Kisah Inspiratif Jack Ma dan Kerajaan Bisnis Miliknya

Share this Post

jack ma
Table of Contents

Siapa yang tak kenal sosok Jack Ma? Miliarder asal Tiongkok itu memiliki kerajaan bisnis dan kisah inspiratif yang menarik untuk dibahas.

Alibaba merupakan satu dari banyak pilar bisnis milik Jack Ma, salah satu miliarder sukses asal Tiongkok. Selain terkenal karena kekayaan dan bisnisnya, ia juga memiliki kisah yang inspiratif.

Siapa sangka, ia lahir dari keluarga yang begitu sederhana. Masa kecilnya bahkan dihabiskan untuk terus belajar sambil bekerja keras. Ironisnya, Jack Ma pernah gagal berkali-kali, termasuk ditolak saat melamar pekerjaan di KFC.

Namun, di balik rentetan cerita kegagalannya, ia berhasil menunjukkan kualitas dirinya dan sukses mendirikan Alibaba serta lini bisnisnya yang lain.

Sebagai salah satu orang paling berpengaruh dalam bidangnya, kisan inspiratif Jack Ma dapat menjadi pacuan semangat bagi kamu yang tengah merintis usaha.

Ingin tahu kisah menariknya? Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: 15 Pemain Sepak Bola Terkaya di Dunia, Siapa Saja Mereka?

Biografi Jack Ma

Kisah Inspiratif Jack Ma dan Kerajaan Bisnis Miliknya
Foto: Jack Ma (Philippe Lopez/AFP via Getty Images)

Kerajaan bisnis Alibaba Group dimiliki oleh Jack Ma, orang terkaya seantero China saat ini. 

From zero to hero, ungkapan ini tampaknya bisa menggambarkan kesuksesan seorang Jack Ma dalam membangun bisnisnya.

Dahulu, Jack Ma adalah seorang guru bahasa inggris di China, yang kemudian berubah menjadi seorang milyarder nomor satu di China. Bahkan, namanya juga masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Sebelum mendirikan bisnis pertamanya Alibaba, Jack Ma pernah menjadi seorang guru. Ia juga sudah puluhan kali mendaftar pekerjaan namun selalu ditolak.

Ia pernah mendaftar menjadi karyawan KFC, dari 24 pelamar, hanya 23 orang yang diterima. Jack Ma adalah satu-satunya yang ditolak.

Dari 30 perusahaan yang dilamar, semuanya menolak Jack Ma. Hal itu membuatnya memilih menjadi guru bahasa inggris karena dirinya dikenal fasih berbahasa inggris selain bahasa mandarin.

Jack Ma atau Ma Yun lahir di Hangzhou, 15 Oktober 1964. Ia tumbuh di lingkungan yang sederhana. Semasa hidupnya, Jack Ma muda harus berhadapan dengan berbagai masalah.

Dirinya pernah ditolak masuk ke sekolah yang diinginkan. Bahkan, sejak sekolah dasar ia sudah menerima penolakan karena ujian matematikanya yang tak begitu baik.

Namun, bukan Jack Ma namanya jika tidak berhenti berusaha. Sejak usia 12 hingga 20 tahun, dia mengendarai sepedanya selama 40 menit ke sebuah hotel untuk belajar bahasa inggris.

Delapan tahun bergaul bersama turis asing benar-benar mengubah cara pandangnya tentang kehidupan. Apa yang dipelajari dari para turis itu sangat berbeda dari yang Jack Ma pelajari di sekolah.

Ia pertama kali menggunakan internet pada 1995 dan mencari kata `beer` dan `China`. Saat itu, dirinya tidak menemukan hasil pencarian yang diharapkan melalui internet.

Berbekal rasa penasaran, ia lantas menciptakan laman website untuk jasa terjemahan bahasa China bersama seorang temannya.

Hanya dalam hitungan jam saja, Jack Ma menerima banyak email yang membantunya membangun situs tersebut.

Kejadian itu menjadi dorongan besar baginya untuk mendirikan kerajaan bisnis terbesarnya, Alibaba Group yang begitu perkasa hingga kini. Bahkan, Alibaba menjadi retailer online terbesar kedua di China setelah Walmart.

Baca Juga: 20 Klub Bola Terkaya di Dunia, Ada Dari Indonesia?

Kerajaan Bisnis Jack Ma

Kisah Inspiratif Jack Ma dan Kerajaan Bisnis Miliknya
Foto: Logo Alibaba Group (Df.cl)

Jack Ma memiliki belasan anak perusahaan yang bernaung dibawah nama besar Alibaba Group. Sedikit bercerita tentang Alibaba Group, melansir dari laman resminya, Alibaba Group didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma bersama 17 rekannya.

Kedelapan belas pendiri Alibaba Group antara lain Jack Ma, Joseph Tsai, Jane Jiang, Trudy Dai, Jin Jianhang, James Sheng, Simon Xie, Lucy Peng, Toto Sun, Han Min, Eddie Wu, Cathy Zhang, Lou Wensheng, Zhou Yuehong, Tony Yiu, Jin Yuanying, Ma Chengwei, dan Shi Yufeng.

Sejak awal, mereka memiliki keyakinan bahwa internet dapat menghadirkan kesetaraan dengan memajukan UMKM untuk terus bertumbuh bersama teknologi.

Semangat itulah yang membuat mereka mendirikan satu situs web untuk membantu para eksportir, pabrik, dan pengusaha di China untuk menjangkau pasar internasional.

Alibaba Group didirikan pada tahun 1999 oleh 18 orang yang dipimpin oleh Jack Ma.

Pada tahun yang sama, Alibaba mendirikan marketplace pertama yang memfasilitasi transaksi dalam jumlah besar, bernama 1688.com.

Alibaba Group mendapatkan pendanaan sebesar USD 20 juta dari grup investor yang dipimpin oleh SoftBank pada tahun 2000.

Pada tahun yang sama, Alibaba menggelar West Lake Summit, forum para pemikir dan pelaku usaha berbasis internet.

Pada tahun 2003, terjadi wabah penyakit SARS yang memaksa Alibaba menutup kantor dan memulangkan karyawan. Namun, Alibaba justru mendirikan Taobao.com dari apartemen Jack Ma.

Pada tahun 2004, Alibaba Group mendapatkan pendanaan USD 82 juta dari beberapa investor terkemuka.

Alibaba juga menggelar forum internasional para pengusaha online dan sukses mendirikan beberapa platform seperti Aliwangwang dan Alipay.

Pada bulan November 2007, Alibaba Group meluncurkan Alimama, platform pemasaran online. Alibaba juga mendirikan Alibaba R&D Institute serta Alibaba Cloud.

Alibaba.com mengubah nama marketplace-nya di Tiongkok menjadi 1688.com. Taobao Marketplace juga memperkenalkan Juhuasuan, platform pemasaran penjualan dan pemasaran untuk flash sale.

Selanjutnya, Alibaba meluncurkan AliExpress untuk membantu para eksportir di Tongkok menjangkau dan langsung bertransaksi dengan pelanggan dari seluruh dunia.

Alibaba juga mengakuisisi Vendio, Auctiva, serta One-Touch, penyedia layanan satu atap untuk para eksportir China.

Alibaba bahkan meluncurkan OS Smart TV dan melakukan ekspansi bisnis. Alibaba tercatat pernah merelokasi bisnisnya, meluncurkan aplikasi jejaring sosial, mengakuisisi perusahaan browser mobile, hingga memutuskan merger dengan Youku Tudou.

Berikut ini beberapa anak perusahaan Alibaba yang menjadi bagian dari kerajaan bisnis Jack Ma.

Baca Juga: 10 Kota Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Bikin Tercengang!

1. Alibaba.com

Alibaba.com merupakan platform jual-beli internasional yang khusus melayani transaksi antara bisnis dengan bisnis (B2B).

Setelah dua dekade, Alibaba.com menjadi platform B2B terbesar di dunia.

Perusahaan ini sukses membuat gebrakan besar terhadap cara kerja ekspor-impor tradisional.

Alibaba berhasil mempertemukan jutaan buyer dan supplier setiap harinya, serta mempermudah setiap orang untuk berbisnis dimana saja dan kapan saja.

Melansir dari laman resminya, Alibaba Group merupakan platform grosir yang menghubungkan perusahaan dari negara A dengan perusahaan di negara B. Mereka melakukan transaksi jual-beli dalam jumlah besar. 

2. 1688.com

Sukses dengan Alibaba.com, Jack Ma meluncurkan platform 1688.com yang melayani jual beli produk secara eceran dan grosir. Barang-barang yang dijual juga bervariasi, layaknya e-commerce yang ada saat ini.

Umumnya, pedagang grosir di China menggunakan situs ini untuk mencari pemasok bisnisnya.

3. Taobao

Alibaba melakukan ekspansi dengan merilis aplikasi yang dapat digunakan dengan mudah di perangkat mobile. Taobao diluncurkan tahun 2003 dalam bentuk situs marketplace.

Pada tahun 2011, Taobao dipecah menjadi tiga lini bisnis, yakni Taobao Mall, eTao, dan Taobao Marketplace.

Baca Juga: Profil Low Tuck Kwong, Orang Terkaya Nomor Satu di RI

4. Alimama

Pada tahun 2007, Jack Ma meluncurkan bisnis baru yang bergerak dalam bidang teknologi marketing. Sebagai aplikasi pihak ketiga, Alimama menyediakan jasa display barang milik para pedagang untuk membantu kegiatan promosi.

5. TMall

Pada tahun 2008, Alibaba mulai membuat perubahan dengan bergerak ke model penjualan business-to-consumer (B2C) dengan merilis TMall. Aplikasi ini menyasar masyarakat menengah ke atas karena menjual barang-barang branded.

Aplikasi ini juga sukses menarik berbagai merek terkenal yang bekerja sama dengannya sehingga membuatnya semakin populer, khususnya di kalangan masyarakat China.

6. Alibaba Cloud

Berdiri pada tahun 2009, Alibaba Cloud melayani sistem cloud computing yang banyak digunakan pelaku usaha baik UMKM, startup, maupun instansi pemerintahan.

Pasalnya, sistem cloud computing merupakan bentuk transformasi bisnis ke arah yang lebih modern.

7. Ali Express

Sukses dengan perusahaan marketplace, Alibaba mulai melirik bisnis ekspedisi yang dinamakan Ali Express. Layanan ekspedisi ini melayani pelanggan Alibaba dari berbagai negara dan bisa membeli produk langsung dari China.

8. Cainiao Network

Selanjutnya, Jack Ma melakukan ekspansi bisnis Alibaba dan memasuki sektor media sosial. Alibaba mendirikan Cainiao Network yang mampu mengirim pesan dalam waktu 24 jam di seluruh dataran China dan 72 jam ke negara lain.

Baca Juga: Profil Michael Bambang Hartono, Orang Terkaya di Indonesia!

9. Ant Financial

Pada tahun 2014, Alibaba memasuki sektor bisnis baru, yakni financial technology atau fintech. Alibaba mendirikan Ant Financial yang mampu berkembang dengan cepat dan sukses mendunia.

Perusahaan ini melayani inklusi keuangan yang aman bagi pelaku UMKM melalui layanan kredit bersama.

Pada tahun 2016, Ant Financial mendistribusikan modal ke perusahaan Ascend Money, induk perusahaan True Money. True Money sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2015 hasil akuisisi perusahaan Witami Tunai Mandiri.

10. Alibaba Pictures

Sukses dengan dunia marketplace dan fintech, Jack Ma kembali melebarkan sayap bisnisnya ke sektor bisnis baru, yakni industri film dan hiburan.

Melalui Alibaba, Jack Ma mendirikan Alibaba Pictures pada tahun 2016.

Perusahaan tersebut membeli saham minoritas DreamWorks Pictures. Alibaba Pictures juga memiliki sejumlah saham Wanda Film, perusahaan asal China seharga ratusan juta dollar.

11. Youku

Masih dalam industri film dan hiburan, selanjutnya Alibaba mendirikan platform video Youku yang sukses membuncitkan pemasukan Alibaba hingga 40% per tahun. Platform video ini begitu terkenal di China.

12. Lazada

Pada bulan Juni tahun 2016, Lazada mendapat suntikan dana segar dari Alibaba sebanyak USD 1 miliar.

Setahun berikutnya, Alibaba kembali mengucurkan dana sebesar USD 1 miliar untuk Lazada dan membuatnya menjadi pemegang saham terbesar dengan 83% sahamnya.

Lagi-lagi pada tahun 2018, Alibaba menyalurkan dana sebesar USD 2 miliar kepada Lazada. Alhasil, Lazada sukses melebarkan sayapnya ke beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

13. South China Morning Post (SCMP)

SCMP merupakan perusahaan media rintisan Tse Tsan-tai pada tahun 1903. Perusahaan media milik Rupert Murdoch itu kemudian diakuisisi Robert Kuok pada 1993.

Alibaba mengakuisisi SCMP secara bertahap. Diawali dengan membeli seharga USD 264 juta pada Desember 2015. Kini SCMP menjadi perusahaan media digital yang bisa diakses secara gratis.

Baca Juga: Kekayaan Negara Qatar yang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

14. AutoNavi

AutoNavi beridri pada tahun 2001. Perusahaan ini menyediakan layanan navigasi, mirip seperti Google Maps dan Waze. Perusahaan ini juga menyediakan data peta untuk Apple.

Pada tahun 2014, AutoNavi dibeli oleh Alibaba Group dan sampai saat ini sudah digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna.

15. Aliwangwang dan Laiwang

Pada tahun 2004, Alibaba juga memperkenalkan platform pesan singkat online untuk pengguna Taobao.

Aliwangwang diklaim sebagai perusahaan penyedia pesan instan terbesar kedua di China. Pada tahun 2013, Jack Ma meluncurkan layanan sejenis bernama Laiwang yang mampu bersaing dengan Tencent dan WeChat.

16. Alipay

Jack Ma mendirikan Alipay pada tahun 2004 sebagai layanan pembayaran online. Alipay mengklaim sudah digunakan oleh 400 juta orang.

Pada tahun 2013, Alipay disebut-sebut menggantikan posisi Paypal sebagai layanan pembayaran online.

17. Ali Health Information Technology

Pada tahun 2014, Alibaba Group meluncurkan perusahaan Ali Health Information Technology yang berfokus pada industri kesehatan.

Alibaba bahkan sampai mengucurkan dana sebesar USD 446,3 juta demi pengembangan Ali Health.

Baca Juga: Jusuf Hamka, Crazy Rich Jalan Tol yang Dermawan

Kunci Sukses Berbisnis ala Jack Ma

Kisah Inspiratif Jack Ma dan Kerajaan Bisnis Miliknya
Foto: Jack Ma (Japantimes.co.jp)

Dibalik kisah suksesnya, berikut beberapa kunci sukses ala Jack Ma yang bisa kamu implementasikan.

1. Ambil Kesempatan di Usia Muda

Jack Ma merupakan pekerja keras sejak muda. Ia sudah belajar berbahasa inggris dan mengayuh sepedanya sejak kecil.

Namun, dirinya terus belajar dari orang-orang hebat dan tak berhenti berusaha untuk mencapai tujuannya.

Meskipun berkali-kali mendapat penolakan dan kegagalan, Jack Ma muda selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar dan terus mencoba mewujudkan impiannya.

Alhasil, ia sukses memanfaatkan kesempatan masa mudanya dan menikmati masa tua yang sukses.

2. Keluar Dari Zona Nyaman

Usai gagal diterima di sekolah yang diinginkan dan ditolak saat melamar pekerjaan di KFC, Jack Ma muda berani mengambil risiko dan keluar dari zona nyaman.

Ia kemudian fokus mempelajari hal-hal yang Ia sukai, yakni dunia internet.

Ia tak mau terjebak dengan kegagalan dan zona nyamannya saat itu dan memilih melawan arus, belajar dari banyak orang, dan akhirnya sukses melahirkan berbagai pemikiran-pemikiran hebat sebagai pebisnis.

3. Bertindak Cepat

Jika ditelisik, Jack Ma melalui Alibaba selalu bertindak cepat dalam mengembangkan bisnisnya. Dalam kurun waktu beberapa tahun saja, dirinya sukses memiliki banyak lini bisnis di bawah nama Alibaba Group.

Selain jeli melihat peluang, sebagai pebisnis, kamu juga perlu berani bertindak cepat dalam mengambil setiap kesempatan yang ada.

Hal tersebut penting dilakukan agar kamu dapat terus mengungguli kompetitor dan menjadi market leader.

4. Inovatif

Jack Ma merupakan sosok yang inovatif. Lihatlah bagaimana prosesnya mengembangkan bisnis dengan sangat cepat.

Bermula dari platform jual beli B2B, memasuki bisnis ekspedisi, fintech, industri hiburan, hingga pelayanan kesehatan. Belum lagi lini bisnis yang menjadi bagian dari ekosistem Alibaba Group lainnya.

Sebagai pengusaha, kamu juga perlu terus berinovasi baik terhadap produk, layanan, manajemen karyawan, dan semua aspek bisnis secara keseluruhan.

Baca Juga: Jam Kerja SiCepat: Kantor Pusat, Cabang, Agen, & Kurir

5. Ulet dan Konsisten

Kunci sukses terakhir ala Jack Ma adalah keuletan dan konsistensi.

Semua upaya, kerja keras, dan kreativitas perlu diimbangi dengan kesadaran untuk bertahan meski di tengah situasi yang sulit.

Badai dalam bisnis pasti akan terjadi. Namun, ingatlah untuk berpegang pada visi dan nilai-nilai bisnis agar mampu konsisten mempertahankan bisnis yang kamu miliki.

Itulah penjelasan tentang kisah inspiratif Jack Ma dan kerajaan bisnis yang dimilikinya.