu dalam mengidentifikasi pelanggan tertentu yang memberikan kontribusi pendapatan paling besar untuk bisnismu.

Kamu bisa melayani pelanggan yang sudah ada dengan produk atau layanan yang mereka sukai dan membuat mereka lebih puas.

Jadi, pelanggan bersedia membelanjakan uangnya lebih banyak untuk bisnismu.

Cara Meningkatkan Customer Lifetime Value

cara meningkatkan customer lifetime value
(Foto pelanggan yang bahagia. Sumber: Pexels.com)

Lantas, bagaimana meningkatkan CLV agar bisnis kamu bisa mendapatkan seluruh manfaat di atas? Berikut tips meningkatkan Customer Lifetime Value:

1. Utamakan Pengalaman Pelanggan

Untuk meningkatkan CLV, kamu perlu berfokus pada pengalaman pelanggan. Usahakan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang positif.

Misalnya, dengan membangun hubungan baik antara brand dan pelanggan, meningkatkan user experience saat mereka berbelanja di e-commerce, serta memberikan pelayanan pelayanan sebaik mungkin.

Dalam hal ini, kamu perlu memantau dan mendengarkan harapan pelanggan sehingga bisa menyediakan kebutuhan yang relevan.

Bisa juga melalui cara komunikasi yang baik dengan pelanggan. Tunjukkan bahwa kamu tidak melupakan mereka. Permudah juga mereka untuk menjangkau bisnismu.

Intinya, teruslah memperbaiki kualitas produk dan pelayanan agar pelanggan setia pada bisnis kamu.

2. Buat Program Loyalitas

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan Customer Lifetime Value, yakni dengan membuat program loyalitas.

Melansir laman qualtrics, program loyalitas mendorong pembelian berulang. Misalnya, dengan memberikan diskon atau manfaat sebagai imbalannya.

Ini bisa berupa kartu loyalitas atau aplikasi dengan sistem poin yang diperoleh pelanggan saat mereka melakukan pembelian.

Selain membuat program loyalitas, kamu juga bisa menarik pelanggan untuk berlangganan. Lagi-lagi, kamu perlu menawarkan imbalan sehingga pelanggan mau berlangganan.

Dengan sistem berlangganan, pelanggan pun akan lebih mudah untuk membelanjakan lebih banyak uang di toko kamu.

Kemungkinan besar, mereka akan sering berkunjung dan belanja lebih banyak untuk menikmati manfaat penuh dari paket langganan mereka.

Baca Juga: 8 Tips Customer Service untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan

3. Gunakan Omnichannel Marketing

Kamu juga bisa menggunakan omnichannel marketing untuk meningkatkan CLV.

Maksudnya, dengan memasarkan produk atau layanan melalui berbagai saluran/platform. Baik berjualan secara online maupun offline.

Lakukan riset untuk mengetahui saluran mana yang disukai pelanggan bisnismu. Jadi, kamu bisa memaksimalkan strategi pemasaran di sana untuk mendapatkan hasil lebih optimal.

4. Terapkan Up Selling dan Cross Selling

Kamu juga dapat meningkatkan Customer Lifetime Value dengan menerapkan up selling dan cross selling.

Up selling berarti menjual produk atau layanan tertentu dengan versi yang lebih mahal.

Sedangkan cross selling adalah menjual produk atau layanan pelengkap yang serupa dengan yang ingin dibeli oleh pelanggan.

Semakin banyak pelanggan membeli dari bisnis kamu, maka akan semakin tinggi CLV mereka.

Beberapa strategi untuk melakukan up selling dan cross seling, yaitu dengan menawarkan produk bundling, produk pelengkap, atau pengiriman gratis dengan minimum belanja.

Baca Juga: 5 Cara Pelayanan Prima yang Memuaskan Pelanggan!

Itu dia penjelasan lengkap Customer Lifetime Value mulai dari manfaat hingga tips meningkatkannya. Semoga bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X