Krisis di Inggris, Akibat Inflasi Tinggi Masyarakat Kelaparan

Share this Post

krisis di inggris
Table of Contents

Krisis di Inggris kini semakin parah. Tingginya inflasi menyebabkan banyak toko yang tutup dan anak sekolah kelaparan sampai makan karet!

Krisis di Inggris terjadi sebagai imbas dari memburuknya kondisi perekonomian. Krisis tersebut mendorong terjadinya “kiamat” yang menimbulkan kelaparan dimana-mana. Naiknya harga pangan dan energi menyebabkan beberapa kalangan memutuskan menjadi pekerja seks.

Krisis biaya hidup yang terjadi di Inggris terus memakan korban, tak terkecuali anak-anak yang kelaparan. Ada juga keluarga yang rela tidak makan demi membayar tagihan listrik.

Lebih buruk lagi, banyak pertokoan yang akhirnya tutup karena semakin tingginya inflasi. Menurut survei, kondisi perekonomian di Inggris tengah memasuki jurang resesi.

Selain krisis ekonomi, Inggris juga mengalami krisis tenaga kerja. Hal ini semakin memperburuk kondisi di negara tersebut. Ingin tahu lebih lanjut soal krisis ekonomi di Inggris? Cek fakta-fakta berikut yuk!

Baca Juga: Resesi Ekonomi, Ini Dia Penyebab dan Dampaknya

Krisis di Inggris, Gerbang Menuju Resesi

krisis di inggris
(Foto krisis ekonomi di Inggris. Sumber: Freepik.com)

Ekonomi Inggris telah memasuki jurang resesi akibat melemahnya nilai poundsterling yang mendorong inflasi dan membuat perusahaan enggan berinvestasi.

Dilansir dari Bloomberg, indikator komposit S&P Global untuk kesehatan sektor swasta turun menjadi 48,4 pada September dari 49,6 pada bulan sebelumnya. Dalam hal ini, ekonom memperkirakan pembacaan indikator tepat di bawah ambang batas yang menunjukkan kontraksi.

Selain itu, terjadi penurunan kepercayaan konsumen akibat tantangan yang harus dihadapi Perdana Menteri Inggris Liz Truss. Bahkan, pemerintahnya akan menetapkan beberapa langkah-langkah guna mendorong pertumbuhan dan melindungi konsumen dari lonjakan biaya listrik dan gas alam.

Kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence Chris Williamson mengatakan, ekonomi Inggris kemungkinan sudah masuk dalam jurang resesi.

“Kendala pasokan barang, melonjaknya harga energi dan kenaikan biaya impor yang terkait dengan melemahnya pound menambah tekanan biaya.” Jelasnya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/9/2022). 

Bank of England juga mengatakan bahwa ekonomi menyusut pada kuartal II/2022 dan akan terus menurun pada kuartal III/2022, sehiggga memenuhi definisi teknis dari resesi.

Baca Juga: 7 Dampak Resesi Global Terhadap Indonesia

Dampak Krisis di Inggris, Harga-harga Meroket Hingga Kelaparan

Krisis di Inggris, Akibat Inflasi Tinggi Masyarakat Kelaparan
(Foto krisis ekonomi. Sumber: Freepik.com)

Krisis di Inggris yang sudah memasuki jurang resesi memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian dan masyarakatnya. Dampak paling nyata adalah naiknya harga energi, inflasi, hingga meningkatnya kemiskinan.

1. Harga Energi Meroket

Otoritas energi di Inggris berencana menaikkan tarif batas atas listrik rumah tangga pada Oktober mendatang menjadi 3.549 pound atau Rp 60,7 juta per tahun.

Padahal, tarif sebelumnya hanya 1.971 pound atau Rp 33,7 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar setelah konflik Rusia-Ukraina. Beberapa sekutu inggris melakukan embargo bahan bakar asal Rusia.

Menurut laporan Money Advice Trust diperkirakan 20 persen orang dewasa Inggris atau 10,9 juta orang menunggak tagihan. Angka ini naik sekitar 45 persen sejak perhitungan terakhir di Maret lalu.

Jutaan orang di Inggris bahkan rela tidak makan demi membayar tagihan listrik. Ada yang hanya makan sehari sekali, bahkan ada yang tidak makan sama sekali dalam beberapa hari. Bahkan, tak sedikit yang menjual asetnya demi membayar listrik.

2. Inflasi Tembus 10%

Krisis di Inggris, Akibat Inflasi Tinggi Masyarakat Kelaparan
(Foto inflasi ekonomi. Sumber: Freepik.com)

Menurut laporan CNBC, indeks harga konsumen pada bulan Agustus 2022 berada di level 9,9% year-on-year. Hal ini terjadi karena harga pangan terus naik dan adanya krisis di Inggris.

Adapun inflasi inti yang tidak termasuk energi yang mudah menguap, makanan, alkohol dan tembakau, naik 0,8% secara bulan ke bulan dan 6,3% secara year-on-year.

Baca Juga: Apa Itu The Fed? Pergerakannya Bisa Pengaruhi Ekonomi Dunia

3. Banyak yang Menjadi PSK

Kenaikan biaya hidup membuat banyak orang terpaksa menjadi pekerja seks komersil di Inggris. Krisis di Inggris memang menjadi malapetaka bagi warganya. Pada awal musim panas saja, ada tambahan sepertiga perempuan yang menjadi PSK.

Menurut data terbaru English Collective of Prostitution yang dikutip akhir bulan lalu, banyak warga yang menjadi PSK ini merupakan orang tua tunggal. Ada yang menjadi PSK di jalanan, di tempat, dan online.

4. Anak Sekolah Kelaparan

Krisis di Inggris, Akibat Inflasi Tinggi Masyarakat Kelaparan
(Foto anak sekolah. Sumber: Freepik.com)

Dampak paling menyedihkan dari krisis di Inggris adalah banyak anak sekolah yang kelaparan sampai mengunyah karet.

Menurut laporan The Guardian, banyak kepala sekolah mengatakan pemerintah melupakan sekolah untuk menghadapi krisis yang meningkat.

Hal ini diperkuat oleh survei baru tentang kemiskinan pangan di sekolah, yang akan diterbitkan bulan depan oleh Chefs in Schools, sebuah badan amal makanan sehat yang melatih koki untuk dapur sekolah. 

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa banyak anak sekolah di Inggris yang kelaparan, bahkan sebelum musim dingin dan besarnya tagihan listrik memaksa lebih banyak keluarga untuk merelakan uang makannya demi biaya listrik.

Sebuah sekolah di Lewisham, London, mengatakan bahwa ada seorang anak yang berpura-pura makan dengan kotak makan siang yang kosong. Alasannya karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa Ia tidak memiliki makanan di rumah.

Sebagian anak-anak juga ada yang bersembunyi di taman bermain karena tidak mampu makan siang. Bahkan, ada anak yang sampai mengunyah karet karena kelaparan.

“Kami mendengar tentang anak-anak yang sangat lapar sehingga mereka makan karet di sekolah,” kata Naomi Duncan, kepala eksekutif Chefs in Schools, dikutip dari The Guardian. 

“Anak-anak datang karena tidak makan apa pun sejak makan siang sehari sebelumnya. Pemerintah harus melakukan sesuatu.” Lanjutnya.

Di Inggris, semua anak sekolah berhak atas makanan sekolah gratis hingga tahun kedua. Tetapi, hanya anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan kurang dari £ 7,400 setahun yang memenuhi syarat.

Duncan mengatakan, survei mengungkapkan bahwa para guru sampai patungan membeli pemanggang roti agar mereka dapat menyajikan sarapan untuk anak-anak yang kelaparan.

Baca Juga: Dampak Inflasi Akibat Harga BBM Naik, Begini Penjelasannya

5. Dampak Krisis di Inggris Bagi Indonesia

Dampak krisis di Inggris memang tidak dirasakan secara langsung oleh Indonesia. Sebab, penyebab krisis di Inggris pun memang tidak terjadi di dalam negeri, tentunya dengan mata uang yang berbeda.

Indonesia pun bersikap netral terhadap konflik yang terjadi di negara lain, sehingga tidak melakukan embargo atau mendapat embargo dari negara lain.

Jika krisis di Inggris terus berlanjut, efeknya mungkin akan mempengaruhi perdagangan internasional kedua negara, terganggunya mata poundsterling Inggris yang digunakan dalam perdagangan internasional.

Tak hanya Inggris, negara lain di Uni Eropa yang mengalami resesi juga dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Sebab, Uni Eropa merupakan negara-negara tujuan ekspor Indonesia.

Jika kondisi ekonomi di negara-negara tersebut melemah, maka permintaan ekspor akan menurun dan harga barang-barang juga turun. Hal ini dapat berpengaruh terhadap menurunnya pendapatan Indonesia dari ekspor.

Itulah pembahasan dan fakta seputar krisis di Inggris hingga dampaknya bagi Indonesia.