Mengenal Buku Besar Bentuk T, Cara Membuat dan Contohnya

Share this Post

apa itu COA
Table of Contents
shopee pilih lokal

Buku besar bentuk T merupakan salah satu elemen kunci dalam sistem akuntansi suatu perusahaan. 

Dalam dunia keuangan, buku besar ini tidak hanya sekadar kumpulan catatan transaksi, melainkan juga sebuah alat vital yang membantu perusahaan mengorganisir dan menganalisis keuangan mereka dengan lebih efisien. 

Dengan bentuk huruf T yang khas, setiap akun memiliki dua kolom terpisah untuk mencatat transaksi debit dan kredit, menyajikan informasi keuangan dengan cara yang jelas dan terstruktur.

Bentuk T pada buku besar memberikan gambaran visual yang mudah dipahami mengenai arus keuangan perusahaan. Di setiap kolom, terdapat judul akun yang memudahkan identifikasi dan pelacakan setiap transaksi. 

Garis vertikal yang membagi kedua kolom tersebut membantu menyusun dengan rapi data keuangan, memberikan pemahaman yang mendalam terkait saldo akun dan apakah akun tersebut memiliki saldo debet atau kredit. 

Dalam praktiknya, buku besar bentuk T bukan hanya sekadar alat pencatatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi analisis keuangan yang cermat dan strategis.

Baca Juga: Contoh Rekap Data Penjualan Dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Apa Itu Buku Besar Bentuk T?

Mengenal Buku Besar Bentuk T, Cara Membuat dan Contohnya
Foto: Akuntan Menulis (freepik.com)

Menurut laman Investopedia, buku besar bentuk T adalah suatu format penyusunan buku besar yang memiliki bentuk huruf T.

Pada buku besar ini, setiap akun memiliki dua kolom, yaitu debit dan kredit. 

Sebuah akun akan terbagi menjadi dua bagian, bagian kiri untuk mencatat transaksi debit dan bagian kanan untuk mencatat transaksi kredit.

Pada bagian atas kolom debit dan kredit terdapat judul akun, dan di tengah-tengahnya terdapat garis vertikal yang membagi kedua kolom tersebut. 

Dengan menggunakan buku besar bentuk T, perusahaan dapat dengan jelas melihat saldo akun dan mengetahui apakah suatu akun memiliki saldo debet atau kredit.

Bentuk T pada buku besar membantu menyederhanakan pencatatan transaksi keuangan dan mempermudah analisis keuangan perusahaan. 

Dengan melihat buku besar bentuk T, pemilik perusahaan, akuntan, atau pihak yang berkepentingan dapat dengan cepat melacak dan memahami perubahan keuangan yang terjadi pada setiap akun.

Bagaimana Buku Besar Bentuk T Digunakan?

Mengenal Buku Besar Bentuk T, Cara Membuat dan Contohnya
Foto: Dokumen Keuangan (freepik.com)

Menurut laman Accounting Tools, buku besar bentuk T memiliki peran yang sangat penting dalam dunia akuntansi. Fungsi pertamanya adalah sebagai alat pembelajaran, memainkan peran sentral dalam mengajarkan prinsip-prinsip dasar akuntansi. 

Dengan menggunakan pencatatan ini, kamu dapat dengan mudah memahami konsep debit dan kredit, serta bagaimana setiap transaksi memengaruhi saldo akun.

Buku besar ini juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dalam menyajikan informasi keuangan secara visual. 

Dalam bisnis, terdapat banyak transaksi yang kompleks dan melibatkan beberapa akun sekaligus. 

Konsep buku besar bentuk T sangat berguna ketika menyusun transaksi akuntansi yang lebih sulit.

Di mana akuntan perlu melihat bagaimana suatu transaksi bisnis berdampak pada seluruh bagian laporan keuangan perusahaan.

Dengan merinci setiap akun dalam bentuk T, akuntan dapat dengan jelas melihat apakah suatu akun memiliki saldo debet atau kredit, memudahkan pemahaman tentang posisi keuangan perusahaan. 

Selain itu, akun T membantu menghindari kesalahan pencatatan, karena memaksa akuntan untuk sejelas mungkin mengidentifikasi dan mencatat setiap transaksi dengan benar.

Penting untuk dicatat bahwa, meskipun buku besar ini memiliki peran vital dalam pembelajaran dan analisis keuangan, dalam praktiknya, untuk transaksi akuntansi sehari-hari, ini jarang digunakan. 

Sebaliknya, akuntan lebih cenderung membuat entri jurnal langsung melalui perangkat lunak akuntansi yang modern. 

Namun, pengetahuan dan pemahaman terhadap konsep ini tetap menjadi dasar yang kuat bagi para akuntan dalam menjalankan tugas mereka dengan akurat dan efisien.

Baca Juga: Dari Mana Sumber Data Pencatatan Buku Besar?

Cara Membuat Buku Besar Bentuk T

Mengenal Buku Besar Bentuk T, Cara Membuat dan Contohnya
Foto: Orang Menghitung Transaksi (freepik.com)

Proses pembuatan buku besar bentuk T merupakan langkah yang penting dalam menyusun dan merapikan catatan keuangan suatu perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah lebih rinci untuk membuatnya:

1. Sediakan Lembar Buku Besar

Langkah pertama dalam pembuatan buku besar bentuk T adalah menyiapkan lembar buku besar yang akan menjadi tempat mencatat semua transaksi perusahaan. 

Pilihan metode pencatatan sangat penting dan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan teknologi perusahaan.

Dalam menyiapkan lembar buku besar, pertimbangkan apakah pencatatan akan dilakukan secara manual atau menggunakan sistem digital. 

Pencatatan manual melibatkan pengisian lembaran buku besar dengan tangan, sedangkan pencatatan digital menggunakan perangkat komputer atau teknologi lainnya. 

Keputusan ini dapat dipengaruhi oleh ukuran perusahaan, kompleksitas transaksi, dan kebutuhan akurasi serta kecepatan dalam mengelola data keuangan.

Pencatatan manual seringkali cocok untuk bisnis yang lebih kecil dengan volume transaksi yang terbatas. Pada metode ini, akuntan atau petugas keuangan akan secara langsung mencatat setiap transaksi ke dalam lembar buku besar dengan tangan. 

Meskipun lebih tradisional, metode manual masih relevan untuk beberapa bisnis yang mungkin belum membutuhkan tingkat otomatisasi yang tinggi.

Di sisi lain, menggunakan sistem digital dalam pembuatan buku besar memanfaatkan perangkat komputer atau perangkat lunak akuntansi. Metode ini lebih efisien dan cenderung mengurangi risiko kesalahan manusia. 

Pencatatan digital juga memungkinkan akses mudah, pengelolaan yang lebih cepat, dan kemampuan untuk menghasilkan laporan keuangan dengan cepat.

Keputusan antara pencatatan manual dan digital haruslah berdasarkan kebutuhan dan kapabilitas perusahaan. 

Adapun penting untuk selalu menjaga keakuratan dan keteraturan dalam pencatatan transaksi agar buku besar menjadi alat yang efektif dalam mengelola dan memahami keuangan perusahaan.

2. Tulis Tanggal Transaksi

Penting untuk mencatat tanggal setiap transaksi secara akurat dalam buku besar. Setiap kali terjadi transaksi, pastikan untuk mencatat tanggal transaksi pada kolom yang telah disediakan. 

Tanggal transaksi ini memiliki peranan krusial dalam memastikan kronologis dan ketertelusuran yang baik terhadap semua kegiatan keuangan perusahaan.

Penulisan tanggal yang konsisten dengan catatan di jurnal umum sangatlah penting. Kesesuaian tanggal antara buku besar dan jurnal umum membantu menciptakan urutan waktu yang jelas dalam pencatatan keuangan. 

Hal ini sangat bermanfaat ketika perlu melakukan penelusuran atau analisis atas suatu transaksi atau serangkaian transaksi pada periode tertentu.

Dengan mencatat tanggal secara konsisten, buku besar tidak hanya menjadi buku catatan keuangan. Melainkan juga jadi alat yang dapat diandalkan untuk memahami sejarah transaksi perusahaan. 

Kemampuan untuk menyusun catatan secara kronologis memudahkan proses audit, penelusuran, dan analisis keuangan oleh pihak manajemen atau auditor eksternal.

Jadi, secara keseluruhan, penulisan tanggal transaksi dengan konsisten di dalam buku besar adalah praktik yang penting untuk menjaga keteraturan dan integritas data keuangan. 

Ini menciptakan landasan yang kokoh untuk pengelolaan keuangan yang efisien dan memastikan bahwa catatan perusahaan sesuai dengan urutan waktu yang sebenarnya.

3. Input Saldo Akun Awal

Langkah selanjutnya dalam menyusun buku besar bentuk T adalah mengisi saldo awal pada setiap akun. 

Saldo awal ini merupakan jumlah sisa dari transaksi pada periode sebelumnya dan perlu diisikan pada baris pertama buku besar sesuai dengan kolom yang telah ditentukan. 

Proses ini memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Pertama, sumber utama informasi untuk saldo awal biasanya berasal dari laporan neraca pada akhir periode akuntansi sebelumnya. 

Laporan neraca memberikan gambaran menyeluruh mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu titik waktu. 

Dengan merujuk pada laporan neraca, akuntan dapat menentukan saldo awal yang tepat untuk setiap akun yang akan dicatat dalam buku besar.

Namun, terkadang saldo akhir dari periode sebelumnya mungkin belum tersedia ketika buku besar untuk periode baru sedang disiapkan. 

Dalam situasi ini, penulisan angka 0 (nol) di kolom saldo awal dapat dilakukan sementara menunggu informasi yang lebih akurat. 

Hal ini membantu memulai pencatatan untuk periode tersebut tanpa harus menunggu laporan neraca yang mungkin belum selesai.

Isian saldo awal sangat krusial karena memberikan dasar perhitungan untuk setiap transaksi selama periode berjalan. 

Dengan memulai dengan saldo awal yang tepat, buku besar dapat menyajikan informasi yang lebih akurat tentang perubahan keuangan yang terjadi pada setiap akun.

Jadi, penulisan saldo awal dalam buku besar adalah langkah kunci dalam menyusun pencatatan keuangan yang akurat dan membantu memahami perubahan keuangan perusahaan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi Single Step, Simak Serba-Serbinya

4. Isi Keterangan Transaksi

Keterangan transaksi memiliki peran yang sangat vital dalam buku besar untuk memberikan informasi yang mendetail tentang setiap kegiatan keuangan perusahaan. 

Setiap kali terjadi transaksi, pastikan untuk mengisi kolom keterangan transaksi dengan sejelas dan serinci mungkin. 

Tingkat ketelitian dalam memberikan keterangan ini sangat memengaruhi kualitas dan pemahaman terhadap catatan keuangan.

Keterangan transaksi tidak hanya sekadar catatan singkat, melainkan merupakan narasi yang merinci tujuan, objek, dan aspek-aspek penting lainnya dari setiap transaksi. 

Pengisian yang jelas dan rinci ini membantu menciptakan gambaran yang lengkap dan akurat mengenai alasan di balik setiap perubahan keuangan yang tercatat di buku besar.

Pentingnya keterangan transaksi terletak pada kemampuannya menyajikan konteks dan pemahaman yang lebih dalam terhadap transaksi keuangan perusahaan. 

Dengan memiliki keterangan yang jelas, baik akuntan maupun pihak manajemen dapat menginterpretasikan makna dan dampak dari setiap kegiatan keuangan dengan lebih baik.

Analisis keuangan yang akurat memerlukan keterangan transaksi yang tepat dan rinci. Keterangan yang baik juga mempermudah proses audit dan penelusuran transaksi untuk keperluan laporan keuangan. 

Oleh karena itu, penekanan pada pengisian kolom keterangan transaksi dengan jelas bukan hanya sebagai langkah administratif. Melainkan juga sebagai upaya untuk menjaga integritas dan keakuratan informasi keuangan perusahaan.

5. Catat Nomor Referensi

Nomor referensi dari jenis jurnal akuntansi dan nomor halaman jurnal sebelumnya perlu dicatat. Pastikan nomor referensi sesuai dengan postingan sebelumnya untuk menjaga akurasi data. 

Misalnya, nomor referensi JU-3 menunjukkan bahwa data di buku besar berasal dari jurnal umum di halaman 3.

6. Catat Nilai Nominal

Pencatatan nilai nominal transaksi di dalam buku besar merupakan langkah penting dalam menyajikan informasi keuangan perusahaan secara terperinci dan akurat. 

Setiap kali terjadi transaksi, pastikan untuk mencatat nilai nominal tersebut di kolom debit dan kredit sesuai dengan kategorinya. 

Pemahaman yang baik mengenai konsep debit dan kredit menjadi kunci utama dalam proses ini.

Nilai nominal transaksi yang dicatat di kolom debit dan kredit didasarkan pada jenis akun yang terlibat dalam transaksi tersebut. Informasi ini diperoleh dari data jurnal akuntansi yang telah dibuat pada tahap awal pencatatan transaksi. 

Misalnya, ketika terjadi penambahan aset, nilainya akan dicatat di kolom debit karena aset merupakan suatu sumber atau nilai yang bertambah. 

Sebaliknya, ketika terjadi penambahan modal, nilainya akan dicatat di kolom kredit, mengindikasikan bahwa modal atau hak pemilik perusahaan bertambah.

Penggunaan kolom debit dan kredit dalam buku besar menciptakan sistem yang konsisten dan dapat diinterpretasikan dengan mudah. 

Kategori ini membantu dalam menentukan posisi keuangan setiap akun secara jelas, apakah itu merupakan aset, liabilitas, modal, pendapatan, atau biaya. 

Selain itu, mencatat nilai nominal transaksi dengan benar juga memastikan bahwa prinsip dasar akuntansi, yaitu bahwa setiap transaksi harus memiliki jumlah debit yang sama dengan jumlah kredit, tetap terjaga.

Dengan mencatat nilai nominal transaksi dengan akurat, buku besar tidak hanya menjadi catatan transaksi semata, tetapi juga menjadi alat analisis keuangan yang handal. 

Informasi yang terdokumentasi dengan baik membantu pemangku kepentingan, seperti manajemen dan investor, untuk memahami perubahan keuangan perusahaan dan membuat keputusan yang informasional dan tepat.

7. Catat Saldo

Terakhir, catat jumlah saldo yang sesuai dengan hasil penambahan dan pengurangan dari setiap transaksi. 

Tujuannya agar siapa pun yang melihat data transaksi di periode akuntansi tersebut dapat dengan mudah memahaminya. Saldo akhir ini memberikan gambaran tentang posisi keuangan akun pada akhir periode.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, perusahaan dapat membuat buku besar bentuk T yang terstruktur, akurat, dan memudahkan analisis keuangan.

Baca Juga: Fungsi Buku Besar Pembantu Untuk Mencatat Keuangan, Simak!

Contoh Buku Besar Bentuk T

Dalam proses pencatatan buku besar bentuk T, setiap transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan akan dikelompokkan ke dalam tabel yang berbeda-beda sesuai dengan kategorinya. 

Pendekatan ini bertujuan untuk mengorganisir data keuangan perusahaan dengan lebih terstruktur dan memberikan gambaran yang jelas mengenai pergerakan keuangan di berbagai aspek bisnis.

Tujuan utama dari pengelompokan transaksi dalam tabel masing-masing kategori adalah untuk menghasilkan ringkasan yang informatif. 

Dengan demikian, pemilik perusahaan, akuntan, atau pihak yang berkepentingan dapat dengan mudah melihat dan memahami aktivitas keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu. 

Tabel-tabel tersebut membantu membentuk gambaran keseluruhan mengenai kesehatan keuangan perusahaan.

Contoh konkret dari penerapan buku besar bentuk T dapat dilihat pada PT Berkah Selalu. 

Sebagai contoh, data transaksi yang dicatat untuk bulan Juli melibatkan beberapa kategori seperti kas, penjualan, piutang, biaya operasional, dan modal. 

contoh buku besar bentuk t
Foto: Contoh Buku Besar Bentuk T (mas-software.com)

Dengan menggunakan buku besar bentuk T, setiap kategori transaksi tersebut dapat disusun secara terperinci dan terorganisir, memudahkan dalam melacak setiap perubahan keuangan yang terjadi.

Penting untuk dicatat bahwa melalui buku besar bentuk T, informasi mengenai nilai saldo di setiap akun tertentu dapat dengan cepat diakses. 

Hal ini memungkinkan pihak terkait untuk memonitor kesehatan keuangan perusahaan dan membuat keputusan yang lebih tepat. 

Dengan demikian, buku besar bentuk T bukan hanya menjadi alat pencatatan transaksi. Melainkan juga menjadi instrumen analisis keuangan yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X