Cara Optimalkan Traffic Estimation Untuk SEO, Catat ya!

Share this Post

traffic estimation
Table of Contents

Traffic estimation digunakan untuk memperkirakan lalu lintas organik dan potensi pasar untuk membuat strategi SEO.

Pembuatan konten dan pengembangan situs web selalu berkaitan dengan strategi SEO, terutama bagi bisnis.

Optimasi konten dapat membuka jalan baru bagi pelanggan dalam menemukan bisnismu dan pada akhirnya melakukan pembelian.

Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan serangkaian strategi SEO guna meningkatkan visibilitas situs web.

Tak hanya itu, terkadang kamu juga perlu memperkirakan lalu lintas organik situsmu untuk mengetahui potensi pasar bagi bisnis.

Selanjutnya, data ini dapat menjadi bahan dalam menentukan strategi SEO selanjutnya.

Sederhananya, semakin besar perkiraan lalu lintas situs, maka semakin banyak pengguna internet yang menemukan situsmu.

Artinya, semakin besar peluang bisnismu menemukan pelanggan baru. Cara ini bisa dilakukan dengan menghitung traffic estimation.

Baca Juga: Tanggung Jawab Seorang UX Researcher, Apa Saja Skill yang Diperlukan?

Apa Itu Traffic Estimation?

traffic estimation
(Foto peringkat SEO. Sumber: Freepik.com)

Dilansir dari Sistrix, traffic estimation adalah fitur yang digunakan untuk memperkirakan lalu lintas organik Google yang berkaitan dengan domain, host, path atau URL.

Misalnya, kamu dapat memperkirakan berapa banyak traffic atau pengguna yang lalu-lalang ke situs webmu setiap bulannya.

Dengan mengetahui angka tersebut, kamu bisa memperkirakan peluang pasar, conversion rate, potensi terjadinya transaksi, hingga biaya iklan yang mungkin perlu kamu keluarkan.

Oleh karena itu, traffic estimation bisa digunakan sebagai bahan dalam menentukan strategi SEO.

Sebab, data-data yang kamu dapatkan bisa menjadi acuan untuk pengembangan strategi bisnis secara digital di masa depan.

Baca Juga: Ini Cara Instal SEOquake, Extension Analisis SEO dari Semrush

Fungsi Traffic Estimation

Cara Optimalkan Traffic Estimation Untuk SEO, Catat ya!
(Foto traffic web. Sumber: Freepik.com)

Setiap bisnis tentu ingin menghitung laba atas investasi (ROI) untuk SEO berdasarkan traffic yang ada saat ini, serta perkiraannya di masa depan.

Untuk itulah traffic estimation dibutuhkan oleh bisnis. Dengan data yang sudah ada, bisnis dapat memperkirakan berapa banyak lalu lintas organik di situsnya untuk waktu yang akan datang.

Dengan data ini, bisnis dapat menilai apakah perkembangan situsnya berada pada tren yang positif atau sebaliknya.

Jika perkiraan traffic situs meningkat, ada kemungkinan penjualan bisnis juga ikut naik.

Namun, jika trennya cenderung menurun, maka bisnis perlu membuat strategi SEO baru guna mengatasi masalah tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwa peringkat situs di Google akan mempengaruhi popularitas bisnis, kemudahan pelanggan dalam menemukan produk di internet, serta tingkat penjualan.

Menurut Semrush, memahami traffic estimation dapat membantu bisnis menganalisis peluang pasar untuk menentukan strategi SEO.

Baca Juga: Praktis dan Mudah, Simak Cara Setting Yoast SEO Di Sini!

Cara Menghitung Traffic Estimation

Cara Optimalkan Traffic Estimation Untuk SEO, Catat ya!
(Foto traffic web. Sumber: Freepik.com)

Dilansir dari Content Powered, pada dasarnya data traffic estimation berasal dari data milik situs web yang sudah ada saat ini.

Sebagai contoh, tools analitik akan menelusuri dan menganalisis data traffic sebuah situs web.

Proses analisis ini dimulai dengan menganalisis kata kunci Google yang mengandung PPC (pay per click) dan memfilternya menggunakan data clickstream dari berbagai browser.

Tools analitik juga memisahkan kata kunci organik dengan kata kunci Google. Setiap kata kunci memiliki search volume yang berbeda.

Satu kata kunci saja dapat dibedakan lagi menjadi short tail, long tail, dan sebagainya.

Data-data tersebut yang kemudian menghasilkan perkiraan lalu lintas organik.

Selain itu, Semrush memberikan cara yang berbeda dalam mengukur traffic estimation.

Untuk mengukurnya, Semrush akan mengumpulkan kata kunci yang sudah diperingkat dalam situs web kamu. Semrush juga akan menganalisis kata kunci untuk topik baru yang belum diperingkat dalam situsmu.

Selain itu, data search volume, peringkat situs saat ini, traffic aktual terbaru, CTR, dan data dari Google Search Console juga dibutuhkan untuk memperkirakan lalu lintas organik.

Memang dibutuhkan banyak variabel untuk menghitung traffic estimation. Setiap tools analitik juga memiliki metode penghitungan yang berbeda.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Optimasi SEO untuk Konten, Jangan Terlewat, Ya!

Bagaimana Cara Kerja Traffic Website?

Cara Optimalkan Traffic Estimation Untuk SEO, Catat ya!
(Foto strategi SEO. Sumber: Freepik.com)

Ketika seseorang mengunjungi situs web, perangkat yang terhubung ke web akan berkomunikasi dengan server situs web. 

Setiap halaman di web terdiri dari puluhan file yang berbeda. Server web mentransmisikan setiap file ke browser pengguna, kemudian akan direkam dan tampil dalam bentuk grafik dan teks. 

Setiap file yang dikirim mewakili satu “hit”, sehingga satu tampilan halaman dapat menghasilkan banyak klik.

Server dapat merekap setiap permintaan untuk halaman web, mencatat informasi yang diperlukan untuk menentukan seberapa populer situs tersebut, dan halaman mana yang paling banyak dibuka.

Dengan menganalisa traffic website, memungkinkan kamu untuk mengumpulkan informasi tentang kinerja web dan bisnismu.

Kamu bisa mengukur sejauh mana efektivitas konten yang kamu buat.

Kamu juga bisa mengetahui siapa saja yang paling banyak menyukai produkmu. Yang terpenting, kamu bisa mengetahui konten iklan mana yang paling tepat untuk bisnismu.

Baca Juga: 10 Strategi SEO yang Sering Terlupakan Saat Menulis Artikel

Tips Meningkatkan Traffic Web dengan Konten Evergreen

Cara Optimalkan Traffic Estimation Untuk SEO, Catat ya!
(Foto strategi SEO. Sumber: Freepik.com)

Selain menghitung traffic estimation, kamu juga bisa mencoba meningkatkan lalu lintas web dengan membuat konten evergreen. Berikut tipsnya!

1. Pilih Keyword yang Tepat

Untuk membuat evergreen content, kamu perlu menemukan keyword yang evergreen.

Misalnya, menghindari kata kunci yang sensitif terhadap waktu dan berfokus pada kata kunci yang memiliki potensi traffic pencarian konsisten.

Dalam memilih keyword yang tepat, kamu dapat melakukan riset kata kunci. Caranya, bisa dengan membuat daftar keyword yang relevan dengan bisnis kamu.

2. Terapkan Teknik SEO

Dalam membuat konten evergreen, sebaiknya kamu juga menerapkan teknik SEO agar kinerjanya lebih optimal pada mesin pencarian.

Melansir laman Forbes, berikut beberapa teknik SEO yang dapat kamu gunakan selama membuat konten evergreen:

Tulis kata kunci yang ditargetkan pada judul dan subjudul H2.

Tambahkan internal link dan eksternal link.

Sebisa mungkin hindari bahasa teknis, jadi gunakanlah bahasa sederhana yang lebih mudah untuk dimengerti pembaca.

Jawab pertanyaan yang dicari pembaca secara langsung dan jelas di bagian atas artikel.

Tambahkan teks alternatif ke setiap gambar yang digunakan pada artikel.

3. Gunakan Visual yang Sesuai

Dalam membuat konten evergreen, kamu juga perlu menambahkan visual yang sesuai dengan isi artikel.

Namun, pastikan foto atau jenis visualisasi yang kamu gunakan tepat dan representatif, ya. Kedengarannya, hal ini mungkin mudah untuk dilakukan, tetapi nyatanya cukup challenging, lho.

Ada banyak sekali sumber yang dapat kamu gunakan dalam mencari visual untuk keperluan pembuatan artikel.

Misalnya situs web stok foto, seperti Pexels, Unsplash, Freepik, dan masih banyak lagi.

4. Perbarui Konten Secara Berkala

Ketika kamu telah berhasil membuat konten evergreen dan mempublikasikannya di blog, cobalah untuk mengeceknya secara berkala.

Lakukanlah perbaruan konten bila diperlukan. Jadi, konten kamu bisa tetap evergreen di tengah perubahan zaman.

5. Bagikan Konten di Media Sosial

Setelah selesai membuat konten evergreen dengan beberapa tips di atas, jangan lupa untuk membagikannya di media sosial.

Karena jenis konten yang satu ini tak lekang oleh waktu, maka konten evergreen bisa kamu bagikan secara berulang kali di media sosial.

Kamu bisa membagikan konten evergreen dengan jumlah traffic yang tinggi setiap tahunnya di media sosial untuk memicu minat baru dan menumbuhkan kembali kesadaran akan konten tersebut.

Demikian penjelasan seputar traffic estimation dan cara meningkatkan lalu lintas situs web. Semoga berhasil, ya!