Pentingnya Performance Review Bagi Perusahaan dan Karyawan

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Performance review adalah penilaian kerja yang merupakan salah satu tahapan yang dilakukan untuk melihat kinerjanya.

Karyawan atau pekerja di sebuah perusahaan atau institusi akan berlomba untuk melakukan hal terbaik agar dapat memberikan dampak bagi tempatnya bekerja.

Kinerja dari karyawan tersebut adalah dinilai melalui performance review yang mana menjadi salah satu alasan karyawan tersebut dipromosi, dimutasi atau bahkan diputus hubungan kerja.

Kegiatan performance review dilakukan oleh HRD (Human Resource Departement) dan institusi akan dilakukan oleh bagian SDM atau personalia.

Ini juga merupakan salah satu pekerjaan HRD untuk memastikan produktifitas karyawan agar dapat memberikan hasil bagi perusahaan itu sendiri.

Agar memahami performance review lebih jelas lagi, berikut ini kita mulai pembahasan dengan mengulas terkait pengertiannya terlebih dahulu.

Baca Juga: Performance Marketing, Pemasaran yang Tunjukkan Kinerja Campaign

Pengertian dan Jenis Performance Review

performance review
Foto: Proses Performance Review (iStockpoto.com)

Dilansir dari Bamboo HR, performance review adalah sebuah kegiatan yang berkaitan dengan penilaian dan evaluasi kinerja karyawan.

Selain performance review, perusahaan menggunakan istilah lain seperti annual review, performance appraisal atau evaluasi kerja.

Dalam prosesnya, perusahaan akan menentukan jangka waktu yang digunakan sebagai indikator penilaian kinerja dan juga menentukan target yang menjadi standar atau indikator penilaiannya.

Biasanya perusahaan atau startup akan melakukan performance review secara berkala, seperti setiap kuarter di setiap tahunnya.

Berarti dalam satu tahun, terdapat 4 kali review kinerja karyawan.

Biasanya sebagai target dan indikator penilaian akan tercantum dalam KPI (Key Performance Indicators), dari KPI tersebut akan dibuat turunannya yaitu OKR (Objective and Key Results).

Di atas telah disinggun bahwa setiap perusahaan menggunakan istilah lain yang merujuk pada kegiatan performance review.

Dalam hal ini juga terdapat beberapa jenis dari kegiatan ini, yaitu:

1. Penilaian Tradisionall

Jenis performance review yang pertama yaitu penilaian tradisional. Penilaian ini akan berdiskusi dengan karyawan dalam pertemuan tatap muka untuk membahas kinerja mereka masing-masing.

Biasanya penilaian ini dilakukan berdasarkan periode kerja tertentu. Diskusi yang dilakukan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan atas setiap capaian kerja dan setiap tugas yang telah dilakukan.

Misalnya dalam waktu secara berkala, semisal dalam 6 bulan, satu tahun, tiga tahun bahkan lima tahun sekali. Kinerja yang dinilai akan disesuaikan dan dipertimbangkan dengan persentasi gaji.

2. Self-Appraisal

Jenis performance review yang kedua yaitu Self-appraisal yang mendorong karyawan untuk bertanggung jawab dalam melakukan penilaian kinerja sendiri.

Hal ini dapat membuat karyawan lebih bertanggung jawab dan mengetahui capaiannya sendiri. Juga dapat mendorong karyawan untuk lebih baik dalam manajemen diri.

Namun hal ini juga tentu saja harus dilakukan pengawasan, karna karyawan tidak bisa dibebaskan begitu saja dalam melakukan penilaian kinerja sendiri.

Pastikan yang menjadi KPI atau indikatornya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Employee-Initiated Review

Jenis ketiga atau metode untuk melakukan performance review selanjutnya yaitu Employee-initiated review.

Karyawan akan diberi tahu bahwa akan ada penilaian dari atasan atau manajer atas kinerja karyawan.

Jenis ini hadir mengganti jenis pertama, yaitu penilaian tradisional. Dengan metode ini, dapat mendorong manajemen atau HR terdapat sikap dan motivasi karyawan dalam bekerja.

4. Feedback 360

Jenis terakhir dari performance review Feedback 360. Metode ini dianggap paling objektif. Karena atasan atau manajemen akan mendapatkan feedback dari setiap komponen perusahaan.

Bukan hanya dari karyawan yang dinilai kinerjanya, tapi dari karyawan lain dan komponen yang terlibat dari perusahaan itu sendiri.

Dengan begitu, masukan yang muncul akan banyak dan lebih objektif karena tidak ada subjektifitas. Selain itu, feedback yang masuk akan banyak dan dapat menunjukan kesimpulan yang lebih meyakinkan.

Baca Juga: 9 Indikator Kepuasan Kerja dan Cara Meningkatkannya

Tips Melakukan Performance Review

Pentingnya Performance Review Bagi Perusahaan dan Karyawan
Foto: Interview Kerja (iStockphoto.com)

Setelah mengetahui pengertian performance review dan jenis-jenisnya di atas. Kamu mungkin penasaran bagaimana tips melakukannya.

Tips dan cara ini dibutuhkan, terutama bagi kamu yang menjalankan perusahaan. Kendati pun perusahaan kecil, seiring berjalannya waktu perusahaan akan berkembang semakin besar.

Jika dari awal melakukan cara ini dari awal, hal tersebut bisa menertibkan sistem dan management perusahaan itu sendiri.

Berikut ini beberapa tips dan cara untuk melakukan performance review yang perlu diketahui, yaitu:

1. Memisahkan Review Kinerja dan Review Kanaikan Gaji

Hal pertama yang harus dipisahkan yaitu review kinerja dengan review kenaikan gaji.

Meskipun pada akhirnya, review yang dilakukan untuk tujuan kenaikan gaji, namun kedua hal tersebut merupakan hal yang berbeda.

Penilaian kinerja tujuan utamanya untuk mengawasi dan memantau kemampuan profesional setiap karyawan dan mencari tahu kekurangannya untuk diatasi, serta kelebihannya untuk ditingkatkan.

Sementara itu, kenaikan gaji merupakan hal yang berbeda, karena memiliki kompenan lain yang lebih luas lagi. Salah satunya yaitu kondisi perusahaan itu sendiri.

Maka dari itu, kenaikan gaji bukan hanya penilaian karyawan saja, namun juga kondisi perusahaan itu sendiri.

Jika kondisi keuangan perusahaan baik dan tidak masalah, maka hal tersebut tidak masalah untuk dilakukan.

Bukan hanya itu, karena komponennya lebih luas lagi, maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penilaian lebih lama lagi.

2. Menentukan KPI (Key Performance Indicators)

Sebelum melakukan performance review, penting untuk menentukan KPI. Karena KPI tersebut akan menjadi indikator atau standar untuk melakukan penilaian kinerja itu sendiri.

Pastikan KPI yang ditentukan dibuat secara objektif dengan ketentuan-ketentuan yang dapat diukur dengan jelas, jangan menjadikan suatu ukuran yang subjektif dan abstrak sehingga sulit diukur.

Salah satu hal yang dapat digunakan sebagai ukuran yaitu dengan memanfaatkan angka.

Seperti misalnya untuk melakukan penilaian departemn sales, kamu bisa menjadikan KPI yaitu angka Rp500 juta rupiah untuk setiap 3 bulan.

Atau juga seperti departemen marketing, yang bisa mendapatkan leads sebanyak 3000 misalnya. Dengan ukuran-ukuran jelas tersebut mudah untuk dilakukan penilaian.

Jika setiap karyawan dapat mencapai KPI yang ditentukan tersebut, hal tersebut menjadi salah satu indikator berarti karyawan tersebut melakukan hal yang baik dan mampu memberikan dampak baik bagi perusahaan itu sendiri.

Baca Juga: 7 Manfaat HRIS untuk Bisnis, Apa Saja?

3. Pastikan Karyawan Memahami KPI

Setelah kamu menentukan KPI sebagai indikator atau patokan performance review, kamu harus memastikan karyawan memahami KPI yang ditentukan.

Maka dari itu, kamu harus melakukan komunikasi dengan baik dalam menyampai KPI tersebut. Sehingga karyawan akan termotivasi dan memiliki tujuan yang jelas sehingga dapat tercapai.

Dengan motivasi dan semangat tersebut, karyawan akan memberikan dampak baik bagi perusahaan itu sendiri.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, akan ada karyawan yang merasa tidak adil dengan KPI yang ditentukan.

Hal tersebut sebenarnya mukan sebuah persoalan, berarti karyawan tersebut sejak dalam pikiran sudah tidak mampu untuk mencapai KPI dan tidak cocok dengan visi dan misi perusahaan.

4. Lakukan Penilaian Secara Objektif

Tips terakhir, kamu harus melakukan performance review  seobjektif mungkin, maksudnya harus berdasarkan fakta yang terlihat dan tidak melibatkan subjektifitas yang bersifat rasa simpati atau empati.

Karena hal tersebut dapat mengaburkan penilaian dan membuat penilaian menjadi bias dan tidak adil.

Jika hal ini terjadi, bukan hanya merugikan beberapa pihak karyawan, perusahaan pun akan merasakan dampaknya.

Agar tips ini dapat dilakukan, metode yang umum dilakukan yaitu feedback 360.

Karena dengan metode ini, semua bias dan subjektifitas akan dapat dihilangkan dan mendapatkan berbagai masukan dan arahan dari segala pihak yang terdapat di perusahaan.  

Baca Juga: Peluang Usaha Bisnis Gorden dan Keuntungannya, Menggiurkan!

Dari penjelasan di atas, kini kamu telah tahu apa itu performance review.

Semoga dengan penjelasan di atas, bagi kamu yang memilik perusahaan bisa melakukan penilaian dengan baik.

Sementara bagi kamu seorang karyawan, pengetahuan ini bisa memberikan hal terbaik agar dapat penilaian yang maksimal, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X