7 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan untuk Berbisnis

Share this Post

Cara-Mengatur-Keuangan-di-Bulan-Ramadhan
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kehadiran bulan puasa sering kali berdampak bagi bisnis. Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan untuk usahamu?

Siapa pun yang memulai usaha, tentu harus belajar mengatur keuangan dengan baik sejak awal. Tak jarang, beberapa pebisnis memiliki rekanan yang pandai mengatur keuangan.

Sebab, selain ide dan inovasi, kelancaran keuangan perusahaan menjadi prioritas utama.

Setiap bisnis bisa berjalan karena adanya perputaran dana yang baik.

Dana itu sendiri mencakup modal usaha, keuntungan, gaji karyawan, dan biaya tak terduga lainnya. Meskipun ada banyak usaha dengan modal kecil, kamu tetap perlu mengaturnya dengan baik.

Memasuki bulan Ramadan, sering terjadi perubahan bisnis secara signifikan. Jika biasanya usaha kuliner bisa buka sepanjang hari, selama momen ini terjadi perubahan waktu.

Hal tersebut sedikitnya membawa pengaruh bagi keuangan usaha. Oleh karenanya, cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan tentu berbeda dengan bulan-bulan lainya.

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan bagi bisnis?

Baca Juga: 10 Usaha di Bulan Puasa yang Laris, Penjualan Dijamin Meningkat!

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan

cara mengatur keuangan di bulan ramadhan
Foto menabung. Sumber: Freepik.com

Menuruut Forbes, dalam berbisnis kamu perlu berusaha lebih cerdas, bukan lebih keras. Begitu pun dalam mengatur keuangan, kamu perlu cerdas dalam mengelolanya.

Yuk, simak cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan berikut ini, ya!

1. Tentukan Jam Buka Toko

Cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan yang pertama bagi bisnis adalah menentukan jam buka toko.

Selama Ramadan umumnya usaha kuliner hanya buka pada siang hingga malam hari.

Sebenarnya, tidak ada larangan untuk tetap buka seharian, tetapi jumlah pelangganmu mungkin berkurang.

Maka dari itu, perhitungan profitabilitas usaha kulinermu di bulan puasa ini tentu berbeda. Bisa jadi, omzet bisnismu menurun karena perubahan jam toko.

Bisa juga mungkin meningkat pada saat jam buka puasa dan sahur.

Jangan sampai kamu mengeluarkan modal berlebih jika omzet turun dan tingkatkan modalmu saat omzet naik.

Baca Juga: Hukum Bisnis di Indonesia, Ini Ruang Lingkup dan Sumbernya

2. Buat Rencana Keuangan Terpisah

7 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan untuk Berbisnis
Foto membuat rencana keuangan. Sumber: Freepik.com

Cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan untuk bisnis selanjutnya adalah membuat rencana keuangan secara terpisah.

Artinya, jangan samakan rencana keuangan bisnis di bulan lain dengan bulan Ramadan.

Sebaiknya, buatlah rencana keuangan Ramadan sendiri tanpa memodifikasi rencana di bulan lain. Sebab, nantinya kamu membutuhkan data tersebut sebagai pembanding.

Sebenarnya, alur penyusunan rencana keuangan di bulan Ramadan perbedaannya terletak pada jumlah modal dan margin keuntungan yang diharapkan.

Terkadang, kamu juga perlu memberikan harga spesial Ramadan.

3. Belanja Lebih Awal

Setelah menyusun rencana keuangan, selanjutnya kamu perlu membeli berbagai bahan yang dibutuhkan untuk bisnismu.

Umumnya, bahan-bahan mentah ini dibutuhkan oleh usaha kuliner.

Seperti kamu ketahui, memasuki bulan puasa hingga Lebaran beberapa bahan kebutuhan pokok sering mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.

Misalnya saja, minyak goreng yang kini sedang langka dan harganya meroket.

Untuk mencegah terjadinya overbudget, kamu bisa siasati dengan membeli bahan dasar untuk bisnismu lebih awal.

Khususnya, bagi bahan-bahan yang tahan lama seperti minyak goreng, gas, aneka bumbu instan, dan sebagainya.

Baca Juga: Tertarik Usaha Catering Ramadan? Simak 9 Tipsnya Ini!

4. Pisahkan Uang Pribadi dengan Bisnis

7 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan untuk Berbisnis
Foto buku rekening. Sumber: Freepik.com

Cara yang satu ini sebenarnya sudah menjadi tips umum yang harus kamu perhatikan. Namun, khusus di bulan Ramadan kamu perlu memberikan atensi lebih.

Sebab, pengeluaran pribadi selama puasa juga biasanya meningkat.

Kamu bisa memisahkan uang pribadi dengan uang bisnismu. Caranya adalah dengan membuat tabungan atau rekening khusus bisnis.

Sebagai pelaku usaha, pastinya selain mengatur keuangan bisnis kamu juga perlu mengatur danamu sendiri terlebih dahulu.

Mulailah dengan mengalokasikan danamu untuk beberapa kebutuhan di bulan Ramadan. Utamakan yang menjadi kebutuhanmu dahulu, barulah kamu bisa memenuhi keinginanmu yang lain.

5. Catat Pengeluaran dan Pemasukan Bisnis

Setiap bisnis menengah dan besar pastinya sudah memiliki tenaga profesional yang mengurusi bagian ini. Namun, bagaimana dengan usaha kecil rumahan?

Sebesar apa pun skala bisnisnya, kamu tetap perlu mencatat pemasukan dan pengeluaran bisnis.

Jika kesulitan membuat catatannya, kamu bisa mengunduh aplikasi yang bisa membantumu membuat catatan keuangan dengan rapi dan mudah dibaca.

Sebaiknya, evaluasi catatan keuanganmu setiap minggu selama Ramadan. Pastikan semua catatan keuangan sudah benar dan bisa segera diperbaiki bila menemukan kekurangan.

Baca Juga: 7 Cara Menghasilkan Uang di Bulan Ramadhan, Coba Yuk!

6. Siapkan Dana Untuk Promosi

Selama bulan Ramadan, banyak bisnis berlomba-lomba menawarkan harga promosi bagi pelanggan.

Bahkan, beberapa bisnis memberikan diskon besar-besaran menjelang Lebaran.

Biasanya, kalau kamu tidak ikut memberikan promosi menarik, produkmu akan kurang diminati. Namun, kalau ikut-ikutan memberi promosi, bisa saja kamu tidak meraup keuntungan.

Lantas, bagaimana solusinya?

Perlu kamu pahami, sebagian bisnis yang memberikan diskon besar hanya berlaku bagi produk lama.

Dengan kata lain, para kompetitor melakukan promo cuci gudang. Sebagian lagi membatasi kuota promosi dan memberlakukan minimum pembelian.

Kamu bisa menerapkan strategi tersebut untuk tetap menjalankan promosi dengan tanpa membuat bisnismu merugi.

Strategi promosi lain yang bisa kamu terapkan adalah menyediakan paket bundling. Tentunya, ada profit yang harus kamu korbankan untuk promosi ini.

Baca Juga: 5 Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan, Bisa Laris Manis!

7. Evaluasi Catatan Keuangan Rutin

7 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan untuk Berbisnis
Foto evaluasi catatan keuangan. Sumber: Freepik.com

Cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan yang terakhir adalah rutin mengevaluasi catatan keuangan. Mengapa hal ini penting dilakukan?

Dalam mencatat keuangan, sangat mungkin terjadi kesalahan.

Baik masalah yang ditimbulkan dari human error maupun masalah teknis. Untuk mencegahnya, rutinlah menyimpan struk dan catatan transaksi.

Dokumen itu nantinya akan digunakan untuk mengevaluasi catatan keuangan.

Jika ditemukan ketidakcocokan, kamu bisa memeriksanya dengan melihat struk atau bukti transaksi di tanggal terkait.

Jangan biarkan kesalahan catatan keuangan berlangsung lama meskipun nominalnya kecil.

Sudah tahu, kan? Itu tadi beberapa cara mengatur keuangan di bulan Ramadhan bagi bisnis. Pengelolaan keuangan yang tepat bisa membawa keuntungan bagi bisnis.

Terlebih, bulan puasa sering membuka peluang usaha baru yang cepat menghasilkan uang.

Yuk, jaga efisiensi keuangan bisnismu dengan mengaturnya sebaik mungkin. Selamat berbisnis ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X