Cara Menentukan Target Audience bagi Pebisnis

Share this Post

Target Audience
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam menyusun strategi pemasaran, kamu harus memahami siapa yang akan menjadi target audience merekmu. Apa yang dimaksud dengan target audience?

Dikutip dari laman Hootsuite, target audience adalah kelompok orang tertentu yang ingin kamu jangkau dengan saluran media sosial merekmu.

Orang yang menjadi target audience ini biasanya merupakan kelompok yang memang tertarik dengan konten, produk, dan juga layanan kamu.

Target audiens dapat kamu tentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, lokasi, minat, atau faktor tertentu.

Dengan mengetahui target audiens, kamu bisa menyusun strategi pemasaran yang tepat. Jadi, kamu akan lebih mudah dalam menjangkau pelanggan potensial.

Baca Juga: 5 Contoh Surat Lamaran Kerja Rumah Sakit Berbagai Posisi

Manfaat Target Audience

pentingnya target audience untuk bisnis
Foto: Ilustrasi Target Audience (Ventureharbour.com)

Ada banyak manfaat jika kamu menentukan target audience untuk bisnis. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Meningkatkan Kinerja Pemasaran

Dengan mengetahui siapa yang menjadi target audiens, kamu dapat membuat kinerja pemasaran jauh lebih efektif. Mengapa demikian?

Hal ini karena mengidentifikasi target audience dapat memberikan fokus yang jelas tentang siapa yang akan kamu layani.

Merek kamu pun bisa menjangkau pelanggan potensial secara lebih mudah sehingga meningkatkan penjualan sekaligus pendapatan usaha.

2. Mengoptimalkan Sumber Daya

Menentukan target audience juga bisa membantu kamu mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Penargetan audiens akan memungkinkan kamu untuk mengevaluasi audiens mana saja yang terlibat dengan iklan sehingga akhirnya melakukan konversi.

Jadi, kamu bisa memprioritaskan orang-orang yang memang akan membeli produk atau menggunakan layananmu.

3. Membuat Merek Lebih Menonjol

Manfaat menentukan target audiens selanjutnya, yaitu bisa membuat merek kamu lebih menonjol di pasar. Hal ini karena kamu hanya akan mengirimkan konten pemasaran kepada kelompok yang memang relevan dengan merekmu.

Dengan mengirimkan pesan penawaran yang berfokus pada sekelompok orang tertentu, merek kamu akan terlihat lebih unggul daripada pesaing.

4. Menghemat Biaya Pemasaran

Kamu juga bisa menghemat biaya pemasaran karena telah mengetahui siapa saja yang akan menjadi target audiens pemasaran merekmu.

Dengan begitu, kamu hanya akan mengirimkan konten penawaran kepada sejumlah orang yang memang tertarik pada bisnismu. Jadi, kamu tidak akan mengeluarkan banyak uang yang tak perlu.

Selain hemat pengeluaran, kamu juga tidak akan membuang waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tak diperlukan. Semuanya akan lebih efisien dengan target yang jelas.

5. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Bagi kamu yang ingin meningkatkan kepuasan pelanggan, bisa coba menentukan siapa yang akan menjadi target audiens merekmu.

Kamu yang mengetahui target audience bisa membuat konten penawaran yang dipersonalisasi.

Melansir laman Adweek, sebanyak 80% konsumen mengatakan bahwa mereka lebih cenderung melakukan bisnis dengan merek yang menawarkan interaksi yang dipersonalisasi.

Pelanggan mengharapkan interaksi yang dipersonalisasi dan pengalaman unik. Oleh karenanya, penting bagi merek kamu untuk menunjukkan bahwa bisnismu memahami mereka.

Baca Juga: Contoh Studi Kelayakan Bisnis dan Manfaatnya

Cara Menentukan Target Audience

cara menentukan target audience
Foto: Menentukan Target Audiens (Talk-business.co.uk)

Lantas, bagaimana cara menentukan target audiens bagi bisnismu?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang menjadi target pasar bisnismu, di antaranya:

1. Analisis Basis Pelanggan Saat Ini

Salah satu cara untuk menentukan target audiens adalah dengan melakukan analisis basis pelanggan yang ada saat ini.

Cobalah untuk segmentasikan pelanggan yang ada saat ini dengan membagikan berdasarkan spesifikasi tertentu. Misalnya mengelompokkannya berdasarkan umur, tempat tinggal, dan minatnya.

Selain itu, kamu dapat melakukan wawancara dengan pelanggan. Dengan begitu, kamu bisa memiliki wawasan pelanggan yang lebih dalam.

Bahkan, mendapatkan informasi emosional dan membantu kamu memahami mengapa pelanggan terlibat dengan merekmu.

Dalam hal ini, kamu juga bisa melakukan survei pelanggan. Hasil survei pelanggan akan memberikan informasi yang cukup luas mengenai orang-orang yang suka dengan produk dan layanan kamu.

2. Lakukan Riset Pasar dan Identifikasi Tren Industri

Cara menentukan target audiens lainnya yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan riset pasar.

Dengan riset pasar, kamu bisa memiliki gambaran yang lebih baik mengenai siapa saja pesaing merekmu. Kamu juga akan mengetahui seberapa baik posisi bisnis kamu di pasar.

Selain itu, kamu dapat mengetahui bentuk ancaman apa yang mungkin menyerang bisnismu. Jadi, kamu bisa menyusun strategi bisnis yang lebih baik untuk menghadapinya.

Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk mencari celah atau kekurangan pesaing sehingga merekmu jauh lebih unggul dibandingkan kompetitor.

Baca Juga: Definisi Brand Story dan Pengaruhnya Bagi Bisnis

3. Lihat Siapa Followers Bisnismu di Media Sosial

Cara menentukan target audiens yang berikutnya, yaitu coba dengan melakukan analisis followers.

Melalui media sosial, bisa menemukan beberapa informasi spesifik mengenai siapa saja yang menjadi audiens merekmu.

Hal ini karena kamu bisa membuat polling di media sosial seperti Twitter atau Instagram dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Contohnya jenis kelamin, usia, atau domisili mereka.

Hasil polling tersebut dapat menjadi informasi penting yang bisa membantu kamu untuk melihat siapa saja yang paling minat dengan merekmu.

Kini, sebagian besar media sosial juga telah dilengkapi dengan analitik sehingga kamu dapat melihat laporan kinerja konten yang diposting.

Dengan bantuan analitik ini, kamu bisa mengetahui siapa saja yang melihat profil media sosial bisnismu. Kamu pun dapat mengetahui konten apa saja yang berhasil dan tidak.

Menurut laporan HubSpot, setiap media sosial memiliki audiens yang berbeda.  Misalnya, Twitter cenderung memiliki audiens yang lebih muda, sedangkan Facebook cenderung memiliki audiens yang lebih tua.

Di Twitter, kamu bisa mengunggah konten berdurasi pendek. Sedangkan di Facebook, kamu dapat memposting konten dan video yang berdurasi panjang.

Sementara Instagram adalah platform media sosial berbasis visual sehingga konten yang secara grafis memukau akan berkembang pesat di saluran ini.

Berdasarkan wawasan media sosial ini, kamu pun bisa mengenal target audiens lebih jauh sekaligus menyusun strategi pembuatan konten yang tepat.

4. Gunakan Google Analytics

Tools lainnya yang dapat kamu manfaatkan untuk menentukan target audiens merek, yaitu dengan menggunakan Google Analytics.

Google Analytics adalah alat yang dapat memberikan kamu informasi penting untuk menemukan target audience.

Dengan Google Analytics, kamu bisa mendapatkan informasi seputar audiens dari situs web bisnis yang terdiri dari jenis kelamin, usia, hingga lokasinya.

Informasi penting ini biasanya ditandai dengan berbagai label pada dashboard Google Analytics.

Melalui tools tersebut, kamu pun bisa mengetahui siapa saja yang mengunjungi website bisnismu dan apakah konten yang disediakan telah relevan dengan mereka.

Baca Juga: 10 Ide Konten Instagram Menarik Untuk Tingkatkan Engagement

Cara Menjangkau Target Audience

cara menjangkau target audience
Foto: Content Planner (Neilpatel.com)

Setelah kamu mengetahui apa saja manfaat dan bagaimana cara menentukan target audience, simak juga tips untuk menjangkaunya.

1. Gunakan Pendekatan yang Dipersonalisasi

Untuk dapat menarik perhatian target audiens kamu, coba lakukanlah pendekatan secara personal. Hal ini karena setiap pelanggan merupakan individu yang berbeda.

Personalisasi memberikan pengalaman pribadi berdasarkan perilaku konsumen yang dianalisis sebelumnya, misalnya dari riwayat pembelian, demografi, dan lainnya.

Jadi, kamu harus menyesuaikan pesan penawaran dengan target audiens sehingga setiap pelanggan merasa istimewa dan diapresiasi oleh merek.

Dengan cara ini, kamu dapat menjangkau target pasar secara lebih mudah. Hal ini pun telah didukung oleh penelitian tahun 2018 yang dilakukan oleh Epsilon.

Disebutkan bahwa 80% konsumen cenderung membeli dari merek yang memberikan pengalaman yang dipersonalisasi.

2. Manfaatkan Berbagai Media Sosial

Cara lain yang bisa kamu tempuh untuk menjangkau target audiens, yaitu dengan memanfaatkan berbagai media sosial untuk promosi.

Apalagi, jumlah pengguna media sosial saat ini sangatlah besar. Jadi, kamu juga bisa memperluas jangkauan pasar dari beragam media sosial jika dapat memanfaatkannya dengan optimal.

Kehadiran merek di media sosial dapat menjadi acuan bagi pelanggan dalam aspek kredibilitas. Saat ini, sebagian besar pelanggan akan memeriksa apakah merek yang ingin dibeli hadir di media sosial.

Maka dari itu, ada banyak pelanggan yang memanfaatkan media sosial untuk menelusuri produk baru, meninggalkan ulasan, dan berbagi rekomendasi merek favorit dengan teman-teman mereka.

3. Buat Konten yang Menarik

Tidak hanya fokus pada visibilitas merek secara online di media sosial, kamu juga perlu membuat dan membagikan konten yang menarik untuk menjangkau target audiens.

Dikutip dari laman Business, menyajikan konten yang relevan dapat membantu sebuah merek untuk terhubung dengan target audiens mereka.

Meskipun tujuan akhir bisnis kamu menjual produk atau layanan, tetapi terlalu fokus pada penjualan tidak selalu menghasilkan sesuatu yang baik.

Jadi, jalinlah hubungan yang baik dengan audiens kamu agar mereka mau mendengarkanmu saat melakukan penawaran.

Ada beragam jenis konten yang bisa kamu bagikan di media sosial agar merek terhubung dengan audiens.

Misalnya konten yang membantu audiens dalam memecahkan masalah dan menawarkan informasi yang tidak akan mereka temukan di tempat lain. 

4. Kerja Sama dengan Influencer

Agar semakin menarik, kamu bisa membuat dan membagikan konten yang bekerja sama dengan influencer media sosial.

Dengan bantuan influencer, kamu bisa menjangkau lebih banyak audiens yang sesuai target pasar.

Dalam hal ini, kamu juga perlu memilih influencer dengan cermat. Bekerja samalah dengan influencer yang memang relevan.

Misalnya jika kamu menjual perlengkapan ibu dan anak, bermitra dengan mom influencer bisa menjadi pilihan yang tepat.

Para followers dari influencer tersebut merupakan target pasar yang tepat untuk merek kamu.

Baca Juga: 13 Minuman Khas Indonesia untuk Ide Jualan, Berani Coba?

Itu dia penjelasan lengkap seputar target audience yang perlu kamu ketahui. Mulai dari pengertian, manfaat, tips menentukan, dan menjangkaunya. Semoga bermanfaat!

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X