5 Komponen Product Requirement Document dan Cara Buatnya

Share this Post

product requirement document
Table of Contents

Dalam proses produksi suatu barang, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Termasuk Product Requirement Document (PRD). Apa itu Product Requirement Document atau dokumen persyaratan produk?

Dikutip dari laman The Product Manager, Product Requirement Document adalah dokumen yang merinci fitur dan fungsionalitas, yang harus disertakan dalam rilis produk tertentu.

Ini adalah titik referensi penting untuk semua tim yang terlibat dalam merancang dan mengembangkan produk tertentu.

Dalam hal ini, seorang manajer produklah yang akan bertanggungjawab untuk membuat PRD sehingga bisa berkomunikasi dengan tim produk dan pemangku kepentingan secara lebih efisien.

Struktur dokumen ini bersifat top-down yang dimulai dengan gambaran besar, memberikan visi keseluruhan tentang apa yang harus dicapai.

Sasaran produk kemudian dikaitkan dengan fitur yang mencapai visi tersebut. Ada juga detail tentang bagaimana pengguna akhir akan terlibat dengan produk dan seperti apa tampilannya.

Lantas, bagaimana cara membuatnya? Simak tipsnya dalam artikel berikut, ya.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi agar Bisnismu Efisien!

Fungsi Product Requirement Document

fungsi Product Requirement Document
(Foto dokumen pengembangan produk software. Sumber: Unsplash.com)

Product Requirement Document (PRD) memiliki peran yang sangat penting dalam proses produksi barang di suatu perusahaan. Berikut fungsi-fungsinya yang perlu kamu pahami:

1. Pedoman untuk Semua Pemangku Kepentingan

Salah satu fungsi PRD ialah sebagai pedoman untuk semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses produksi.

Itulah mengapa PRD dibuat dengan merinci hal-hal apa yang ingin disampaikan secara jelas, asumsi, kriteria penerimaan, dan timeline untuk perilisan produk.

Sebagai pedoman, dokumen PRD tidak bersifat statis. Melainkan dapat diperbarui selama proses pengembangan produk jika persyaratan pelanggan atau pasar memiliki perubahan.

PRD harus dibagikan dengan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses produksi, sehingga mereka bisa mengetahui informasi terbaru dan relevan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Permudah Kolaborasi antar Tim

Fungsi dokumen PRD selanjutnya ialah bisa mempermudah proses komunikasi dan kolaborasi antar tim produksi.

Product Requirement Document (PRD) yang berisi tentang perencanaan produksi serta kebutuhan pelanggan bisa membantu masing-masing departemen untuk memandu proses kerjanya.

Dengan PRD sebagai titik referensi pusat produksi ini, memungkinkan kolaborasi di seluruh area fungsional. Jadi, dokumen tersebut sangat bermanfaat untuk semua tim di perusahaan.

3. Merinci Produk Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Dibuatnya PRD juga berfungsi untuk merincikan produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan.

Jadi, hasil produksi yang dibuat suatu perusahaan bisa digunakan oleh pelanggan sesuai kebutuhan mereka.

Selama proses produksi, PRD akan membantu tim yang terlibat untuk memastikan bahwa hasil produksi bisa mewakili pengguna akhir yang telah ditargetkan.

Baca Juga: 6 Manfaat Framework dalam Pengembangan Website atau Aplikasi

Komponen yang Ada dalam PRD

komponen Product Requirement Document
(Foto diskusi antar tim. Sumber: Unsplash.com)

Dalam sebuah dokumen product requirement, terdapat beberapa aspek penting di dalamnya. Apa saja? Berikut di antaranya yang perlu kamu ketahui:

1. Ikhtisar Produk

Salah satu komponen dalam dokumen PRD adalah ikhtisar produk. Ketika perusahaan ingin memproduksi suatu barang, penting bagi mereka untuk memiliki ikhtisar produk yang jelas dan ringkas.

2. Tujuan dan Sasaran

Aspek lain yang terdapat dalam Product Requirement Document yaitu tujuan dan sasaran pembuatan produk. Dalam hal ini, kamu perlu menjelaskan apa tujuan dari pembuatan produk dan apa yang ingin dicapai menggunakan produk tersebut.

3. Fitur

Selanjutnya, ada fitur yang nantinya akan dimiliki oleh produk. Setiap fitur yang kamu sertakan harus didorong oleh tujuan yang telah diuraikan di bagian sebelumnya. Dalam setiap fitur yang diuraikan, harus memuat deskripsi, tujuan, dan kasus penggunaan minimal.

4. Kriteria Rilis

Dalam pembuatan dokumen PRD, kamu juga harus mencantumkan kriteria rilis di dalamnya. Ini merupakan kriteria atau sasaran yang harus dicapai sebelum produk benar-benar dirilis.

Dilansir dari laman Nuclino, kriteria rilis umumnya mencakup aspek-aspek fungsionalitas, kegunaan, hingga performa.

5. Jadwal Rilis

PRD juga berisi informasi berupa jadwal rilis yang mencakup daftar tanggal kapan setiap versi produk akan dirilis. Ini adalah informasi penting untuk diketahui oleh para pemangku kepentingan sehingga mereka dapat membuat rencana yang sesuai target.

Setiap rilis produk harus menyertakan fitur atau peningkatan baru, dan jadwal harus diperbarui sesuai dengan waktu proses tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Web Developer? Simak Keterampilan yang Perlu Dimiliki

Cara Membuat Dokumen Product Requirement

cara membuat Product Requirement Document
(Foto dokumen perencanaan produk. Sumber: Unsplash.com)

Nah, bagi kamu yang ingin membuat Product Requirement Document, bisa coba mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Tentukan Tujuan Produk

Untuk dapat membuat Product Requirement Document, kamu perlu menentukan tujuan produk yang akan dibuat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang produksi tentang apa yang ingin dicapai dari suatu produk.

Saat menentukan tujuan produk, pastikan hal tersebut dapat diuukur, dapat ditindaklanjuti, dan dapat dicapai.

Selain itu, buatlah tujuan produk berdasarkan kebutuhan pelanggan akhir sehingga bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Tujuan juga sebaiknya diarahkan untuk memberikan solusi bagi masalah pengguna, bukan hanya untuk mengatasi kesenjangan pasar.

2. Identifikasi Persona Pengguna

Sebelum memproduksi sesuatu, kamu perlu mengetahui bagaimana persona pengguna terhadap produk tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengidentifikasi persona pengguna agar hasil produksi sesuai dengan kebutuhan target audiens.

Dalam hal ini, kamu perlu menganalisis target pasar, serta menemukan permasalahan yang dihadapi oleh target audiens sehingga bisa menghasilkan produk relevan. Jadi, tim produksi mampu menghasilkan produk yang dapat mengatasi masalah pelanggan.

Baca Juga: 8 Layanan Software House yang Perlu Kamu Tahu, Tertarik Menggunakan Jasanya?

3. Jelaskan Fitur Produk

Mengutip laman DevTeam.Space, fitur produk merupakan hasil dari riset pasar yang terperinci dan pengukuran kesenjangan, serta analisis pelanggan secara mendalam.

Daftar fitur produk yang dibuat dengan jelas dan terperinci ini akan berfungsi sebagai panduan langsung bagi tim produksi. Jadi, mereka bisa memulai proses produksi, melakukan pengembangan, dan mengimplementasikan setiap fitur dalam produk dengan efisien.

Nah, dalam membuat fitur produk, kamu perlu menjelaskan aplikasi spesifik dari setiap fitur secara terperinci, memberikan contoh kasus penggunaan produk yang realistis, serta menentukan tujuan akhir yang berpusat pada pengguna dari setiap fitur.

Selama prosesnya, kamu mungkin perlu berdiskusi dengan tim produksi tentang seberapa layak fitur tersebut, sekaligus mempertimbangkan kemampuan dan sumber daya pengembangan agar perencanaan bisa direalisasikan.

4. Tentukan Metrik Keberhasilan Produk

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan dalam membuat Product Requirement Document yakni menentukan metrik atau tingkat keberhasilan produk.

Dalam hal ini, kamu perlu mencari tahu metrik mana yang penting digunakan untuk mengukur kesuksesan produk jangka pendek, menengah, dan panjang. Kemudian, aturlah setiap metrik secara berurutan berdasarkan kepentingannya.

Bila perlu, tentukan juga metrik tambahan melalui analisis pesaing sehingga kamu bisa menghasilkan produk unggulan di pasar untuk target audiens.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Jasa Pembuatan Website yang Tepercaya

5. Menentukan Kriteria Kesiapan Rilis

Dalam membuat Product Requirement Document, kamu juga perlu menentukan kriteria apa saja yang menunjukkan bahwa produk siap untuk dirilis.

Setiap hasil produksi harus melewati beberapa tinjauan, pembedahan, dan sirkulasi sisi bisnis sebelum dirilis. Setelah menyelesaikan tahap ini, produk yang dianggap siap rilis akan didorong ke tahap pengembangan sehingga hasilnya benar-benar sesuai rencana.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk membuat kriteria kesiapan rilis yang tepat. Dengan cara mengetahui kompleksitas produk melalui pengalaman penggunaan sehingga mampu menyiapkan timeline produksi yang sesuai.

Penetapan timeline ini juga harus dibuat dengan beragam pertimbangan. Misalnya dengan mengukur seberapa banyak permintaan pelanggan terhadap produk. Melalui perkiraan yang tepat, kamu pun bisa menghasilkan produk secara tepat waktu dan relevan bagi pelanggan.

6. Jelaskan Cara Penggunaan Produk

Tidak hanya sampai di situ, kamu juga perlu menjelaskan bagaimana cara pengguna akhir menggunakan produk yang dibuat.

Dengan begitu, tim produksi bisa mengembangkan produk secara optimal sehingga mencapai target yang diharapkan.

Selain itu, isi dokumen tersebut akan membantu tim pengembang untuk mengimplementasikan rencana produksi dalam produk secara lebih cepat dan tepat.

Baca Juga: 7 Tahap Proses Pengembangan Produk Baru, Kamu Perlu Tahu

Itu dia penjelasan seputar Product Requirement Document yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat selama proses produksi bisnismu, ya.