15 Contoh Kontrak Bisnis Usaha Berbagai Bidang

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu perlu tahu berbagai contoh kontrak bisnis ketika merintis atau menjalankan suatu perusahaan.

Kontrak bisnis penting untuk mengikat pihak-pihak yang terlibat dengan dasar hukum.

Pembuatan kontrak berfungsi mengurangi risiko dalam bisnis. Hal ini karena ada banyak pihak yang terlibat dalam sebuah bisnis.

Tidak semua pihak dapat sejalan seiring berjalannya waktu.

Dengan adanya kontrak yang berkekuatan hukum, para pihak yang terlibat mau tak mau berkomitmen menaati berbagai klausul di dalam kontrak bisnis.

Jika ada pihak yang melenceng dari isi di dalam kontrak bisnis, pihak terkait lainnya bisa melayangkan gugatan melalui jalur hukum.

Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam membuat kontrak bisnis.

Baca Juga: Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan, Yuk Catat!

Definisi Kontrak Bisnis

contoh kontrak bisnis
Foto: Kontrak Kerja (Freepik.com)

Sebelum beranjak pada pembahasan contoh kontrak bisnis, sebaiknya kamu memahami terlebih dahulu apa itu kontrak bisnis.

Melansir dari Contracts Counsel, kontrak bisnis adalah perjanjian tertulis yang mengikat secara hukum antara dua atau lebih pihak bisnis.

Ada beberapa jenis kontrak bisnis yang dibutuhkan bisnis dan dapat digunakan setiap hari selama operasi normal.

Mengetahui berbagai contoh kontrak bisnis, dapat membantumu memahami dokumen dan perjanjian mana yang perlu kamu miliki.

Hal ini agar amu dapat menjalankan perusahaan yang sehat secara hukum dan finansial.

Definisi kontrak bisnis pun sangat luas, karena perjanjian hukum dapat digunakan pada hampir semua bidang bisnis.

Beberapa contoh kontrak bisnis, antara lain saat memasuki perjanjian bisnis formal dengan karyawan, atau saat menyediakan produk dan layanan kepada klien.

Contoh kontrak bisnis lain, yakni saat membeli produk serta layanan dari bisnis lain, atau saat melindungi informasi rahasia bisnismu.

Adapun tujuan kontrak bisnis, yaitu untuk melindungi hak hukum dan perusahaanmu saat terlibat dalam suatu hubungan kerja sana serta transaksi bisnis.

Jika kamu tidak memiliki perjanjian tertulis, kamu berpotensi mengalami sejumlah masalah hukum.

Dengan adanya kontrak bisnis, kamu dapat mencegah atau mengurangi konflik dan risiko.

Baca Juga: 5 Manfaat Ghost Shopping bagi Bisnis, Apa Saja?

Jenis Kontrak Bisnis

contoh kontrak bisnis
Foto: Perjanjian Kerja (Freepik.com)

Kontrak bisnis ada beragam bentuk dan jenis. Hal ini karena bisnis dapat dipecah menjadi beberapa fungsi.

Maka, kontrak bisnis dapat dipecah pula mengikuti fungsi-fungsi tersebut.

Setidaknya, terdapat tiga jenis kontrak bisnis. Berikut ini perinciannya.

1. Kontrak Penjualan

Jenis kontrak ini merupakan perjanjian yang menetapkan bagaimana barang dan jasa dapat dijual, dibeli, atau dialihkan.

Contoh umum dari kontrak penjualan, yaitu tagihan penjualan, pesanan pembelian, pernyataan kerja, dan garansi.

2. Kontrak Kerja

Jenis kontrak ini digunakan untuk mengatur semua aspek hubungan pekerja dan pemberi kerja.

Kontrak kerja biasanya termasuk kontrak kerja umum, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dan sebagainya.

3. Kontrak Pemasok

Jenis kontrak ini adalah perjanjian hukum antara bisnis dan pemasuk yang mengatur pertukaran barang serta produk.

Contoh kontrak pemasok, yaitu kontrak harga tetap dan perjanjian distribusi.

Baca Juga: Berapa Gaji Store Manager? Ini Tugas dan Tanggung Jawabnya

Contoh Kontrak Bisnis

Perjanjian Kontrak
Foto: Perjanjian Kontrak (Freepik.com)

Setelah tahu jenis-jenisnya, mari melihat apa saja contoh kontrak bisnis.

Berikut ini sejumlah contoh kontrak bisnis yang biasanya digunakan dalam bisnis.

1. Perjanjian Sewa Komersial

Contoh kontrak bisnis yang satu ini merupakan kontrak yang dapat ditandatangani oleh pemilik dan penyewa bisnis.

Kontrak ini akan memberi penyewa hak menggunakan properti untuk tujuan komersial selama jangka waktu tertentu dengan imbalan yang telah disepakati.

2. Perjanjian Konsultasi

Conton kontrak bisnis ini dibuat ketika klien ingin mendapatkan layanan khusus dari konsultan dengan tingkat imbalan yang sudah disepakati.

Kontrak bisnis ini akan mengidentifikasi layanan apa yang diberikan, biaya, dan jumlah waktu yang diharapkan dari konsultan.

Biasanya jumlah waktu diukur dalam jam, hari, minggu, atau bulan, tergantung pada kebutuhan bisnis.

Perjanjian jenis ini biasanya menyertakan klausul kerahasiaan juga. Hal ini agar konsultan tidak membeberkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

3. Perjanjian Distribusi

Ini adalah kontrak bisnis antara pemasok produk untuk dijual dan bisnis yang ingin memasarkan produk tersebut.

Berdasarkan ketentuan kontrak, distributor biasanya setuju membeli produk dari pemasok dan menjualnya kepada pelanggan di wilayah tertentu.

Baca Juga: Yuk, Bikin Usaha Kopi Keliling Unik! Ini 7 Keuntungannya

4. Perjanjian Franchise

Contoh kontrak bisnis ini digunakan untuk membangun hubungan antara pemilik franchise (waralaba) dan penerimanya.

Kontrak bisnis ini memberikan berbagai hak hukum kepada pemegang waralaba.

Beberapa di antaranya, hak untuk mendirikan gerai waralaba, hak untuk mendapatkan lisensi, hak untuk menggunakan merek dagang waralaba, dan berbagai hak lainnya.

Perjanjian waralaba merupakan kontrak pentinng untuk melindungi merek dan cara merek diwakili.

5. Letter of Intent

Jenis perjanjian ini merupakan perjanjian hukum yang digunakan oleh dua pihak atau lebih untuk menyatakan niat mereka melakukan bisnis bersama.

Perjanjian ini sering dirancang pada tahap awal hubungan komersial dan digunakan sebelum kontrak formal dibuat.

Letter of intent mirip dengan kontrak dalam banyak hal.

Misalnya, letter of intent sering kali menyertakan peran dan tanggung jawab penting para pihak. Perjanjian ini dirancang untuk menghilangkan hambatan dalam memformalkan perjanjian.

6. Perjanjian Lisensi

Melalui perjanjian lisensi, pemilik properti memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan merek, paten, atau merek dagang mereka.

Contoh kontak bisnis ini memberikan perincian tentang jenis perjanjian lisensi yang terlibat, persyaratan penggunaan yang disepakati, dan bagaimana pemberi lisensi akan dibayar.

Selain itu kontrak bisnis ini harus memberi kejelasan yang akan mencegah perselisihan pada masa mendatang, terkait penjualan, royalti, dan masalah kualitas.

Baca Juga: Trading Forex: Cara Kerja, Tips untuk Pemula, dan Risikonya

7. Perjanjian Keanggotaan

Contoh kontrak bisnis ini merupakan kontrak antara bisnis dan pelanggannya, alias anggota. Dalam perjanjian ini diuraikan apa yang diharapkan dari kedua belah pihak.

Adapun perincian spesifik dari perjanjian ini bervariasi, tergantung dari jenis layanan yang ditawarkan.

Seperti kontrak bisnis lainnya, perjanjian keanggotaan dibuat untuk menghindari kesalahpahaman dan gesekan antara bisnis dan pelanggannya.

8. Formulir Pemesanan

Ketika pembeli ingin membeli barang dari grosir, produsen, atau pengecer, mereka biasanya melengkapi formulir pemesanan. Ini juga dapat dikatakan sebagai contoh kontrak bisnis.

Jika dibuat dengan baik, dokumen ini akan memberikan ringkasan yang terorganisasi dan lugas tentang kebutuhan serta harapan pelanggan saat melakukan pemesanan.

9. Pesanan Pembelian

Pesanan pembelian atau purchase order adalah dokumen bisnis yang diberikan pembeli kepada penjual.

Hal ini dilakukan untuk mendokumentasikan penjualan produk dan layanan yang akan dikirimkan pada masa depan.

Dokumen ini menguntungkan pelanggan, karena mereka dapat memesan dengan pemasok tanpa perlu pembayaran segera.

Di sisi lain, penjual juga mendapat manfaat karena pembeli diwajibkan secara hukum untuk melakukan pembayaran pada saat pengiriman.

Jadi, penjual dapat menawarkan kredit kepada pembeli tanpa risiko apa pun.

Baca Juga: Force Majeure Dalam Perjanjian Kerja Sama, Apa Itu?

10. Pekerjaan Freelance

Tentunya, dalam bisnis kamu memerlukan beberapa tenaga atau pekerja untuk menjalankannya. Salah satu cara untuk hiring adalah dengan penawaran sebagai pekerja lepas atau freelancer

Agar pekerjaan para pekerja lepas itu lancar, kamu harus membuat kontrak kerja. Contoh kontrak bisnis tersebut berisi tugas, batas waktu, dan pembayaran untuk freelancer.

11. Perjanjian Kerjasama Pemasaran

Contoh kontrak bisnis selanjutnya berhubungan dengan pemasaran. Kamu perlu memahami dalam bisnis, perlu dilakukan marketing yang baik agar produk dikenal oleh masy1arakat luas. 

Kontrak kerjasama marketing ini sebenarnya untuk merinci layanan jasa yang diberikan dan cara pemasarannya. Jadi, bila terjadi pelanggaran, kamu bisa langsung membawanya ke ranah hukum.

12. Kerjasama Penelitian

Tahukah kamu sebuah produk sebelum dirilis atau dipasarkan, perlu diteliti terlebih dahulu? Apalagi bila produk tersebut dikonsumsi manusia. Harus dipastikan tidak membahayakan kesehatan konsumen. 

Contoh kontrak bisnis selanjutnya terkait peneliitian dan pengembanagan produk.

Biasanya, isi kontrak ini akan menjelaskan jobdesk para peneliti dan tenggat waktunya. Tidak lupa perjanjian kerahasiaan perusahaan juga disampaikan di sini.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar, Inilah Perbedaan MoU dan Perjanjian

13. Perjanjian Sewa Peralatan

Saat memulai bisnis, tidak semua peralatan harus kamu beli di awal. Hal ini hanya akan menambah beban pengeluaran saja. Cara mudah untuk mengatasi kebutuhan alat tersebut bisa dengan menyewanya. 

Kamu hanya cukup mencari pihak yang menyewakan peralatan dan membuat perjanjian kerja. Contoh kontrak bisnisnya berisi ketentuan durasi sewa alat dan juga tanggung jawab peralatan serta perbaikannya. 

14. Kerjasama dengan Publik Figur

Salah satu cara supaya produkmu mudah dikenal adalah bekerjasama dengan publik figur. Kamu bisa menjadikannya sebagai brand ambassador atau sekadar memintanya review produk di social media

Namun, terkadang kerjasama tersebut tidak semudah itu. Kamu harus memberikan contoh kontrak bisnis terlebih dulu ke manajemen.

Biasanya, akan terjadi diskusi untuk merinci persyaratan dari manajemen, pembagian pendapat, dan hak serta kewajiban masing-masing pihak.

15. Kontrak dengan Penyelenggara Acara

Untuk mendukung bisnis, biasanya akan diadakan acara launching atau perkenalan terhadap produk yang akan ditawarkan. Tentunya, kamu memerlukan pihak kedua sebagai vendor penyelenggara acara. 

Biasanya, kamu memerlukan jasa event organizer. Tentunya, kamu tetap harus membuat perjanjian resmi dengan pihak EO yang isinya persyaratan, tanggung jawab, dan besaran biaya penyelenggaraan suatu event.

Baca Juga: 5 Alasan Belanja Online Lebih Disukai Oleh Konsumen

Demikian penjelasan mengenai berbagai contoh kontrak bisnis. Semoga dapat menambah referensimu dalam membuat kontrak bisnis, ya.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X