KPI Perusahaan: Definisi, Jenis, dan Penerapannya

Share this Post

KPI Perusahaan
Table of Contents
shopee pilih lokal

Membuat dan mengukur KPI perusahaan sangat penting dilakukan.

Baik perusahaan kecil maupun besar, KPI perusahaan perlu diterapkan.

Kamu tidak bisa mengandalkan sekadar firasat untuk mengukur kemajuan yang sudah kamu buat. Dalam dunia bisnis, penting untuk mencatat setiap hal.

KPI perusahaan dapat membantumu melacak semua kemajuan yang sudah dicapai perusahaanmu. Lebih penting lagi, KPI mengukur apakah perusahaan sudah mampu mencapai tujuannya atau tidak.

Setiap bisnis pasti memiliki tujuan, entah itu dalam hal penjualan, brand awareness, atau sebagainya.

Untuk mengukurnya, perlu adanya metrik atau indikator-indikator yang menentukan apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak.

Baca Juga: Performance Marketing, Pemasaran yang Tunjukkan Kinerja Campaign

Apa Itu KPI Perusahaan?

KPI Perusahaan
(Foto goals perusahaan. Sumber: Freepik.com)

KPI itu sendiri merupakan singkatan dari key performance indicator. Kamu mungkin sering mendengarnya di kalangan HRD.

Hal ini karena penilaian kinerja karyawan, salah satunya bisa diukur dengan KPI.

Namun tak hanya mengukur kinerja sumber daya manusia, KPI juga bisa digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan.

Melansir dari Investopedia, KPI perusahaan mengacu pada serangkaian pengukuran untuk mengukur kinerja jangka panjang perusahaan secara keseluruhan.

KPI secara khusus membantu menentukan pencapaian strategis, keuangan, dan operasional perusahaan.

Pengukuran KPI di tingkat perusahaan atau organisasi, fokus pada perihal kesehatan dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

KPI merupakan cara penting untuk memastikan tim kamu mendukung tujuan organisasi secara keseluruhan.

Ada beberapa alasan mengapa kamu memerlukan KPI perusahaan. Pertama, untuk menjaga agar tim bisnismu tetap selaras.

Mulai dari mengukur keberhasilan proyek hingga kinerja karyawan, KPI membuat tim tetap bergerak ke arah yang sama.

Kedua, untuk mengecek kesehatan perusahaan. KPI perusahaan dapat memberimu pandangan realistis tentang kesehatan organisasi. Mulai dari faktor risiko hingga indikator keuangan.

Ketiga, untuk melakukan penyesuaian. KPI dapat membantumu melihat dengan jelas keberhasilan dan kegagalan.

Jadi, kamu dapat mengulang langkah-langkah yang berhasil dan menghindari langkah gagal.

Baca Juga: Definisi Free Cash Flow dan Fungsinya dalam Bisnis

Jenis KPI Perusahaan

KPI Perusahaan
(Foto meeting karyawan. Sumber: Freepik.com)

Ada beragam jenis KPI perusahaan yang dapat digunakan. Kamu bisa memilih salah satunya yang cocok digunakan di perusahaanmu.

Ada sejumlah KPI yang bersifat tingkat tinggi dan ada yang tingkat rendah dalam perusahaanmu. Di sisi lain, ada KPI yang fokus pada jangka pendek dan dapat diukur dalam beberapa minggu atau bulan.

Namun, ada pula KPI yang bersifat jangka panjang dan dapat diukur dalam beberapa tahun ke depan. Berikut beberapa jenis KPI perusahaan yang umum digunakan:

1. KPI Operasional

Ini merupakan KPI perusahan yang mengukur proses dan efisiensi dalam suatu organisasi. KPI ini menunjukkan bagaimana hal-hal dalam perusahaan berjalan dari hari ke hari.

Jenis KPI operasional diukur pada jangka waktu yang lebih pendek ketimbang KPI jenis lainnya.

2. KPI Strategis

Jenis KPI strategis ini bertentangan langsung dengan KPI operasional. KPI ini berfokus pada tujuan jangka panjang dan gambaran besar dalam suatu organisasi.

KPI yang strategis dapat berupa pendapatan.

Seorang CEO dapat melihat hanya dari beberapa KPI dan mendapatkan gambaran mengenai kinerja perusahaan secara keseluruhan.

3. Leading atau Lagging

Jenis KPI ini merupakan indikator yang mengukur soal leading (terdepan) dan lagging (tertinggal). KPI lagging dapat memberitahumu tentang sesuatu yang telah terjadi.

Indikator utamanya memberi petunjuk dan memprediksi apa yang mungkin terjadi pada masa depan. Semua organisasi perlu menggunakan campuran dari kedua indikator ini.

4. Kualitatif atau Kuantitatif

Sebagian besar KPI perusahaan merupakan indikator kuantitatif. Artinya, penilaian dapat dengan mudah diukur dan diberi angka.

Namun, KPI kualitatif tidak mudah digambarkan dengan angka. Misalnya, kepuasan karyawan yang sulit untuk dikonversi menjadi angka.

Baca Juga: Coba Product Bundling Untuk Mendorong Penjualan, Kenapa Tidak?

Penerapan KPI Perusahaan

KPI Perusahaan
(Foto performance karyawan. Sumber: Freepik.com)

Kini kamu sudah tahu jenis-jenis KPI perusahaan. Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan ialah menerapkannya.

Ketika kamu sudah tahu alat ukur dan indikatornya, berarti kamu pun harus tahu apa yang perlu dilacak dari perusahaanmu.

Dengan demikian, kamu bisa melakukan penilaian kinerja perusahaan.

Berikut sejumlah penerapan KPI perusahaan yang penting untuk kamu lakukan:

1. Jumlah Penjualan

KPI perusahaan bisa digunakan untuk melacak jumlah penjualan setiap bulan. Kamu dapat memantau setiap penjualan yang kamu lakukan untuk mengetahui produk atau layanan apa yang diminati orang.

Kamu dapat menetapkan sejumlah indikator. Indikator tersebut, antara lain jumlah penjualan bulanan, persentase kenaikan penjualan ke pelanggan baru setiap bulan, dan persentase peningkatan penjualan bulanan.

2. Untung dan Rugi

Kamu bisa menganalisis dan memproses margin keuntungan dan kerugian dengan KPI perusahaan. Hal ini dapat membantumu mengidentifikasi ke mana uangmu pergi.

Selain itu, kamu bisa menilai seberapa besar persentase uang yang keluar mendatangkan imbalan pemasukan. Ini dapat membantu menangani masalah yang berdampak negatif pada bisnismu.

Baca Juga: Tips Membangun Usaha Konveksi, Apa yang Harus Disiapkan?

3. Pertumbuhan Penjualan secara Tahunan

Kamu perlu menghitung pertumbuhan penjualan secara tahunan. Sebagian besar bisnis pasti akan mengalami high season atau low season.

Ada masa-masa perusahaan mengalami kenaikan dan penurunan penjualan, dan itu memiliki pola tetap setiap tahunnya.

Dengan memantau penjualan secara tahunan, kamu dapat mempelajari pola tersebut dan membuat sejumlah strategi antisipasi untuk tahun depan.

4. Persediaan

Setiap bisnis memilih barang persediaan berikut tempat penyimpanannya. Stok opname perlu dilakukan secara berkala untuk melacak ketersediaan barang.

Namun dengan KPI perusahaan, kamu dapat melacak persediaan mana yang terjual habis dengan cepan dan produk mana yang tidak laku.

Dengan informasi tersebut, kamu dapat melakukan penyesuaian untuk mengatasi masalah persediaan. Misalnya menawarkan diskon khusus untuk produk yang tidak laku.

5. Jumlah Komplain Pelanggan

Menghitung dan menganalisis jumlah komplain pelanggan merupakan KPI perusahaan penting lainnya.

Indikator ini dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi konsumen, sehingga kamu cepat memperbaikinya.

Menyelesaikan komplain pelanggan dapat membantu perusahaan membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Pengalaman pelanggan akan meningkat ke arah yang baik dan ini sangat bagus bagi pertumbuhan perusahaan.

6. Kepuasan Pelanggan

Perusahaan bergantung pada pelanggan dan klien. Jadi, kepuasan pelanggan harus jadi salah satu prioritas perusahaan jika tidak ingin pelanggan beralih ke produk milik kompetitor.

Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, kamu bisa mendapatkan umpan balik dari konsumen secara online.

Baca Juga: Apa Itu Lean Startup? Berikut Manfaat dan Langkah-langkahnya

Adapun indikator yang bisa digunakan, yaitu skor kepuasan pelanggan dan waktu respons karyawan dan dampak positifnya terhadap pelanggan.

Demikian penjelasan mengenai KPI perusahaan. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X