Heatmap: Pengertian, Tipe, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa itu heatmap? Bagaimana cara kerjanya? Untuk tahu lebih lengkapnya simak di sini.

Pernah mendengar istilah heat mapping? Heatmap merupakan metode visualisasi data yang telah digunakan sejak abad ke-19.

Walaupun telah lama ditemukan, heatmap terus berkembang dan bahkan menjadi lebih penting di era digital saat ini.

Heat mapping dapat diterapkan pada berbagai jenis data, seperti hasil jajak pendapat, peta wilayah, data pasar real estate, hingga analisis halaman web yang mencerminkan jumlah kunjungan suatu situs web.

Ingin tahu apa fungsi heatmap dan apa manfaatnya untuk bisnis? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Heatmap

Heatmap adalah representasi visual atau pemetaan data yang menggunakan berbagai warna.

Umumnya, semakin tinggi nilai suatu kelompok data, semakin gelap warna yang digunakan untuk mewakili nilai tersebut. Umumnya, warna yang digunakan adalah warna merah.

Meskipun dapat memiliki aplikasi luas dalam berbagai bidang seperti statistika, geografi, dan lainnya, heatmap saat ini banyak digunakan untuk memantau aktivitas pengguna di sebuah situs web.

Proses pembuatan heatmap dilakukan dengan memperhatikan gerakan mouse, seperti klik pada tautan, tombol, mengarahkan kursor (hover), dan gulir layar.

Dengan memanfaatkan heat map, kamu dapat dengan jelas melihat dan memahami aktivitas yang dilakukan oleh pengguna pada situs kamu.

Baca Juga: Pengertian Klausul Kontrak Dan Cara Membuatnya

Manfaat Heatmap untuk Bisnis

Heatmap: Pengertian, Tipe, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Foto: Peta Benua Amerika (Pexels.com)

Umumnya, kita cenderung lebih mudah memahami data melalui representasi visual, terutama dengan penggunaan kelompok warna yang jelas.

Dengan heatmap, pemahaman terhadap data yang kompleks dapat dipercepat karena penyajiannya yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.

Berikut beberapa manfaat heatmap untuk kebutuhan bisnis.

1. Memahami Perilaku Konsumen

Dengan menggunakan Heat Mapping, pelaku bisnis dan pemasar dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku konsumen.

Informasi ini menjadi kunci untuk membuat keputusan strategis yang lebih baik dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.

Sebagai contoh, dengan menganalisis daerah pada situs web yang paling sering dikunjungi dan durasi waktu yang dihabiskan pada halaman tertentu, bisnis dapat mengidentifikasi produk atau layanan yang paling diminati oleh pelanggan.

Analisis ini membantu dalam mengoptimalkan portofolio produk atau layanan, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan pada akhirnya, meningkatkan tingkat konversi.

2. Meningkatkan Efektivitas Pengiklanan

Dengan memahami area yang paling sering dikunjungi atau digunakan oleh pengguna, para pemasar dapat menyesuaikan desain dan penempatan iklan untuk meningkatkan efektivitas kampanye iklan mereka.

Strategi ini dapat membawa peningkatan konversi dan ROI (Return on Investment) dari kampanye iklan tersebut.

3. Penyesuaian Strategi Pemasaran

Dengan memahami perilaku konsumen melalui pemanfaatan heat mapping, para pebisnis dan pemasar dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan mereka.

Mereka dapat menempatkan produk atau promosi di lokasi yang lebih strategis dan memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen.

4. Menganalisi Traffic Website

Di samping itu, pemanfaatan heat mapping juga dapat diterapkan dalam analisis lalu lintas situs web. Dalam konteks bisnis online, kesuksesan sebuah situs web ditentukan oleh daya tarik dan kemudahan penggunaannya.

Dengan menggunakan heat mapping, perusahaan dapat memeriksa interaksi pengguna dengan situs web mereka dan mengenali area yang paling sering atau jarang dikunjungi.

Ini memberikan bahan bagi perusahaan untuk membuat perubahan dan penyesuaian yang diperlukan guna meningkatkan pengalaman pengguna dan mengoptimalkan tingkat konversi.

Sebagai contoh, apabila peta panas menunjukkan bahwa pengunjung kurang berinteraksi dengan tombol “Beli Sekarang”, tombol tersebut dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih menarik perhatian atau dilengkapi dengan penjelasan yang lebih jelas.

Heatmap menjadi alat yang membantu untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi pengguna selama berinteraksi dengan situs web.

Dengan heat map, kita dapat mengetahui hambatan apa yang mungkin ditemui pengguna dalam proses pembelian, alasan informasi tertentu mungkin tidak disampaikan dengan baik, serta mengeksplorasi potensi pengembangan dan perbaikan lainnya.

Baca Juga: Predatory Pricing: Pengertian, Dampak, Dan Contoh Kasusnya Di Indonesia

Tipe-Tipe Heatmap

Heatmap: Pengertian, Tipe, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Foto: Salah Satu Contoh Heatmap (Bostonmagazine.com)

1. Scroll Map

Scroll map merupakan jenis heatmap yang menunjukkan sejauh mana pengunjung melakukan pengguliran (scrolling) di situs web.

Heatmap ini dapat memberikan gambaran tentang tingkat ketertarikan pengunjung terhadap konten yang disajikan.

Dalam konteks saat ini, sangat krusial untuk memastikan bahwa konten yang dibuat dapat diterima dengan baik oleh pengguna.

Jika data dari scroll map menunjukkan bahwa pengguna meninggalkan situs terlalu cepat, perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan waktu pengguliran (scrolling) dan mempertahankan minat pengunjung.

Informasi yang diperoleh dari scroll map dapat sangat berguna dalam melakukan uji A/B untuk menguji hipotesis mengenai alasan pengguna tidak mengoptimalkan penggunaan situs atau meninggalkan situs terlalu dini.

Dengan menganalisis data dari scroll map, pemilik situs dapat mengidentifikasi area potensial untuk perbaikan, meningkatkan retensi pengunjung, dan meningkatkan efektivitas situs web secara keseluruhan.

2. Hover/Mouse Tracking Map

Hover heatmap merupakan metode untuk memantau pergerakan mouse pengguna ketika mereka berinteraksi dengan situs.

Namun, salah satu tantangan yang dihadapi oleh jenis heat mapping ini adalah kesulitan dalam mengaitkan pergerakan mouse pengguna dengan konten yang sebenarnya dilihat oleh mereka.

Instapage menyatakan bahwa tidak selalu dapat dijamin bahwa pengguna benar-benar melihat titik di mana kursor mereka berada.

Akibatnya, keandalan dari jenis heatmap ini menjadi kurang dapat diandalkan.

Perlu diperhatikan bahwa data dari hover heatmap dapat memberikan gambaran umum tentang area yang menarik perhatian pengguna, namun interpretasi detail mengenai fokus sebenarnya pengguna dapat menjadi lebih sulit dilakukan.

3. Click-Tracking Map

Click heatmap adalah visualisasi yang menunjukkan area di situs web yang paling sering diklik oleh pengguna.

Warna yang digunakan dalam click heatmap bervariasi dari “dingin” seperti biru hingga “panas” seperti merah. Semakin sering suatu area diklik, warnanya akan lebih mendekati merah, sementara area yang kurang diklik akan lebih mendekati biru.

Click heatmap membantu untuk memahami sejauh mana pengunjung mengklik area yang dirancang untuk mendapatkan perhatian, seperti tombol call-to-action dan tautan lainnya.

Analisis dari click heatmap memungkinkan untuk mengoptimalkan penempatan elemen-elemen tersebut agar sesuai dengan perilaku pengguna dan meningkatkan efektivitas situs web.

Baca Juga: Pengertian Downtime, Penyebab, Dan Cara Mencegahnya

4. Eye Tracking Map

Eye-tracking heatmap adalah representasi visual dari pergerakan mata pengguna yang dilacak saat berinteraksi dengan sebuah situs.

Penelitian menggunakan eye-tracking heatmap dapat dilakukan melalui penggunaan kamera web.

Dengan memahami di mana fokus mata pengguna terletak saat mengunjungi suatu halaman situs, kamu dapat menempatkan elemen-elemen penting sesuai dengan temuan dari penelitian tersebut, sehingga memastikan bahwa konten yang relevan benar-benar terlihat.

Penting untuk diingat bahwa eye-tracking heatmap memberikan pandangan detail tentang bagaimana mata pengguna bergerak di sekitar halaman, membantu dalam penempatan optimal elemen-elemen kunci untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Gambaran Cara Kerja Heatmap

Heatmap: Pengertian, Tipe, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Foto: Contoh Heatmap Kota Melbourne (Research Gate)

Dalam pembuatan heatmap, pertama-tama tentukan tujuan analisis dan pilih sumber data yang akan digunakan.

Tujuan analisis dapat melibatkan pemahaman perilaku pengguna di situs web atau evaluasi kinerja produk atau layanan.

Sumber data dapat berasal dari berbagai platform, seperti Google Analytics atau platform e-commerce.

Setelahnya, alat atau perangkat lunak heatmap akan membuat pemetaan berdasarkan data interaksi pengunjung yang terkumpul.

Setelah itu, pilihlah platform heat map yang sesuai dengan kebutuhan. Platform seperti Crazy Egg atau Hotjar menyediakan alat analisis dan visualisasi data dalam bentuk heat map.

Setelah memilih platform, kumpulkan dan proses data untuk analisis. Data yang bisa dianalisis mencakup interaksi pengguna dengan situs web, waktu yang dihabiskan di halaman tertentu, lokasi geografis pengunjung, dan perilaku pengguna lainnya.

Dengan memproses data, kita dapat membuat visualisasi dalam bentuk heat map yang mudah dipahami. Heat map ini menyoroti area dengan tingkat interaksi tertinggi dan tertinggi dengan menggunakan warna yang berbeda, mempermudah interpretasi data.

Setelah data divisualisasikan sebagai heat map, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan penyesuaian.

Beberapa contoh area yang memerlukan perhatian mungkin termasuk navigasi situs web yang rumit, kesalahan pada halaman tertentu, atau produk yang kurang diminati.

Informasi ini dapat membantu perusahaan mengoptimalkan situs web mereka untuk meningkatkan konversi dan keuntungan.

Baca Juga: Pengertian Aggregator Dalam Bisnis, Manfaat Dan Jenis-Jenisnya

Itu tadi penjelasan tentang heatmap, mulai dari pengertian, tipe, manfaat, dan cara kerjanya.

Dengan pemahaman yang baik, kamu dapat merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan tingkat konversi penjualan di situs web.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X