6 Metode Penilaian Kinerja Karyawan Untuk Bisnismu

Share this Post

penilaian kinerja adalah
Table of Contents

Saat menjalankan sebuah bisnis, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya penilaian karyawan. Penilaian kinerja adalah kegiatan rutin yang penting dalam bisnis.

Kamu juga perlu membuat tolak ukur sebagai acuan untuk menilai cara kerja pegawai yang terlibat dalam bisnismu. Tercapai atau tidaknya kinerja pegawai sesuai dengan OKR tentunya bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada kemudian hari.

Sebagai pemilik usaha, pastinya kamu ingin memiliki pegawai yang terampil, menguasai bidang kerjanya, dan mampu bertanggung jawab. Banyak bisnis mengalami kemunduran karena pegawai yang tidak bertanggung jawab.

Adanya kasus fraud atau kecurangan pegawai bisa memengaruhi kinerja dan mengganggu jalannya bisnis. Padahal, merekrut karyawan bertujuan memajukan bisnis, bukan sebaliknya.

Adanya rapor untuk karyawan perlu dilakukan untuk memastikan mereka bekerja sesuai dengan fungsinya. Lantas, apa itu penilaian kinerja?

Baca Juga: 5 Tips Produktif untuk Tingkatkan Kinerjamu

Penilaian Kinerja Meningkatkan Kemampuan Karyawan

penilaian kinerja adalah
(Foto perempuan sedang melakukan penilaian. Sumber: Freepik.com)

Menurut Investopedia, penilaian kinerja adalah kegiatan yang mengacu pada tinjauan rutin kerja karyawan dan kontribusi keseluruhan untuk perusahaan. 

Data-data ini juga dikenal sebagai tinjauan tahunan, tinjauan kinerja, evaluasi, atau penilaian karyawan.

Perusahaan menggunakan evaluasi kerja untuk memberi karyawan umpan balik gambaran besar tentang pekerjaan mereka, memberikan kenaikan gaji dan bonus, serta keputusan penghentian. 

Tinjauan kinerja dapat dilakukan pada waktu tertentu, tetapi cenderung tahunan, setiap 6 bulan, atau triwulanan.

Menurut HR Help Board, penilaian kinerja adalah proses evaluasi standar faktor yang telah ditentukan sebelumnya, Apa saja yang dinilai.

Biasanya, penilaian terkait dengan pengetahuan, kinerja, sikap, kualitas kepemimpinan, perilaku pemain tim, konsistensi, kemampuan dan keterampilan pengambilan keputusan, serta performa karyawan.

Evaluasi tahunan ini digunakan untuk memverifikasi kontribusi pegawai terhadap perusahaan. Ini merupakan proses mengevaluasi keterampilan, pertumbuhan, pencapaian atau kegagalan karyawan. 

Baca Juga: 7 Cara Membuat Portofolio untuk Keperluan Bisnis

Tujuan Penilaian Kinerja

penilaian kinerja adalah
(Foto wawancara kerja. Sumber: Freepik.com)

Tujuan utama dari penilaian kinerja adalah untuk mengevaluasi seberapa baik karyawan telah melakukan tugasnya. 

Tinjauan kerja ini membantu menyimpan catatan kinerja pekerjaan setiap karyawan, termasuk sejumlah upaya dan ide yang telah dicapai. 

Evaluasi membedakan karyawan berdasarkan kinerja pekerjaan mereka, bersama dengan faktor-faktor lain, seperti kepribadian, perilaku, dan sebagainya. Dilansir dari Businesstopia, ada tujuan lain dari penilaian kinerja, yaitu berikut ini.

  • Memberikan umpan balik: Sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui kinerja pegawai. Sebaliknya sangat penting bagi pegawai untuk mengetahui performanya. Hal ini diperlukan agar semua karyawan mengetahui kapasitasnya masing-masing.
  • Mengukur kinerja secara akurat: Setiap perusahaan harus menetapkan kriteria atau standar kinerja yang dapat diterima bersama. Hal ini membantu dalam pengukuran akurat kinerja pekerjaan karyawan yang diperlukan bagi perusahaan untuk mengetahui arah bisnisnya.
  • Memberikan performance review:  Pegawai juga harus diberitahu seberapa baik mereka telah melakukan tugas mereka dan bagaimana mereka dapat meningkatkan kinerja mereka. 
  • Mengidetifikasi kelemahan karyawan: Para karyawan mungkin tidak serba bisa. Beberapa mungkin memiliki titik lemah. Evaluasi ini membantu dalam mengidentifikasi titik lemah tersebut.
  • Menentukan kebutuhan pelatihan: Setelah mengetahui titik lemah karyawan, kamu perlu mengatasinya dengan cepat. Tinjauan karyawan adalah alat untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu karyawan dalam meningkatkan kinerja. 
  • Menentukan promosi karyawan: Evaluasi kerja membantu dalam memetakan performa karyawan. Data tersebut dapat digunakan oleh pengusaha untuk menentukan promosi karyawan.
  • Memutuskan pemberhentian karyawan: Laporan kinerja karyawan tidak hanya membantu dalam menentukan promosi, tetapi juga dalam menentukan pemutusan hubungan kerja. 

Baca Juga: 2 Pengertian Onboarding bagi Karyawan Baru dan Pelanggan

Metode Penilaian Kinerja

penilaian kinerja adalah
(Foto rekan kerja sedang diskusi. Sumger: Freepik.com)

Setelah mengetahui tujuannya, kamu perlu mengetahui apa saja jenis metode evaluasi kerja karyawan. Simak penjelasan berikut ini.

1. Negotiated Appraisal

Jenis metode penilaian kinerja yang pertama dilakukan dengan bantuan mediator. Evaluasi ini dilakukan dengan memberikan ulasan serta masukan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan antara pegawai dengan atasan.

2. Management by Objective (MBO)

Metode tinjauan kinerja ini dilakukan dengan melibatkan manajer dan pegawai yang bersama-sama mengidentifikasi tujuan perusahaan.

Nantinya, kedua pihak akan mendiskusikan performa karyawan sudah memenuhi tujuan atau belum.

3. Assessment Center Method

Metode penilaian kinerja ini memungkinkan karyawan untuk memahami cara orang lain memandang mereka. Penilaian ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu pra-penilaian, selama penilaian dan pasca-penilaian. 

Selama evaluasi, manajer menempatkan individu dalam skenario dan latihan role-playing untuk menunjukkan seberapa sukses mereka dalam peran mereka.

4. Self-appraisal

Jenis tinjauan kinerja ini dilakukan dengan mengukur performa diri sendiri. Pegawai akan diminta mengisi formulir tentang performa dan pencapaian mereka untuk kemudian ditindaklanjuti oleh manajer.

5. Peer Reviews

Metode penilaian kinerja ini dilakukan oleh rekan kerja dalam satu tim. Jenis tinjauan ini dapat membantu mengetahui seseorang bekerja dengan baik dengan tim dan berkontribusi pada bagian pekerjaannya. 

Biasanya, karyawan yang meninjau individu adalah rekan kerja yang memiliki pemahaman tentang keterampilan dan sikap karyawan yang dinilai.

6. Customer Review

Ulasan pelanggan dalam terhadap produk yang digunakan juga bisa menjadi penilaian kinerja. Misalnya, review konsumen tentang kepuasan layanan, klaim garansi, hingga kelengkapan informasi yang diberikan oleh pegawai tertentu.

Baca Juga: Pengertian Evaluasi Usaha Beserta Tujuan, Dan Tahapannya

Manfaat Penilaian Kinerja

penilaian kinerja adalah
(Foto wanita sedang bekerja. Sumber: Freepik.com)

Penilaian kinerja adalah proses rutin yang memiliki beberapa manfaat, seperti mengenali kelebihan karyawan.

Evaluasi rutin dilakukan untuk meningkatkan komunikasi antara manajer dengan tim. Kegiatan ini bisa membantu menyusun rencana untuk mengatasi kekurangan keryawan. Manfaat lain dari tinjauan tersebut, yaitu:

  • Membantu membuat keputusan pegawai, seperti kenaikan gaji, kenaikan jabatan, atau pemutusan hubungan kerja.
  • Mengembangkan keterampilan dan kinerja karyawan.
  • Menentukan tujuan dan sasaran perusahaan di masa depan.
  • Meningkatkan motivasi dan moral karyawan.
  • Memberikan penghargaan kepada karyawan yang bekerja dengan baik.

Baca Juga: Gokil! Ini 15 Perusahaan Dengan Gaji Terbesar Di Indonesia

Untuk menjaga komitmen bisnismu, penilaian kinerja adalah kegiatan wajib yang perlu dilakukan secara periodik. Jangan lupa menilainya dengan objektif, ya.