5 Contoh Sistem Pemasaran Ampuh Untuk Meningkatkan Penjualan

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam menjual produk dan layanan, tentunya dibutuhkan sistem pemasaran yang tepat. Ada beberapa contoh sistem pemasaran yang bisa kamu coba.

Walau demikian, dibutuhkan perencanaan matang untuk eksekusinya. Dalam menentukan sistem pemasaran, kamu tak boleh sekedar ikut-ikutan.

Kamu harus memilih sistem pemasaran yang paling cocok dengan bisnismu. Riset terhadap permintaan pelanggan juga penting untuk dilakukan.

Gunakanlah sistem pemasaran yang mampu menjangkau target pasar dari bisnismu. Kamu tak harus menggunakan banyak sistem.

Baca Juga: 5 Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan, Bisa Laris Manis!

Banyaknya pilihan contoh sistem pemasaran, terkadang membuatmu harus mengujinya dahulu untuk tahu tingkat efektivitasnya.

Bahkan, dibutuhkan beberapa kali pengujian. Meskipun memakan waktu, rangkaian proses tersebut layak dicoba.

Lantas, apa saja contoh sistem pemasaran yang ampuh untuk bisnis?

Contoh Sistem Pemasaran

contoh sistem pemasaran
Foto: Wanita sedang Presentasi (Freepik.com)

Ada beberapa contoh sistem pemasaran yang terbukti ampuh meningkatkan penjualan. Simak penjelasan berikut ini.

1. Strategi Up Selling

Contoh sistem pemasaran yang pertama adalah strategi up selling.

Menurut Sales Forceup selling adalah strategi penjualan dengan cara mendorong pelanggan agar membeli produk yang nilainya lebih tinggi dari produk pilihan awal.

Peningkatan harga ini bisa dipengaruhi dari kuantitas, ukuran, maupun varian produk serupa yang terbaru atau lebih lengkap.

Penjual akan berusaha membujukmu agar bersedia membeli barang lain dengan harga yang lebih mahal. Meskipun sebenarnya, kamu tidak begitu membutuhkannya.

Contohnya, jika memiliki bisnis minuman boba, kamu bisa menjualnya dalam tiga ukuran. Ketiga ukuran tersebut, yaitu kecil, sedang, dan besar.

Ketiganya tentu mempunyai perbedaan harga. Terkadang, ukuran sedang sering dijadikan sebagai pengecoh agar pembeli dihadapkan oleh pilihan yang “tanggung”.

Dengan begitu, pelanggan yang merasa tanggung cenderung memilih boba berukuran besar.

Dalam menerapkan strategi ini, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan.

Kamu perlu memahami kebutuhan pelanggan, mampu memberikan saran yang meyakinkan, dan menjual produk dengan harga kompetitif.

Baca Juga: Cross Selling Adalah Cara Ampuh Meningkatkan Penjualan

2. Cross Selling

5 Contoh Sistem Pemasaran Ampuh Untuk Meningkatkan Penjualan
Foto: Wanita sedang Menghitung (Freepik.com)

Contoh sistem pemasaran yang kedua adalah cross selling. Ketika kamu berbelanja di mini market, biasanya kasir akan menawarimu produk lain.

Contohnya, “cokelatnya sekalian kak?” atau “rotinya beli satu gratis satu kak, mumpung lagi promo.”

Penyataan-pernyataan tersebut adalah salah satu bentuk praktik dari cross selling.

Penjual akan berusaha menawarkan barang lain yang dapat melengkapi barang yang kamu beli, maupun barang yang sedang promo.

Dilansir dari Investopediacross selling adalah cara menjual suatu produk yang berkaitan dengan produk utama, atau disebut juga produk pelengkap.

Teknik cross selling ini bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Sebagai contoh, ketika ada pelanggan yang membeli roti tawar, penjual juga bisa menawari produk pelengkapnya, seperti selai dan mentega.

Dalam menerapkan strategi ini, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Kamu harus mempelajari perilaku konsumen, menawarkan produk lain meskipun tidak penting, dan memberikan harga diskon untuk paket bundling.

3. Tawarkan Paket Bundling

Contoh sistem pemasaran yang selanjutnya adalah dengan menawarkan paket bundling.

Menurut SendPulseproduct bundling adalah strategi pemasaran yang memungkinkan penjual untuk mengelompokkan beberapa produk menjadi satu paket penjualan dengan harga yang lebih murah ketimbang dijual secara satuan.

Saat kamu berbelanja di minimarket, sering kali di depan kasir terdapat beberapa produk yang sedang promo. Produk-produk tersebut ada yang dijual dalam satu paket penjualan, seperti roti tawar dan selai.

Tak jarang, kasir juga akan menawarimu produk pelengkap lain secara terpisah dan memberikan harga khusus jika mencapai minimum pembelian.

Menjual product bundling bisa mendorong pendapatan bisnismu. Beberapa produk yang biasanya sulit terjual atau kurang laku, bisa terbantu dengan adanya paket bundling.

Teknik product bundling ini akan sangat berguna jika gudangmu mulai overstock dengan barang-barang lama.

Untuk menerapkan sistem pemasaran ini, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Kamu perlu mengenali minat konsumen, memberikan produk gratis atau bonus, dan buat paket bundling dalam waktu terbatas.

Baca Juga: Hypnotic Marketing: Cara Meningkatkan Penjualan dengan Memengaruhi Pembeli

4. Hypno Marketing

5 Contoh Sistem Pemasaran Ampuh Untuk Meningkatkan Penjualan
Foto: Menjual Barang Online (Freepik.com)

Contoh sistem pemasaran selanjutnya bisa dikatakan lebih cocok dilakukan secara langsung.

Menurut Training Business Pro hypno marketing teknik pemasaran dengan menggunakan kata-kata yang dapat membujuk minat dan membangun rasa ingin tahu seseorang hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian.

Biasanya, teknik ini juga diimbangi dengan gestur, intonasi, dan ekspresi wajah yang bisa menciptakan sugesti kepada calon pembeli, sehingga merasa terdorong untuk membeli suatu produk.

Saat kamu berbelanja di minimarket, biasanya kasir akan menawarimu produk-produk lain sambil menunjukkan gestur dan ekspresi yang ramah. “Beli rotinya sekalian Mas?,” “hari ini lagi promo, beli satu gratis satu,” “tambah Rp5.000 lagi bisa dapat bonus gratis lho, Mas?”.

Ilustrasi tersebut merupakan contoh dari hypnotic marketing yang dilakukan oleh kasir minimarket

Hypnotic marketing lebih efektif ketimbang penggunaan iklan untuk produk. Sebab, teknik ini memungkinkan kamu untuk menyampaikan sugesti secara berulang kepada konsumen.

Baca Juga: Manfaatkan Marketing Tools, Alat Krusial untuk Campaign

5. Covert Selling

Dalam strategi pemasaran, ada dua jenis strategi yang umum digunakan, yaitu hard selling dan soft selling. Di samping itu, ada satu strategi lagi yaitu covert selling atau pemasaran terselubung.

Sistem pemasaran ini banyak digunakan dalam digital marketing. Teknik pemasaran ini memungkinkan pelanggan untuk membeli sebuah barang tanpa merasa diintimidasi oleh penjual.

Teknik pemasaran ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan bercerita. Kamu bisa menceritakan tentang bisnis dan produkmu yang membuat pelanggan bersimpati.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan idera penciuman pelanggan.

Bila menjual ayam bakar, kamu bisa meletakkan panggangan ayam di depan restoranmu. Tujuannya, aroma dari ayam bakar dapat menarik perhatian orang-orang yang melintas dan akhirnya membeli produkmu.

Secara terselubung, kamu bisa memengaruhi pelanggan untuk membeli hanya melalui cerita, aroma produk, warna, dan promo terbatas.

Beberapa contoh sistem pemasaran di atas bisa jadi ampuh untuk meningkatkan penjualan bisnismu. Untuk mengetahui sistem yang paling tepat, tidak ada salahnya menguji beberapa teknik pemasaran.

Baca Juga: 50+ Kata-kata Motivasi Kerja yang Bisa Bangkitkan Semangat

Kamu bisa mengevaluasi dan melihat strategi pemasaran mana yang paling menguntungkan untuk bisnismu. Selamat mencoba, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X