Apa Itu Average Order Value (AOV)? Simak Rumus dan Manfaatnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Agar pemasaran atau penjualan bisnismu mencapai target, tentunya ada sejumlah metrik yang perlu dijadikan patokan, salah satunya average order value (AOV).

Mengetahui nilai average order value, dapat membantumu mengevaluasi keseluruhan upaya digital marketing dan strategi penetapan harga

Ini merupakan metrik yang diperlukan untuk mengukur nilai jangka panjang masing-masing pelanggan.

Sebagai tolok ukur perilaku pelanggan, average order value dapat membantumu menetapkan tujuan dan strategi. Selain itu, kamu dapat mengevaluasi seberapa baik strategi tersebut.

Terkadang digital marketer memfokuskan sebagian besar energi mereka untuk meningkatkan traffic ke situs web dalam rangka meningkatkan AOV

Namun permasalahannya meningkatkan traffic secara cepat biasanya membutuhkan biaya, sedangkan meningkatkan AOV tidak.

Karena ada biaya transaksi yang terkait dengan setiap pesanan, meningkatkan AOV merupakan cara untuk mendorong pendapatan langsung.

Ini akan meningkatkan keuntunganmu saat pelanggan sudah membeli dari e-commerce milikmu.

Nah itu keuntungan dari meningkatkan AOV. Tertarik mengetahui lebih jauh metrik ini? Yuk, pelajari lebih jauh melalui artikel ini.

Baca Juga: Pengertian ROI yang Perlu Kamu Ketahui, Simak Selengkapnya!

Definisi Average Order Value (AOV)

average order value
Foto: Average Order Value (freepik.com)

Mengutip dari Corporate Finance Institute, average order value (AOV) adalah metrik e-commerce yang melacak jumlah uang rata-rata yang dihabiskan setiap kali pelanggan melakukan pemesanan di situs web atau aplikasi. 

AOV dianggap sebagai salah satu metrik terpenting dalam industri e-commerce. Intinya, AOV atau nilai pesanan rata-rata dapat memberikan beberapa wawasan tentang perilaku pelanggan. 

Misalnya, AOV yang lebih rendah biasanya menunjukkan bahwa pelanggan lebih suka melakukan pembelian kecil pada setiap pesanan.

Itulah mengapa, tren AOV pada sebuah e-commerce dapat memengaruhi keputusan bisnis penting perusahaan, termasuk penetapan harga dan pemasaran produk. 

Berdasarkan alasan tersebut, sebuah perusahaan harus hati-hati dalam memantau AOV.

E-commerce adalah industri yang sangat dinamis dan kompetitif, sehingga perusahaanmu harus menganalisis AOV setiap hari atau setiap minggu.

Setiap perusahaan e-commerce bertujuan memaksimalkan average order value. Alasannya, AOV yang lebih besar mengarah pada pertumbuhan pendapatan.

Akhirnya, perusahaan dapat meningkatkan keuntungannya.

Untuk mengetahui besaran AOV yang dihasilkan oleh e-commerce kamu, kamu bisa dengan menghitungnya dengan rumus mudah.

Nilai AOV bisa dihitung dengan hanya membagi jumlah pendapatan untuk suatu periode dengan jumlah total pesanan pada periode tersebut. Berikut ini rumusnya:

Average Order Value = Pendapatan/Jumlah Pesanan

Baca Juga: Conversion Rate Adalah Tingkat Aktivitas Pengguna, Ini 7 Metrik yang Perlu Dilacak!

Seberapa Penting Average Order Value?

average order value
Foto: Nilai Setiap Pesanan Memengaruhi AOV (freepik.com)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, metrik ini dapat memengaruhi keputusan sebuah perusahaan dalam menentukan strategi dan target selanjutnya.

Adapun menurut Extend, AOV penting karena makin bernilai setiap transaksi, makin banyak keuntungan yang kamu dapat peroleh setelah menutupi biaya untuk setiap transaksi. 

Biaya-biaya tersebut, seperti biaya akuisisi yang dilakukan oleh tim sales, biaya pengiriman barang, payment gateway, dan sebagainya.

Nilai AOV yang tinggi, artinya rasio keuntungan terhadap biaya jauh lebih tinggi. Ini juga berkorelasi dengan metrik penting lainnya, seperti retensi pelanggan.

Metrik AOV sangat penting untuk bisnis yang pelanggannya jarang membeli. Jumlah uang rata-rata yang rendah, dapat bersifat berkelanjutan jika pelanggan sering membeli.

Misalnya, kamu menyediakan layanan berlangganan atau jika terdapat loyalitas pelanggan yang kuat. 

Namun jika pembeli hanya memesan produk kamu sesekali, berapa pun harganya, meningkatkan AOV menjadi penting untuk memaksimalkan nilai setiap transaksi.

Baca Juga: Daftar E-Commerce yang Pungut Biaya Layanan di Indonesia

Manfaat Mengetahui Nilai Average Order Value

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penting untuk meningkatkan nilai AOV agar rasio keuntungan kamu bisa lebih tinggi ketimbang biaya yang dikeluarkan.

Ini menjadi tujuan sekaligus salah satu manfaat mengetahui nilai average order value. Kamu tidak mungkin bisa menaikkannya tanpa mengetahui berapa nilai yang kamu dapatkan saat ini.

Nah, ini dia sejumlah manfaat mengetahui nilai AOV sehingga kamu bisa menetapkan strategi untuk meningkatkannya.

1. Mengetahui Pola dan Tren Pembelian

average order value
Foto: Mengetahui AOV dapat Menentukan Strategimu ke Depan (freepik.com)

Average order value dapat menunjukkan periode waktu tertentu yang perlu kamu perhatikan. 

Misalnya dalam jangka waktu setahun, bulan-bulan apa saja yang memiliki nilai AOV tertinggi? Apakah menjelang Lebaran, Natal, Harbolnas, dan periode-periode penting lainnya.

Misalnya, campaign untuk bulan Ramadan berhasil untuk perusahaan makanan, tetapi mungkin gagal untuk perusahaan barang rumah tangga. 

Untuk mengatasi AOV yang menurun, kamu dapat menjalankan strategi gratis ongkir, bundling, hingga membuat iklan menarik untuk meningkatkan repeat order atau pembeli baru.

Menurut Mage Plaza, penurunan AOV bisa menunjukkan sejumlah hal:

  • Kamu mungkin terlalu meremehkan produk-produkmu.
  • Campaign yang kamu lakukan, bukanlah sesuatu yang sangat disukai pelangganmu.
  • Campaign atau bundling lain akan bekerja lebih baik. 
  • Kamu perlu menggabungkan produk dengan tren yang lebih baik dan dicari orang.

Dalam hal ini, tidak mencapai angka target bukanlah kegagalan. Kebalikannya, kamu bisa lebih memahami audiensmu dengan lebih baik, sehingga bisa mengoptimalkan campaign selanjutnya.

2. Biaya Konversi

Jika kamu memiliki biaya konversi yang tinggi tetapi average order value rendah, kamu bisa benar-benar kehilangan pendapatan. 

Misalnya, jika kamu membayar Rp1.000.000 untuk mendapatkan satu pelanggan, tetapi menghasilkan Rp1.000.000 pula atau bahkan kurang pada AOV, maka kamu sudah merugi.

Angka AOV kamu setidaknya harus dua kali lebih tinggi dari biaya akuisisi pelanggan atau biaya konversi.

3. Pengeluaran Iklan

average order value
Foto: Iklan Berbayar (freepik.com)

Mengetahui nilai average order value juga bermanfaat untuk mengevaluasi pengeluaran bisnismu untuk pemasangan iklan. 

Sama seperti poin sebelumnya, jika kamu membelanjakan sama atau lebih dari AOV untuk mendapatkan pelanggan, kamu kembali berada di garis merah. 

Bahkan jika kamu menghabiskan lebih sedikit untuk mendapatkan pelanggan daripada AOV, kamu tetap harus memeriksa margin keuntungan. 

Pikirkan baik-baik mengenai sejumlah biaya yang sudah kamu keluarkan, seperti biaya produksi, iklan, pengiriman, sewa gudang, dan sebagainya.

4. Strategi Penetapan Harga

Satu lagi manfaat dari mengetahui nilai average order value, yaitu membantumu dalam menentukan strategi penetapan harga.

Sebagian besar brand takut menaikkan harga produk. Hal ini karena ada risiko tingkat konversi dapat menurun dan mematikan pelanggan.

Namun, tergantung pada bagaimana kamu memosisikan bisnismu, apakah produkmu mewah atau ekonomis, kamu dapat mengubah harga sesuai dengan brand image

Jika brand image produkmu berada di tengah-tengah, ini bisa cukup menyulitkan dan mengancam margin pendapatanmu.

Baca Juga: 8 Strategi Penetapan Harga Jual Produk untuk Bisnismu

Itu dia penjelasan singkat mengenai average order value (AOV). Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X