7 Cara Jual Pupuk Online, Menyenangkan Pecinta Tanaman!

Share this Post

jual pupuk online
Table of Contents

Jual pupuk online bisa menjadi ide usaha yang menguntungkan, lho.

Karena seperti yang kamu ketahui, Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani.

Tidak hanya lahan pertanian, perkebunan juga membutuhkan pasokan pupuk yang cukup agar tumbuh kembang tanamannya optimal.

Selain itu, penduduk wilayah kota yang melakukan urban farming akan membutuhkan pupuk. Jadi, tak hanya para petani yang biasa tinggal di desa saja.

Potensi pasar yang luas ini menjadikan pupuk sebagai produk layak jual. Untuk memperluas jangkauan pelanggan, kamu bisa menjualnya secara online.

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Alat Pertanian, Peluang Keuntungannya Besar!

Jenis Pupuk untuk Dijual

jenis pupuk untuk dijual
Foto pupuk. Sumber: allaboutgardening.com

Terdapat beberapa jenis pupuk yang bisa kamu jual secara online, di antaranya:

1. Pupuk Organik

Salah satu jenis pupuk yang populer untuk digunakan merawat tanaman adalah pupuk organik.

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami, seperti tumbuhan dan hewan.

Bahan-bahan organik tersebut bisa digunakan sebagi satu unsur saja atau kombinasi. Bentuknya bisa cair atau padat.

Pupuk organik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, dan humus.

2. Pupuk Urea

Pupuk selanjutnya yang bisa kamu jual secara online ialah pupuk urea. Ini merupakan jenis pupuk kimia yang sangat kaya akan nitrogen.

Perlu kamu ketahui, nitrogen adalah zat hara yang sangat dibutuhkan tanaman. Dengan pupuk urea, tanaman bisa berkembang secara optimal.

Biasanya, bentuk pupuk urea berupa kristal yang berwarna putih.

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

3. Pupuk NPK Mutiara

Pupuk lainnya yang bisa mempercepat pertumbuhan tanaman, yaitu pupuk NPK mutiara.

Umumnya, pupuk NPK mutiara ini berbentuk granular atau butiran dengan warna biru, merah, atau hijau.

Pupuk NPK mutiara mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium yang baik untuk tumbuh kembang tanaman.

Biasanya, jenis pupuk yang satu ini digunakan untuk lahan perkebunan dan tanaman hias.

4. Pupuk Vermikompos

Pupuk vermikompos merupakan pupuk organik atau kompos yang didekomposisi lebih lanjut oleh cacing tahan. Pupuk ini disebut juga dengan kascing.

Ini termasuk dalam pupuk organik yang dinilai lebih ramah lingkungan. Sebab, diproduksi dengan limbah dan kotoran hewan.

Pupuk vermikompos berguna untuk mempertahankan kelembapan tanah sehingga strukturnya lebih baik untuk tempat pertumbuhan tanaman.

Baca Juga: 7 Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias, Cocok Bagi Pecinta Flora

5. Pupuk Cair

Sesuai dengan namanya, pupuk cair merupakan jenis pupuk yang berbentuk cairan atau konsentrat.

Jenis pupuk cair ini sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

Untuk menggunakannya, pupuk cair bisa dilakukan dengan cara penyemprotan atau penyiraman.

6. Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan ternak, seperti kotoran ayam, sapi, kambing, atau kerbau.

Dengan menggunakan pupuk kandang, tanaman bisa tumbuh lebih subur.

Hal ini karena pupuk kandang kaya akan nitrogen, dan mineral logam, seperti magnesium, kalium, dan kalsium. 

Untuk menggunakan pupuk kandang, bisa ditebarkan langsung pada tanaman. Bisa juga dengan dibenamkan ke dalam permukaan tanah saat tanah dalam proses pengolahan.

Baca Juga: Urban Farming adalah Kegiatan Pertanian Perkotaan, Ini 5 Cara Memulainya!

Tips Jual Pupuk Online

Apabila kamu tertarik untuk jual pupuk online, ini dia caranya:

1. Miliki Pengetahuan Produk

tips jual pupuk online
Foto pupuk NPK mutiara biru. Sumber: bruker.com

Sebelum berjualan produk apa pun, termasuk pupuk, kamu perlu memiliki pengetahuan (product knowledge) yang baik.

Dengan memahami jenis-jenis pupuk, manfaat, dan kegunaannya, kamu bisa membuat pelanggan semakin yakin untuk melakukan pembelian.

Informasi ini sangat berguna sebagai edukasi kepada pelanggan. Jadi, mereka bisa menggunakan pupuknya dengan tepat agar petumbuhan tanamannya maksimal.

2. Tentukan Jenis Produk

Langkah berikutnya sebelum jual pupuk online adalah menentukan jenis produk yang akan dijual.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat berbagai jenis pupuk. Kamu bisa menjual pupuk organik, pupuk urea, pupuk cair, pupuk kandang, atau yang lainnya.

Jika ingin memiliki toko online yang lengkap, kamu bisa menjual beberapa jenis pupuk sekaligus. Tambahkan juga dengan produk untuk tanaman lainnya. Misalnya, obat atau vitamin tumbuhan.

Dengan begitu, pelanggan bisa mendapatkan semua produk yang dibutuhkan untuk tanamannya hanya di satu tempat.

3. Cari Supplier

Ada beberapa cara jual pupuk online yang bisa kamu tempuh. Misalnya, dengan menjadi reseller.

Tentu saja, prosedur jual pupuk online yang satu ini membutuhkan distributor untuk memasok pupuk. Oleh karenanya, kamu perlu bekerja sama dengan supplier tepercaya.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali perusahaan yang memproduksi pupuk. Pastikan produsen pupuk yang kamu pilih memiliki produk berkualitas dan izin edar.

Selain menjadi mitra supplier, kamu bisa memproduksi pupuk secara mandiri. Cara pembuatan pupuk tidaklah sulit, terutama pupuk yang sifatnya organik.

Namun dibutuhkan keterampilan yang mumpuni serta lisensi hukum agar produkmu layak jual di pasaran.

Baca Juga: Tertarik Bisnis Cacing Tanah? Begini Cara Budidaya yang Tepat

4. Mengurus Izin Usaha

jual pupuk online
Foto pupuk tanaman. Sumber: blog.backtotheroots.com

Di Indonesia maupun negara lain, jual beli pupuk diatur oleh pemerintah. Hal ini untuk meminimalisir pupuk palsu sehingga produk yang dijual terbukti kualitasnya.

Ada serangkaian berkas yang perlu kamu persiapkan agar lolos uji izin usaha pupuk. Persiapkanlah sebaik mungkin sehingga produk pupuk kamu aman dipasarkan.

Sebab, menjual pupuk yang tak layak edar bisa dipidana. Jika nekat melakukannya, pelaku dapat dikenai hukuman berdasarkan Pasal 122 UU 22/2019 yang berbunyi:

“Setiap Orang yang mengedarkan Pupuk yang tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).”

5. Perhatikan Kemasan Pupuk

Baik dijual offline maupun online, kamu perlu memerhatikan kemasan yang digunakan untuk produk pupuk.

Pastikan kemasan pupuk yang tertutup sepenuhnya. Jadi, kandungan di dalam pupuk tetap terjaga kualitasnya.

Biasanya, pupuk dikemas dalam kemasan plastik tebal dan karung. Jenis pupuk yang cair dikemas dalam wadah botol.

6. Tetapkan Harga Jual

Hal lain yang tak kalah penting untuk kamu lakukan saat jual pupuk online adalah menentukan harga.

Pastikan untuk menetapkan harga jual produk yang bersaing.

Untuk memudahkannya, kamu bisa melakukan riset pasar. Coba cari tahu berapa kisaran harga jual produk pada umumnya.

Dengan begitu, pupuk yang kamu jual memiliki harga pas. Tidak terlalu mahal atau pun murah. Keuntungannya pun lebih pantas.

Baca Juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

7. Promosikan Online

Agar jual pupuk online kamu mendatangkan keuntungan maksimal, jangan lupa untuk melakukan promosi.

Buatlah konten promosi pupuk melalui media sosial. Buat akun bisnis kamu seprofesional mungkin untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Di media sosial, kamu bisa promosi gratis atau coba iklan berbayar.

Iklan berbayar lainnya yang bisa kamu coba adalah GoogleAds. Jadi, produk pupuk milikmu bisa muncul di mesin pencarian dan diketahui oleh lebih banyak orang.

Itu dia jenis-jenis pupuk bernilai ekonomi tinggi serta cara jual pupuk online yang efektif. Apakah kamu tertarik untuk jual pupuk online?