Bisnis Trading atau Investasi, Mana yang Lebih Untung?

Share this Post

bisnis trading
Table of Contents

Perkembangan bisnis terjadi begitu cepat. Banyak bermunculan bisnis baru yang bisa menghasilkan uang, satu di antaranya adalah bisnis trading.

Istilah trading sebenarnya bukan istilah asing dalam bisnis dan perdagangan.

Bisnis trading kini ramai diperbincangkan. Banyak cerita dari orang-orang sukses seperti crazy rich atau influencer yang meraup banyak cuan dari bisnis ini.

Banyak yang bilang, kamu bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat.

Hal tersebut tentunya sangat menggiurkan dan menarik perhatian banyak orang. Serupa dengan investasi saham yang juga menjanjikan profit yang besar. Keduanya menjadi tren bisnis baru bagi kaum milenial.

Apalagi kedua bisnis tersebut terdengar lebih kekinian dan cocok untuk anak muda yang super fleksibel. Katanya, bisnis trading dan investasi saham bisa membuatmu tajir melintir dalam waktu cepat!

Sayangnya, banyak anak muda yang minim pemahaman dan nekat terjun dalam bisnis ini. Alhasil, bukannya untung mereka malah mengalami banyak kerugian.

Sebelum kamu menggelontorkan uangmu untuk bisnis trading atau investasi saham, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: 4 Jenis Pending Order Dalam Trading Forex

Apa Itu Bisnis Trading?

bisnis trading
Foto: Investasi Online (Freepik.com)

Menurut Investopedia, trading adalah konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa, dengan kompensasi yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual.

Dalam arti lain, trading bisa juga diartikan sebagai pertukaran barang dan jasa antar pihak.

Dalam pasar uang, trading mengacu pada pembelian dan penjualan sekuritas, meliputi saham, reksa dana, kripto, dan lainnya.

Sedangkan menurut Cleartax, trading melibatkan partisipasi yang kuat dalam pasar uang dibandingkan dengan investasi biasa.

Keberhasilan trading tergantung pada kemampuan trader dalam meraup keuntungan selama periode tertentu. Trader adalah orang yang terlibat dalam pembelian dan penjualan aset keuangan di pasar uang.

Seorang trader bisa menjual aset untuk dirinya sendiri, atas nama orang lain, atau atas nama institusi. Trader terlibat dalam pembelian dan penjualan ekuitas jangka pendek.

Bisnis trading adalah bisnis yang dijalankan dalam pasar uang. Usaha ini menjanjikan keuntungan yang besar dalam menjual aset.

Namun, untuk mendapat keuntungan maksimal, kamu harus mampu membaca pergerakan pasar dengan baik.

Baca Juga: Sukuk Adalah Investasi Syariah yang Patut untuk Dicoba

Bisnis Trading VS Investasi

Bisnis Trading atau Investasi, Mana yang Lebih Untung?
Foto: Trading Kripto (Freepik.com)

Setelah mengetahui pengertiannya, sekarang waktunya membandingkan antara bisnis trading vs investasi.

Singkatnya, investasi adalah aset yang diperoleh untuk menghasilkan pendapatan di kemudian hari. Pendatapan ini bisa didapat dari pertambahan nilai atau penjualan aset.

Lantas, apa perbedaan antara trading dan investasi? Dirangkum dari Groww, berikut penjelasannya.

1. Resiko Bisnis

Bisnis trading memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang investasi.

Sebab, trader mencoba untuk mendapat keuntungan dari volatilitas (tingkat harga) pasar dalam jangka pendek dan sangat sulit diprediksi.

Semantara itu, investasi lebih minim resiko karena investor akan menghindari membuat keputusan selama volitalitas jangka pendek.

Pendekatan investasi adalah dengan membeli aset dalam jangka panjang. Sementara trading membeli aset untuk jangka pendek.

2. Jangka Waktu

Perbedaan selanjutnya terlihat dari jangka waktu bisnisnya. Trading dilakukan dalam jangka waktu pendek, sementara investasi dilakukan dalam jangka waktu panjang.

Tujuan investasi adalah menumbuhkan nilainya di kemudian hari. Sementara itu, tujuan trading adalah membuka peluang keuntungan dengan mengeluarkan biaya semaksimal mungkin.

Investor akan mempertahankan aset investasinya selama bertahun-tahun. Sedangkan trader hanya mempertahankan asetnya selama beberapa menit hingga beberapa bulan.

Baca Juga: Mengenal SBN (Surat Berharga Negara) dan Cara Investasinya

3. Pertumbuhan Modal

Investasi berfokus untuk menciptakan keuntungan dalam jangka waktu panjang dan menekan risiko. Sementara trading berfokus untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu pendek.

Investor bertujuan untuk mendapatkan pasif income dalam bentuk dividen dan bonus melalui capital gain.

Sementara trader akan terus menyusun strategi setiap harinya agar bisa menumbuhkan nilai aset yang dimiliki.

4. Upaya yang Terlibat

Investasi melibatkan lebih banyak upaya dalam menganalisis pergerakan pasar.

Setelah mulai berinvestasi, upaya yang diperlukan menjadi lebih sedikit. Upaya besar hanya dilakukan di awal saat memilih aset investasi yang tepat.

Sementara itu, trading membutuhkan analisis secara rutin dan terus menerus. Ini dilakukan untuk membaca pergerakan pasar dan mendapat keuntungan dalam waktu singkat.

Analisis dibutuhkan setiap kamu membeli dan menjual aset.

5. Gaya Analisis

Investasi dilakukan dengan teknik analisis fundamental. Artinya, analisis dilakukan terhadap rasio keuntungan, arus kas, dan prospek di masa depan.

Sedangkan trading menggunakan analisis teknis. Analisis ini melibatkan grafik dan pergerakan nilai di masa lalu. Keputusan diambil berdasarkan pola yang terbentuk dalam grafik.

Baca Juga: Apa Itu BI Checking dan SLIK OJK? Ini Cara Mengeceknya

Jenis-Jenis Strategi Bisnis Trading

Bisnis Trading atau Investasi, Mana yang Lebih Untung?
Foto: Grafik Saham (Freepik.com)

Menurut Capital Index, strategi trading dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Scalping

Trading yang dilakukan dalam jangka waktu super singkat. Strategi ini dilakukan dalam hitungan detik.

Trader akan membeli aset dan menahannya selama beberapa detik, kemudian menjualnya kembali dengan harapan mendapat banyak penjualan meskipun profitnya kecil.

Dengan strategi scalping, seorang trader dapat mengurangi risiko pembalikan harga dalam jangka panjang sehingga mereka cenderung memanfaatkan momentum secara lincah.

2. Day Trading

Trading jangka pendek yang dilakukan selama satu hari. Biasanya dimulai ketika bursa saham dibuka, dan berakhir saat bursa ditutup. Trading ini dilakukan selama beberapa menit atau jam.

Dengan strategi ini, trader dapat mengantisipasi risiko akan selisih harga yang muncul pada pembukaan dan penutupan bursa selama trading.

3. Swing Trading

Biasanya dilakukan selama beberapa hari atau minggu. Trading ini termasuk jangka menengah. Gaya trading ini cocok untuk orang-orang yang memiliki kesibukan lain, namun ingin mendedikasikan beberapa jam untuk menganalisis pasar.

Jika dibandingkan dengan strategi trading lain seperti scalping atau day trading, maka swing trading dinilai lebih menguntungkan.

4. Position Trading

Berfokus dalam jangka panjang. Trading ini dilakukan untuk mencari potensi keuntungan maksimum dari pergerakan harga yang besar. Sehingga trading ini bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Cara ini akan lebih cocok untuk trader yang memproyeksikan keuntungannya dengan pergerakan harga saham dalam waktu lama.

5. Contratian Trading

Strategi trading yang dilakukan tanpa mengikuti arus buy dan sell seperti trader lain.

Melainkan, cenderung memiliki pemahaman bahwa harga akan bergerak melawan arah harga yang sedang berjalan. Jadi, berpotensi untuk menghasilkan profit yang lebih besar.

6. Sideways Trading

Strategi yang memanfaatkan kondisi saat harga sedang stabil. Jadi, trader akan mengoptimalkan entry dan take profit saat harga bergerak naik dan turun dalam range yang sempit.

Dengan cara ini, trader bisa masuk pasar kapan saja tanpa bergantung pada tren. Namun, ketika transaksi yang dilakukan tidak tepat waktu, trader hanya akan mendapatkan sedikit keuntungan.

Itulah beberapa jenis gaya bisnis trading yang perlu kamu ketahui. Sebelum memilih strategi yang tepat dalam melakukan trading, pastikan untuk mempertimbangkan risikonya sehingga tidak salah pilih, ya.

Baca Juga: Jenis Imbal Hasil atas Investasi, Apa Saja?

Jadi, Lebih Untung Trading atau Investasi?

Bisnis Trading atau Investasi, Mana yang Lebih Untung?
Foto: Grafik Saham (Freepik.com)

Setelah memahami perbedaan dan strateginya, apakah kamu sudah dapat menentukan mana yang lebih menguntungkan antara bisnis trading dengan investasi?

Baik trading maupun investasi, keduanya sama-sama menguntungkan dan bisa membuatmu tajir melintir, lho. Semuanya tergantung pada pemahaman dan gaya bisnis yang kamu sukai.

Apakah kamu ingin untung besar dalam jangka pendek tetapi berisiko tinggi, atau cuan besar dalam jangka panjang tapi minim risiko?

Apa pun model bisnis yang kamu pilih, pastikan kamu sudah membuat pertimbangan dan analisis yang matang sehingga tidak merugi, ya.

Namun yang terpenting, jangan ikut-ikutan kata orang dan yakinlah dengan hasil analisismu sendiri.

Gunakan uang ‘dingin’ untuk melakukan trading atau investasi agar tidak mempengaruhi finansialmu.

Kamu bisa memulai trading atau investasi secara online dengan menggunakan berbagai aplikasi pasar uang yang tersedia. Sudah siap jadi the next crazy rich?