7 Tips Bisnis Sewa Baju Adat, Banjir Pelanggan saat HUT RI

Share this Post

Table of Contents

Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, bisnis sewa baju adat mulai kebanjiran pelanggan.

Hal ini karena ada banyak masyarakat yang mencari pakaian adat tradisional untuk berbagai keperluan di tanggal 17 Agustus.

Misalnya, untuk pakaian upacara, lomba, atau festival yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT RI.

Selain bisa membantumu mendulang keuntungan, bisnis sewa baju adat juga turut membantu negara dalam melestarikan kebudayaan.

Sebab, penjual maupun pembeli bisa sekaligus belajar setiap pakaian daerah yang ada di Tanah Air. Selama baju adat ini banyak dikenakan dan dicari, maka eksistensinya pun tak akan pudar.

Apakah kamu tertarik untuk coba berbisnis baju adat dalam bentuk menyewakannya? Jika iya, cari tahu analisis peluang usaha beserta tips memulainya berikut ini.

Baca Juga: Ini 5 Tips Sukses Bisnis Sewa Baju agar Profit Makin Berlipat

Peluang Bisnis Sewa Baju Adat

cara memulai bisnis sewa baju adat
Foto: Penari Bali (indonesia-travel.com)

Bisnis sewa baju adat bisa menjadi sumber penghasilan untuk kamu coba. Usaha yang satu ini memiliki peluang keuntungan yang menjanjikan.

Terlebih ketika perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tiba, ada banyak kalangan yang membutuhkan baju adat untuk disewa.

Baik itu kalangan anak-anak hingga orang dewasa, bisa menjadi target pasar kamu saat membuka sewa baju adat.

Biasanya, ada banyak anak-anak usia sekolah yang membutuhkan baju adat untuk keperluan HUT RI di tempat pendidikannya. Entah itu untuk upacara atau perlombaan tertentu.

Tak sedikit pula dari kalangan orang tua yang memerlukan baju adat untuk acara di instansi tempat mereka bekerja.

Dengan luasnya jangkauan pasar tersebut, kamu pun tak akan takut untuk kehilangan pelanggan. Sebab, ada banyak masyarakat yang mencari sewa baju adat ini.

Meski tidak dalam perayaan HUT RI, bisnis sewa baju adat juga tetap bisa berjalan. Kamu bisa menyewakan pakaian-pakaian adat ini untuk pesta pernikahaan atau acara adat lainnya. Cukup menjanjikan, bukan?

Ada banyak masyarakat yang lebih suka untuk memilih sewa daripada membeli baju adat. Pasalnya, pakaian adat hanya digunakan pada acara tertentu sehingga akan jauh lebih hemat dibandingkan membeli sendiri.

Baca Juga: 8 Tips Menulis Deskripsi Produk Baju untuk Memikat Konsumen

Cara Memulai Bisnis Sewa Baju Adat

Lantas, bagaimana cara memulai usaha sewa baju adat? Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membuka penyewaan pakaian adat:

1. Persiapkan Modal

bisnis sewa baju adat
Foto: Pakaian Adat Jawa (freepik.com)

Hal pertama yang perlu kamu persiapkan sebelum memulai usaha sewa baju adat ialah mempersiapkan modal.

Untuk membuka sewa pakaian adat, tentu kamu memerlukan modal usaha yang cukup. Sebab, pakaian adat biasanya terbuat dari material khusus beserta aksesori lain sebagai pelengkapnya.

Dengan modal yang cukup, kamu bisa menyediakan berbagai pakaian adat daerah sehingga pelanggan dapat memilih sesuai kebutuhan.

Baju adat yang disewakan bisa kamu beli dalam bentuk pakaian jadi atau membuatnya sendiri.

2. Pilih Jenis Pakaian

Seperti yang kamu ketahui, Indonesia terdiri dari berbagai wilayah dengan adat dan kebudayaan berbeda. Di setiap daerah pun memiliki pakaian adat yang berbeda.

Oleh karena itu, kamu perlu memilih jenis pakaian adat apa yang akan disewakan pada pelanggan. Misalnya, pakaian adat untuk tari-tarian atau pakaian adat untuk keperluan pernikahan.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan baju adat apa saja yang akan disewakan.

Apakah hanya satu daerah sehingga pakaian adat yang disewakan memiliki satu model atau menyediakan beberapa baju adat sekaligus.

Baca Juga: Berikut 7 Langkah Memulai Bisnis Fashion dari Rumah!

3. Miliki Pengetahuan Produk yang Baik

Dalam memasarkan produk apapun, kamu perlu memiliki product knowledge yang baik. Termasuk ketika hendak berbisnis sewa baju adat.

Kamu harus memahami pakaian adat dari setiap daerah beserta cara pakainya. Jadi, pelanggan tidak salah menyewa baju adat.

Sebab, baju adat biasa digunakan dalam acara-acara tertentu yang cukup sakral, seperti upacara adat atau pernikahan. Maka penggunaannya pun harus tepat.

Pelajari dahulu setiap baju adat yang hendak kamu sewakan. Dengan begitu, kamu bisa melayani pelanggan secara lebih baik.

Pelanggan juga akan lebih percaya dengan bisnis kamu melalui pengetahuan produk yang dikuasai.

4. Sediakan Berbagai Koleksi

Tips selanjutnya yang bisa kamu terapkan untuk sukses berbisnis sewa baju adat, yaitu menyediakan berbagai koleksi.

Agar jasa sewa baju adat kamu ramai pelanggan, cobalah untuk menawarkan berbagai koleksi pakaian.

Terdapat berbagai jenis pakaian adat yang dibagi berdasarkan wilayah di Indonesia. Beberapa pakaian adat tersebut pun memiliki model baju yang beragam.

Ini bisa menjadi strategi pemasaran yang bagus untuk kamu. Sebab, penyewa memiliki lebih banyak pilihan sebelum menentukan pakaian adat mana yang paling pas untuk mereka.

Variasi koleksi pakaian adat yang dimaksud bisa dilihat dari segi warna, model, ukuran, hingga detail aksesorinya.

Jadi, jangan hanya terpaku pada selera diri kamu sendiri, ya. Pertimbangkan juga minat para pelanggan di luar sana.

Baca Juga: Peluang Usaha Jasa Jahit dan 6 Tips Sukses Menjalankannya

5. Buat Peraturan yang Jelas

bisnis sewa baju adat daerah
Foto: Pakaian Adat Sulawesi (eyeem.com)

Karena ini merupakan bisnis baju dalam bentuk sewa, maka kamu membutuhkan peraturan sewa yang jelas.

Misalnya, ketentuan waktu sewa, cara penyewaan, hingga pengembalian baju dari penyewa kepada pihak penjual.

Dengan sistem yang jelas, kamu tak akan takut untuk tertipu. Sebab, bisnis dengan sistem sewa ini cukup berisiko jika kamu tidak berhati-hati.

Ada banyak orang tak bertanggungjawab yang mungkin memanfaatkan model bisnis ini. Entah itu tidak merawat barang sewaan dengan baik atau bahkan merusaknya.

Jadi, sangat penting bagi kamu untuk menetapkan ketentuan sewa yang jelas agar tak merasa dirugikan.

Jangan lupa juga buat peraturan tegas apabila pelanggan merusak atau menghilangkan baju adat yang disewa.

6. Tetapkan Harga Sewa yang Sesuai

Aspek lain yang tak kalah penting untuk kamu perhatikan dalam memulai bisnis baju adat ialah menentukan harga sewa.

Dalam hal ini, kamu bisa melakukan riset pasar untuk mengetahui kisaran harga sewa baju adat. Jadi, harga jual yang kamu tetapkan pas dan bisa menghasilkan keuntungan yang pantas.

Selain dari riset pasar, kamu dapat menentukan harga sewa baju adat dari harga beli atau ongkos produksi dan biaya lainnya. Misalnya, biaya perawatan dan penyimpanan pakaian adat itu sendiri.

Baca Juga: Cek Inovasi Busana Batik Ala 3 Brand Lokal Berikut!

7. Promosikan Online

Tips bisnis sewa baju adat lain yang bisa membantumu dalam mendulang keuntungan maksimal adalah promosi.

Di era yang sudah serba canggih seperti saat ini, promosi online memiliki kekuatan yang luar biasa.

Kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan jika mempromosikan bisnis sewa baju adat secara online.

Manfaatkanlah keberadaan media sosial. Buatlah akun bisnis untuk usahamu. Unggah baju-baju adat yang disewakan menggunakan deskripsi dan caption menarik.

Kelola media sosial dengan memanfaatkan fitur-fiturnya agar promosimu memiliki hasil maksimal.

Selain itu, kamu juga dapat promosi online melalui situs web. Dengan cara membuat website khusus bisnis sewa baju adat kamu sehingga terlihat lebih profesional.

Risiko dari Bisnis Sewa Baju Adat

Meskipun benar bawah bisnis ini mendatangkan banyak keuntungan lewat pelanggan yang membanjiri ketika ada hari perayaan di Indonesia. Namun, tentu saja bisnis sewa baju juga memiliki kekurangan dan risikonya sendiri. Mari kita sama-sama lihat apa aja sih risiko dari bisnis ini.

Tentu, berikut adalah tiga risiko yang mungkin dihadapi dalam bisnis sewa baju adat:

1. Kerusakan atau Kehilangan Barang

Baju adat sering kali memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi, serta terbuat dari bahan-bahan yang khas. Risiko terbesar adalah kerusakan atau kehilangan barang sewa yang dapat terjadi selama penyewaan. Ini bisa disebabkan oleh penggunaan yang kasar atau kecerobohan pelanggan.

2. Keterlambatan Pengembalian atau Pembatalan

Pelanggan kamu mungkin saja terlambat mengembalikan baju adat yang disewa atau bahkan membatalkan sewa secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ketidaktersediaan barang untuk disewakan kepada pelanggan lain, yang berdampak pada pendapatan perusahaan kamu sendiri.

3. Perubahan Mode atau Tren

Mode dan tren dalam busana adat dapat berubah dari waktu ke waktu. Barang yang populer saat ini mungkin tidak diminati lagi di masa mendatang. Risiko ini dapat memengaruhi nilai sewa barang yang dimiliki perusahaan dan kemampuannya untuk menarik pelanggan baru.

Itulah mengapa menjalankan bisnis sewa baju adat memerlukan manajemen yang cermat terhadap risiko-risiko tersebut untuk meminimalkan kerugian dan memastikan kelangsungan usaha yang sukses.

Itu dia peluang usaha sewa pakaian adat beserta tips bisnisnya hingga risiko yang mungkin saja terjadi. Semoga bermanfaat, ya!