Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, dan Contohnya

Share this Post

bisnis manufaktur
Table of Contents
shopee pilih lokal

Ingin memulai bisnis manufaktur? Yuk pelajari dulu tips, peluang, cara memulai bisnisnya berikut ini.

Bisnis manufaktur merupakan bisnis yang fokus pada kegiatan penjualan bahan mentah atau bahan baku, serta produk setengah jadi.

Tujuannya adalah untuk menyediakan bahan baku yang akan diolah menjadi produk guna memenuhi permintaan pasar.

Seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar, produsen akan meningkatkan proses produksinya.

Umumnya, perusahaan manufaktur berusaha menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, proses bisnis manufaktur melibatkan berbagai faktor, termasuk sumber daya manusia, sumber daya alam, dan peralatan mesin.

Dalam era teknologi yang semakin canggih, perusahaan manufaktur memainkan peran penting.

Kegiatan produksi dan penjualan dalam perusahaan manufaktur dikategorikan sebagai perusahaan dagang karena berperan sebagai penjual barang dan melibatkan kegiatan usaha.

Untuk manajemen yang lebih terpusat, produksi dan penjualan umumnya dilakukan di pabrik. Untuk pemahaman lebih lanjut tentang perusahaan manufaktur, informasi berikut dapat memberikan gambaran yang lebih detail.

Baca Juga: 13 Perusahaan Tambang Terbesar Di Indonesia, Siapa Juaranya?

Apa Itu Bisnis Manufaktur?

Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, dan Contohnya
Foto: Karyawan Pabrik Manufaktur (pexels.com)

Secara teknis, bisnis manufaktur adalah suatu kegiatan yang melibatkan transformasi bahan mentah melalui proses kimia dan fisika untuk mengubah bentuk, sifat, dan penampilannya, dengan tujuan menghasilkan produk.

Operasi industri dalam perusahaan manufaktur mencakup perakitan berbagai bahan untuk menghasilkan produk akhir.

Dalam perspektif ekonomi, manufaktur dipandang sebagai aktivitas yang mengubah bahan mentah menjadi produk yang memiliki bentuk dan nilai komersial.

Menurut definisi dari Konferensi Internasional tentang Teknik Produksi (CIRP) tahun 1983, manufaktur merupakan tahapan produksi produk yang melibatkan aspek desain produk, pemilihan produk, perencanaan, manufaktur, kualitas, dan sebagainya.

Definisi tersebut mencakup seluruh proses produksi dan aspek terkait lainnya.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Asing di Indonesia, Apa Sektor Usahanya?

Langkah-langkah Bisnis Manufaktur

Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, dan Contohnya
Foto: Alat-alat Pabrik Manufaktur (pexels.com)

1. Tahap Perencanaan Produksi

Pada langkah awal, perusahaan menentukan volume produksi, jadwal, dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar.

Ini mencakup perencanaan biaya, pengadaan bahan baku, dan organisasi kerja.

2. Proses Pengadaan Bahan Baku

Setelah perencanaan produksi, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan baku yang dibutuhkan. Perusahaan harus memastikan ketersediaan bahan baku yang cukup dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

3. Tahap Pemrosesan

Proses ini melibatkan transformasi bahan mentah menjadi produk jadi melalui berbagai metode seperti permesinan, perakitan, atau manufaktur sesuai dengan jenis industri. Tahap ini memerlukan mesin, peralatan, dan tenaga kerja terampil.

4. Pengujian dan Pengendalian Kualitas

Setelah produksi, dilakukan pengujian dan pengendalian kualitas untuk memastikan produk sesuai standar yang ditetapkan. Ini melibatkan inspeksi visual, uji fungsional, dan uji kualitas lainnya.

5. Proses Pengemasan

Setelah lulus pengujian mutu, produk disiapkan untuk dikemas. Pada tahap ini, dipilih kemasan yang sesuai, seperti kotak, botol, atau wadah lainnya, untuk melindungi produk selama penyimpanan dan transportasi serta menyampaikan informasi produk kepada konsumen.

6. Penyimpanan dan Distribusi

Setelah pengemasan, produk siap disimpan dan didistribusikan ke pasar. Ini melibatkan manajemen inventaris, logistik, dan pengiriman produk kepada pelanggan.

7. Layanan Pelanggan

Selain fokus pada proses produksi, perusahaan manufaktur juga harus memberikan layanan pelanggan yang baik.

Ini mencakup pelayanan pelanggan, penanganan keluhan, dan memastikan kepuasan pelanggan secara menyeluruh.

Baca Juga: Memahami Manajemen Produksi Dan Pentingnya Bagi Bisnis

Proses Bisnis Manufaktur

Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, dan Contohnya
Foto: Karyawan Perusahaan Manufaktur (pexels.com)

Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan manufaktur mengadopsi acuan dasar dan standar yang dikenal sebagai SOP (Standard Operating Procedure).

SOP ini menjadi pedoman bagi para karyawan dalam menjalankan setiap kegiatan operasional.

Pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan manufaktur melibatkan beberapa lini atau proses yang melibatkan berbagai divisi dalam perusahaan. Berikut adalah enam aktivitas yang umumnya dilakukan dalam bisnis manufaktur.

1. Proses Pengadaan

Proses pengadaan atau procurement merupakan serangkaian kegiatan dalam perusahaan manufaktur yang berfokus pada perolehan barang dan kebutuhan operasional.

Mulai dari bahan baku, suku cadang, alat kesehatan, hingga peralatan kebersihan, proses ini membutuhkan perencanaan yang baik agar pengadaan tetap efektif dan efisien.

2. Manajemen Persediaan (In Out Inventory)

Manajemen persediaan, atau in out inventory, berkaitan dengan pengelolaan aliran barang masuk dan keluar perusahaan.

Proses ini memainkan peran penting dalam mengelola stok persediaan, termasuk perpindahan barang antar divisi untuk proses pengolahan menjadi produk jadi.

3. Proses Produksi

Proses produksi merupakan inti dari perusahaan manufaktur, di mana bahan mentah diolah menjadi produk siap pakai.

Divisi seperti Production Planning and Inventory Control (PPIC) dan Quality Control (QC) turut terlibat untuk memastikan mutu dan kualitas produk selama proses produksi.

4. Administrasi Umum

Divisi administrasi dan General Affair (GA) bertanggung jawab pada proses administrasi umum.

Mereka menetapkan kebijakan, melakukan pengawasan perusahaan, dan menangani kebutuhan karyawan seperti administrasi, Human Resource (HR), dan gaji.

5. Akuntansi dan Keuangan

Divisi akuntansi dan keuangan memastikan keuangan perusahaan sehat, mengelola hutang, dan melakukan proyeksi keuangan.

Mereka juga bertanggung jawab atas regulasi pajak yang harus dipatuhi perusahaan.

6. Penjualan dan Pemasaran

Divisi penjualan dan pemasaran berfokus pada upaya menjual produk untuk mendapatkan keuntungan.

Biaya pemasaran melibatkan aspek promosi, transportasi, sewa gedung, dan gaji karyawan yang terlibat dalam promosi produk.

Setiap divisi tersebut memiliki peran krusial dalam menjalankan aktivitas operasional perusahaan manufaktur secara menyeluruh.

Baca Juga: Bisnis Hidroponik: Tips Budidaya Dan Peluang Usaha

Contoh Bisnis Manufaktur

Bisnis Manufaktur: Pengertian, Langkah Bisnis, dan Contohnya
Foto: Proses Pembuatan Produk Manufaktur (pexels.com)

Berikut beberapa contoh perusahaan manufaktur di Indonesia yang dapat menjadi acuan:

1. Industri Otomotif di Indonesia

Industri manufaktur pertama yang umumnya ditemui di Indonesia adalah sektor otomotif, yang menunjukkan tingkat teknologi tinggi dalam proses produksinya.

Produk-produk dari industri otomotif meliputi motor, mobil, dan lain sebagainya. Berikut adalah contoh perusahaan manufaktur di Indonesia yang terkemuka dalam bidang otomotif:

  • Astra Group

Astra Group merupakan salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia yang memiliki berbagai lini bisnis manufaktur, termasuk dalam industri otomotif.

Perusahaan ini memiliki berbagai divisi, seperti Astra Honda Motor yang fokus pada produksi sepeda motor.

  • Suzuki Indomobil Motor

Suzuki Indomobil Motor merupakan perusahaan otomotif yang berkolaborasi antara Suzuki Motor Corporation dan Indomobil Group. Mereka terlibat dalam produksi dan distribusi kendaraan bermotor Suzuki di Indonesia.

  • Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Sebagai bagian dari Toyota Motor Corporation, perusahaan ini berperan dalam manufaktur dan perakitan berbagai model mobil Toyota di Indonesia.

  • Honda Prospect Motor

Honda Prospect Motor adalah perusahaan joint venture antara Honda Motor Co., Ltd. dan Prospect Motor. Mereka fokus pada produksi dan penjualan mobil Honda di Indonesia.

  • Nissan Motor Indonesia

Nissan Motor Indonesia beroperasi sebagai anak perusahaan dari Nissan Motor Corporation. Mereka terlibat dalam produksi dan distribusi mobil Nissan di pasar otomotif Indonesia.

2. Industri Elektronik

Industri manufaktur elektronik di Indonesia, sebagaimana industri otomotif, membutuhkan teknologi tinggi dalam proses produksinya.

Produk-produk yang dihasilkan sangat bervariasi dan seringkali menjadi kebutuhan rumah tangga, seperti televisi, komputer, handphone, kulkas, AC, dispenser, dan lain sebagainya.

Proses produksi dalam industri ini juga cenderung menggunakan teknologi modern dan melibatkan banyak tenaga kerja.

Berikut adalah contoh beberapa perusahaan manufaktur elektronik terkemuka di Indonesia:

  • Maspion Electronics

Maspion Electronics merupakan salah satu perusahaan yang terkenal dalam memproduksi berbagai perangkat elektronik konsumen. Produk-produknya meliputi beragam peralatan rumah tangga dan produk elektronik.

  • Polytron

Polytron merupakan perusahaan elektronik yang telah lama berkecimpung di industri ini. Mereka menghasilkan berbagai produk elektronik, mulai dari televisi hingga peralatan rumah tangga canggih.

  • Toshiba

Toshiba, perusahaan asal Jepang, juga memiliki kehadiran yang kuat di Indonesia. Mereka terlibat dalam produksi berbagai perangkat elektronik, termasuk produk-produk untuk kebutuhan konsumen.

  • Advan

Advan dikenal sebagai salah satu produsen handphone lokal yang telah berhasil memasarkan produknya di Indonesia. Mereka juga terlibat dalam berbagai produk elektronik lainnya.

Industri manufaktur elektronik memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan konsumen modern.

Proses produksinya yang menggunakan teknologi tinggi menjadi daya tarik utama, sementara produk-produk yang dihasilkan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

3. Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman di Indonesia berfokus pada kegiatan bisnis pengolahan bahan mentah menjadi produk makanan dan minuman yang siap dikonsumsi.

Produk-produk hasil produksi industri ini dapat dengan mudah ditemui di supermarket maupun warung-warung kecil, mencakup berbagai jenis makanan ringan, makanan kemasan, minuman kemasan, dan sebagainya.

Proses produksi dalam bisnis manufaktur makanan dan minuman ini juga cenderung memerlukan banyak tenaga kerja, menjadikannya industri yang padat karya.

Beberapa perusahaan manufaktur di Indonesia yang dikenal dalam industri makanan dan minuman antara lain:

  • Grup Mayora

Grup Mayora terkenal sebagai produsen makanan dan minuman yang beragam. Produk-produknya meliputi biskuit, kopi, susu kental manis, dan sejumlah makanan ringan.

  • Orangtua

Orangtua adalah perusahaan yang terlibat dalam produksi dan distribusi berbagai produk makanan dan minuman. Mereka mencakup sektor susu, minuman kesehatan, hingga makanan instan.

  • Garudafood

Garudafood merupakan perusahaan yang dikenal sebagai produsen berbagai jenis makanan, termasuk keripik, kacang, dan produk-produk berkualitas lainnya.

  • Campina Ice Cream

Campina Ice Cream fokus pada produksi es krim dan produk susu lainnya. Mereka menciptakan beragam varian es krim yang menjadi favorit konsumen.

Industri makanan dan minuman di Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat tetapi juga menciptakan berbagai inovasi dan variasi produk untuk pasar yang terus berkembang.

Proses produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja membuatnya menjadi salah satu sektor padat karya yang penting dalam perekonomian.

Baca Juga: Ini 8 Tips Cara Bisnis Kayu Bagi Kamu Yang Ingin Memulainya!

Itu tadi rangkuman informasi mengenai perusahaan manufaktur, terutama terkait proses bisnisnya.

Penting bagi perusahaan manufaktur untuk terus berupaya mengintegrasikan setiap divisi di dalamnya, sehingga proses bisnis dapat beroperasi secara lancar, efisien, dan efektif.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X