Jenis-Jenis End User, Berbeda dengan Customer

Share this Post

Jenis End User
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam dunia bisnis, ada istilah yang disebut sebagai end user. Apa itu end user?

Dikutip dari laman Investopedia, end user adalah sekelompok orang yang mengkonsumsi atau menggunakan barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis.

Perlu kamu ketahui, seorang end user atau pengguna akhir berbeda dengan customer. Sebab, customer mungkin hanya orang yang membeli tanpa benar-benar menggunakannya.

Sedangkan pengguna akhir merupakan orang yang mengetahui cara menggunakan suatu produk dan memang memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi product development, para pengguna akhir ini sangat bermanfaat untuk membantu penciptaan produk atau layanan yang sukses.

Oleh karenanya, orang yang membuat, mengembangkan, menguji, dan memasarkan sebuah produk atau jasa harus memikirkan kebutuhan dari pengguna akhir.

Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai apa itu end user dalam artikel berikut!

Baca Juga: Fitur Custom Audience, Layanan Iklan Penting dari Facebook

Perbedaan End User dengan Customer

beda end user dan customer
Foto: Perbincangan Antar Customer (Pexels.com)

Banyak orang yang masih salah kaprah dengan menganggap end user dan customer sebagai istilah yang sama. Padahal, kedua istilah tersebut memang memiliki arti yang berbeda dalam dunia bisnis.

Berikut beberapa perbedaan pengguna akhir dengan pelanggan yang perlu kamu ketahui:

1. End User

Melansir laman Indeed, end user adalah seseorang yang menyelesaikan pembelian akhir suatu produk.

Individu yang disebut sebagai pengguna akhir ini tidak harus menjadi pembeli produk untuk mengkonsumsinya. Namun, bisa juga hanya memanfaatkan atau menggunakannya.

Misalnya jika kamu bekerja sebagai agen pemasaran dari suatu merek dan menggunakan laptop untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Kamu pun sudah dapat dikatakan sebagai pengguna akhir dari perangkat tersebut.

Biasanya, istilah pengguna akhir ini memang sering kali ditemui dalam industri yang terkait dengan teknologi informasi atau software engineering.

2. Customer

Sementara itu, dikutip dari SendPulse, pelanggan adalah orang atau perusahaan yang membeli produk atau layanan dari suatu individu atau sebuah merek.

Bedanya pelanggan dengan pengguna akhir, yaitu seorang pelanggan mungkin tidak benar-benar menggunakan produk atau layanan yang dibeli. Mereka bisa saja membeli produk dan kemudian menjualnya kembali.

Contohnya, ketika seseorang membeli perangkat komputer untuk menunjang operasional bisnis, dapat dikatakan bahwa ia merupakan seorang pelanggan.

Meski pada akhirnya perangkat tersebut dapat digunakan oleh semua karyawan yang bekerja di perusahaan.

Baca Juga: Subsidi: Definisi, Jenis, Contoh, dan Kelebihan serta Kekurangannya

Jenis-Jenis End User

jenis end user
Foto: End User Perangkat Elektronik (Pexels.com)

Sama seperti customer, pengguna akhir juga dapat dibagi dalam beberapa jenis.

Biasanya, pembagian jenis pengguna akhir ini didasarkan pada kemampuan dalam mengolah perangkat komputer.

Berikut penjelasan lengkapnya yang perlu kamu pahami:

1. Menu Level End User

Jenis pengguna akhir yang satu ini, tidak bisa membuat perangkat lunak sendiri. Namun, mampu mengoperasikan software melalui tampilan menu atau grid.

2. Command Level End User

Jenis pengguna akhir ini memiliki kemampuan untuk mengakses perangkat lunak melalui bahasa perintah. Dengan memprosesnya secara logika dari data atau aritmatika yang ada pada software.

3. End User Programmer

Jenis pengguna akhir ini telah menguasai berbagai bahasa pemrograman, seperti program C++, Visual Basic, Delphi, Java, dan lainnya sehingga dapat membuat perangkat lunak dengan keterampilannya.

4. End User Support

Jenis pengguna akhir ini merupakan sosok yang membantu pengembang dalam membuat perangkat lunak.

End user support memiliki tugas untuk melaporkan segala hal yang terjadi selama pengembangan software kepada developer/programmer.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Digital Marketing Terbaik di Indonesia

Kategori End User di DBMS

Jenis-Jenis End User, Berbeda dengan Customer
Foto: Kategori End User di DBMS (Pexels.com)

End user adalah orang-orang yang pekerjaannya melibatkan akses ke database untuk melakukan pertanyaan, pembaruan, dan pembuatan laporan. Mereka adalah pengguna utama database.

Berikut adalah beberapa kategori end user:

1. Casual End Users

Casual End Users adalah pengguna yang sesekali mengakses database, tetapi setiap kali mereka memerlukan informasi yang berbeda.

Mereka menggunakan bahasa pertanyaan database yang canggih untuk menyatakan permintaan mereka.

Biasanya, mereka adalah manajer tingkat menengah atau tingkat atas, atau pengguna yang hanya sesekali menjelajah database.

2. Naive or Parametric End Users

Pengguna ini merupakan bagian besar dari pengguna akhir database.

Tugas utama mereka adalah terus-menerus melakukan pertanyaan dan pembaruan database.

Mereka menggunakan jenis pertanyaan standar yang dikenal sebagai “canned transaction” yang telah diprogram dan diuji.

Mereka perlu mempelajari fasilitas yang disediakan oleh DBMS seperti transaksi antarmuka pengguna yang diimplementasikan untuk digunakan.

3. Sophisticated End Users

Pengguna ini termasuk insinyur, ilmuwan, analis bisnis, dan lainnya yang sangat memahami fasilitas DBMS untuk mengimplementasikan aplikasi mereka sesuai dengan kebutuhan kompleks mereka.

Mereka berusaha mempelajari sebagian besar fasilitas DBMS untuk mencapai kebutuhan mereka yang kompleks.

4. Standalone Users

Pengguna ini bertugas untuk menjaga basis data pribadi dengan menggunakan paket program siap pakai yang menyediakan antarmuka berbasis menu atau grafis yang mudah digunakan.

Contohnya adalah pengguna paket pajak yang menyimpan berbagai data keuangan pribadi untuk tujuan pajak. Mereka menjadi sangat mahir dalam menggunakan paket perangkat lunak tertentu.

5. Specialised Users

Pengguna khusus bertanggung jawab untuk menulis program khusus terkait basis data serta mengimplementasikan kontrol teknis yang diperlukan untuk menegakkan kebijakan dan keputusan.

Dengan memahami peran dan karakteristik pengguna akhir dalam berbagai kategori ini, dapat membantu pengembang dan perancang sistem untuk menyusun solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Baca Juga: Tipe-Tipe User Interface Beserta Penjelasannya, Apa Saja?

Tips Membuat Produk atau Jasa Sesuai Kebutuhan End User

tips product development untuk end user
Foto: Seorang Programmer (Pexels.com)

Nah, untuk membuat produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir, kamu perlu menerapkan beberapa tips di bawah ini:

1. Cari Tahu tentang Kebutuhan User

Langkah pertama untuk membuat produk atau layanan yang memperhatikan pengguna adalah memahami kebutuhan mereka.

Penting untuk mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna karena produk atau layanan yang tidak bermanfaat tidak akan sukses.

Untuk itu, lakukan riset pasar untuk mengumpulkan informasi tentang pengguna.

Ketahui juga masalah atau kesulitan apa yang mereka hadapi sehingga produk atau layanan yang kamu kembangkan bisa menjadi solusi yang diinginkan.

Dengan begitu, produk atau layanan kamu memiliki peluang lebih besar untuk berhasil di pasar.

2. Miliki User Interface yang Baik

Salah satu langkah yang bisa kamu tempuh dalam meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan membuat situs web yang user interface-friendly.

Dengan menyediakan website yang ramah pengguna dan navigasi yang mudah, kamu dapat mengurangi waktu pencarian. Pada akhirnya, hal ini meningkatkan kepuasan pengguna dengan produk atau layanan yang ada.

Kebutuhan pengguna akhir pun dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan efisien.

Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan lebih banyak penjualan, mampu mengembangkan loyalitas pelanggan, dan mengurangi biaya tambahan.

3. Bersikap Konsisten

Tips berikutnya yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan bersikap konsisten.

Kamu perlu konsisten dalam menggunakan font, pemilihan warna, ukuran heading, tombol, spasi, style, gambar, dan elemen visual lainnya di semua saluran komunikasi yang digunakan untuk keperluan bisnis.

Dengan menyajikan konten yang konsisten, kamu dapat memberikan nilai dan pengetahuan kepada pengguna akhir secara lebih cepat.

Oleh karena itu, pastikan situs web, email marketing, dan jenis campaign lainnya memiliki tampilan yang selaras.

Sebelum menggunakan tampilan yang konsisten, buatlah elemen desain visual yang dapat merepresentasikan bisnismu secara keseluruhan. Jadi, pengguna bisa mengingatnya dengan lebih mudah.

Baca Juga: 8 Langkah Bisnis Cake and Bakery Berjalan Lancar

4. Buat Waktu Muat Halaman Lebih Cepat

Jika kamu ingin meningkatkan pengalaman pengguna akhir dengan lebih baik, buatlah waktu muat halaman (loading) menjadi lebih cepat.

Jadi, pengguna akhir bisa mengakses situs web bisnis kamu dengan lebih cepat dan mudah. Jangan sampai waktu muatnya terlalu lama karena hal ini dapat membuat mereka beralih ke website kompetitor.

Dikutip dari SendPulse, kecepatan waktu muat halaman dalam sebuah situs dalam memengaruhi banyak hal. Mulai dari penjualan hingga kinerja mesin telusur.

Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi pengguna apakah mereka akan tetap setiap menggunakan produk dan layanan kamu, atau mungkin beralih pada bisnis lain yang dinilai lebih baik.

Kamu bisa melakukan evaluasi kecepatan situs dengan memanfaatkan alat, seperti Google PageSpeed ​​Insights dan Pingdom.

Apabila waktu muat halaman belum memiliki hasil yang memuaskan, kamu bisa melakukan beberapa cara.

Misalnya dengan mengoptimalkan ukuran gambar, pindah ke host yang lebih baik, mengurangi plug-in, mengurangi jumlah JavaScript dan CSS file, dan lainnya.

5. Pastikan Tingkat Keterbacaan Baik

Tingkat keterbacaan sebuah situs web juga menjadi hal penting yang perlu untuk kamu perhatikan jika ingin membuat pengguna akhir terkesan.

Sangat penting bagi kamu untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir. Sebab, sebagian besar orang tidak ingin membuang waktu dan tenaga untuk memelajari perusahaanmu lebih dalam.

Cukup berikan informasi yang relevan sehingga mekea dapat membaca dan memahaminya dengan lebih mudah.

Untuk meningkatkan keterbacaan, kamu bisa menggunakan copywriting yang mudah dibaca dan dicerna.

Bisa juga dengan menggunakan font besar, kontras warna, tinggi garis yang memadai, white space yang cukup, paragraf pendek, daftar, dan tombol besar sehingga pengguna dapat mengetuknya dengan mudah melalui smartphone mereka.

Baca Juga: Tipe-Tipe User Interface Beserta Penjelasannya, Apa Saja?

6. Curi Perhatian dengan Visual

Kamu juga bisa meningkatkan pengalaman pengguna akhir dengan menyajikan tampilan visual yang menarik.

Hal ini karena menurut Parqa Marketing, sekitar 46% pelanggan membuat keputusan berdasarkan daya tarik visual dan estetika situs web.

Dengan membuat situs web yang menarik secara visual, kamu bisa menyampaikan pesan dengan cara yang benar sekaligus membangkitkan emosi seperti kepercayaan, minat, kepuasan, kegembiraan, kepercayaan diri, dan harapan pelanggan.

Jadi, website yang menarik akan lebih berpeluang untuk dikunjungi lagi oleh perusahaan, instansi, atau individu.

7. Lakukan Pengujian (Testing)

Langkah berikutnya dalam menciptakan produk atau layanan yang memperhatikan pengguna adalah melakukan pengujian.

Sebelum meluncurkan produk atau memproduksi dalam jumlah besar, penting untuk menguji terlebih dahulu.

Tanpa pengujian, kamu tidak akan tahu apakah produk tersebut memenuhi harapan pengguna dan permintaan pasar.

Salah satu jenis pengujian yang dapat dilakukan adalah usability testing. Usability testing adalah proses di mana kamu melihat bagaimana pengguna berinteraksi atau menggunakan produk kamu.

Ini dapat dilakukan melalui survey atau metode lain yang serupa.

Dengan melakukan pengujian, kamu dapat memastikan bahwa produk atau layanan yang kamu tawarkan benar-benar memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna.

8. Buat Versi Seluler

Selain menyediakan situs web yang bisa diakses menggunakan desktop, kamu juga sebaiknya merancang website yang ramah seluler.

Mengingat saat ini jumlah pengguna telepon genggam terus meningkat, maka membuat situs web yang mobile-friendly sangatlah penting untuk dipertimbangkan oleh bisnis.

Menurut laporan yang dikutip dari Oberlo, sebanyak 51% pengguna internet memanfaatkan produk dan layanan melalui perangkat seluler mereka.

Jadi, penting bagi kamu untuk mempertimbangkan situs web yang responsif sehingga dapat diakses melalui perangkat apapun, termasuk smartphone.

Baca Juga: 4 Cara Kerja White Hat SEO dan Strategi Menerapkannya

9. Ciptakan User Persona

Tips lain yang bisa membantu kamu dalam meningkatkan pengalaman pengguna akhir, yaitu dengan menciptakan user persona.

Sebagai informasi, user persona merupakan karakter fisik yang dapat merepresentasikan user/pengguna dari produk atau layananmu sehingga bisa dijadikan sebagai referensi saat mengembangkannya.

Misalnya dengan memberikan informasi berupa nama, pekerjaan, kebutuhan, serta masalah yang sedang dihadapi. Jadi, kamu dapat mengembangkan produk/layanan yang lebih relevan.

Selain itu, menciptakan user persona juga berguna untuk membantumu dalam memilih siapa yang akan menjadi end user produk atau layanan kamu.

10. Dapatkan Kritik dan Saran dari Pengguna

Jika kamu ingin meningkatkan pengalaman sekaligus kepuasan end user, coba tanyakan juga pada mereka apa yang dibutuhkan serta diharapkan.

Dalam hal ini, kamu mungkin bisa mengadakan survei untuk memeroleh kritik dan saran dari pengguna sehingga produk atau layanan yang disajikan bisa memenuhi keinginan mereka.

Jangan ragu untuk mengumpulkan feedback dari berbagai cara. Entah itu survei, wawancara, atau percakapan langsung dengan pengguna akhir.

Melansir Indeed, feedback tidak hanya dapat bermanfaat bagi proses pengembangan produk.

Namun, hal ini juga bisa membantumu dalam mengidentifikasi masalah dan memecahkannya, mendapatkan ide untuk fitur produk yang sesuai kebutuhan pengguna, hingga memelajari apa yang disukai dan tidak disukai pengguna akhir.

Jadi, hindari rasa takut akan kritik dan saran yang ditujukkan pada produkmu. Cara tersebut justru merupakan hal terbaik agar produk yang kamu ciptakan dicintai oleh pengguna.

Baca Juga: 11 Cara Menyusun Creative Brief untuk Keperluan Campaign

Itu dia penjelasan mengenai end user. Mulai dari perbedaannya dengan customer, jenis-jenis, hingga tips yang bisa diterapkan agar kepuasan end user meningkat. Semoga bermanfaat, ya.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X