Cost Push Inflation: Pengertian, Contoh, dan Tips Menghadapinya

Share this Post

Inflasi akibat harga BBM naik
Table of Contents
shopee pilih lokal

Cost push inflation adalah salah satu jenis inflasi yang penting untuk dipahami oleh para pelaku bisnis.

Seperti namanya, inflasi jenis ini terjadi ketika biaya produksi barang dan jasa meningkat, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, biaya tenaga kerja yang naik dapat mendorong inflasi. Jika perusahaan harus membayar gaji yang lebih tinggi kepada pekerjanya, hal ini dapat mengakibatkan biaya produksi yang lebih tinggi. 

Peningkatan ini kemudian mungkin akan tercermin dalam harga jual produk akhir kepada konsumen.

Kedua, kenaikan harga bahan mentah juga dapat mempengaruhi inflasi.

Jika bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi, seperti bahan baku atau komponen penting lainnya, mengalami kenaikan harga, biaya produksi juga akan naik. 

Perusahaan kemudian mungkin akan menyesuaikan harga jual produk mereka untuk menutupi biaya tambahan ini.

Ketiga, inflasi dorongan biaya juga dapat dipengaruhi oleh kenaikan harga barang modal atau peralatan yang dibutuhkan dalam produksi. 

Jika harga mesin atau peralatan yang digunakan untuk membuat produk naik, biaya produksi secara keseluruhan akan meningkat.

Faktor terakhir adalah kewirausahaan. Meskipun sering kali tidak terlalu mencolok, namun inovasi dan kreativitas dari para pengusaha juga dapat berdampak pada biaya produksi. 

Misalnya, pengenalan teknologi baru yang lebih efisien mungkin dapat mengurangi biaya produksi secara keseluruhan.

Ketika salah satu atau lebih dari faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan biaya produksi, perusahaan cenderung menyesuaikan harga jual produk mereka untuk menutupi biaya tambahan tersebut. 

Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan di pasar, mengarah pada inflasi dorongan biaya.

Dalam perekonomian, elemen-elemen produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan memainkan peran kunci dalam membentuk biaya produksi. 

Oleh karena itu, perubahan dalam elemen-elemen ini dapat mempengaruhi tingkat inflasi secara signifikan.

Yuk simak lebih lanjut mengenai cost push inflation berikut ini!

Baca Juga: Petty Cash Atau Kas Kecil, Simak Penjelasan Lengkapnya

Memahami Cost Push Inflation

cost push inflation
Foto: Ilustrasi Inflasi (freepik.com)

Menurut laman Investopedia, cost push inflation adalah jenis inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi barang dan jasa.

Ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang menyebabkan biaya-biaya tersebut naik, yang pada gilirannya memengaruhi harga-harga secara keseluruhan di pasar.

Salah satu faktor utama yang dapat memicu cost push inflation adalah kenaikan biaya upah.

Jika perusahaan harus membayar gaji yang lebih tinggi kepada pekerjanya, ini akan meningkatkan biaya produksi secara keseluruhan. 

Jika biaya upah terus naik tanpa adanya peningkatan produktivitas yang sebanding, perusahaan cenderung untuk menyalurkan biaya tambahan ini ke harga jual produk mereka.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku juga dapat menjadi pemicu inflasi ini.

Jika harga bahan mentah atau komponen-komponen penting lainnya yang digunakan dalam produksi naik, perusahaan akan menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi.

Untuk menutupi biaya tambahan tersebut, harga jual produk juga cenderung naik.

Kemudian, perubahan tak terduga dalam biaya produksi seperti biaya inventaris yang tiba-tiba meningkat atau fluktuasi dalam biaya pengeluaran lainnya juga dapat berkontribusi pada cost push inflation

Kenaikan biaya produksi yang tidak diantisipasi ini dapat membuat perusahaan terpaksa menaikkan harga produk mereka.

Penting untuk dicatat bahwa cost push inflation terjadi ketika kenaikan biaya produksi itu sendiri mendorong kenaikan harga, bukan karena permintaan yang meningkat. 

Ini berbeda dengan inflasi yang disebabkan oleh permintaan, di mana kenaikan harga dipicu oleh permintaan yang tinggi dibandingkan dengan pasokan.

Agar terjadinya cost push inflation tidak mengganggu bisnis, penting bagi permintaan terhadap produk tersebut untuk tetap stabil ketika biaya produksi berubah. 

Produsen kemudian menyesuaikan harga agar dapat mempertahankan keuntungan mereka sekaligus menyeimbangkan dengan permintaan yang diharapkan.

Ketika perusahaan mengalami kenaikan biaya produksi namun tidak dapat menaikkan harga produknya, ini dapat mengurangi keuntungan perusahaan. 

Oleh karena itu, manajemen sering kali berusaha menyesuaikan harga produk mereka untuk mengatasi kenaikan biaya produksi yang mereka hadapi.

Baca Juga: 6 Hal Ini Bisa Dilakukan Jika Punya Uang 1 Miliar Untuk Bisnis

Cost Push Inflation vs Demand Pull Inflation

Cost Push Inflation: Pengertian, Contoh, dan Tips Menghadapinya
Foto: Diagram Keuangan (freepik.com)

Cost push inflation sering dianggap mirip dengan demand pull inflation, padahal keduanya berbeda.

Cost push inflation terjadi ketika kenaikan harga barang dan jasa disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi.

Situasi ini bisa timbul akibat kenaikan biaya bahan baku, upah pekerja, atau faktor-faktor produksi lainnya. 

Ketika biaya produksi meningkat, produsen cenderung menaikkan harga jual produk mereka untuk menutupi biaya tambahan tersebut. Ini mengakibatkan harga yang lebih tinggi bagi konsumen. 

Dalam cost push inflation, peningkatan harga barang bukan disebabkan oleh permintaan yang tinggi, tetapi lebih pada peningkatan biaya produksi.

Di sisi lain, demand pull inflation terjadi ketika kenaikan harga disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen terhadap barang dan jasa tertentu. 

Saat permintaan tiba-tiba meningkat secara signifikan melebihi kapasitas produksi yang ada, produsen akan menemui kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut. 

Hal ini sering terjadi ketika ekonomi sedang tumbuh pesat dan pendapatan masyarakat naik, yang mengakibatkan keinginan konsumen untuk membeli lebih banyak barang. 

Dalam situasi demand pull inflation, harga naik karena tingginya permintaan yang tidak seimbang dengan penawaran.

Perbedaan mendasar antara keduanya adalah penyebab dari kenaikan harga tersebut. Cost push inflation terjadi karena peningkatan biaya produksi yang diteruskan kepada konsumen. 

Sementara demand pull inflation disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi yang tersedia.

Dalam cost push inflation, produsen menaikkan harga karena biaya produksi mereka yang lebih tinggi.

Sementara dalam demand pull inflation, harga naik karena tingginya permintaan yang melebihi kapasitas produksi. 

Namun, pada akhirnya, keduanya mengakibatkan harga barang yang lebih tinggi bagi konsumen.

Mengetahui perbedaan antara kedua jenis inflasi ini membantu para ekonom dan pembuat kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai dalam mengelola perekonomian.

Baca Juga: Apa Itu Stock Opname? Simak Pengertian, Cara, Dan Manfaatnya Di Sini!

Berbagai Penyebab Cost Push Inflation dan Contohnya

Cost Push Inflation: Pengertian, Contoh, dan Tips Menghadapinya
Foto: Ilustrasi Mengatur Strategi (freepik.com)

Cost push inflation atau inflasi yang didorong oleh biaya terjadi dalam kondisi-kondisi khusus yang jarang terjadi, tapi memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian. 

Faktor-faktor ini melibatkan peningkatan biaya produksi yang kemudian mempengaruhi harga-harga secara keseluruhan di pasar.

Menurut laman The Balance, berbagai penyebab cost push inflation adalah:

1. Monopoli 

Situasi di mana perusahaan mencapai monopoli dalam suatu industri dapat menjadi pemicu cost push inflation.

Dalam monopoli, perusahaan memiliki kendali atas pasokan untuk mencapai tujuan keuntungannya. 

Sebagai contoh, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) berhasil memonopoli harga minyak.

Sebelumnya, para anggotanya bersaing dalam penetapan harga, namun OPEC kemudian memonopoli harga. 

Ketika OPEC membatasi produksi minyak pada tahun 1973, harga minyak melonjak secara signifikan.

Pada tahun 2014, upaya produsen minyak serpih untuk menantang OPEC menyebabkan penurunan harga minyak.

2. Inflasi Upah

Inflasi upah terjadi ketika pekerja memiliki cukup pengaruh untuk memaksa kenaikan upah. 

Sebagai contoh, industri otomotif AS mengalami inflasi upah ketika serikat pekerja mendorong kenaikan upah.

Meskipun kekuatan serikat pekerja di AS telah menurun, namun dampak dari “inflasi yang didorong upah” masih bisa terasa.

3. Bencana Alam

Kondisi ini dapat menciptakan inflasi dengan mengganggu pasokan. Sebagai contoh, setelah gempa bumi di Jepang pada 2011, pasokan suku cadang mobil terganggu. 

Badai Katrina juga mengakibatkan kenaikan harga gas akibat kerusakan kilang minyak. 

Selain bencana alam, penipisan sumber daya alam juga dapat membatasi pasokan dan mengakibatkan inflasi. Misalnya, penangkapan ikan yang berlebihan menyebabkan kenaikan harga ikan.

4. Peraturan Pemerintah dan Perpajakan

Aturan pemerintah dan pajak tertentu bisa mempengaruhi pasokan barang. Misalnya, pajak atas rokok dan alkohol dimaksudkan untuk menurunkan permintaan. 

Subsidi untuk produksi etanol pada suatu waktu menyebabkan melonjaknya harga pangan karena pengalihan produksi jagung. 

Pemerintah juga memiliki kebijakan untuk mengatur produksi sumber daya alam guna menghindari kerusakan lingkungan yang dapat mempengaruhi pasokan dan harga.

5. Penurunan Pasokan Agregat

Penurunan pasokan agregat terjadi ketika jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian secara keseluruhan menurun. 

Penyebabnya bisa bervariasi, seperti gangguan dalam rantai pasokan, penurunan produktivitas, atau kelangkaan sumber daya. 

Dalam kondisi ini, permintaan terhadap barang dan jasa bisa tetap stabil atau bahkan meningkat, sementara pasokannya menurun.

Efek dari penurunan pasokan agregat sering kali mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa.

Ketika permintaan terhadap produk tetap tinggi namun pasokannya menurun, produsen cenderung menaikkan harga produk mereka untuk menyeimbangkan antara penawaran yang terbatas dengan tingginya permintaan. 

Ini menciptakan situasi di mana kenaikan harga disebabkan oleh kurangnya pasokan yang memadai, sehingga mendorong inflasi.

Penurunan pasokan agregat bisa menimbulkan tantangan serius bagi perekonomian karena meningkatnya biaya produksi, menekan daya beli konsumen, dan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan badan pengatur untuk mengidentifikasi penyebab penurunan pasokan dan meresponsnya dengan kebijakan yang tepat guna mencegah dampak negatif yang lebih luas.

6. Nilai Tukar

Perubahan nilai tukar mata uang suatu negara dapat mempengaruhi harga impor.

Turunnya nilai mata uang suatu negara dapat menyebabkan kenaikan harga impor jika permintaan terhadap produk impor tetap tinggi.

Semua kondisi ini menunjukkan bahwa cost push inflation jarang terjadi, tapi ketika terjadi, mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap harga-harga dalam perekonomian. 

Ini menunjukkan pentingnya dalam mengelola faktor-faktor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan perekonomian secara keseluruhan.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung PPN 11%, Pelaku Bisnis Wajib Tahu 

Dampak Cost Push Inflation

Cost Push Inflation: Pengertian, Contoh, dan Tips Menghadapinya
Foto: Orang Sedang Stres (freepik.com)

Menurut laman Study Smarter, kenaikan harga barang dan jasa karena cost push inflation tentu akan menimbulkan dampak. Baik secara langsung, ataupun tidak langsung. 

Inflasi jenis ini dapat menilmbulkan dampak yang sangat luas, dan mencakup berbagai aspek perekonomian. 

Dampak Langsung dari Cost Push Inflation

Saat biaya produksi meningkat, perusahaan sering kali terdorong untuk menaikkan harga produk atau layanan mereka sebagai respons.

Hal ini berdampak langsung pada konsumen, yang kemudian merasakan kenaikan harga tersebut di pasar. 

Ini bisa mengurangi daya beli konsumen dan mengubah pola belanja mereka, terutama jika harga-harga terus meningkat.

Pengaruh Cost Push Inflation Terhadap Nilai Uang

Cost push inflation mengakibatkan penurunan nilai uang karena konsumen harus menggunakan lebih banyak uang untuk membeli barang atau jasa yang sama. Ini mengurangi daya beli riil konsumen. 

Seiring biaya produksi yang terus naik, perusahaan mungkin terpaksa mengurangi produksi mereka. Ini pada akhirnya dapat berujung pada pengurangan tenaga kerja dan meningkatnya tingkat pengangguran.

Implikasi Jangka Panjang

Dampak jangka panjang cost push inflation lebih kompleks. Situasi ini bisa merubah struktur perekonomian secara signifikan. 

Misalnya, perusahaan dapat mencoba meningkatkan produktivitas mereka atau mengotomatisasi proses untuk mengurangi biaya produksi.

Namun, ini juga dapat mengakibatkan hilangnya lapangan kerja dan peningkatan ketimpangan pendapatan.

Konsekuensi Persisten dari Cost Push Inflation

Inflasi yang berlanjut dan meningkat secara terus-menerus bisa mengarah pada stagnasi ekonomi atau resesi yang panjang. 

Turunnya daya beli konsumen akibat kenaikan harga dan penurunan pendapatan riil mereka dapat memicu penurunan pengeluaran, tabungan yang minim, atau bahkan utang yang lebih tinggi. 

Selain itu, ketika investor kehilangan kepercayaan mereka karena inflasi yang tinggi, ini dapat berdampak negatif pada investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Jadi, memahami dampak cost push inflation memerlukan analisis yang mendalam terhadap berbagai aspek ekonomi. 

Itu menyoroti pentingnya kebijakan yang tepat guna mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, dan menjaga keseimbangan perekonomian secara keseluruhan.

Baca Juga: Apa Itu Pajak Natura? Ini Dasar Hukum Dan Manfaatnya

Tips Mengurangi Dampak Cost Push Inflation

Cost Push Inflation: Pengertian, Contoh, dan Tips Menghadapinya
Foto: Orang Diskusi (freepik.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Strategi untuk merespons cost push inflation sangat penting dalam mengelola dampak negatifnya terhadap perekonomian. 

Dalam mengembangkan strategi ini, ada beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan secara lebih rinci, yaitu:

1. Pengendalian Upah dan Harga

Pengendalian terhadap kenaikan upah dan harga merupakan pendekatan yang umum dilakukan dalam mengurangi dampak cost push inflation

Langkah ini bisa melibatkan kesepakatan antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja untuk menetapkan batas kenaikan upah atau harga barang dan jasa.

Namun, pendekatan ini seringkali menimbulkan efek samping yang kompleks. 

Pembatasan kenaikan harga dapat mengurangi insentif bagi produsen untuk meningkatkan produksi atau menyebabkan kelangkaan barang tertentu.

Selain itu, pembatasan kenaikan upah juga bisa memicu ketegangan antara pengusaha dan pekerja.

2. Kebijakan Moneter

Bank sentral memiliki peran penting dalam merespons inflasi. Meningkatkan suku bunga adalah salah satu alat kebijakan moneter yang digunakan untuk mengendalikan inflasi. 

Naiknya suku bunga dapat menurunkan minat masyarakat dalam meminjam uang, yang kemudian mengurangi pengeluaran dan dapat menekan laju inflasi. 

Namun, efeknya juga bisa meredakan aktivitas ekonomi karena mempersulit akses ke kredit untuk konsumen dan bisnis.

3. Kebijakan Fiskal

Pemerintah memiliki opsi untuk menggunakan kebijakan fiskal, yaitu melalui pengaturan pajak dan pengeluaran publik.

Pengurangan pajak atau peningkatan pengeluaran publik dapat meningkatkan permintaan agregat, menekan inflasi. 

Namun, kebijakan ini juga bisa meningkatkan defisit anggaran, yang kemudian dapat berdampak negatif pada stabilitas fiskal negara dan menyebabkan masalah ekonomi yang lebih besar.

4. Perjanjian Perdagangan Internasional

Pengaturan perjanjian perdagangan dapat membantu mengurangi hambatan perdagangan dan memperluas arus barang dan jasa lintas negara. 

Dengan adanya perjanjian semacam ini, persaingan antara produsen dari berbagai negara dapat meningkat, menghasilkan tekanan pada harga barang dan jasa. 

Namun, efeknya tidak selalu langsung dan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah, dinamika pasar global, atau kondisi ekonomi negara lain.

Itulah pembahasan mengenai cost push inflation, penyebab, dampak dan hal-hal yang perlu kamu ketahui.

Dalam mengambil keputusan strategis, penting untuk mempertimbangkan efek samping, respon pasar, dan jangka waktu efektivitas dari setiap strategi yang diterapkan. 

Kombinasi kebijakan yang tepat dengan pemantauan yang cermat dapat membantu mengelola cost push inflation tanpa mengorbankan keseimbangan perekonomian secara keseluruhan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X