Perbedaan Tarif Listrik Bisnis dan Rumah Tangga, Apa Saja?

Share this Post

Tarif listrik bisnis
Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa perbedaan tarif listrik bisnis dan tarif listrik rumah? Cari tahu selengkapnya di sini.

Mungkin kamu merasakan beban pembayaran listrik rumah tangga yang semakin berat akibat kenaikan tarif pada beberapa waktu tertentu.

Terutama jika kebutuhan listrik di rumah cukup tinggi, hal ini bisa menjadi beban tambahan.

Meskipun sejak tanggal 1 Januari 2016, terjadi penurunan biaya listrik pada kelompok penyesuaian tarif, tetapi terdapat pertanyaan mengapa biaya listrik untuk sektor bisnis terlihat lebih ringan dibandingkan dengan biaya listrik untuk rumah tangga.

Perlu dicatat bahwa pemerintah telah mencabut subsidi untuk listrik 900 VA dengan alasan efisiensi dan untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

Listrik dengan daya 900 VA dan 1.300 VA umumnya digunakan di rumah tangga, dan subsidi kini hanya diberikan untuk rumah tangga pengguna listrik berdaya 450 VA.

Pengguna harus menunjukkan surat keterangan dari RT setempat saat mengajukan pemasangan agar dapat memperoleh subsidi tersebut.

Semua langkah ini diambil untuk memastikan subsidi listrik benar-benar mencapai kalangan yang membutuhkannya.

Baca Juga: Contoh Biaya Variabel Dan 6 Fungsi Menetapkannya

Definisi Pelanggan yang Dikenakan Tarif Listrik Bisnis

Tarif Listrik Bisnis
Foto: Petugas Listrik Sedang Melakukan Pengecekan (pexels.com)

Dilansir dari laman resmi PLN, pelanggan yang terkategori dalam tarif Bisnis adalah mereka yang menggunakan sebagian atau seluruh pasokan tenaga listrik dari PT PLN (Persero) untuk berbagai kegiatan, termasuk:

1. Usaha jual beli barang, jasa, dan perhotelan

Pelanggan yang menjalankan aktivitas perdagangan dengan fokus pada jual beli produk, jasa, atau usaha perhotelan.

Pelanggan ini ditetapkan dalam tarif listrik bisnis karena kegiatan bisnis yang mereka jalankan bersifat komersial dan melibatkan penggunaan tenaga listrik untuk berbagai keperluan, seperti pencahayaan, peralatan, pendinginan, dan kebutuhan listrik lainnya yang relevan dengan kegiatan perdagangan dan usaha perhotelan.

Kategori tarif ini mencerminkan penggunaan listrik yang lebih tinggi dan bersifat komersial dibandingkan dengan penggunaan listrik rumah tangga.

2. Usaha perbankan

Pelanggan yang bergerak dalam sektor perbankan, termasuk operasional kantor-kantor bank.

Pelanggan dari sektor perbankan ini menggunakan tenaga listrik untuk berbagai keperluan di dalam kantor, termasuk pencahayaan, pengoperasian peralatan kantor, sistem komputer, dan layanan lain yang mendukung aktivitas perbankan.

Kategori tarif listrik bisnis mencerminkan penggunaan listrik yang bersifat komersial dan intensif.

3. Usaha perdagangan ekspor/impor

Pelanggan yang terlibat dalam aktivitas perdagangan lintas batas, baik bisnis ekspor maupun bisnis impor.

Pelanggan yang bergerak dalam perdagangan lintas batas membutuhkan pasokan listrik untuk berbagai keperluan, termasuk operasional kantor, penyimpanan barang, dan fasilitas lain yang mendukung kegiatan ekspor dan impor.

Kategori tarif Bisnis mencerminkan intensitas penggunaan listrik yang lebih tinggi yang terkait dengan aktivitas perdagangan internasional.Top of Form

4. Kantor Firma, CV, PT atau badan hukum/perorangan yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan

Pelanggan yang memiliki kantor dengan status firma, CV, PT, atau badan hukum atau perseorangan yang aktif dalam sektor perdagangan.

Ditetapkan dalam kategori tarif listrik bisnis karena sifat bisnisnya yang aktif dalam sektor perdagangan.

Kategori tarif ini mencerminkan intensitas penggunaan listrik yang lebih tinggi yang terkait dengan operasional kantor dan kegiatan perdagangan.

5. Usaha pergudangan di mana sebagian atau seluruh bangunan digunakan untuk tempat penyimpanan bahan atau material

Ditetapkan dalam kategori tarif listrik bisnis karena sifat operasionalnya yang terkait dengan pergudangan.

Kategori tarif ini mencerminkan intensitas penggunaan listrik yang lebih tinggi yang diperlukan untuk mendukung operasional fasilitas penyimpanan barang.

Fasilitas pergudangan memerlukan pasokan listrik untuk berbagai keperluan, termasuk pencahayaan dalam ruangan, penggunaan peralatan pengangkutan barang, dan mungkin sistem pendingin atau ventilasi tergantung pada jenis barang yang disimpan.

6. Usaha perorangan atau badan hukum yang sebagian besar atau seluruh kegiatannya merupakan penjualan barang atau jasa

Pelanggan ini memiliki orientasi bisnis yang terpusat pada aktivitas penjualan. Ini bisa mencakup penjualan produk fisik, penyediaan jasa, atau keduanya.

 Aktivitas ini merupakan inti dari operasional mereka dan merupakan sumber utama pendapatan.

Penggunaan listrik oleh pelanggan ini diberlakukan dalam kategori tarif listik bisnis, sejalan dengan intensitas penggunaan listrik yang lebih tinggi yang mungkin dibutuhkan untuk mendukung operasional penjualan barang atau jasa.

7. Usaha-usaha lainnya yang bertendensi komersial seperti praktek dokter, dan lain sebagainya

Pelanggan dengan usaha lainnya yang memiliki sifat komersial, seperti praktek dokter dan sejenisnya. Penggunaan listrik oleh pelanggan dengan karakteristik ini dikenai tarif listrik bisnis.

Hal ini dapat mencerminkan tingkat konsumsi listrik yang lebih tinggi yang mungkin diperlukan untuk mendukung operasional bisnis komersial mereka.

Aturan terbaru menunjukkan perubahan dari tarif sebelumnya, di mana usaha dengan kegiatan pengolahan yang memberikan nilai tambah atas produknya dapat dipindahkan dari kelompok tarif bisnis ke kelompok Industri.

Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi dengan penerapan Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) atau International Standard Industrial Classification of All Economics Activities (ISIC).

Sebagai contoh, beberapa jenis usaha seperti perbengkelan las/bubut, bengkel karoseri, pertukangan dan kerajinan mebel, dan sejenisnya dapat termasuk dalam kategori Industri.

Baca Juga: Sejarah Bluebird, Taksi Listrik Pertama Di Indonesia

Perbedaan Tarif Listrik Bisnis dan Tarif Listrik Rumah

Perbedaan Tarif Listrik Bisnis dan Rumah Tangga, Apa Saja?
Foto: Lampu Kuning (pexels.com)

Di sisi lain, terdapat keuntungan finansial yang signifikan ketika bisnis beralih dari tarif listrik rumah tangga (R1) ke tarif bisnis (B1).

Perbedaan tarif antara listrik untuk rumah tangga dan bisnis membawa manfaat ekonomis, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Masyarakat mulai mempertimbangkan migrasi listrik dari tarif R1 ke B1 karena biaya listrik untuk bisnis dinilai lebih efisien.

Bahkan, setelah perhitungan, biaya listrik untuk bisnis diklaim lebih hemat dibandingkan dengan tarif nonsubsidi untuk rumah tangga.

Penurunan biaya tersebut tetap berlaku baik dalam sistem listrik prabayar maupun pascabayar.

Keputusan untuk beralih dari tarif R1 dengan daya 900 VA ke tarif B1 dengan daya 1.300 VA tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menawarkan peningkatan daya listrik yang lebih besar.

Meskipun biaya antara keduanya tidak terlalu berbeda, pelaku usaha dijamin mendapatkan manfaat signifikan dengan daya listrik yang lebih tinggi.

Perbedaan tarif listrik bisnis dan rumah tangga memiliki dasar yang jelas.

Tarif listrik untuk rumah tangga dikenakan pada tegangan rendah, sementara untuk tarif listrik bisnis dan industri, seperti kelompok I-3 dan I-4, tarif berlaku untuk tegangan menengah dan tinggi.

Biaya listrik pada tegangan tinggi dinyatakan lebih rendah daripada biaya untuk tegangan menengah, dan begitu seterusnya.

Hal ini disebabkan oleh kompleksitas distribusi listrik, di mana tegangan rendah dapat langsung digunakan, sementara tegangan menengah memerlukan gardu distribusi dan trafo untuk menurunkan tegangan, dan tegangan tinggi memiliki biaya lebih rendah lagi.

Perpindahan ke tarif bisnis juga membawa manfaat jangka panjang, meskipun dengan investasi awal untuk gardu distribusi dan trafo.

Meskipun demikian, penghematan biaya listrik yang signifikan dan peningkatan produksi membuat migrasi ini menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, Dan Contohnya

Tarif Listrik Bisnis B1

Perbedaan Tarif Listrik Bisnis dan Rumah Tangga, Apa Saja?
Foto: Petugas Listrik Sedang Bekerja (pexels.com)

Dalam sektor bisnis, terdapat pembagian golongan dari B1 hingga B3. Golongan B1 diperuntukkan bagi pelanggan yang menggunakan toko, ruko, atau bangunan lain sebagai tempat usaha.

Golongan B2-B3 mencakup bisnis besar dengan daya mulai dari 6.600 VA hingga di atas 200 kilo Volt Ampere.

Golongan B2 terkait dengan bisnis skala menengah, sementara golongan B3 mencakup bisnis skala besar seperti pusat perbelanjaan dan apartemen hotel.

PLN menjelaskan bahwa subsidi listrik akan tetap diberikan kepada pelanggan yang termasuk dalam kategori pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk pelanggan bersubsidi, tarif listrik ditetapkan sebagai berikut:

  • Pelanggan Rumah Tangga Daya 450 VA bersubsidi sebesar Rp415 per kWh.
  • Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA bersubsidi sebesar Rp605 per kWh.
  • Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) sebesar Rp1.352 per kWh.
  • Pelanggan Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh.
  • Pelanggan Rumah Tangga Daya 3.500 ke atas sebesar Rp1.699,53 per kWh.

Syarat Migrasi Pelanggan Listrik Rumah ke Pelanggan Listrik Bisnis

Bagi para pelaku usaha yang berminat memanfaatkan perbedaan tarif listrik antara rumah tangga dan bisnis dengan melakukan migrasi listrik, persiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen berikut sebelum mengajukan permohonan:

  1. Nomor meter pada meteran listrik atau bukti pembayaran terakhir.
  2. Kartu identitas (KTP) yang masih berlaku.
  3. Informasi kontak yang mencakup alamat lengkap, nomor telepon, dan alamat email.
  4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang masih berlaku.

Baca Juga: Bisnis Importir: Peluang, Cara Memulai, Dan Tips Menjalankannya

Nah, itulah penjelasan mengenai tarif listrik bisnis, mulai dari definisi, perbedaannya dengan tarif listrik biasa, dan syarat untuk melakukan migrasi tarif listrik. Semoga bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X