Fungsi dan Jenis Margin Profit yang Perlu Kamu Ketahui

Share this Post

margin
Table of Contents

Sebagai pengusaha, kamu perlu memahami tentang keuangan bisnis. Salah satu istilah yang kerap ditemui dalam keuangan bisnis adalah margin. Apa itu margin?

Terdapat 2 pengertian mengenai margin, yang pertama margin profit atau keuntungan dan margin investasi. Ini karena margin memiliki jenis yang berbeda, kamu pun perlu memahami keduanya.

Margin profit merupakan salah satu rasio profitabilitas yang umum digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan atau aktivitas bisnis dalam menghasilkan uang.

Margin keuntungan ini biasanya dihitung dengan cara mencari tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar.

Sementara dikutip dari Investopedia, margin dalam pengertian investasi adalah jaminan yang harus disetorkan investor ke pialang atau bursa mereka untuk menutupi risiko kredit yang ditanggung pemegangnya untuk pialang atau bursa.

Yuk, cari tahu penjelasan mengenai margin profit dalam bisnis yang dikutip dari berbagai sumber!

Baca Juga: Kenali 4 Perilaku Konsumen Berikut Agar Bisnismu Makin Untung!

Fungsi Margin Profit

fungsi margin
(Foto fungsi margin profit. Sumber: Unsplash.com)

Mengetahui margin profit memiliki berbagai manfaat dalam bisnis.

Dengan begitu, kamu akan memahami seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dan apakah operasi bisnis yang kamu jalani sudah efisien.

Lebih lanjut, ini dia fungsi menghitung margin profit bagi perusahaan:

1. Memudahkan Penetapan Harga

Dengan mengetahui jumlah margin keuntungan usaha, kamu pun dapat membuat strategi penetapan harga jual produk atau layanan dengan lebih mudah.

Perlu kamu ketahui bahwa menentukan harga jual produk atau layanan bisa menjadi proses yang cukup sulit dan membingungkan.

Menetapkan harga yang terlalu tinggi bisa membuat penjualan produk atau layanan kamu lebih lambat. Sementara harga yang terlalu rendah mungkin akan membuat usahamu merugi.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menghitung margin keuntungan. Maka, kamu bisa menetapkan harga yang lebih akurat, yang pada akhirnya akan membuat bisnis kamu tetap kompetitif di pasar.

2. Membantu Kontrol Biaya Usaha

Manfaat margin keuntungan lainnya, yakni bisa membantu kamu dalam mengontrol biaya usaha. Jadi, kamu dapat mengelola biaya langsung dan biaya tidak langsung secara lebih efisien.

Dilansir dari laman Chron, biaya langsung meliputi tenaga kerja dan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi barang.

Sementara itu, biaya tidak langsung meliputi sewa, gaji administrasi, pemasaran, dan biaya perjalanan.

Sebagian besar biaya usaha tersebut dikeluarkan tanpa memerhatikan volume penjualan sehingga perusahaan perlu berhemat agar dapat mencapai target keuntungan.

Misalnya, dengan cara negosiasi dengan pemasok sehingga kamu bisa memeroleh diskon bahan baku jika melakukan pembelian pada jauh-jauh hari sebelumnya.

Baca Juga: 6 Strategi Market Penetration agar Bisnismu Sukses

3. Mengetahui Kinerja Produk

margin
(Foto orang yang mendapatkan keuntungan. Sumber: Pexels.com)

Margin keuntungan dapat membantu kamu untuk mengetahui kinerja produk yang dimiliki perusahaan secara keseluruhan.

Beberapa produk mungkin memiliki margin keuntungan yang tinggi dan volume yang rendah, sementara yang lain mungkin memiliki margin keuntungan yang rendah dan volume yang tinggi.

Dengan menganalisis margin keuntungan tersebut, kamu pun dapat memilih kombinasi produk yang sesuai.

Kamu juga akan mengetahui mengapa satu produk berkinerja jauh lebih baik daripada yang lain.

Jadi, kamu bisa mempertahankan produk yang memiliki margin tinggi atau melakukan inovasi produk untuk meningkatkan pendapatan usaha.

Hal tersebut juga berlaku untuk margin laba bersih.

Jika margin laba bersih perusahaan kamu terlalu rendah, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu mengurangi pengeluaran bisnis untuk menghindari risiko kerugian.

4. Mengukur Seberapa Sehat Kondisi Bisnis

Menghitung margin keuntungan selama periode tertentu juga dapat menjadi tolok ukur bagi kamu untuk mengukur seberapa sehat kondisi bisnis sebenarnya.

Margin keuntungan dapat memberi tahu kamu dan investor perusahaan kamu banyak hal.

Mulai dari apakah harga pokok penjualan kamu terlalu tinggi untuk total pendapatan, apakah biaya operasional kamu telalu banyak mengambil total pendapatan, atau apakah operasi bisnis telah berhasil secara keseluruhan.

Margin keuntungan juga bisa membantu kamu untuk melakukan perbandingan dengan bisnis serupa lainnya.

Jadi, kamu dapat mengetahui apakah strategi bisnismu telah tepat sasaran atau membutuhkan perbaikan untuk mencapai target penjualan.

Selain itu, kamu dapat menggunakan margin keuntungan untuk membandingkan unit operasi yang berbeda dalam perusahaan.

Misalnya, jika margin laba suatu divisi lebih rendah dari rata-rata perusahaan atau jika divisi tersebut secara konsisten melebihi anggaran pengeluarannya, perubahan manajemen mungkin diperlukan.

Baca Juga: 5 Strategi Positioning Produk untuk Meningkatkan Penjualan

Jenis Margin Profit

jenis margin profit
(Foto jenis margin profot. Sumber: Pexels.com)

Margin profit atau keuntungan usaha dibagi menjadi beberapa jenis, berikut di antaranya:

1. Margin Laba Kotor

Jenis margin keuntungan yang pertama ialah margin laba kotor. Margin ini membandingkan pendapatan dengan biaya variabel.

Melansir laman The Balance, biaya variabel adalah setiap biaya yang dikeluarkan selama proses produksi yang dapat bervariasi dengan tingkat produksi (output).

Dengan margin laba kotor, kamu bisa mengetahui berapa banyak keuntungan yang dihasilkan setiap produk tanpa biaya tetap.

Apabila margin laba kotor memiliki hasil yang tinggi, maka itu artinya tim eksekutif perusahaan telah berfungsi secara efisien dalam menghasilkan keuntungan.

Untuk menghitung margin laba kotor, kamu harus mencari jumlah laba kotor terlebih dahulu dengan cara:

Laba Kotor = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan (HPP)

Kemudian, hitung margin laba kotor menggunakan rumus berikut:

Margin Laba Kotor = (Laba Kotor ÷ Pendapatan) x 100%

Baca Juga: Hypnotic Marketing: Cara Meningkatkan Penjualan dengan Memengaruhi Pembeli

2. Margin Laba Bersih

Jenis margin keuntungan berikutnya, yakni margin laba bersih.

Margin laba bersih adalah persentase pendapatan bisnis yang tersisa setelah dikurangi semua biaya dari total penjualan, lalu dibagi dengan pendapatan bersih.

Jumlah margin laba bersih yang tinggi menandakan seberapa sehat kondisi perusahaan kamu.

Sebelum menghitung margin laba bersih, kamu harus mengetahui laba bersih dengan cara:

Laba Bersih = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan – Pengluaran Operasional – Biaya lain-lain – Bunga – Pajak

Kemudian, menghitung margin laba bersih menggunakan rumus berikut:

Margin Laba Bersih = Laba Bersih dari Perhitungan Setelah Pajak : Penjualan x 100%

3. Margin Laba Operasional

Jenis margin keuntungan lainnya ialah margin laba operasional. Margin ini mencakup biaya pokok penjualan, biaya yang terkait dengan penjualan dan administrasi, serta overhead (pengeluaran tambahan yang tidak berkaitan dengan proses produksi).

Dengan mengetahui jumlah margin laba operasional, kamu dapat menilai tingkat pengembalian dari investasi perusahaan secara lebih cepat dan akurat.

Margin laba operasional dapat menjadi indikator mengenai seberapa baik pengelolaan dan risiko usaha milik kamu.

Sebelum menghitung margin laba operasional, cari tahu dahulu laba operasional usaha dengan cara:

Laba Operasional = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan – Biaya Administrasi

Untuk menghitung margin laba operasional, kamu dapat menggunakan rumus berikut:

Margin Operasional = Laba Operasional : Pendapatan x 100%

Baca Juga: 5 Manfaat Social Media Marketing Bagi UMKM, Begini Strateginya!

Itu dia penjelasan mengenai margin dalam keuangan dan bisnis yang perlu kamu pahami. Semoga informasinya bermanfaat, ya.