Contoh Studi Kelayakan Bisnis dan Manfaatnya

Share this Post

contoh studi kelayakan bisnis
Table of Contents
shopee pilih lokal

Memulai sebuah bisnis tentu perlu perencanaan yang matang. Contoh studi kelayakan bisnis bisa jadi cara yang kamu lakukan.

Tentunya kamu sudah mengetahui bahwa setiap bisnis memiliki kekuatan dan kekurangannya masing-masing. Keduanya biasa dianalisa dalam analisis SWOT. Namun, untuk penilaian lanjutan secara objektif dibutuhkan studi kelayakan.

Sebagai pebisnis, tentu kamu ingin bisnis yang kamu jalankan dapat bertahan dalam waktu yang lama. Meskipun di tengah persaingan, setidaknya bisnis harus terus berjalan dan menghasilkan keuntungan.

Bisnis yang kelihatannya tidak memiliki pesaing pun tetap membutuhkan studi lanjutan. Sebab, tidak menutup kemungkinan nantinya akan muncul pihak lain yang meniru bisnismu.

Setiap kemungkinan kegagalan dalam bisnis akan selalu ada, namun kembali lagi bagaimana kamu menyiasatinya demi menjaga operasionali bisnis. Contoh studi kelayakan bisnis adalah langkah awal yang harus kamu lakukan.

Sangat rugi jika kamu sampai melewatkan tahap awal ini. Lantas, apa contoh studi kelayakan bisnis dan mengapa begitu penting bagi bisnis?

Baca Juga: 10 Manfaat Analisis SWOT Untuk Evaluasi Bisnis

Pengertian dan Contoh Studi Kelayakan Bisnis

Peluang Bisnis Halal
Foto: Pebisnis Muslim (Freepik.com)

Dilansir dari CFI, studi kelayakan adalah bagian dari tahap desain awal setiap proyek. Hal ini dilakukan untuk mengungkap secara objektif kekuatan dan kelemahan proyek yang diusulkan atau bisnis yang sudah berjalan.

Studi kelayakan dapat membantu mengidentifikasi dan menilai peluang serta ancaman yang ada di lingkungan bisnis, serta sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai target bisnis.

Untuk melakukan studi awal, kamu bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apakah bisnismu memiliki sumber daya dan teknologi yang dibutuhkan?
  2. Akankan bisnismu menerima pengembalian investasi atau modal yang tinggi?

Menurut Investopdia, studi kelayakan adalah analisis yang mempertimbangkan semua faktor proyek yang relevan, termasuk pertimbangan ekonomi, teknis, hukum, dan penjadwalan untuk memastikan kemungkinan menyelesaikan proyek dengan sukses.

Sebagai contoh studi kelayakan bisnis, misalnya sebelum menjalankan bisnis kamu dapat menguji beberapa faktor penentu keberhasilan bisnis. Kamu dapat menguji dan menganalisa aspek ekonomi, teknis, hukum, produk, dan lainnya.

Pengujian tersebut dimaksudkan untuk melihat kekuatan dan kelemahan bisnis. Nantinya, kamu dapat memproyeksikan apakah bisnis tersebut dapat menghasilkan revenue? Jika iya, berapa lama estimasi waktu yang dibutuhkan?

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Oleh-Oleh Khas Daerah

Aspek Studi Kelayakan Bisnis

efisiensi umkm
Foto: Usaha Kue Rumahan (Freepik.com)

Setelah mengenali contoh studi kelayakan bisnis, selanjutnya ada beberapa aspek studi yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Aspek hukum: aspek hukum berkaitan dengan semua legalitas atau ketentuan hukum pendirian sebuah perusahaan. Aspek hukum ini dapat terdiri atas izin lokasi, Surat Tanda Daftar Perusahaan, NPWP, SIUP, akta pendirian perusahaan, dan lainnya.
  • Aspek ekonomi dan budaya: aspek ekonomi dan budaya berkaitan dengan bagaimana perusahaan dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dari sisi budaya, studi akan menganalisis bagaimana perusahaan mempengaruhi adat istiadat setempat. Dari sisi ekonomi, bagaimana perusahaan berdampak bagi peningkatan pendapatan setempat.
  • Aspek pasar dan pemasaran: aspek ini akan menganalisis apakah produk yang dihasilkan memiliki peluang pasar dan dapat diterima oleh masyarakat.
  • Aspek manajemen: aspek ini berkaitan dengan operasional perusahaan, mulai dari manajemen hingga finansial.
  • Aspek keuangan: aspek ini berkaitan dengan proses pengelolaan keuangan perusahaan dan perencanaan keuangan perusahaan di masa depan.

Lebih lanjut, contoh studi kelayakan bisnis dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Kelayakan teknis: Perangkat keras dan perangkat lunak, teknologi yang digunakan, tenaga kerja, analisis situs, dan transportasi.
  • Kelayakan finansial: Investasi awal, sumber daya untuk mendapatkan modal, dan laba atas investasi.
  • Kelayakan pasar: Jenis industri, pasar yang dimasuki, pertumbuhan pasar, pesaing, pelanggan potensial, dan proyeksi penjualan.
  • Kelayakan organisasi: Struktur organisasi bisnis, struktur hukum, dan kompetensi, keterampilan, serta pengalaman tim manajemen.

Baca Juga: Nota Kredit Adalah Dokumen yang Dikirim setelah Invoice, Ini Penjelasannya!

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

cara daftar umkm
Foto: Penjual Online (Freepik.com)

Ada beberapa manfaat untuk studi kelayakan, salah satunya membantumu membedakan pro dan kontra dari sebuah proyek sebelum menginvestasikan sejumlah besar waktu dan modal.

Studi kelayakan juga membantu perusahaan dengan pengembangan bisnis baru, termasuk menentukan bagaimana operasionalnya, hambatan, persaingan, analisis pasar, dan sumber pembiayaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis. 

Studi kelayakan digunakan sebagai strategi pemasaran yang dapat membantu meyakinkan investor dan bank bahwa berinvestasi dalam proyek atau bisnis tertentu adalah pilihan yang tepat.

Langkah-langkah Melakukan Studi Kelayakan Bisnis

Untuk melakukan studi kelayakan bisnis, ada beberapa lengkah yang bisa kamu coba, yaitu:

  1. Lakukan analisis awal.
  2. Siapkan proyeksi laporan laba rugi. Apa kemungkinan pendapatan yang dapat dihasilkan bisnis?
  3. Lakukan survei pasar. Apakah bisnis ini menciptakan barang atau jasa yang diminati di pasar? Berapa harga yang bersedia dibayar konsumen untuk barang atau jasa?
  4. Rencanakan struktur organisasi dari bisnis baru. Apa persyaratan kepegawaian? Berapa banyak pekerja yang dibutuhkan? Sumber daya apa lagi yang dibutuhkan?
  5. Siapkan modal operasional dari proyeksi pengeluaran dan pendapatan
  6. Meninjau dan menganalisis titik-titik kerentanan yang internal untuk bisnis dan yang dapat dikendalikan atau dihilangkan.
  7. Putuskan apakah akan melanjutkan bisnis atau tidak.

Baca Juga: Canvasser Adalah Profesi Penting untuk Tingkatkan Penjualan

Laporan Kelayakan Bisnis

surat keterangan fiskal
Foto: Laporan Kelayakan Bisnis (Freepik.com)

Hasil dari studi kelayakan bisnis tentu adanya laporan tertulis yang dapat dipertanggung jawabkan. Apa saja isi laporan kelayakan bisnis? Beikut uraiannya, yaitu:

  • Ringkasan eksekutif: Rincian bisnis, produk, layanan, dan rencana jangka panjang.
  • Deskripsi produk atau layanan: Menjelaskan detail produk atau layanan yang akan dihasilkan, termasuk harga jualnya.
  • Pertimbangan teknologi: Sarana produksi dan teknologi apa saja yang akan dibutuhkan dalam bisnis?
  • Pasar produk atau layanan: Bagaimana kondisi pasar? Apakah dapat menghasilkan penjualan?
  • Identifikasi pasar tertentu: Mengidentifikasi pasar lain yang mungkin potensial untuk dimasuki.
  • Strategi pemasaran: Menjelaskan strategi pemasaran yang akan digunakan oleh bisnis.
  • Struktur organisasi: Berisi struktur manajemen bisnis serta tugas dan fungsinya.
  • Jadwal: Berisi urutan waktu dan skema penyelesaian bisnis.
  • Proyeksi keuangan: Berisi prospek bisnis, termasuk berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bisnis dapat menghasilkan keuntungan.

Baca Juga: Apa Itu Fixed Cost? Ini 6 Contoh dan Cara Menghitungnya

Itu tadi beberapa penjelasan tentang contoh studi kelayakan bisnis yang perlu kamu ketahui. Yuk, uji kelayakan bisnismu sebelum menjalankannya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X