Prospek dan Tips Bisnis Kolam Renang Pasca Pandemi 

Share this Post

Table of Contents

Tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi belaka, berenang punya banyak manfaat kesehatan. Mulai dari memulihkan cedera fisik hingga meredakan masalah jantung dan peredaran darah. 

Renang juga bisa dilakukan segala usia, tidak terbatas menarik minat anak-anak. Menurut Hirofumi Tanaka dalam jurnal Sports Medicine, berenang ternyata salah satu jenis olahraga yang paling atraktif untuk semua kalangan, serta paling sering dipraktikkan.

Olahraga ini murah, mudah diakses, dan ringan. Berenang tidak mengeksploitasi kekuatan otot dan sendi sehingga seringkali direkomendasikan pada pasien yang butuh memulihkan fisiknya pasca cedera. 

Baca Juga: Ubah Hobi Jadi Usaha, Cara Menghasilkan Uang Paling Asyik!

Tips Memulai Bisnis Kolam Renang

bisnis kolam renang
Foto: Kolam Renang (pexels.com)

Fakta ini bisa jadi salah satu alasan kuat untuk mengembangkan bisnis kolam renang. Apalagi pandemi sudah mulai mereda dan orang tak lagi khawatir untuk berkumpul di tempat umum.

Jika tertarik, coba tilik tips merintis serta prospeknya di bawah ini. 

1. Modal dan Biaya Bisnis Kolam Renang 

Kolam renang bukanlah bisnis yang bisa dijalankan secara daring. Ia sejenis bisnis properti yang membutuhkan lahan untuk dibangun dan dirawat.

Sangat penting untuk memikirkan modal atau dana instalasi di awal. Normalnya lahan yang dibutuhkan luas, tetapi bukan tidak mungkin membangun kolam renang di lahan terbatas. Misalnya, memanfaatkan rooftop, sehingga hanya butuh bangunan vertikal. 

2. Fasilitas yang Lengkap 

Dalam bisnis kolam renang, kamu harus menyediakan fasilitas-fasilitas wajib seperti kamar mandi, toilet, ruang ganti, dan loker penitipan barang.

Fasilitas tambahan bisa disertakan misalnya saja kantin atau kafetaria untuk umum, area untuk duduk dan bersantai di pinggir kolam, persewaan pelampung, playground, minimarket, dan lain sebagainya sesuai dengan inovasi masing-masing. 

Baca Juga: Usaha Pecel Lele, Ini Perhitungan Modal dan Cara Memulainya

3. Komitmen Perawatan Kolam Renang 

bisnis kolam renang
Foto: Kolam Renang Ramai Pengunjung (pexels.com)

Setelah dibangun, kolam renang harus dirawat, dikuras, dan dibersihkan secara berkala, setidaknya seminggu sekali saat kolam tutup.

Kualitas air harus dijaga karena kolam digunakan berbagai orang dengan segala kondisi klinis yang mungkin tidak bisa dilihat dengan kasat mata. 

Ada beberapa larutan kimia yang mungkin dibutuhkan, seperti klorin untuk menjernihkan dan mensterilkan air.

Ditambah beberapa peralatan yang dibutuhkan pengelola kolam renang seperti filter, skimmer, vacuum, pompa, dan lain sebagainya.

Perlengkapan perawatan tersebut harus dimasukkan dalam perhitungan pengeluaran bulanan saat kolam mulai dibuka untuk umum. 

4. Menempatkan Diri sebagai Konsumen 

Saat merintis sebuah usaha, termasuk bisnis kolam renang, sangat krusial hukumnya untuk mengambil berbagai pertimbangan dari sudut pandang konsumen. 

Tanyakan pada dirimu sendiri tentang fasilitas apa yang kiranya kamu inginkan saat berenang di sebuah kolam renang umum.

Ini akan memudahkanmu mencari celah dan ide untuk menyempurnakan bisnis yang sedang kamu rencanakan atau bahkan sudah berjalan sekalipun. 

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Tamiya, Ubah Hobi Jadi Pundi-pundi

5. Promo di Hari Libur 

Prospek dan Tips Bisnis Kolam Renang Pasca Pandemi 
Foto: Orang Berenang (pexels.com)

Ketika sudah siap menyambut konsumen, jangan lupa untuk menawarkan harga promo. Biasanya dilakukan saat minggu pertama pembukaan.

Tujuannya untuk memperkenalkan bisnis kolam renang yang sudah kamu bangun. Lanjutkan dengan memberi penawaran potongan harga di hari-hari libur atau momen spesial seperti saat Lebaran atau Natal.

Musim-musim liburan adalah momen penting untuk merengkuh lebih banyak pelanggan baru dari kalangan keluarga.  

6. Penawaran Paket Ekstra 

Kolam renang adalah inti dari bisnismu, tetapi kamu bisa melakukan diversifikasi bisnis. Misalnya dengan membuka kursus renang untuk anak atau dewasa di hari dan jam tertentu.

Membuka kelas yoga dan menginisiasi kegiatan lain yang berhubungan dengan olahraga renang. Bekerja sama dengan sekolah-sekolah atau institusi terkait juga bisa dilakukan untuk menarik lebih banyak pengunjung di hari kerja. 

7. Merekrut Karyawan 

Bisnis kolam renang tidak bisa kamu operasikan sendiri. Butuh karyawan yang mengelola tiket masuk, perawatan kolam, kebersihan area ganti dan mandi, mengurusi kafetaria, dan tak lupa lifeguard atau pengawas yang siap siaga membantu pengunjung. 

Pastikan mereka semua sudah dilatih dasar-dasar customer service sehingga dapat melayani dan menjawab pertanyaan pengunjung dengan profesional.

Keramahan adalah hal krusial karena bisnis ini masuk sektor hospitality sama seperti hotel dan restoran. Pengunjung datang untuk menikmati fasilitas, bersantai dan berolahraga, sehingga harga yang sudah mereka bayar tentunya diharapkan bisa ditukar dengan kenyamanan. 

Baca Juga: Ide Bisnis Container dan Tipsnya 

Tantangan dalam Bisnis Kolam Renang 

bisnis kolam renang
Foto: Olahraga Air (pexels.com)

Terdengar mudah dan menjanjikan, bisnis kolam renang juga punya tantangannya sendiri. Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum berniat merintisnya. 

1. Protokol Kesehatan di Masa Pandemi

Peluang bisnis kolam renang terbuka lebar dengan meredanya pandemi. Meski demikian, pandemi belum berakhir total. Ada baiknya kita melakukan beberapa preparasi dan tetap waspada.

Misalnya dengan menganjurkan pengunjung untuk menunjukkan bukti vaksin sebelum masuk ke area. Mengharuskan pengunjung mandi sebelum masuk ke dalam kolam renang dan lain sebagainya.

Pengurasan kolam juga bisa dilakukan lebih sering. Akses masuk yang ketat mungkin akan membuat beberapa pengunjung enggan, tetapi demi keselamatan dan kenyamanan tidak ada salahnya menerapkan aturan tersebut. 

2. Menjaga Kebersihan Area Kolam Renang

Pengunjung seringkali bertindak semena-mena karena merasa sudah membayar harga untuk bisa menikmati fasilitas di dalam area kolam renang.

Pastikan untuk menyediakan petugas yang siap sedia membersihkan sampah, sediakan sampah makanan di berbagai titik, melakukan pengecekan kualitas air setiap hari, dan berbagai upaya lain untuk menjamin kenyamanan pengunjung lain. 

3. Persaingannya Cukup Ketat

Bisnis kolam renang memang menjanjikan karena diminati segala usia. Persaingannya cukup ketat di setiap kota.

Untuk itu, kamu bisa menerapkan beberapa strategi, misalnya dengan menyasar segmen pasar tertentu, menambahkan wahana yang beda dari kolam renang lainnya, memilih lokasi yang strategis, dan lainnya.

Pastikan bisnis kolam renang yang kamu rintis memiliki nilai plus dan keunikan tersendiri. Setidaknya dua aspek yang bisa membuat orang memilih untuk mampir ke kolam renangmu. 

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ikan Hias dari Rumah, Cepat Untung!

Peluang Bisnis Skala Kecil 

bisnis kolam renang
Foto: Peluang Bisnis Kolam Renang (unsplash.com)

Bisnis kolam renang selalu identik dengan bisnis skala besar. Namun, sebenarnya ada peluang untuk mengembangkan usaha kolam renang skala kecil. Caranya dengan membuka kelas renang untuk anak-anak dengan berbekal rumah biasa.

Rumah bisa kamu sulap menjadi kantor, ruang ganti, kamar mandi, dan beberapa kolam renang ukuran kecil. Kamu juga bisa membuka kelas renang dan spa untuk bayi. Usaha ini tidak membutuhkan lahan yang seberapa luas. 

Pengunjung bisa datang dengan membuat janji atau mendaftar langsung di lokasi. Pastikan kamu memiliki area kantor untuk urusan administrasi.

Bisnis ini biasanya menyasar kalangan kelas menengah yang memiliki surplus penghasilan dan ingin anak-anaknya mencoba banyak hal sejak usia dini. 

Bisnis kolam renang punya banyak ruang untuk dikembangkan melalui berbagai ide inovasi. Kamu bisa bermitra dengan ahli fisioterapi misalnya untuk menyasar pasar yang lebih sempit.

Tak perlu lahan besar, membangun spot berenang untuk umum bisa kamu realisasikan dengan membangun wahana yang estetik dan representatif. 

Bisnis ini mengkomersialisasi lokasi dan jasa, jadi kenyamanan dan ambience yang pas adalah kuncinya. Bila tertarik, pertimbangkan pula tantangannya. Modal besar di awal pun harus disiapkan untuk proses instalasi.