Pengertian Downtime, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Share this Post

pengertian downtime
Table of Contents
shopee pilih lokal

Downtime merupakan istilah dalam IT yang menandakan bahwa sistem komputer sedang tidak tersedia.

Jika kamu akrab dengan dunia IT, komputer, dan jaringan komunikasi khususnya berbasis internet, tentu sudah familiar dengan istilah downtime.

Sebutan ini kerap kali muncul ketika sebuah sistem perangkat lunak atau keras sedang tidak tersedia untuk digunakan.

Kondisi itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kesalahan manusia, kerusakan sistem, pemeliharaan rutin, dan sebagainya.

Dalam artikel ini, akan dibahas definisi downtime beserta penyebab dan cara mengatasinya. Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Apa itu Proxy Server? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya

Pengertian Downtime

downtime
Foto: Pemeliharaan Sistem (Freepik.com)

Menurut Suse, downtime merupakan istilah dalam dunia komputer untuk menggambarkan sebuah kondisi dimana komputer atau sistem IT sedang tidak tersedia, offline, atau tidak beroperasi.

Secara umum, kondisi ini bisa disebabkan oleh human error, kegagalan sistem, dan pemeliharaan.

Kondisi darurat atau bencana juga dapat menyebabkan downtime, seperti kebakaran, pemadaman listrik, banjir, dan sebagainya.

Dalam industri, kondisi tersebut juga dapat merujuk pada kegagalan fungsi peralatan produksi.

Misalnya saja dalam industri manufaktur, mungkin saja ditemukan suatu alat produksi yang tidak dapat beroperasi karena kegagalan sistem, kesalahan manusia, atau dalam pemeliharaan.

Periode downtime dapat berbeda, tergantung pada penyebab dan kondisi yang dialami. Bisa dalam hitungan jam, setengah hari, satu hari penuh, atau bahkan beberapa hari.

Dalam industri IT, downtime dapat menjadi salah satu metrik yang digunakan untuk mengukur kualitas sebuah sistem.

Semakin minim kegagalan sistem atau downtime, maka kualitas infrastruktur yang tersedia dinilai semakin baik.

Pasalnya, saat ini banyak industri dan perusahaan yang bergantung pada infrastruktur IT.

Tak hanya perusahaan teknologi, industri tekstil dan manufaktur juga mengandalkan sistem IT untuk memproses data dan operasional bisnisnya.

Kegagalan sistem dapat mengganggu jalannya proses bisnis yang berakibat pada buruknya citra perusahaan, ketidakpuasan pelanggan, hingga berkurangnya pendapatan secara keseluruhan.

Baca Juga: Apa Itu DNS? Simak Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Penyebab Downtime

Pengertian Downtime, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Foto: Pemeliharaan Sistem (Freepik.com)

Ada beberapa penyebab downtime yang perlu kamu ketahui, berikut penjelasannya:

1. Pemeliharaan Rutin

Penyabab downtime yang pertama adalah pemeliharaan rutin. Sesuai dengan namanya, kondisi ini dilakukan dengan sengaja untuk memeriksa dan meningkatkan kondisi perangkat.

Pemilik situs web yang memiliki traffic yang cukup padat mungkin akan melakukan pemeliharaan rutin pada waktu-waktu yang dianggap senggang.

Misalnya, pada tengah malam atau dini hari. Hal ini dilakukan agar pemeliharaan tidak mengganggu pengguna yang sedang mengakses situs.

Contoh lain adalah pemeliharaan alat produksi yang dilakukan di luar jam produksi. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu operasional bisnis.

2. Kesalahan Manusia

Kesalahan manusia atau human error menjadi salah satu penyebab downtime. Infrastruktur IT perlu ditangani oleh orang yang ahli di bidangnya.

Namun, kerap kali terjadi kesalahan yang tidak disengaja. Akibatnya, sistem IT mengalami gangguan dan akhirnya tidak tersedia untuk diakses.

Pun dalam manufaktur, kesalahan operator produksi berpotensi mengganggu atau bahkan menimbulkan kerusakan terhadap mesin produksi.

Baca Juga: Awas! Ini Ancaman 5 Jenis Malware dalam Website Toko Online

3. Serangan Malware

Malware merupakan musuh utama sistem IT, baik perangkat lunak maupun keras.

Mengutip dari Ciscomalware atau malicious software mengacu pada perangkat lunak pengganggu yang dikembangkan oleh penjahat dunia maya (hacker) untuk mencuri data dan merusak atau menghancurkan komputer dan sistem komputer.

Perangkat lunak berbahaya ini dapat merusak dan mencuri data sebuah situs web, sehingga membuatnya tidak dapat diakses oleh pengguna hingga dipulihkan kembali.

4. Serangan Hacker

Jika malware merupakan perangkat lunak berbahaya yang sengaja dibuat untuk meretas jaringan, maka orang yang melakukannya disebut sebagai hacker.

Seringkali hacker bekerja untuk mengambil alih situs web, akun pribadi, hingga mengendalikan komputer lain dari jarak jauh.

Sistem komputer yang disadap tentu dapat dikendalikan dengan mudahnya.

Akibatnya, sangat mungkin terjadi pencurian data, kerusakan sistem, dan kondisi lain yang menyebabkan downtime.

5. Kegagalan Sistem

Dalam situasi yang tak terduga, kegagalan sistem dapat memicu downtime. Kegagalan sistem mencakup kerusakan jaringan dan kerusakan mesin.

Jika hal ini terjadi, perangkat lunak dan keras tentu tidak akan dapat diakses. Terutama bagi sistem IT yang bergantung pada jaringan internet nirkabel.

Pun bagi industri manufaktur, kegagalan sistem juga bisa disebabkan oleh malfungsi alat produksi.

Jika sudah terjadi, diperlukan perbaikan yang cukup memakan waktu.

6.  Kelebihan Beban Kerja

Perlu diketahui, suatu infrastruktur memiliki kapasitas yang berbeda. Jika beban yang ditanggung melebihi kapasitas, sangat mungkin terjadi gangguan atau kerusakan.

Hal ini berlaku untuk sistem IT, alat produksi, perangkat lunak, dan perangkat keras. Sebagai contoh, tentu kamu pernah mengunjungi sebuah situs yang down dan tidak dapat diakses.

Hal tersebut bisa terjadi karena ada terlalu banyak pengguna yang mencoba mengakses situs tersebut pada satu waktu yang sama.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhkan pemeliharaan berkala untuk mengurangi beban server atau beban produksi.

7. Situasi Darurat atau Bencana

Penyebab downtime yang terakhir cukup sulit diprediksi. Situasi darurat kebencanaan bisa terjadi kapan saja.

Ada banyak situasi yang dapat terjadi, seperti pemadaman listrik, kebakaran, banjir, korsleting, tanah longsor, dan sebagainya.

Kondisi tersebut tentu mengakibatkan kerusakan fatal bagi sistem, sehingga menyebabkan downtime.

Meski begitu, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Misalnya, memilih lokasi yang aman dari bencana, menyediakan pembakit listrik darurat, menempatkan perangkat keras komputer di ruangan yang aman, menyediakan APAR, dan sebagainya.

Baca Juga: Belajar Coding Untuk Pemula dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Cara Mencegah Downtime

Pengertian Downtime, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Foto: Perawatan Sistem (Freepik.com)

Untuk mengurangi potensi downtime, ada beberapa upaya yang bisa kamu lakukan. Berikut penjelasannya!

Persiapan

Kondisi downtime kerap kali terjadi di luar perkiraan. Untuk mengantisipasinya, dibutuhkan persiapan yang matang.

Mulai dari persiapan tenaga ahli hingga sistem cadangan. Misalnya, menyediakan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

Sebuah perangkat lunak dan keras juga harus memiliki sistem keamanan yang baik agar dapat melindungi sistemnya dari peretas dan malware.

Semakin banyak rencana alternatif yang kamu milik, semakin kecil risiko downtime yang dapat terjadi.

Buat Jaringan Komunikasi yang Efektif

Ketika terjadi situasi darurat, semua orang harus memahami situasi tersebut dengan cepat. Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak yang dapat ditimbulkan.

Sebagai contoh, jika downtime terjadi karena kebakaran, maka orang lain harus mengetahui kondisi tersebut dan segera memutus aliran listrik.

Selain mengurangi kerusakan, hal ini juga dapat mencegah jatuhnya korban.

Baca Juga: Ini 5 Cara Membuat Chatbot LINE, Mudah!

Mengadopsi Teknologi Baru

Teknologi baru dibuat sebagai penyempurna atas teknologi sebelumnya. Artinya, terdapat peningkatan kualitas, peningkatan sistem, dan peningkatan keamanan.

Dengan begitu, risiko terjadinya downtime dapat dicegah dan mengurangi dampah negatif yang dihasilkannya.

Itulah pengertian, penyebab, dan cara mencegah downtime yang bisa kamu terapkan. Semoga berhasil, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X