Pengertian Traditional Marketing dan Media Pemasaran yang Digunakan

Share this Post

traditional marketing
Table of Contents

Dalam bahasa Indonesia, traditional marketing berarti pemasaran tradisional. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang apa itu traditional marketing.

Melansir laman Marketing91, traditional marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan media konvensional.

Meskipun media digital telah mengambil alih sebagian besar pemasaran, tetapi masih banyak brand yang memanfaatkan media tradisioanl ini untuk keperluan promosi.

Tujuan pemasaran tradisional ini sama dengan marketing lainnya, yaitu untuk menjangkau target pasar, memperkuat citra merek, hingga meningkatkan penjualan.

Strategi pemasaran tersebut dinilai cukup efektif dalam menjangkau target pasar yang belum tersentuh media digital.

Misalnya, masyarakat di daerah pedesaan yang masih sulit untuk akses internet.

Baca Juga: Apa Itu Pemasaran Digital Marketing? Berikut Penjelasannya

Media yang Digunakan dalam Traditional Marketing

Media pemasaran tradisional dinilai lebih efektif dalam menjangkau target pasar karena cakupannya bisa lebih luas.

Selain itu, traditional marketing bisa menjangkau demografi yang lebih beragam. Jadi, kamu bisa menjangkau audiens dengan berbagai karakteristik.

Hal ini berguna untuk membantu pertumbuhan merek dan penawaran produk. Pada akhirnya, pemasaran tradisional bisa jadi alternatif yang bagus untuk mendapatkan pelanggan baru.

Ada banyak media komunikasi yang dapat brand gunakan untuk traditional marketing, di antaranya:

1. Iklan Cetak

traditional marketing
(Foto billboard. Sumber: Unsplash.com)

Salah satu contoh pemasaran tradisional yang bisa brand lakukan ialah membuat print ads (iklan cetak).

Misalnya, dalam bentuk surat kabar atau majalah yang bisa dibagikan langsung pada target pasar.

Dikutip dari Indeed, iklan cetak bisa membantu target pasar memelajari tentang merek, lokasi, produk atau layanan yang ditawarkan secara lebih lanjut.

Cara ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran merek di lingkungan target pasar.

2. Billboard

Media konvensional selanjutnya yang juga banyak digunakan sebagai sarana traditional marketing adalah billboard.

Billboard merupakan papan reklame yang biasa terdapat di lokasi strategis, seperti pinggir jalan raya.

Billboard biasanya menampilkan gambar dengan teks pendukung yang menyampaikan pesan singkat namun mudah diingat oleh audiens.

Untuk memberikan dampak yang maksimal, kamu bisa membuat konten iklan di billboard sekreatif mungkin.

Jadi, pastikan untuk menyajikan iklan yang unik dan menarik sehingga lebih mudah diingat oleh target audiens.

Iklan konvensional menggunakan billboard bisa membantu kamu dalam menjangkau target pasar di lokasi tertentu. Misalnya, jika brand kamu melakukan promosi untuk mendapatkan pengakuan merek secara lokal atau nasional.

3. Iklan Televisi

media traditional marketing
(Foto iklan televisi. Sumber: Unsplash.com)

Iklan televisi juga termasuk dalam jenis pemasaran tradisional karena medianya masih konvensional.

Televisi bisa menjadi media promosi dalam bentuk video kreatif. Tampilan visual dengan tambahan suara bisa membuat target audiens semakin tertarik pada brand milikmu.

Dengan iklan televisi, brand kamu bisa menjangkau banyak target audiens dalam waktu cepat.

Meski hanya melalui tampilan video dan suara yang didengar dari TV, audiens bisa langsung menindaklanjuti.

Dengan cara mencari informasi terkait perusahaan atau menghubungi brand kamu.

Oleh karena itu, jenis pemasaran tradisional menggunakan televisi efektif untuk meningkatkan kesadaran merek.

Ini bisa menjadi media pemasaran yang efisien dalam menjangkau kelompok audiens berusia lebih tua. Sebab, mayoritas lansia tidak terlalu mahir dalam menggunakan perangkat digital, seperti gadget.

Baca Juga: Apa Itu Mass Marketing? Ini 5 Manfaatnya bagi Bisnis

4. Selebaran

Jenis pemasaran tradisional lainnya yang bisa brand lakukan, yakni selebaran. Dokumen cetak ini bisa berupa pamflet, brosur, atau lainnya.

Media pemasaran dalam bentuk selebaran ini bisa berisi promosi suatu produk atau layanan, ajakan untuk mengikuti suatu acara, dan lainnya.

Umumnya, selebaran juga akan menyantumkan call to action untuk mempersuasi audiens melakukan tindakan tertentu.

Dalam selebaran juga bisa berisi informasi kontak dari brand yang melakukan promosi. Jadi, audiens bisa langsung menghubungi kontak terkait apabila mereka memiliki pertanyaan atau ingin melakukan pemesanan segera.

5. Event Marketing Offline

Jenis pemasaran tradisional selanjutnya, yaitu event marketing offline. Dalam hal ini, bisa berupa seminar, workshop, konferensi, atau acara lain yang berkaitan dengan industri.

Umumnya, event pemasaran seperti ini akan menghadirkan para ahli yang profesional di bidangnya. Jadi, bisa lebih meyakinkan audiens untuk melakukan pembelian.

Ada banyak event marketing offline yang bisa brand manfaatkan untuk promosi. Baik itu yang diadakan oleh lembaga pemerintahan atau menginisiasinya secara mandiri.

Misalnya, acara festival atau pameran industri tertentu.

Pada acara-acara seperti ini, kamu bisa mendirikan booth dengan tambahan spanduk atau dekorasi lain untuk menarik pengunjung.

Selain dari event-event marketing, pemasaran tradisional lain yang bisa brand kamu coba ialah menjadi sponsor suatu acara.

Contohnya, pada pekan olahraga nasional atau acara lokal lainnya.

Dengan begitu, akan ada lebih banyak orang yang mengetahui brand kamu. Ketika jangkauan pasar luas, kamu akan lebih berpotensi untuk memeroleh pendapatan maksimal.

6. Telemarketing

media pemasaran tradisional
(Foto telemarketer. Sumber: Pexels.com)

Cold calling atau yang lebih populer dengan istilah telemarketing juga termasuk dalam salah satu jenis pemasaran tradisional.

Jenis pemasaran ini dilakukan dengan cara promosi produk atau layanan melalui telepon. Brand akan menelpon secara acak melalui daftar kontak yang telah mereka miliki.

Telemarketing memungkinkan kamu berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, meski hanya melalui suara.

Dengan telemarketing, kamu dapat menjelaskan produk atau layanan secara detail.

Kamu juga bisa menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh calon pelanggan dengan tepat.

Metode pemasaran yang satu ini dinilai cukup efektif dan berbiaya murah. Jadi, masih banyak brand yang menggunakannya meski mayoritas pemasaran saat ini dilakukan secara digital.

Baca Juga: 5 Manfaat Social Media Marketing Bagi UMKM, Begini Strateginya!

7. Direct Mail

Jenis media yang juga kerap digunakan dalam traditional marketing adalah direct mail.

Berbeda dengan email yang dikirim secara digital, direct mail ini dikirim dalam bentuk surat langsung, brosur, katalog, kartu pos, atau dokumen cetak lain.

Jenis pemasaran yang satu ini cukup populer di masa lalu, terutama sebelum email banyak digunakan.

Meski demikian, traditional marketing ini masih tetap digunakan zaman sekarang.

Bagi brand, direct mail masih digunakan untuk menjangkau pelanggan khusus atau pelanggan setia mereka.

8. Radio

Jenis traditional marketing lainnya yang masih cukup populer hingga saat ini adalah promosi di radio.

Meski sudah banyak platform untuk streaming secara online, radio tak hilang popularitasnya. Masih cukup banyak masyarakat yang menggunakan radio untuk mencari hiburan.

Maka dari itu, masih banyak brand yang menggunakan radio sebagai sarana promosi.

Terlebih, media penyiaran yang satu ini memiliki biaya iklan yang cenderung lebih murah daripada TV.

Sama seperti iklan di TV, iklan penyiaran melalui radio juga bisa memberikan dampak yang efektif bagi brand. Sebab, radio bisa menjangkau banyak audiens dengan cepat.

Itu dia penjelasan mengenai traditional marketing yang perlu kamu pahami sebagai pebisnis.