Duet Bos Djarum, Bertahan Jadi Orang Terkaya Se-Indonesia

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Siapa tak tahu Djarum, perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Namun tahukah kamu siapa saja Bos Djarum?

Mereka adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Bermula dari pabrik kecil dengan 10 orang pekerja di Kudus, Jawa Tengah, kini Djarum menjadi perusahaan raksasa.

Tak heran jika Bos Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, menjadi orang terkaya di Indonesia. 

Robert Budi Hartono menduduki urutan ke-67 versi Forbes dengan total kekayaan US$23,3 miliar atau setara dengan Rp342 triliun. 

Adapun Michael, sang kakak, berada di urutan ke-71 berdasarkan laporan Forbes World’s Billionaire List The Richest in 2022. Total kekayaan Michael, yakni US$21,4 miliar atau setara Rp328 triliun. 

Kakak beradik ini adalah Bos Djarum sekaligus salah satu pemegang saham terbesar Bank Central Asia (BCA) dan perusahaan elektronik terkenal, Polytron. 

Pundi-pundi kekayaan keduanya berasal dari ketiga sektor tersebut. Industri rokok, perbankan, dan elektronik. 

Penasaran dengan kisah bos Djarum membangun usahanya? Simak ulasan berikut ini, ya.

Baca Juga: Profil Bisnis Juragan 99 Bos Arema FC, Mau Tahu?

Sejarah Singkat Djarum

Bos Djarum
Foto: Kandungan Tembakau dalam Rokok (unsplash.com)

Djarum adalah perusahaan rokok yang didirikan pada 21 April 1951 oleh Oei Wie Gwan, di Kudus, Jawa Tengah. 

Bisnis kretek tersebut melesat dan kini menjadi perusahaan berskala internasional. Pada awalnya, Djarum hanya memiliki 10 karyawan. 

Sang pemilik, Oei Wie Gwan, dikutip dari Djarum, meninggal pada 1963. Sejak itu, bisnis diteruskan oleh kedua anaknya, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. 

Ketika mewarisi usaha orang tuanya, perusahaan kretek tersebut nyaris bangkrut. Saat itu terjadi kebakaran hebat di pabrik Djarum, bersamaan dengan meninggalnya sang pemilik. 

Berkat tangan dingin kakak beradik inilah, perusahaan berhasil bangkit dan melesat menjadi perusahaan berskala dunia.

Baca Juga: Ronny Lukito, Pemilik Eiger dengan Modal Usaha Awal Rp300.000!

Berkenalan dengan Bos Djarum, Orang Kaya Nomor 1 di Indonesia 

Bos Djarum
Foto: Bank BCA Merupakan Bank Milik Djarum (unsplash.com)

Pada Oktober 2022, Forbes merilis orang terkaya di dunia. Ada nama Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, orang Indonesia di sana. 

Keduanya dikenal sebagai bos Djarum, anak dari pemilik Djarum Oei Wie Gwan. Mereka mewarisi usaha orang tua pada 1963. 

Usia mereka berdua kala itu masih terbilang muda. Michael 24 tahun dan Robert 22 tahun.

Nah, berikut ini adalah profil singkat tentang kakak beradik yang sukses membawa Djarum ke ranah internasional. 

1. Michael Bambang Hartono 

Usia bos Djarum tahun ini memasuki 83 tahun. Ia lahir pada 2 Oktober 1938 dengan nama Oei Hwei Siang. 

Michael adalah orang terkaya kedua di Indonesia, setelah adiknya, Budi Hartono. Keduanya mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada 1998, ketika terjadi krisis ekonomi. 

Mereka adalah keluarga pertama yang mendapatkan pundi-pundi kekayaan dari industri tembakau.

Hingga kini, Michael masih menjadi salah satu pengusaha rokok kretek terbesar di Indonesia.

Bukan hanya pebisnis andal, Michael juga dikenal sebagai seorang atlet. Sejak kecil, ia mahir bermain bridge, salah satu permainan kartu yang paling populer di dunia.

Ia pernah menjadi atlet mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 dan meraih medali perunggu.

Sebetulnya, ia sudah menekuni olahraga pikiran tersebut sejak lama. 

Bahkan, di kalangan atlet bridge, sosok Michael adalah senior dan panutan. Sebagai bentuk kecintaannya pada olahraga tersebut, ia mendirikan Djarum Bridge Club. 

Baginya, bermain bridge adalah terapi otak agar tidak pikun. Apalagi usianya terbilang tidak lagi muda. 

2. Robert Budi Hartono 

Kesuksesan Djarum sampai ke ranah internasional juga atas tangan dingin Budi Hartono. Kekayaan Budi Hartono tercatat melampaui sang kakak. 

Artinya, Budi Hartono adalah orang kaya nomor satu di Indonesia. Bersama sang kakak, Budi membangun bisnis Djarum hingga menguasai 40% pasar kretek di Amerika Serikat. 

Keduanya kompak mengakuisisi BCA dan mendirikan perusahaan elektronik Polytron yang juga mendunia. 

Jika sang kakak menyukai bridge, maka Robert hobi dengan bulu tangkis. Pasti tahu dong Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum.

Semula, perkumpulan ini hanya untuk mewadahi karyawan Djarum yang hobi badminton. Namun makin banyak orang luar yang ikut berlatih. 

Tidak perlu diragukan lagi, dari PB Djarum lahir atlet bulu tangkis nasional yang mendunia. 

Sebut saja Alan Budi Kusuma, Sigit Budiarto, Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya, Tontowi Ahmad, dan masih banyak lainnya. 

Baca Juga: Cukai Rokok Naik 10%, Ini Cara Menghitungnya!

Apa Saja Bisnis Djarum Group?

Bos Djarum
Foto: Tembakau yang Sedang Dikeringkan (unsplash.com)

Sebagai perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group memproduksi rokok kretek untuk semua kalangan. 

Tidak hanya memproduksi rokok kelas menengah dan menengah ke atas. Anak usaha Djarum juga memproduksi rokok low budget, tetapi hanya didapatkan di daerah tertentu. 

Pada awal produksi, Djarum memproduksi rokok kretek lintingan tangan dan lintingan mesin yang kala itu populer. 

Mulai 1970-an, Djarum berinovasi memproduksi pabrik dengan mesin berteknologi canggih. Bukan hanya pasar domestik, Djarum melebarkan sayapnya ke dunia internasional. 

Hartono bersaudara ini kompak mengelola bisnis. Bukan hanya industri kretek, Djarum Group juga merambah ke bidang tekstil, elektronik, perbankan, dan properti. 

Sekarang, Djarum Group sudah masuk ke generasi ketiga. Generasi milenial Djarum Group ini mengembangkan sayap bisnis mengikuti zaman. 

Anak Budi Hartono, Martin Basuki Hartono, dikenal sebagai CEO Global Digital Prima (GDP). Perusahaan ini fokus pada perdagangan, produk konsumen, media dan hiburan, serta konsultan start up

Didirikan pada tahun 2010, GDP Venture tidak hanya tentang modal ventura. Ini tentang menumbuhkan perusahaan yang berkelanjutan dan terkemuka dalam bisnis masa depan. 

Martin adalah Direktur Operasi PT Djarum. Dari pengalamannya tersebut, ia mengembangkan bisnis dan mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga: 8 Keuntungan Venture Capital Bagi Startup, Sudah Tahu?

Berapa Total Pendapatan Bos Djarum? 

Bos Djarum
Foto: Merek Polytron Dimiliki oleh Bos Djarum (polytron.co.id)

Posisi Hartono bersaudara sebagai orang terkaya di Indonesia memang belum tergoyahkan. Kendati jumlah kekayaannya sempat turun, tetapi keduanya tetap bertahan di rangking pertama. 

Robert dan Michael mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari investasi mereka di BCA.

Keduanya memang pemilik saham terbesar di BCA sejak 1998. Keduanya membeli saham terbesar yang sebelumnya dimiliki oleh keluarga salim saat krisis ekonomi menerpa dunia kala itu. 

Namun akar kekayaan keluarga tetaplah berasal dari perusahaan rokok kretek Djarum, yang didirikan oleh ayah mereka. 

Sekarang, kendali Djarum ada di tangan anak Budi Hartono, Victor Hartono. Kepemilikan perusahaan keluarga, juga berasal dari perusahaan elektronik Polytron dan real estate di Jakarta. 

Anak perusahaan PT GDP Venture merupakan induk dari e-commerce BliBli. Anak perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan US$510 juta dalam IPO terbesar kedua di Indonesia pada 2022.

Total kekayaan keduanya sampai sekarang mencapai US$47,7 miliar. Angka yang fantastis dan belum tergoyahkan oleh siapa pun di Indonesia. 

Baca Juga: Distribusi Pendapatan dalam Perekonomian, Apa Itu?

Nah, dari ulasan singkat terkait Bos Djarum, bisa diambil kesimpulan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. 

Kesuksesan duet Hartono membangun kembali usaha yang nyaris bangkrut bisa menjadi inspirasi. 

Berinovasi, menyesuaikan pangsa pasar, dan mengikuti perkembangan zaman adalah kunci kesuksesan bisnis mereka.

Semoga kesuksesan para Bos Djarum ini bisa menjadi inspirasi. 

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X