Definisi Brand Story dan Pengaruhnya Bagi Bisnis

Share this Post

Brand Story Bisnis
Table of Contents
shopee pilih lokal

Tanpa disadari, setiap orang pasti menyukai sebuah cerita. Terlebih lagi jika cerita tersebut memiliki sudut pandang yang unik dan menyimpan makna tersirat, seperti brand story.

Dari berbagai banyak cerita, selalu ada makna tersembunyi yang diingat oleh para pembacanya.

Apa pun jenis ceritanya, baik cerita tentang kehidupan, sejarah, perjalanan, maupun cerita fiksi.

Makna dibalik sebuah cerita mampu membangun persepsi tersendiri bagi para pembacanya. Begitu pun kaitannya dengan sebuah brand.

Seperti kita ketahui, brand mengasumsikan persepsi tentang sebuah merk atau bisnis. Beberapa brand besar saat ini telah menceritakan perjalanan bisnisnya dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat.

Cerita di balik sebuah brand tersebut tidak hanya dibuat sebagai bahan bacaan saja, namun juga menjadi ide marketing dari sudut pandang yang berbeda.

Ketika brand story mampu memikat hati pelanggan, tentunya loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap sebuah brand akan meningkat.

Lantas, apa itu brand story dan bagaimana pengaruhnya bagi bisnis?

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Google Suite, Simak yuk!  

Definisi Brand Story

Definisi Brand Story dan Pengaruhnya Bagi Bisnis
Foto: Sebuah Bisnis (Freepik.com)

Cerita tentang sebuah brand tidak hanya soal profil perusahaan dan produk. Brand story jauh lebih luas dan bisa menyentuh emosi pembaca.

Dikutip dari Echo Stories, brand story mencakup narasi tentang fakta atau emosi yang dibangun oleh sebuah merek. Brand story harus mampu membangun ikatan emosional pembaca.

Oleh sebab itu, brand story memuat semua cerita tentang makna sebuah merk, arti logo, produk dan layanan, perjalanan panjang sebuah bisnis, hingga misi dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh sebuah brand.

Contohnya, kamu pasti pernah menonton iklan air minum kemasan yang menceritakan perjalanan mereka dalam mencari sumber air.

Dalam iklan tersebut, mereka juga menceritakan misi sosial mereka dan kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat.

Bahkan sampai saat ini, iklan brand tersebut masih teringat dalam pikiran kita. Padahal, iklan brand tersebut sudah tidak ditayangkan sejak beberapa tahun lalu.

Hal tersebut merupakan contoh dari brand story yang berhasil menyentuh emosi konsumen.

Baca Juga: 50+ Kata-kata Motivasi Kerja yang Bisa Bangkitkan Semangat

Alasan Brand Story Itu Penting

Definisi Brand Story dan Pengaruhnya Bagi Bisnis
Foto: Logo Sebuah Bisnis (Freepik.com)

Dilansir dari The Story of Telling, brand story bukan hanya tentang menyampaikan cerita perjalanan sebuah brand.

Brand story adalah cara membuat orang-orang meyakini cerita sebuah brand. Oleh karena itu, cerita sebuah brand harus disampaikan berdasarkan fakta dan mencerminkan jati dirinya.

1. Brand Story Bisa Membangun Kepercayaan Pelanggan

Seperti yang kamu ketahui sebelumnya, cerita sebuah brand merupakan kumpulan dari perjalanan panjang sebuah bisnis.

Dalam ceritanya, brand story bisa menyampaikan bagaimana proses sebuah merek dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produknya.

Cerita sebuah brand juga bisa memuat aktivitas sosial untuk masyarakat. Cerita tersebut tentunya mampu menyentuh emosi pembaca dan membangun kepercayaan secara psikologis.

Dengan begitu, pembaca akan meyakini kualitas produk sebuah brand dan upayanya dalam membagikan manfaat bagi sekitar.

2. Brand Story Bisa Membentuk Image Perusahaan

Seperti yang kamu ketahui, setiap brand pasti memiliki kisah perjalanannya masing-masing. Berbagai kisah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Cerita soal bagaimana sebuah brand dibangun, kegagalan yang dihadapi, dan kemampuan untuk bangkit dapat menjadi cerita yang menarik.

Terkadang, cerita dibalik perjalanan sebuah brand juga tak lepas dari para pendirinya. Jika pendiri brand tersebut juga memiliki cerita pribadi yang inspiratif, tentunya brand story akan makin disukai.

Cerita di balik sebuah brand tersebut dapat memengaruhi pikiran dan emosi pembaca. Brand story juga dapat menginspirasi pembaca untuk mengikuti perjalanan suksesnya.

Secara tidak langsung, brand story berhasil membentuk image positif dari masyarakat tentang sebuah merek.

3. Brand Story Bisa Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Ketika cerita di balik sebuah brand telah berhasil membangun kepercayaan dan emosi konsumen, tentunya hal tersebut akan membawa keuntungan bagi bisnis.

Konsumen yang sudah percaya dengan sebuah brand cenderung tidak akan memilih brand lain.

Contohnya, jika kamu sudah percaya dengan sebuah merek sabun cuci muka, tentu kamu akan membelinya lagi.

Begitupun dampak dari brand story yang sukses. Konsumen bisa melakukan transaksi berulang kali bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

Dengan begitu, pertumbuhan sebuah bisnis akan semakin cepat.

Baca Juga: 5 Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko dan Strukturnya

Cara Penerapan Brand Story untuk Bisnis

brand story
Foto: Ide Membangun Bisnis (Freepik.com)

Setelah memahami tentang brand story dan perannya bagi bisnis, sekarang waktunya kamu mencoba membuat ceritamu sendiri.

Yuk, simak cara membuat brand story berikut ini, ya!

1. Tentukan Mengapa Bisnismu Berdiri

Sebelum menulis cerita, kamu tentu perlu mengenali bisnismu terlebih dahulu.

Dibanding menjelaskan tentang apa tujuan bisnismu, akan lebih baik jika kamu menceritakan alasan mengapa bisnismu dibangun.

Kamu bisa coba dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti “kenapa kita ada?”, “apa tujuan bisnis ini?”, “apa nilai penting dari bisnis ini?”, dan “apa kontribusi yang bisa diberikan dari bisnis ini?”.

2. Kenali Produkmu

Setelah menuliskan alasan dibalik bisnismu, selanjutnya kamu perlu mengenali lebih jauh tentang produk yang kamu jual.

Kehadiran sebuah produk harus menjadi solusi atas kebutuhan konsumen. Oleh sebab itu, produk yang kamu jual harus mampu mencerminkan tujuan bisnismu.

Untuk menceritakan tentang produk yang kamu jual, kamu bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan.

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa kamu jawab yaitu “bagaimana kualitas produk saya?”, “apa fitur yang dimiliki produk saya?”, “bagaimana fitur tersebut dapat berguna bagi konsumen?”.

Baca Juga: Apa Itu Up Selling? Ini 3 Tips dan Manfaatnya

3. Kenali Sudut Pandang Konsumen

Setelah kamu mengenali alasan dan tujuan bisnismu serta memahami produk yang kamu jual, selanjutnya kamu perlu mengenali sudut pandang konsumen.

Pada dasarnya, setiap produk atau bisnis memiliki target pasar yang berbeda.

Untuk itu, kamu perlu mengetahui siapa target pasar dari bisnismu.

Kamu bisa mencoba menjawab pertanyaan ini “siapa target pasar saya?”, “berapa usia target pasar saya?”, “dimana target pasar saya tinggal?”, dan “apa yang sedang diminati oleh target pasar saya?”.

Setelah mengetahui hal tersebut, selanjutnya kamu bisa menyimpulkan sudut pandang yang menarik untuk brand story-mu.

Kamu bisa menentukan fokus cerita dibalik brand-mu, bahasa yang digunakan, cara penyampaian, dan media yang dipakai.

Baca Juga: Pentingnya Broadcast Message Bagi Bisnis, Berikut Tips Membuatnya

Dengan menggunakan sudut pandang yang unik, brand story-mu tentu akan semakin disukai dan diterima oleh masyarakat.

Dengan begitu, kamu bisa membangun kepercayaan dan loyalitas dari konsumen.

Itulah penjelasan mengenai brand story yang penting bagi sebuah bisnis. Saat ini, kehadiran media sosial juga bisa kamu manfaatkan sebagai media untuk menceritakan brand-mu.

Kamu bisa menjangkau lebih banyak orang secara gratis atau menggunakan fitur berbayar. Yuk, ceritakan merek kamu dan kembangkan bisnismu menjadi lebih besar!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X